Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Pilek dan Flu (Influenza)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat Anda mengalami pilek, sering kali Anda langsung bilang bahwa Anda sedang flu. Padahal, keduanya bisa jadi kondisi yang berbeda. Batuk pilek biasa tidak berarti Anda pasti kena flu, meskipun saat kena influenza Anda biasanya mengalami batuk dan pilek. Jangan dulu mengernyitkan dahi. Mari kita kupas tuntas perbedaan batuk pilek biasa dan flu berikut ini.

Perbedaan pilek dan flu berdasarkan penyebabnya

mengatasi pusing saat pilek

Perbedaan paling mendasar dari pilek biasa dan flu adalah penyebab. Salah satu penyebab batuk pilek yang umum adalah infeksi virus jenis rhinovirus. Apabila pilek terjadi karena adanya infeksi rhinovirus, kondisi ini disebut penyakit selesma atau common cold.

Tak hanya itu, pilek sebenarnya adalah gejala yang bisa saja disebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan lain. Menurut situs American College of Allergy, Asthma, and Immunology, beberapa penyebab munculnya gejala pilek adalah:

  • udara dingin atau kering
  • alergi
  • rhinitis non-alergi
  • sinusitis akut atau kronis
  • perubahan hormon tubuh
  • obat-obatan tertentu

Sementara itu, penyebab flu sudah pasti virus influenza. Flu umumnya tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan lain, seperti pilek, selain virus itu sendiri. Virus ini menyerang sistem pernapasan keseluruhan, mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Penyebab flu adalah tiga macam virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu musiman, sementara tipe C biasanya terjadi sepanjang tahun.

Perbedaan pilek dan flu dari gejalanya

gejala flu dan pilek yang bahaya

Perbedaan flu dan pilek lainnya yang cukup jelas sebetulnya terletak pada gejala yang ditimbulkan. Biasanya, gejala batuk pilek (common cold) yang paling khas, yaitu:

  • Sakit tenggorokan, yang biasanya hilang dalam satu atau dua hari.
  • Hidung tersumbat atau meler.
  • Bersin.
  • Batuk
  • Sakit kepala (kadang-kadang).
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga. 

Pilek memiliki tingkat keparahan yang cenderung ringan. Pada kasus pilek dalam common cold, biasanya gejala akan membaik dalam waktu 7-10 hari. Gejala pun dapat sembuh dengan sendirinya.

Sementara itu, gejala flu umumnya lebih berat. Gejala flu datang lebih cepat dan lebih parah dari gejala pilek, meliputi:

  • Demam tinggi selama 3-5 hari, meski tidak selalu.
  • Sering sakit kepala berat.
  • Batuk kering.
  • Sesekali sakit tenggorokan.
  • Badan gemetar dan menggigil.
  • Nyeri otot sekujur tubuh.
  • Kelelahan parah hingga 2 sampai 3 minggu.
  • Mual dan muntah, paling sering terjadi pada anak-anak.

Nyeri otot dan menggigil adalah perbedaan gejala paling khas antara pilek dan flu. Gejala flu akan semakin bertambah parah secara bertahap, dalam 2-5 hari. Namun, jika gejala flu yang Anda alami tidak juga membaik lebih dari 10 hari atau malah memburuk, segera ke dokter. 

Perbedaan pilek dan flu dari risiko komplikasi

perbedaan flu dan pilek biasa

Faktor lain yang menjadi pembeda antara pilek dan flu adalah ada tidaknya risiko komplikasi. Batuk pilek biasa umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Sementara flu yang berlarut-larut tanpa diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, radang otot (myositis), gangguan sistem saraf pusat, serta masalah jantung seperti serangan jantung, miokarditis, dan perikarditis.

Bagi Anda yang punya riwayat asma juga harus hati-hati. Gejala flu mungkin dapat memicu kekambuhan serangan asma. Oleh karenanya, orang yang memiliki asma sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika gejala flu tidak juga membaik atau malah semakin memburuk.

Perbedaan flu dan pilek dari cara mengobatinya

obat diabetes

Baik orang yang terkena pilek dan flu sama-sama dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

Sebenarnya tidak ada perbedaan yang begitu kentara terkait cara mengobati flu dan pilek. Flu dan pilek juga umumnya sama-sama bisa sembuh sendiri. Namun, terdapat berbagai pilihan obat yang dapat membantu mengatasi pilek atau flu.

Untuk pilek, obat yang dapat Anda konsumsi biasanya tergantung pada penyebabnya. Apabila gejala pilek yang Anda alami disebabkan oleh alergi, Anda bisa mengonsumsi obat alergi seperti antihistamin.

Sementara itu, obat untuk mengatasi flu yang disebabkan oleh infeksi virus, biasanya dapat berupa obat antivirus seperti oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza), atau peramivir (Rapivab). Obat-obatan ini dapat mempercepat pemulihan dari flu dan mencegah komplikasi pneumonia.

Namun, obat antiviral hanya boleh digunakan dengan resep dokter. Anda wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut. Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan yang terdapat di rumah sebagai obat flu alami.

Jika Anda ingin mengurangi gangguan hidung tersumbat dan sakit kepala, entah karena pilek ringan atau flu, Anda bisa mencoba obat-obatan seperti dekongestan dan paracetamol.

Baik pilek maupun flu, Anda juga bisa menggunakan obat-obatan berbahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin C, atau vitamin D. Mengonsumsi suplemen vitamin C secara rutin dapat membantu mengurangi gejala pilek, yang juga sering kali ditemukan pada penyakit flu.

Perbedaan flu dan pilek dari cara pencegahannya

efek samping vaksin influenza

Perbedaan lain yang bisa dilihat dari pilek dan flu adalah cara mencegahnya. Cara terbaik untuk terhindar dari flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu. Kebanyakan dokter merekomendasikan pemberian vaksin flu pada awal musim flu berlangsung.

Selain itu, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin atau gunakan hand sanitizer juga mencegah penularan flu.

Sementara itu, untuk mencegah pilek biasa, vaksin bukan menjadi cara yang dianjurkan. Pencegahan terbaik adalah cukup dengan menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, menghindari zat-zat pemicu alergi atau udara dingin, serta menjaga daya tahan tubuh Anda.

Flu dan pilek adalah dua kondisi yang memiliki banyak perbedaan, mulai dari penyebab, gejala, risiko komplikasi, dan cara mencegahnya.

Kesimpulannya, pilek adalah suatu gejala yang menandakan adanya masalah kesehatan tertentu. Sementara itu, flu adalah penyakit akibat infeksi virus, dengan pilek sebagai salah satu gejalanya. Mengetahui perbedaan di antara keduanya bisa membantu Anda mendapatkan pengobatan dengan tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Eksim di tangan dan kaki disebut dengan eksim dishidrosis. Cari tahu cara mengobati eksim di tangan dan kaki pada artikel ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Kulit, Dermatitis 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit