5 Hal yang Harus Diketahui Orangtua Tentang Sakit Perut pada Anak

Oleh

Tak hanya orang dewasa, anak juga sering kali mengeluhkan sakit perut. Penyebabnya pun beragam, mulai dari sembelit, maag, diare, sampai yang merupakan gejala penyakit serius. Meski ada yang sembuh sendiri tanpa diobati, sakit perut yang anak Anda rasakan bisa jadi juga memerlukan perawatan khusus. Lantas bagaimana cara membedakan keduanya?

Seorang dokter spesialis sistem pencernaan dari laman Cleveland Clinic, dr. Deborah Goldman, mengungkapkan berbagai fakta mengenai sakit perut pada anak plus apa yang harus Anda lakukan jika menghadapinya. Berikut rangkumannya.

1. Pentingnya memantau kebutuhan cairan anak

Salah satu penyebab anak sakit perut adalah terjadinya infeksi di usus mereka. Infeks ini kemudian dapat menyebabkan anak diare yang jika diabaikan bisa berujung pada dehidrasi. Di sinilah tugas orangtua wajib memastikan anak mendapatkan cukup cairan.

Pastikan anak selalu minum minimal delapan gelas setiap harinya. Tak hanya bertujuan untuk mencegah dehidrasi ketika mengalami infeksi, jumlah air yang cukup bisa membantu usus untuk tetap bekerja dengan normal.

Usahakan untuk memberikan anak air putih delapan gelas setiap harinya dibandingkan minuman bersoda atau minuman yang mengandung pemanis buatan. Minimal, setengah cairan yang masuk ke dalam tubuh anak adalah air putih.

2. Sakit perut anak paling sering karena sembelit

Bayi dan anak-anak memang paling sering mengalami susah BAB. Hal ini pulalah yang menjadi penyebab paling umum mengapa anak Anda mengalami sakit perut. Cara agar anak Anda tidak susah BAB adalah dengan menambahkan asupan serat ke dalam makanannya.

Jika anak tidak menyukai makan sayuran yang mengandung serat, Anda mungkin bisa menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang baik untuk pencernaan anak. Misalnya saja, Anda bisa memberikan susu formula yang memiliki kandungan serat tinggi demi memenuhi kebutuhan serat harian anak.

Berhati-hatilah jika anak Anda sudah lama tidak BAB dan terus mengeluhkan sakit perut. Bisa jadi itu merupakan gejala dari kondisi medis lain yang lebih serius, seperti penyakit celiac. Sebaiknya, segeralah bawa anak Anda ke dokter apabila ia terus mengeluhkan sakit perut dan susah buang air besar.

 3. Flu perut bukanlah flu pada umumnya

Meski sama-sama “flu”, flu perut adalah kondisi yang sama sekali berbeda dengan flu karena virus influenza. Flu perut dalam bahasa medis disebut dengan gastroenteritis. Umumnya, kondisi ini terjadi karena virus. Biasanya, anak yang mengalami gastroenteritis akan mengeluhkan sakit perut dan diare. Anak bisa juga mengalami muntah-muntah ataupun tidak.

Beberapa anak juga mungkin akan mengalami demam, namun tidak terlalu tinggi. Biasanya, gejala-gejala tersebut akan hilang antara 3-10 hari. Karena penyebabnya virus, anak yang menderita gastroenteritis biasanya tidak diberikan antibiotik.

Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup agar tidak dehidrasi akibat diare yang dialami. Apabila gejalanya tidak kunjung membaik setelah lima hari, bahkan anak juga mengalami demam tinggi dan tampak lemas, segeralah membawanya ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

4. Anak juga dapat mengalami rasa panas di ulu hati

Anak-anak juga bisa mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD) alias refluks asam lambung. Selain sakit perut, anak juga mungkin merasakan panas di ulu hatinya, rasa asam di tenggorokan, sendawa, dan mual serta muntah yang terus-menerus.

Umumnya, dokter akan memberikan antasida agar produksi asam lambung dapat berkurang. Selain dengan obat, untuk mencegah sakit perut pada anak yang disebabkan oleh GERD, terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang mungkin perlu anak Anda lakukan, seperti:

  • Mengurangi porsi makan, tapi makan lebih sering
  • Menurunkan berat badan jika obesitas
  • Mengurangi makanan asam, pedas, dan berlemak
  • Sebisa mungkin untuk tidak besar saat hendak melakukan aktivitas berat, seperti olahraga
  • Memosisikan kepala lebih tinggi dari tubuh saat tidur

5. Anda mungkin lebih dari sekadar sakit perut

Umumnya, sakit perut anak bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan atau setelah mendapatkan pengobatan beberapa hari. Tak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan mengenai kondisi ini. Namun, ada beberapa kondisi sakit perut anak yang juga mungkin mengarah pada kondisi lain yang lebih serius.

Anda perlu memperhatikan gejala lain yang menyertai ketika anak Anda mengalami sakit perut. Misalnya saja, anak Anda merasakan sakit pada perut bagian kanan bawah, Bisa jadi itu adalah tanda radang usus buntu (appendicitis). Gejala gastroenteritis yang terus berulang juga bisa jadi adalah tanda inflammatory bowel disease (IBD). Intoleransi laktosa juga bisa menyebabkan sakit perut dalam waktu lama dan terus berulang.

Apabila Anda merasa ragu, tak ada salahnya untuk segera membawa anak Anda ke dokter. Dengan begitu, anak Anda bisa mendapat pengobatan yang tepat, Anda pun jadi lebih tenang.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca