4 Masalah Pencernaan yang Sering Dialami Bayi, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kemampuan bayi untuk mencerna makanan masih berkembang dan belum sempurna. Kondisi tersebut membuat bayi sangat rentan terhadap berbagai masalah pencernaan. Padahal, asupan makanan sangat penting untuk pertumbuhan si kecil. Untuk itu, Anda perlu tahu apa saja gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi dan cara mengatasinya.

Gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi sekaligus cara mengatasinya

Walaupun sering terjadi, gangguan pencernaan pada bayi sulit sekali diketahui. Bayi yang belum bisa bicara atau kesulitan berbicara, tentu tidak dapat memberi tahu apa saja gejala yang dirasakannya dengan baik. Mereka hanya bisa menangis dan terlihat lemah. Bila kondisi ini terjadi, jangan menunda pergi ke dokter supaya gejala tidak bertambah parah dan penyakit lebih mudah diobati.

Berikut beberapa gangguan pencernaan yang jadi langganan bagi para bayi:

1. Diare

tanda bayi diare

Usus bayi lebih sensitif dan lemah dibanding orang dewasa. Kadang, tidak semua makanan yang masuk ke perut bisa dicerna usus bayi sehingga mengganggu gerakan usus dan menyebabkan diare. Selain terganggunya gerakan usus, rotavirus yang masuk ke tubuh bayi juga bisa menyebabkan diare.

Bayi yang mengalami kondisi ini biasanya menunjukkan gejala, seperti sering buang air, feses lebih encer, bayi rewel, dan terlihat lemah. Gejala yang lebih parah biasanya ditandai dengan munculnya ruam, demam, menangis saat buang air, perdarahan dan muncul lendir pada feses serta mulut kering. Tanpa perawatan yang tepat, bayi bisa mengalami dehidrasi.

Untuk pertolongan pertama diare pada bayi, berikan larutan gula garam (oralit). Kemudian, untuk memastikan kondisinya lakukan pemeriksaan ke dokter anak. Jangan berikan obat tanpa pengawasan dokter, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi bayi. Yang terpenting adalah meningkatkan asupan cairan, memilih makanan yang lebih lunak, serta menjaga kebersihan tubuh bayi.

2. Muntah karena asam lambung atau kondisi lainnya

gangguan pencernaan pada bayi

Sistem pencernaan bayi masih belum sempurna sehingga bekerja lebih lambat. Akibatnya, asam lambung bisa naik ke kekerongkongan. Kondisi ini menyebabkan bayi memuntahkan sebagian besar makanannya atau tersedak saat menyusui. Selain muntah, Anda bisa merasakan adanya bunyi pada perut bayi.

Anda bisa bisa meringankan kondisi ini dengan memastikan popok tidak terlalu ketat, memberi makan bayi dengan porsi yang lebih sedikit tapi sering, dan tegakkan tubuh bayi selama 30 menit setelah menyusui. Selain asam lambung, bayi yang terlalu banyak makan atau minum ASI juga bisa muntah.

Jika bayi terus muntah disertai perubahan warna muntah, sering tersedak, atau menolak untuk makan atau menyusu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

3. Sembelit

menenangkan bayi menangis terus

Selain diare, sembelit juga termasuk dalam deretan gangguan pencernaan pada bayi yang sering terjadi. Biasanya kondisi ini terjadi saat bayi mulai mengonsumsi makanan padat. Bayi yang mengalami sembelit akan menunjukkan gejala, seperti kesakitan saat buang air, ada darah pada kotoran bayi, rewel, dan tentunya bayi jadi jarang buang air karena sulit untuk dikeluarkan.

Perubahan menu makanan bayi bisa membantu melembutkan feses, misalnya memperbanyak menu sayuran, air putih, dan juga buah. Mungkin Anda memerlukan bantuan dokter untuk memilih obat pencahar yang cocok untuk bayi.

4. Intoleransi makanan

bayi kenyang

Bayi yang lahir secara prematur, memiliki berat badan yang rendah, atau memiliki cacat bawaan pada ususnya biasanya mengalami intoleransi makanan. Artinya, ada kandungan makanan yang dianggap tubuh sebagai ancaman sehingga menimbulkan reaksi muntah atau diare setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Untuk kondisi ini, orangtua harus benar-benar memerhatikan apa pun yang dimakan si kecil. Kemungkinan Anda membutuhkan konsultasi dan pengobatan lebih lanjut pada dokter anak untuk mengendalikan gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Akar Manis Membantu Melindungi Lambung

Akar manis berguna untuk lambung dalam banyak cara. Yuk, luangkan waktu membaca penyebab lambung bermasalah dan manfaat licorice bagi lambung.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Sindrom usus bocor adalah kondisi saat bakteri dari saluran cerna memasuki darah lewat celah dinding usus. Uniknya, kondisi ini belum diakui dunia medis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Pencernaan, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
bahagia mencegah masalah pencernaan

Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 4 menit
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit
perbedaan maag dan gerd

Apa Beda Sakit Maag, Dispepsia, dan GERD?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 4 menit