Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Metilprednisolon (Methylprednisolone) Obat Apa?

Untuk apa metilprednisolon (methylprednisolone)?

Metilprednisolon, atau methylprednisolone, adalah obat jenis kortikosteroid untuk mengurangi gejala pembengkakan, rasa nyeri, dan reaksi alergi.

Metilprednisolon juga obat yang digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti:

Obat ini bekerja dengan menurunkan respon sistem imun terhadap beberapa penyakit. Metilprednisolon juga bisa digunakan dengan obat-obatan lain untuk kelainan hormon.

Dosis dan efek samping metilprednisolon akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara menggunakan metilprednisolon (methylprednisolone)?

Konsumsilah obat ini lewat mulut sesuai instruksi dokter, biasanya dengan makanan atau susu. Ikuti dosis yang dianjurkan. Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan dan bagaimana Anda merespon terapi.

Terdapat perbedaan dosis dan jadwal minum untuk obat ini. Anda mungkin diharuskan untuk mengonsumsi metilprednisolon dalam ukuran dan dosis yang berbeda.

Perhatikan selalu dosis yang diresepkan untuk Anda dan ukuran tablet untuk memastikan Anda mendapat takaran dosis yang tepat.

Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat – obatan ini melebihi dosis yang sudah ditentukan oleh dokter Anda. Memperbanyak dosis tidak menjamin kecepatan proses penyembuhan, dan akan meningkatkan risiko efek samping.

Jika Anda diharuskan meminum obat ini dalam dosis yang berbeda-beda setiap hari, atau jika Anda diminta meminum obat ini hanya beberapa hari sekali, tandai kalender Anda sebagai pengingat. Konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda jika ada pertanyaan.

Jangan berhenti meminum obat secara tiba-tiba tanpa persetujuan dokter. Beberapa kondisi bisa menjadi lebih parah, atau Anda bisa mengalami gejala putus obat saat pengobatan dengan metilprednisolon tiba-tiba dihentikan.

Informasikan dokter jika kondisi Anda tidak membaik atau malah memburuk.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis metilprednisolon (methylprednisolone) untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa:

Anti-inflamasi atau imunosupresi

  • oral (minum): dosis awal 2-60 mg sehari, dibagi menjadi 1-4 dosis yang berbeda.
  • injeksi (suntik) intraartikular (metilprednisolon asetat): 4-10 mg (sendi kecil); 10-40 mg (sendi sedang); 20-80 mg (sendi besar). Dosis diulang setiap 1-5 minggu, tergantung pada kondisi pasien.
  • injeksi intralesional (metilprednisolon asetat): 20-60 mg setiap 1-5 minggu, tergantung pada kondisi pasien.
  • injeksi intramuskular (metilprednisolon asetat): 10-80 mg setiap 1-2 minggu.
  • injeksi intravena (metilprednisolon Na succinate): 10-500 mg sehari.

Dermatitis

  • injeksi intralesional: 20-60 mg sehari, dibagi menjadi 1-4 dosis/suntikan.
  • topikal (oles): 1 kali sehari, tidak lebih dari 12 minggu.

Asma akut berat

  • injeksi intravena: 40 mg, diulang tergantung pada kondisi pasien.

Kelainan pascaoperasi transplantasi organ

  • injeksi intravena: 0,5-1 gram sehari.

Alergi

Untuk alergi, metilprednisolon oral diminum dengan aturan sebagai berikut:

  • hari 1: 24 mg (8 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur)
  • hari 2: 20 mg (4 mg sebelum sarapan, 4 mg setelah makan siang, 4 mg setelah makan malam, dan 8 mg sebelum tidur)
  • hari 3: 16 mg (4 mg setiap sebelum sarapan, setelah makan siang, setelah makan malam, dan sebelum tidur)
  • hari 4: 12 mg (4 mg sebelum sarapan, setelah makan siang, dan sebelum tidur)
  • hari 5: 8 mg (4 mg sebelum sarapan dan sebelum tidur)
  • hari 6: 4 mg sebelum sarapan

Bagaimana dosis metilprednisolon (methylprednisolone) untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis yang dianjurkan untuk anak-anak:

Anti-inflamasi atau imunosupresi

  • oral (minum): 0,5-1,7 mg/kg, dengan dosis yang dibagi setiap 6-12 jam.
  • injeksi intramuskular dan intravena(metilprednisolon Na succinate): 0,5-1,7 mg/kg, dengan dosis yang dibagi setiap 6-12 jam.

Dermatitis

Untuk dermatitis pada anak, gunakan metilprednison topikal 1 kali sehari, dan pemakaian obat tidak boleh lebih dari 4 minggu.

Asma akut berat

  • injeksi intravena: 1-4 mg/kg sehari, diulang selama 1-3 hari.

Kelainan pascaoperasi transplantasi organ

  • injeksi intravena: 10-20 mg/kg sehari, diulang tidak lebih dari 3 hari.

Dalam dosis apakah obat ini tersedia?

Suspensi, Intramuskular: 40 mg/mL, 80 mg/mL.

Efek samping Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Efek samping apa yang dapat dialami karena metilprednisolon (methylprednisolone)?

Cari bantuan tenaga medis segera jika Anda mengalami reaksi alergi obat:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hentikan pengobatan segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek samping serius dari metilprednisolon, seperti:

  • Masalah dengan penglihatan
  • Pembengkakan, kenaikan berat badan secara cepat, napas pendek
  • Depresi parah, pikiran dan perilaku berbeda dan tak biasa, kejang-kejang
  • Feses berdarah atau hitam, batuk berdarah
  • Pankreatitis (rasa sakit tak tertahankan di perut bagian atas dan menyebar ke punggung, mual dan muntah, detak jantung cepat)
  • Potasium rendah (kebingungan, detak jantung tak teratur, kehausan parah, sering buang air kecil, kaki tidak nyaman, lemah otot dan perasaan lumpuh)
  • Tekanan darah sangat tinggi (sakit kepala parah, penglihatan buram, telinga berdengung, rasa cemas, bingung, sakit dada, napas pendek, detak jantung tidak teratur, kejang-kejang)

Efek samping yang tidak serius dari metilprednisolon biasanya berupa:

  • Sulit tidur (insomnia)
  • Perubahan suasana hati
  • Jerawat, kulit kering, kulit menipis, memar, dan perubahan warna
  • Luka yang tak kunjung sembuh
  • Produksi keringat meningkat
  • Sakit kepala, pusing, ruangan terasa berputar
  • Mual, sakit perut, kembung
  • Perubahan pada bentuk dan lokasi lemak tubuh (terutama di lengan, kaki, leher, wajah, payudara, dan pinggang)

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan metilprednisolon (methylprednisolone)?

Sebelum mengonsumsi metilprednisolon:

  • Informasikan dokter dan apoteker jika Anda alergi pada metilprednisolon.
  • Informasikan dokter dan apoteker apa saja obat-obatan yang sedang Anda konsumsi, baik yang resep maupun nonresep.
  • Jika Anda memiliki infeksi jamur, jangan pakai metilprednisolon sebelum berdiskusi dengan dokter.
  • Informasikan dokter jika Anda sedang hamil, sedang berusaha hamil, atau sedang menyusui. Jika Anda menggunakan metilprednisolon dan kemudian hamil, hubungi dokter Anda.
  • Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, beri tahu dokter dan dokter gigi bahwa Anda sedang dalam pengobatan dengan metilprednisolon.
  • Jika Anda memiliki riwayat tukak lambung atau pernah mengonsumsi aspirin dosis besar atau obat-obatan artritis lainnya, batasi konsumsi alkohol saat sedang dalam perawatan obat ini. Methylprednisolone membuat perut dan usus lebih rentan pada efek iritasi alkohol, aspirin, dan beberapa obat artritis. Efek ini meningkatkan risiko tukak lambung.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Belum diketahui apakah methylprednisolone dapat terbawa pada ASI atau apakah ini membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi Obat Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan metilprednisolon (methylprednisolone)?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya.

Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Berikut adalah obat-obatan yang berpotensi memicu terjadinya interaksi jika dikonsumsi dengan metilprednisolon:

  • Aspirin (jika diminum setiap hari atau dalam dosis besar)
  • Cyclosporine
  • Insulin atau obat diabetes oral
  • Obat-obatan antijamur (itraconazole, ketoconazole)
  • Obat-obatan HIV/AIDS (efavirenz, nevirapine, ritonavir)
  • Obat untuk kejang-kejang (phenobarbital, phenytoin)
  • Obat-obatan tuberculosis (rifabutin, rifampin, rifapentine)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan metilprednisolon (methylprednisolone)?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Katarak
  • Gagal jantung kongestif
  • Sindrom Cushing (masalah kelenjar adrenal)
  • Diabetes
  • Infeksi mata
  • Glaukoma
  • Hiperglikemia (gula darah tinggi)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Infeksi (misalnya karena bakteri, virus, atau jamur)
  • Perubahan suasana hati, termasuk depresi
  • Myasthenia gravis (pelemahan otot)
  • Osteoporosis (lemah tulang)
  • Tukak lambung, baik masih aktif maupun hanya di masa lalu
  • Perubahan kepribadian
  • Masalah perut atau usus
  • Tuberkulosis laten atau tidak aktif
  • Infeksi jamur

Overdosis Metilprednisolon (Methylprednisolone)

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat metilprednisolon, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca