home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Pahami Serba-serbi Iritasi Kulit pada Bayi, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Pahami Serba-serbi Iritasi Kulit pada Bayi, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Merawat kulit bayi sensitif memang menantang karena sangat rentan mengalami iritasi. Meski iritasi kulit pada bayi tidak berbahaya, kondisi ini akan sangat mengganggu si kecil bahkan bisa membuatnya rewel. Biasanya, kulit yang teriritasi akan menimbulkan rasa gatal hingga kemerahan. Supaya Anda tahu pengobatan dan perawatan yang tepat untuk si kecil yang iritasi, sebaiknya pahami dulu berbagai penyebabnya.

Apa saja penyebab iritasi kulit pada bayi?

kulit bayi gatal

Iritasi kulit pada bayi biasanya disebabkan oleh produk-produk perawatan yang tidak cocok dengan kondisi kulit si kecil. Produk perawatan kulit ini termasuk bedak, sabun, lotion, shampo, atau minyak gosok. Tak cuma itu, iritasi juga bisa disebabkan oleh pemakaian popok sekali pakai yang terlalu lama.

Deterjen dan pewangi untuk mencuci baju bayi bisa menjadi pemicu iritasi kulit pada bayi, sehingga Anda perlu hati-hati dalam memilih sabun pencuci pakaian untuk si kecil.

Ditambah lagi, jika di dalam keluarga Anda ada riwayat alergi atau dermatitis atopik serta cuaca lingkungan yang terlalu panas, semakin memicu iritasi pada kulit bayi.

Bagian kulit mana yang sering mengalami iritasi?

impetigo pada bayi

Iritasi bisa muncul di bagian kulit mana pun, tapi biasanya hal ini tergantung dengan apa pemicunya. Jika iritasi akibat penggunaan popok sekali pakai, maka bagian yang akan iritasi adalah area kemaluan, bokong, dan bisa melebar hingga area paha.

Sementara, iritasi yang disebabkan oleh cuaca panas akan menyebabkan kulit bagian leher, dada, lengan atas, dan kepala menjadi merah.

Lain lagi bila pemicunya adalah eksim pada bayi atau dermatitis atopik. Kondisi ini akan menimbulkan iritasi kulit di bagian pipi, leher, lipat siku, dan lipat ketiak.

Apa saja tanda dan gejala iritasi kulit pada bayi?

masalah kulit bayi prematur

Umumnya, bayi yang memiliki iritasi kulit akan mengalami gejala seperti kulit berwarna kemerahan atau berbercak merah dan gatal-gatal.

Sebagian bayi lainnya akan mungkin memiliki kulit yang mengering dan pecah-pecah. Nah, kondisi seperti ini akan membuat bayi mudah rewel dan menangis karena tidak nyaman, sehingga orangtua perlu cara menenangkan bayi yang menangis.

Bagaimana cara mengatasi iritasi kulit pada bayi?

kulit bayi kering

Anda tak perlu khawatir, iritasi pada kulit buah hati bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Tentu, untuk tahu mana cara yang paling tepat, Anda harus paham dulu apa penyebab iritasi pada si kecil. Kemudian hindari penyebab atau pemicu yang menimbulkan reaksi kulit kemerahan ini.

Hindari menggunakan produk-produk dari bahan alami, misalnya membalurkan kulit bayi dengan tumbukan daun tertentu hingga minyak-minyak yang tidak diketahui kandungannya.

Pasalnya, kondisi iritasi setiap bayi berbeda-beda dan pengobatan alami seperti itu belum tentu cocok untuk semua bayi. Alih-alih sembuh dari iritasi, justru bisa memperparah kondisi.

Jika iritasi si kecil yang tidak kunjung mereda, segera bawa ke dokter. Dokter akan mendiagnosis dan memberikan perawatan yang tepat. Biasanya dokter akan memberikan krim atau losion yang disesuaikan dengan kondisi iritasi yang terjadi, karena beda kondisi tentu akan berbeda juga dalam penanganannya, termasuk dosis pemberian krim.

Kadang, iritasi kulit pada bayi juga bisa menyebabkan reaksi radang yang hebat dan akhirnya timbul bekas kecokelatan atau putih di kulit. Bila hal ini terjadi, biasanya dokter akan memberikan pelembap kulit bayi yang harus digunakan rutin. Bekas iritasi kulit ini pun akan pudar dalam beberapa bulan.

Sementara, bila kasus iritasi sudah parah dan tidak segera diobati dengan baik, maka jaringan bagian kulit tersebut akan rusak dan rentan terkena infeksi.

Apakah iritasi pada kulit bisa dicegah?

merawat kulit

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi. Berikut beberapa tipsnya.

Pilih produk perawatan bayi yang tepat

Memilih produk-produk perawatan bayi yang sesuai, tidak perlu berlebihan, dan sesuaikan dengan kebutuhan bayi. Perhatikan juga bahan yang terkandung dalam produk tersebut, sebaiknya gunakan produk yang tidak mengandung wewangian.

Ganti popok secara berkala

Bila Anda memakai popok sekali pakai, hindari untuk memakainya terlalu lama. Popok sekali pakai sebaiknya tidak digunakan terus-menerus sepanjang waktu, gunakan hanya jika dibutuhkan saja dan ganti secara berkala, terutama bila si kecil sudah buang air kecil dan besar.

Perhatikan bahan pakaian bayi

Jika di keluarga Anda memiliki riwayat alergi atau dermatitis atopik, maka besar kemungkinan si kecil akan mudah terkena iritasi kulit. Oleh karena itu, perhatikan pemilihan bahan baju untuk bayi yang akan dipakai seharian. Pilih pakaian yang berbahan katun sehingga mudah menyerap keringat.

Jaga lingkungan tetap sejuk

Jaga kondisi lingkungan sekitar bayi tetap sejuk, tidak panas, atau gerah. Pastikan juga kamar tidur atau ruangan yang sering dikunjungi bayi tetap bersih, jauh dari kemungkinan adanya tungau atau debu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Listya Paramita, Sp.KK Diperbarui 10/11/2020
x