Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kegunaan Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Methylprednisolone (metilprednisolon) obat apa?

Methylprednisolone, atau metilprednisolon, adalah obat jenis kortikosteroid yang memiliki fungsi untuk mengurangi gejala peradangan (yang meliputi pembengkakan, rasa nyeri) atau meredakan reaksi alergi.

Methylprednisolone juga memiliki keguunaan untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya, seperti:

Cara kerja methylprednisolone adalah dengan menurunkan sistem imun terhadap beberapa penyakit. Obat ini juga dapat digunakan bersamaan dengan obat lain untuk mengatasi kelainan hormon.

Bagaimana aturan minum methylprednisolone (metilprednisolon)?

Methylprednisolone merupakan obat minum. Anda dapat meminumnya bersamaan dengan makan atau minum susu. Ikutilah dosis dan petunjuk dokter saat meminumnya.

Terdapat perbedaan dosis dan jadwal minum untuk obat ini. Anda mungkin diharuskan untuk mengonsumsi metilprednisolon dalam ukuran dan dosis yang berbeda.

Perhatikan selalu dosis yang diresepkan untuk Anda dan ukuran tablet untuk memastikan Anda mendapat takaran dosis yang tepat.

Jangan menambah dosis tanpa sepengetahuan dokter. Memperbanyak dosis tidak menjamin kecepatan proses penyembuhan. Hal ini justru dapat meningkatkan risiko efek samping.

Jika Anda diharuskan meminum obat ini dalam dosis yang berbeda-beda setiap hari, atau jika Anda diminta meminum obat ini hanya beberapa hari sekali, tandai kalender Anda sebagai pengingat. Konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda jika ada pertanyaan.

Jangan berhenti minum obat tanpa persetujuan dokter. Beberapa kondisi bisa menjadi lebih parah, atau Anda bisa mengalami gejala putus obat saat pengobatan dengan metilprednisolon tiba-tiba dihentikan.

Informasikan dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan menyimpan di kamar mandi atau di freezer.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis methylprednisolone (metilprednisolon) untuk dewasa?

Berikut adalah dosis methylprednisolone yang dianjurkan untuk orang dewasa:

Anti-inflamasi atau imunosupresi (menekan daya tahan tubuh)

  • oral (minum): dosis awal 2-60 mg sehari, dibagi menjadi 1-4 dosis yang berbeda.
  • injeksi (suntik) intraartikular (metilprednisolon asetat): 4-10 mg (sendi kecil); 10-40 mg (sendi sedang); 20-80 mg (sendi besar). Dosis diulang setiap 1-5 minggu, tergantung kondisi pasien.
  • injeksi intralesional (metilprednisolon asetat): 20-60 mg setiap 1-5 minggu, tergantung pada kondisi pasien.
  • injeksi intramuskular (metilprednisolon asetat): 10-80 mg setiap 1-2 minggu.
  • injeksi intravena (metilprednisolon Na succinate): 10-500 mg sehari.

Dermatitis

  • injeksi intralesional: 20-60 mg sehari, dibagi menjadi 1-4 dosis/suntikan.
  • topikal (oles): 1 kali sehari, tidak lebih dari 12 minggu.

Asma akut berat

  • injeksi intravena: 40 mg, diulang tergantung kondisi pasien.

Kelainan pascaoperasi transplantasi organ

  • injeksi intravena: 0,5-1 gram sehari.

Alergi

Untuk alergi, methylprednisolone diminum dengan aturan sebagai berikut:

  • hari ke-1: 24 mg (8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur)
  • hari ke-2: 20 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur)
  • hari ke-3: 16 mg (4 mg setiap sebelum sarapan, setelah makan siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur)
  • hari ke-4: 12 mg (4 mg sebelum sarapan, setelah makan siang, dan sebelum tidur)
  • hari ke-5: 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan sebelum tidur)
  • hari ke-6: 4 mg sebelum sarapan

Bagaimana dosis methylprednisolone (metilprednisolon) untuk anak?

Berikut adalah dosis methylprednisolone yang dianjurkan untuk anak-anak:

Anti-inflamasi atau imunosupresi

  • oral (minum): 0,5-1,7 mg/kg, dengan dosis yang dibagi setiap 6-12 jam.
  • injeksi intramuskular dan intravena: 0,5-1,7 mg/kg, dengan dosis yang dibagi setiap 6-12 jam.

Dermatitis

Untuk dermatitis pada anak, gunakan metilprednisolon topikal 1 kali sehari. Jangan gunakan lebih dari 4 minggu.

Asma akut berat

  • injeksi intravena: 1-4 mg/kg sehari, diulang selama 1-3 hari.

Kelainan pascaoperasi transplantasi organ

  • injeksi intravena: 10-20 mg/kg sehari, diulang tidak lebih dari 3 hari.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Suspensi, Intramuskular: 40 mg/ml, 80 mg/ml.

Efek Samping Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena methylprednisolone (metilprednisolon)?

Cari bantuan tenaga medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi obat:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hentikan pengobatan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius dari methylprednisolone, seperti:

  • Masalah dengan penglihatan
  • Pembengkakan, kenaikan berat badan secara cepat, napas pendek
  • Depresi parah, pikiran dan perilaku berbeda dan tak biasa, kejang-kejang
  • Feses berdarah atau hitam, batuk berdarah
  • Pankreatitis (rasa sakit tak tertahankan di perut bagian atas dan menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat)
  • Potasium rendah (kebingungan, detak jantung tak teratur, kehausan parah, sering buang air kecil, kaki tidak nyaman, lemah otot dan perasaan lumpuh)
  • Tekanan darah sangat tinggi (sakit kepala parah, penglihatan buram, telinga berdengung, rasa cemas, bingung, sakit dada, napas pendek, detak jantung tidak teratur, kejang-kejang)

Efek samping yang lebih ringan dari metilprednisolon biasanya berupa:

  • Sulit tidur (insomnia)
  • Perubahan suasana hati
  • Jerawat, kulit kering, kulit menipis, memar, dan perubahan warna
  • Luka yang tak kunjung sembuh
  • Produksi keringat meningkat
  • Sakit kepala, pusing, ruangan terasa berputar
  • Mual, sakit perut, kembung
  • Perubahan pada bentuk dan lokasi lemak tubuh (terutama di lengan, kaki, leher, wajah, payudara, dan pinggang)

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum minum methylprednisolone, antara lain:

  • Informasikan dokter dan apoteker jika Anda alergi pada metilprednisolon.
  • Informasikan dokter dan apoteker apa saja obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, baik yang resep maupun nonresep.
  • Jika Anda memiliki infeksi jamur, jangan pakai metilprednisolon sebelum berdiskusi dengan dokter.
  • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui. Jika Anda menggunakan metilprednisolon dan kemudian hamil, hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter dan dokter gigi bahwa Anda sedang dalam pengobatan dengan metilprednisolon.
  • Jika Anda memiliki riwayat tukak lambung atau pernah mengonsumsi aspirin dosis besar atau obat-obatan artritis lainnya, batasi konsumsi alkohol saat sedang dalam perawatan obat ini. Methylprednisolone membuat perut dan usus lebih rentan pada efek iritasi alkohol, aspirin, dan beberapa obat artritis. Efek ini meningkatkan risiko tukak lambung.

Apakah methylprednisolone aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan methylprednisolone untuk ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Metilprednisolon termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A = Tidak berisiko
  •  B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C = Mungkin berisiko
  •  D = Ada bukti positif dari risiko
  •  X = Kontraindikasi
  •  N = Tidak diketahui

Belum diketahui apakah methylprednisolone dapat terserap ke ASI atau apakah ini membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan obat ini?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya.

Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa seizin dokter.

Berikut adalah obat-obatan yang berpotensi memicu terjadinya interaksi jika dikonsumsi dengan metilprednisolon:

  • Aspirin (jika diminum setiap hari atau dalam dosis besar)
  • Cyclosporine
  • Insulin atau obat diabetes oral
  • Obat-obatan antijamur (itraconazole, ketoconazole)
  • Obat-obatan HIV/AIDS (efavirenz, nevirapine, ritonavir)
  • Obat untuk kejang-kejang (phenobarbital, phenytoin)
  • Obat-obatan tuberculosis (rifabutin, rifampin, rifapentine)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Katarak
  • Gagal jantung kongestif
  • Sindrom Cushing (masalah kelenjar adrenal)
  • Diabetes
  • Infeksi mata
  • Glaukoma
  • Hiperglikemia (gula darah tinggi)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Infeksi (misalnya karena bakteri, virus, atau jamur)
  • Perubahan suasana hati, termasuk depresi
  • Myasthenia gravis (pelemahan otot)
  • Osteoporosis (lemah tulang)
  • Tukak lambung, baik masih aktif maupun hanya di masa lalu
  • Perubahan kepribadian
  • Masalah perut atau usus
  • Tuberkulosis laten atau tidak aktif
  • Infeksi jamur

Overdosis Methylprednisolone (Metilprednisolon)

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat methylprednisolone, minum sesegera mungkin begitu ingat. Apabila Anda mengingat mendekati dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlewat. Lanjutkan minum obat sesuai jadwal Anda dan jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

    Selain mendeteksi keberadaan COVID-19 di tubuh, antibodi dapat digunakan untuk melawan virus terutama pasien yang pulih dari SARS. Apa hubungan keduanya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

    Gejala lupus di awal memang ringan. Namun, jika tidak diobati secepatnya, lupus bisa berkembang menjadi komplikasi yang memperparah kondisinya.

    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Alergi & Penyakit Autoimun, Health Centers 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    4 Cara Alami Meningkatkan Kekebalan Tubuh Saat Puasa

    Tubuh lemas saat puasa? Tidak perlu khawatir, coba tips ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda, agar tetap kuat dan sehat saat puasa.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Hari Raya, Ramadan 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Konten Bersponsor
    jamur cordyceps untuk kesehatan paru

    Berkenalan dengan Cordyceps Millitaris, Jamur yang Baik untuk Kesehatan Paru

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    stadium kanker ovarium 4 bisa sembuh

    Mari Pelajari Lebih Dalam Mengenai Stadium Kanker Ovarium

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 7 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    kanker-muncul-kembali

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit