home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Bijak Memilih Obat Batuk untuk Anak

Tips Bijak Memilih Obat Batuk untuk Anak

Saat anak terserang batuk, kondisi kesehatan anak jadi menurun dan kurang aktif. Orangtua umumnya ingin buah hatinya cepat sembuh dan ceria kembali dengan cara memberikan obat batuk anak.

Sayangnya, tidak semua obat batuk bisa digunakan sembarangan pada anak. Ini karena obat batuk banyak jenisnya.

Lalu, bagaimana cara memilih obat batuk untuk anak yang tepat?

Ketahui dulu jenis batuk yang dialami anak

Semua batuk tidak selalu sama. Ada beberapa jenis batuk dan obatnya pun berbeda. Jangan berikan obat batuk kering untuk anak yang mengalami batuk berdahak, atau sebaliknya.

Anak tidak akan sembuh-sembuh jika Anda salah pilih obat. Berikut ini merupakan jenis batuk pada anak dan kandungan obat yang ada di dalamnya:

  • Batuk berdahak

Batuk berdahak disebabkan oleh adanya lendir atau dahak yang menumpuk di saluran pernapasan bagian bawah, yaitu tenggorokan dan paru-paru. Kondisi ini dapat disebabkan oleh flu dan infeksi.

Bila si kecil mengalami batuk berdahak, pilihlah obat batuk jenis ekspektoran yang mengandung guaifenesin. Zat guaifenesin berfungsi untuk mengencerkan lendir atau dahak di tenggorokan supaya lebih mudah dikeluarkan.

  • Batuk kering

Batuk kering adalah jenis batuk yang tidak menghasilkan lendir atau dahak, dan terjadi akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) seperti pilek atau flu.

Jika si kecil mengalami batuk kering, pastikan obat batuknya mengandung supresan atau zat antitusif untuk membantu meredam batuk. Sesuai namanya, supresan bekerja dengan cara menekan refleks batuk, sehingga batuk pada anak jadi lebih jarang.

  • Batuk alergi

Anak juga bisa mengalami batuk karena alergi, lho. Batuk jenis ini bisa disebabkan karena alergi debu, asap, atau partikel lainnya yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika reaksi alergi adalah penyebab batuk si kecil, maka pilihlah obat yang mengandung antihistamin.

Harus pilih obat batuk seperti apa untuk anak?

1. Pilih obat batuk khusus anak

Pilih obat batuk yang khusus anak. Jangan berikan si kecil obat batuk untuk orang dewasa. Ini karena dosis dan kandungan antara obat anak dan dewasa berbeda-beda. Dikhawatirkan anak akan mengalami efek samping berbahaya bila diberikan obat untuk orang dewasa.

2. Pilih obat batuk bentuk sirup

Bila orangtua memberikan obat batuk berbentuk pil, tablet, atau bahkan puyer, kemungkinan anak akan susah menelannya. Ini karena obat batuk jenis tersebut cenderung susah ditelan di tenggorokan dan rasanya tidak enak. Disarankan untuk memberikan si kecil obat batuk sirup yang lebih mudah ditelan.

3. Pilih obat batuk yang rasanya enak

Anak-anak umumnya susah untuk minum obat karena rasanya pahit dan tidak enak. Untuk mengatasi hal ini, pilih obat batuk sirup yang rasanya manis. Di apotek kini tersedia obat dengan rasa buah seperti apel atau jeruk. Rasa buah pada obat bisa lebih mudah diberikan dan diminum oleh anak-anak.

4. Pilih obat batuk yang bisa bikin mengantuk

Anak-anak harus istirahat yang cukup saat batuk supaya cepat sembuh. Maka dari itu, orangtua bisa pilihkan anak obat yang efek sampingnya bisa membuat anak mengantuk. Dengan begitu, habis minum obat si kecil bisa tidur dan istirahat untuk mempercepat proses penyembuhan.

5. Pilih obat batuk yang ada aturan pakai dalam kemasannya

Obat batuk anak-anak yang manjur pastinya punya aturan pakai tersendiri. Selain itu, biasanya di dalam kemasan obat batuk terdapat sendok takar obat. Gunakan sendok takar tersebut saat memberikan obat untuk anak, jangan pakai sendok sendiri di rumah.

Ikuti dosis pemakaian yang dianjurkan dalam aturan pakai obat. Dosis biasanya dibagi berdasarkan usia anak.

Kapan si kecil harus dibawa ke dokter saat batuk?

Orangtua harus segera bawa anak ke dokter bila mengalami beberapa hal ini:

  • Batuk disertai demam tinggi
  • Anak sampai sulit bernapas karena batuk
  • Anak mengalami batuk rejan
  • Nyeri dada
  • Sulit atau tidak mau makan
  • Anak batuk darah disertai muntah-muntah

Penting untuk memeriksakan ke dokter apabila batuk pada anak sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. Apabila batuk sembuh-kambuh lebih dari 3 bulan berturut-turut, orangtua wajib periksakan anak ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cold medicines for kids: What’s the risk?. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/cold-medicines/art-20047855

When to Give Kids Medicine for Coughs and Colds. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/when-give-kids-medicine-coughs-and-colds

Can I give my 5-year-old over-the-counter cough medicine?. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.healthychildren.org/English/tips-tools/ask-the-pediatrician/Pages/Can-I-give-my-5-year-old-cough-medicine.aspx

OTC Medicines for Cough – WebMD. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.webmd.com/cold-and-flu/otc-meds

Kid’s Cold Medicines: New Guidelines – WebMD. (2020). Retrieved 1 April 2020, from https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/kids-cold-medicines-new-guidelines#1

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Dr. Novitria Dwinanda Sp.A Diperbarui 31/12/2020
x