Perkembangan Bayi 7 Minggu atau 1 Bulan 3 Minggu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan Bayi Usia 7 Minggu

Bagaimana seharusnya perkembangan bayi minggu 7 atau 1 bulan 3 minggu?

Menurut tes skrining perkembangan anak Denver II, perkembangan bayi di usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu, umumnya sudah mencapai hal-hal berikut ini:

  • Bisa melakukan gerakan tangan dan kaki bersamaan dan berkali-kali.
  • Bisa mengangkat kepala sendiri.
  • Bersuara dengan menangis.
  • Merespons ketika mendengar suara bel.
  • Bisa mulai mengatakan “ooh” dan “aah”.
  • Melihat wajah orang di dekatnya.
  • Bisa tersenyum kembali atau tiba-tiba saat diajak bicara

Kemampuan motorik kasar

Sejak awal tahapan perkembangan bayi sampai usia telah mencapai 7 minggu, ia mampu melakukan gerakan berulang. Khususnya yang melibatkan pergerakan lengan tangan dan kakinya secara bersamaan.

Selain itu, perkembangan kemampuan motorik bayi di usia 7 minggu juga dapat mengangkat kepalanya sendiri. Lalu, ia juga dapat memiringkan kepalanya ke arah pergerakan orang atau benda yang menurutnya menarik untuk diamati.

Kemampuan komunikasi dan bahasa

Pada saat ini, Anda masih akan mendengar bayi menangis kapan pun ia membutuhkan sesuatu. Ketika mendengar suara bel atau lonceng, si kecil juga dapat meresponsnya tanda perkembangan di usia 7 minggu berjalan dengan baik.

Entah itu melihatnya saja, atau bahkan menangis. Menariknya, Anda akan mendengar bahwa bayi mampu mengatakan “ooh” dan “aah” sebagai bukti perkembangan bahasa pada bayi di usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu.

Kemampuan motorik halus

Apabila dilihat dari perkembangan bayi usia 4 minggu, kemampuan motorik halusnya baru sampai dengan mengangkat tangan hingga mencoba untuk mengepalkan tangannya.

Peningkatan aspek motorik halus sebagai perkembangan si kecil di usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu yakni menggerakkan tangannya ke sana kemari.

Kemampuan sosial dan emosional

Perkembangan kemampuan bayi usia 7 minggu dalam melihat atau mengamati wajah orang di sekitarnya bisa dikatakan semakin handal.

Bahkan, perkembangan emosi bayi di usia 7 minggu menunjukkan ia dapat tersenyum kembali ketika diajak bicara, atau tersenyum sendiri saat melihat hal lain yang menarik.

Apa yang harus dilakukan untuk membantu perkembangan bayi usia 7 minggu?

Pada perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu, si kecil biasanya akan lebih sering terbangun di siang hari.

Anda dapat memanfaatkan waktu ini untuk membantu merangsang panca indranya dengan memutarkan musik atau menyanyikan lagu untuk bayi.

Jangan hanya mengenalkan satu jenis musik saja, Anda perlu menambahkan jenis musik lainnya dari pop sampai musik klasik. Setelah itu, lihatlah perubahan reaksi pada bayi di usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu.

Biasanya bayi menunjukkan rasa senang dengan membuat suara-suara, atau menggerak-gerakkan lengan dan kaki kecilnya menunjukkan perkembangan kemampuan sensorik bayi 7 minggu ini.

Walaupun si kecil belum mengerti apa yang Anda lakukan, tapi bayi akan merespon dan bereaksi terhadap nyanyian tersebut. Artinya, proses perkembangan si kecil di usia 7 minggu bisa dikatakan lancar.

Kesehatan Bayi Usia 7 Minggu

Apa yang perlu didiskusikan dengan dokter di usia ini?

Pemeriksaan di minggu ini akan tergantung pada perkembangan kondisi kesehatan si kecil pada usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu. Sesuai dengan kondisi kesehatan  serta pertumbuhan bayi , dokter baru akan melakukan pemeriksaan yang tepat.

Namun bila Anda membawa bayi ke dokter minggu ini, konsultasikan kepada dokter tentang beberapa hal terkait perkembangan usia 7 minggu di bawah ini:

  • Tanyakan pada dokter semua kekhawatiran Anda terkait kondisi si kecil, termasuk pola tidur, menyusui, atau kesehatannya secara menyeluruh.
  • Tanyakan pada dokter kapan waktu imunisasi bayi selanjutnya tiba dan apa saja yang harus dipersiapkan.

Perhatikan juga apabila si kecil tampak menunjukkan perkembangan seperti berikut di usia 7 minggu:

  • Tidak bisa mengangkat kepalanya.
  • Tidak bisa memalingkan atau memiringkan kepalanya.

Apa yang harus diketahui pada perkembangan 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu?

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu, di antaranya:

1. Jerawat bayi

Memang terdengar aneh, tapi jerawat juga bisa muncul pada anak-anak berumur di bawah 1 tahun. Jerawat bayi, yang memengaruhi sekitar 40 persen bayi baru lahir, biasanya mulai pada minggu ke-2 sampai ke-3 dan sering berlangsung sampai bayi berumur 4-6 bulan.

Tidak ada seorangpun yang tahu penyebab jerawat bayi, tapi hormon dipercaya sebagai penyebabnya. Ya, hormon memengaruhi kelenjar keringat si kecil, sehingga jerawat muncul, termasuk di perkembangan usia 7 minggu.

Alasan lainnya adalah pori-pori pada bayi belum sepenuhnya berkembang, sehingga si kecil sangat rentan terkena kotoran dari debu, sisa air susu ibu (ASI), keringatnya sendiri, dan lain sebagainya.

Untuk mengatasi jerawat pada bayi pada masa perkembangan usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu, maka pastikan Anda selalu menjaga kebersihan kulitnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan rutin membersihkan kulit bayi, terutama setelah menyusui. Usap lembut kulit bayi menggunakan kain lap halus yang sudah dibasahi dengan air hangat.

Setelahnya, keringkan kulit bayi menggunakan lap lembut. Hindari menggosok kulit bayi karena hal tersebut justru dapat menyebabkan iritasi kulit pada bayi.

Hal yang tak kalah penting, pastikan Anda tidak memencet jerawat si kecil yang mungkin muncul pada masa perkembangan 7 minggu.

Sama seperti pada orang dewasa, memencet jerawat bayi justru dapat memparah kondisi kulitnya. Jika Anda mengkhawatirkan permasalah kulit bayi lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

2. Perubahan warna kulit

Melihat warna kulit bayi berubah bisa menyeramkan. Namun jangan langsung panik. Perubahan warna kulit pada bayi sebenarnya adalah hal yang normal, tak terkecuali di perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu.

Hal ini terjadi karena sistem peredaran bayi belum sempurna, sehingga darah terkumpul hanya pada setengah bagian tubuh bayi. Kulit bayi akan perlahan berubah warna sementara, dan akan kembali normal.

Kondisi ini biasanya hilang dengan cepat di perkembangan si kecil usia 7 minggu.

3. Keselamatan bayi

Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan guna menjaga keselamatan dan keamanan bayi Anda, termasuk saat perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu:

  • Jangan pernah meninggalkan bayi di atas meja tempat mengganti popok, ranjang, kursi, atau sofa. Bila meja tempat mengganti popok tidak ada pengamannya, upayakan satu tangan Anda menahan bayi.
  • Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian dengan hewan peliharaan.
  • Jangan pernah tinggalkan bayi sendirian di dalam ruangan dengan saudara yang berumur di bawah 5 tahun.
  • Jangan tinggalkan bayi sendirian dengan pengasuh berumur di bawah 14 tahun, orang yang tidak dikenal, atau yang belum Anda periksa referensinya.
  • Jangan pernah mengguncang bayi dengan kencang saat bermain, dan jangan melempar bayi ke udara.
  • Jangan pernah lengah saat Anda membawa bayi Anda berbelanja, jalan-jalan, atau duduk di taman bermain.
  • Jangan gunakan rantai atau tali apapun pada bayi atau mainan.
  • Jangan tempatkan bayi di atas permukaan dekat jendela yang tidak terjaga, tidak sedetikpun, dan bahkan saat ia tidur.

4. Waktu tidur

Mengacu pada studi di tahun 2011 dari Archives of Disease in Childhood, puncak dari kerewelan serta bayi menangis di malam hari adalah pada perkembangan bayi di 5 minggu hingga 6 minggu.

Sedangkan di fase 7 minggu, ada kemungkinan si kecil sudah menunjukkan cara tidur yang signifikan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tetap melakukan rutinitas tidur seperti sebelumnya.

Namun, jangan lupa kalau setiap bayi mempunyai karakter dan perkembangan yang berbeda.

Hal-hal yang harus diperhatikan

Apa yang perlu diwaspadai pada perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu?

Di bawah ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk membantu perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu:

1. Membedong

Anda mungkin ingin tahu cara membedong bayi yang benar. Membedong adalah membungkus bayi dengan aman dan nyaman dengan selimut tipis.

Cara ini bisa dilakukan di usia berapa saja, termasuk perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu. Banyak bayi akan merasa nyaman dan tidur nyenyak karena bedongan. Ini juga bisa membantu menenangkan bayi yang mengalami kolik.

Meski begitu, beberapa bayi justru lebih pulas tertidur jika tanpa bedongan atau malah merasa sangat terganggu jika dibedong. Tergantung kondisi dan kebiasaan bayi, Anda bisa memilih cara membedong yang cocok untuk mendukung perkembangan bayi.

Semua bayi pada akhirnya tidak lagi memerlukan bedongan setelah mereka menjadi sedikit lebih aktif. Anda hanya akan melihat perkembangan bayi usia 7 minggu berusaha menendang kain bedong.

Di saat seperti inilah, bedongan selama tidur siang kemungkinan menjadi tidak aman bagi perkembangan bayi 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu. Ini karena selimut yang ditendang mungkin tidak sengaja melingkari leher atau menutup wajah bayi dan bisa mencekik bayi.

Ditakutkan, membedong justru bisa menghambat kemampuan bayi untuk mempraktikkan perkembangan keterampilan motorik bayi usia 7 minggu.

2. Membawa bayi keluar

Saat Anda mengajak bayi jalan-jalan keluar rumah, pakaikan baju yang pantas, lindungi dia dari cuaca ekstrem, dan selalu bawa selimut tambahan jika di luar sedang musim hujan. Bila di luar sangat dingin atau panas dan lembap, batasi waktu bayi berada di luar ruangan selama perkembangan usia 7 minggu atau 1 bulan 3 minggu.

Hindari paparan sinar matahari langsung yang berlebihan, sekalipun cuaca tidak ekstrem di perkembangan bayi usia 7 minggu. Hal yang terpenting adalah jika Anda berada di dalam mobil, pastikan bayi Anda terpasang dengan benar di kursi khusus bayi.

3. Asupan nutrisi

Biasanya, bayi di usia 7 minggu masih mendapatkan asupan ASI dari sang Ibu. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa bayi pun diharuskan untuk mendapatkan asupan susu formula karena kondisi tertentu.

Berbeda dari perkembangan bayi 1 minggu, dikutip dari Kids Health bayi yang telah melewati fase perkembangan 6 minggu kemungkinan akan menyusu 7 hingga 9 kali dalam sehari.

Dari kedua asupan ini, perhatikan pula asupannya karena pada perkembangannya bayi bisa menghasilkan gas sehingga perut terasa kembung. Tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ini tergolong normal.

Apabila menggunakan susu formula, coba untuk mengganti jenis susu sampai bayi tidak terlihat kembung. Namun, apabila mengonsumsu ASI, sebaiknya Anda memerhatikan asupan. Coba untuk kurangi makanan yang mengandung banyak gas.

4. Mengalami sakit tertentu

Pada bayi yang baru lahir, tentunya Anda mempunyai jadwal tersendiri untuk memeriksakan perkembangannya. Namun, selain itu ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya tidak perlu menunggu jadwal bertemu dokter.

Sebagai bentuk pencegahan, berikut beberapa masalah kesehatan yang perlu diperiksa:

  • Mengalami demam tinggi sekitar 38°C atau lebih.
  • Mengalami batuk dan semakin barah sampai 5 hari ke depan.
  • Sulit bangun dari tidur dan mengalami masalah pernapasan.
  • Muntah-muntah dan mengalami diare.

Lalu, bagaimana perkembangan bayi 8 minggu?

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengantar istri melahirkan ke rumah sakit

Ayah, Ini Tips Mengantar Ibu Hamil ke Rumah Sakit untuk Kelahiran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/06/2020 . Waktu baca 4 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit