Tramadol

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Tramadol Obat Apa?

Apa itu obat tramadol?

Tramadol adalah obat yang digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit sedang hingga cukup parah. Obat tramadol adalah obat yang mirip dengan analgesik narkotika.

Tramadol bekerja di otak untuk mengubah cara tubuh dalam merasakan dan merespons rasa sakit.

Bagaimana aturan pakai obat tramadol?

Obat tramadol adalah jenis obat yang dikonsumsi oral atau lewat mulut sesuai instruksi dokter. Obat ini bisanya dikonsumsi 4-6 jam sesuai kebutuhan untuk mengurangi rasa sakit. Anda dapat meminum obat tramadol dengan atau tanpa makanan.

Jika Anda mengalami mual, cobalah minum obat tramadol bersamaan atau perss setelah Anda makan. Tanyakan pada dokter atau apotkeker mengenai solusi untuk mengatasi rasa mual yang mungkin Anda rasakan (misalnya berbaring selama 1-2 jam dengan sedikit mungkin pergerakan kepala).

Dosis ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan dan bagaimana tubuh Anda merespons pengobatan. Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin akan meminta Anda untuk memulai pengobatan dengan dosis rendah dan perlahan-lahan meningkatkan dosisnya. Ikuti instruksi dokter dengan cermat.

Jangan menambah dosis, meminum obat lebih sering, atau meminumnya lebih lama dari yang diresepkan. Berhentilah meminum obat ini jika diinstruksikan dokter.

Obat-obatan pengurang rasa sakit akan bekerja lebih optimal jika digunakan langsung saat tanda-tanda sakit baru muncul. Jika Anda menunggu sampai rasa sakit sudah parah, obat mungkin tak akan bekerja terlalu baik.

Jika Anda memiliki nyeri kronis atau berkepanjangan (misalnya karena arthritis), dokter Anda mungkin meminta Anda untuk juga mengonsumsi obat-obatan narkotika.

Obat penghilang rasa sakit non-narkotika lainnya (seperti acetaminophen, ibuprofen) juga mungkin diresepkan bersamaan dengan obat ini. Tanya dokter atau apoteker Anda jika ada pertanyaan seputar penggunaan obat tramadol dengan obat lain.

Obat tramadol adalah obat yang mungkin akan menimbulkan reaksi kecanduan, terutama jika sudah digunakan secara rutin dalam jangka waktu lama atau dalam dosis tinggi.

Untuk mencegahnya, dokter mungkin akan mengurangi dosisnya pelan-pelan. Hubungi dokter atau apoteker untuk lebih detail, dan laporkan gejala kecanduan jika Anda mengalaminya.

Jika obat tramadol digunakan dalam waktu lama, keampuhannya mungkin akan menurun. Bicarakan dengan dokter jika obat tramadol sudah tak bekerja dengan baik lagi.

Tramadol adalah obat yang juga mungkin (meski jarang) membuat ketagihan. Risiko ini akan meningkat jika Anda pernah menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan di masa lalu.

Minumlah obat ini sesuai dengan yang diresepkan untuk mencegah risiko ketagihan. Beri tahu dokter jika rasa sakit bertahan atau memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan tramadol?

Obat tramadol adalah obat yang paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat tramadol mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk tramadol bila masa berlaku obat telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Tramadol

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis tramadol untuk orang dewasa?

Dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 400 mg per hari. Jika Anda berusia 75 tahun ke atas, dosis yang direkomendasikan adalah 300 mg per hari.

Untuk mengatasi rasa sakit kronis yang ringan sampai yang cukup parah dan tak membutuhkan efek cepat analgesik, Anda bisa menggunakan dosis awal sebanyak 25 mg setiap pagi.

  • Untuk penggunaan dosis yang akan ditingkatkan, gunakan sebanyak 25 mg secara bertahap dalam dosis yang dibagi-bagi setiap 3 hari untuk mencapai 100 mg per hari, berupa dosis 25 mg yang diminum 4 kali sehari.
  • Total dosis harian bisa ditingkatkan menjadi 50 mg sesuai toleransi setiap 3 hari untuk mencapai 200 mg per hari, berupa dosis 50 mg yang diminum 4 kali per hari.
  • Perawatan: Setelah titrasi, tramadol 50 mg sampai 100 mg bisa diberikan sesuai kebutuhan untuk penghilang rasa sakit setiap 4-6 jam, jangan melebihi 400 mg per hari

Untuk mengatasi rasa sakit kronis sedang sampai cukup parah pada orang dewasa yang membutuhkan pengobatan menyeluruh untuk rasa sakit mereka selama periode yang lebih lama

  • Dosis awal: 100 mg sehari sekali dan ditingkatkan bila perlu secara bertahap sebanyak 100 mg setiap 5 hari untuk menghilangkan sakit dan tergantung pada toleransi tubuh.
  • Dosis maksimum: Tablet extended-release tidak boleh diberikan dengan dosis melebihi 300 mg per hari

Untuk pasien yang membutuhkan efek analgesik cepat dan untuk pasien yang kondisinya sangat membutuhkan obat ini sehingga bisa mengabaikan risiko yang bisa timbul akibat dosis awal yang lebih tinggi. Berikan dalam dosis 50 mg sampai 100 mg bisa diberikan sesuai kebutuhan untuk menghilangkan rasa sakit setiap 4 hingga 6 jam, jangan sampai melebihi 400 mg per hari.

Dosis tramadol yang diberikan mungkin bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan dan toleransi pasien. Dosis maksimum sebanyak 300 mg per hari, jangan gunakan lebih dari dosis tersebut.

Bagaimana dosis tramadol untuk anak-anak?

Penggunaan dari usia 4 sampai 16 tahun:

  • Formulasi immediate release: 1 sampai 2 mg/kg/dosis dengan pemberian yang terbagi setiap 4-6 jam
  • Dosis tunggal maksimum: 100 mg
  • Total dosis harian maksimum lebih rendah dari: 8 mg/kg/hari atau 400 mg/hari

Untuk penggunaan 16 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 50 sampai 100 mg, diberikan terbagi setiap 4-6 jam
  • Dosis maksimum: 400 mg/hari

Alternatifnya, untuk pasien yang tak membutuhkan efek cepat, efek samping obat ini dapat dikurangi dengan cara memulai dosis di 25 mg/hari dan meningkatkannya sebanyak 25 mg setiap 3 hari sampai maksimal 25 mg 4 kali sehari.

Dosis kemudian bisa ditingkatkan sebanyak 50 mg setiap 3 hari sesuai toleransi, sampai 50 mg 4 kali sehari. Penggunaan dosis maksimum adalah sebanyak  400 mg dalam satu hari

Dalam dosis apa obat ini tersedia?

Tramadol adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet dan kapsul 100 mg,  200 mg, dan 300 mg.

Efek samping Tramadol

Efek tramadol apa yang mungkin saya dapatkan?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi akibat efek tramadol seperti:

  • gatal-gatal
  • ruam kulit
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Berikut adalah efek samping lain dari tramadol yang bersifat lebih serius:

  • agitasi, halusinasi, demam, detak jantung cepat, refleks overaktif, mual, muntah, diare, kehilangan koordinasi, pingsan
  • kejang-kejang
  • ruam kulit yang merah dan melepuh
  • napas dangkal, denyut nadi lemah.

Efek samping tramadol lainnya yang tidak terlalu serius adalah:

  • pusing, ruangan seperti berputar
  • sembelit, perut bergejolak
  • sakit kepala
  • mengantuk
  • merasa gugup atau cemas.

Tidak semua orang mengalami efek samping tersebut. Mungkin ada beberapa efek tramadol yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek tramadol tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi tramadol?

Sebelum menggunakan obat tramadol, pertimbangkan risiko, manfaat dan efek samping tramadol terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat tramadol, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:

1. Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat tramadol atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan.

2. Anak-anak

Penelitian yang memadai belum pernah dilakukan mengenai hubungan antara usia dengan efek tablet Rybix™ ODT, Ryzolt™, dan Ultram® pada anak-anak di bawah 16 tahun. Keamanan dan keampuhannya belum ditentukan.

3. Lansia

Penelitian hingga hari ini belum memperlihatkan masalah spesifik untuk pasien lanjut usia, yang mengharuskan pembatasan penggunaan tramadol pada orang tua.

Namun, pasien berusia lanjut lebih mungkin terkena efek samping (seperti sembelit, pusing atau pingsan, sakit perut, tubuh lemah) dan beberapa masalah yang berhubungan dengan usia.

Penyesuaian dosis dan perhatian khusus mungkin dibutuhkan bagi mereka yang memiliki masalah hati, ginjal, atau jantung.

Kecanduan sebagai efek tramadol yang berbahaya

Seseorang yang kecanduan obat tramadol adalah orang yang biasanya akan memiliki ketergantungan fisik yang berbahaya. Pecandu cenderung akan terus-menerus mengonsumsi obat tramadol untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit yang diderita.

Efek tramadol selain bikin kecanduan, biasanya juga akan menimbulkan efek samping tramadol seperti mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk dan sakit kepala yang bisa terjadi kapan saja selama Anda masih mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Pada kasus seperti ini, gejala kecanduan (seperti kelelahan, mata berair, hidung ingusan, mual, berkeringat, nyeri otot) dapat muncul jika Anda tiba-tiba menghentikan penggunaan obat tramadol.

Lalu hal yang paling parahnya, kecanduan sebagai efek samping tramadol bisa menyebabkan kematian dan penurunan fungsi otak.

Jika pecandu mulai berhenti mengonsumsinya, tubuhnya akan menimbulkan suatu gejala putus obat (sakau). Gejala putus obat tramadol di antaranya adalah:

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat tramadol pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat tramadol adalah obat yang termasuk dalam risiko kehamilan kategori C menurut Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat. Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Tramadol

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan tramadol?

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, dokter mungkin akan meminta Anda mengonsumsi dua jenis obat yang berpotensi saling berinteraksi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosisnya, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Penggunaan obat tramadol bersamaan dengan obat-obat di bawah ini tidak direkomendasikan. Dokter mungkin akan memutuskan untuk tidak memberi Anda obat tramadol atau mengganti obat-obatan lain yang Anda konsumsi.

  • Naltrexone
  • Rasagiline
  • Selegiline

Menggunakan obat tramadol dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, meski pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Acetophenazine
  • Amphetamine
  • Bromperidol
  • Buspirone
  • Carbamazepine
  • Carbinoxamine
  • Ceritinib
  • Chlorpheniramine

Mengonsumsi obat tramadol dengan obat di bawah ini dapat meningkatkan risiko efek sampingnya. Namun, dalam beberapa kasus, kombinasi keduanya mungkin merupakan pengobatan terbaik.

Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

Apakah makanan atau alkohol dapat bereaksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat tramadol dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat memengaruhi kinerja obat ini?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat tramadol. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Penyalahgunaan alkohol, masih atau pernah
  • Depresi CNS, masih atau pernah
  • Penyalagunaan obat-obatan, masih atau pernah
  • Luka di kepala
  • Masalah hormon
  • Meningkatnya tekanan di kepala
  • Infeksi di sistem saraf pusat (central nervous system-CNS)
  • Gangguan mental, masih atau pernah
  • Alergi phenylketone
  • Depresi respiratori (hypoventilation atau bernapas lambat)
  • Kejang-kejang atau epilepsi, masih atau pernah
  • Masalah perut yang parah– Gunakan dengan hati-hati. Peluang efek samping yang serius bisa meningkat
  • Masalah paru-paru atau pernapasan (seperti asma, hypercapnia) yang parah– Obat tidak boleh digunakan
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati (termasuk sirosis)– Gunakan dengan hati-hati. Efeknya bisa meningkat karena proses pengeluaran obat dari tubuh lebih lambat
  • Fenilketonuria —Tablet yang larut di mulut mengandung  phenylalanine, yang dapat memperburuk kondisi Anda.

Overdosis Tramadol

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis meliputi:

  • Mengecilnya ukuran pupil (lingkaran hitam di tengah mata)
  • Kesulitan bernapas
  • Mengantuk parah
  • Tidak sadarkan diri
  • Koma (kehilangan kesadaran selama periode waktu)
  • Detak jantung melambat
  • Lemah otot
  • Kulit dingin dan lembap

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat tramadol, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Perkembangan Anak Usia 17 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Di perkembangan usia 17 tahun, anak cenderung lebih mandiri dalam hal apa pun. Lantas, apa yang harus orangtua lakukan untuk mengarahkannya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Perkembangan Anak Usia 18 Tahun, Bagaimana Tahapan yang Sesuai?

    Usia 18 tahun merupakan fase akhir remaja. Berikut berbagai perkembangan yang umumnya dialami oleh anak usia 18 tahun yang penting diketahui orangtua.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Tumbuh Kembang Remaja, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 9 menit

    Seberapa Sering Harus ke Dokter Jika Punya Gigi Sensitif?

    Kita dianjurkan untuk rutin memeriksankan gigi ke dokter. Namun berapa banyak kunjungan yang perlu dilakukan sebagai cara untuk mengobati gigi sensitif?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    cara mengobati gigi sensitif
    Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Ini Bahaya Membungkus Makanan Panas dengan Plastik

    Membungkus makanan panas dengan plastik ternyata berbahaya. Peneliti menemukan bahwa hal tersebut menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Penyakit Kawasaki

    Penyakit Kawasaki

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Shylma Na'imah
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit
    melahirkan normal tanpa rasa sakit

    Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit, Apakah Mungkin?

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    Konten Bersponsor
    pasta gigi sensitif

    Waspada, Jarang Sikat Gigi Bikin Gigi Jadi Sensitif. Kenapa Bisa?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    Konten Bersponsor
    alat mencegah hipertensi

    Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit