backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Myasthenia Gravis (MG)

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/02/2023

Myasthenia Gravis (MG)

Tubuh didukung oleh saraf dan otot-otot rangka untuk membantu Anda bergerak bebas. Maka dari itu, adanya masalah atau gangguan pada saraf dan otot bisa berpengaruh buruk pada kemampuan gerak Anda. Salah satu gangguan pada saraf dan otot yaitu myasthenia gravis. Ketahui selengkapnya tentang myasthenia gravis di bawah ini.

Apa itu myasthenia gravis?

infeksi saraf

Myasthenia gravis atau miastenia gravis (MG) adalah sebuah penyakit autoimun yang menyebabkan gangguan neuromuskuler, yaitu kondisi yang mengganggu sistem otot dan saraf.

Kondisi ini menyebabkan otot-otot pada area mata, wajah, tenggorokan, lengan, dan kaki melemah dan mudah lelah.

Kelemahan terburuk biasanya terjadi tiga tahun pertama, lalu akan terus bertambah perlahan seiring waktu.

Selain itu, myasthenia gravis termasuk kondisi yang tidak dapat sembuh.

Akan tetapi, perawatan dapat membantu meringankan tanda dan gejala, seperti kelemahan otot lengan dan kaki, penglihatan ganda, dan kesulitan berbicara, mengunyah, menelan, hingga bernapas.

Seberapa umumkah myasthenia gravis?

Setiap orang bisa saja mengalami kondisi ini. Namun, umumnya, kondisi ini paling banyak menyerang wanita sebelum berusia 40 tahun dan pria setelah 50 tahun.

Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa meminimalkan risiko dengan mengurangi beberapa faktor penyebab yang mungkin Anda miliki.

Silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala myasthenia gravis

Gejala paling utama dari kondisi ini adalah kelemahan pada otot rangka voluntary, yaitu otot yang berada di bawah kendali Anda.

Kegagalan otot untuk berkontraksi secara normal terjadi karena otot-otot tersebut tidak dapat memberikan respons terhadap impuls saraf.

Hal ini menyebabkan komunikasi antar saraf dan otot tersumbat sehingga menghasilkan kelemahan otot.

Otot lemah yang berhubungan dengan myasthenia gravis dapat memburuk dengan aktivitas tertentu dan membaik dengan istirahat.

Gejala myasthenia gravis meliputi berikut ini.

  • Kesulitan bernapas karena kelemahan otot-otot dinding dada.
  • Tidak bisa mengunyah atau menelan, menyebabkan sering tersedak.
  • Kesulitan naik tangga, mengangkat barang, atau bangun dari tempat duduk.
  • Sulit berbicara.
  • Kepala terkulai.
  • Wajah lumpuh atau otot wajah lemah.
  • Kelelahan.
  • Suara serak atau perubahan suara.
  • Penglihatan ganda.
  • Kesulitan menjaga tatapan.
  • Kelopak mata terkulai.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus ke dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda sesak napas atau gejala Anda memburuk. Pasalnya, tubuh setiap orang menunjukkan reaksi yang berbeda. Oleh sebab itu, berdiskusi dengan dokter adalah solusi terbaik untuk mengetahui situasi kesehatan Anda.

Apa penyebab penyakit myasthenia gravis?

Tidak ada kondisi yang menjadi penyebab pasti dari kondisi ini. Namun, para ahli menduga kondisi ini berkaitan dengan gangguan antibodi dan kelenjar timus.

Selain itu, faktor genetik juga bisa menjadi penyebab dari kondisi ini. Nah, berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan penyakit ini.

1. Antibodi

Saraf dan otot berkomunikasi dengan melepaskan bahan kimia (neurotransmitter) dengan tepat ke situs reseptor pada sel-sel otot persimpangan antara saraf  dan otot. 

Nah, menurut Mayo Clinic, pada seseorang yang mengalami myasthenia gravis, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi yang justru menghalangi atau menghancurkan situs reseptor otot.

Dengan lebih sedikit tempat reseptor yang tersedia, otot menerima lebih sedikit sinyal saraf, dan hal tersebut mengakibatkan kelemahan pada otot.

Selain itu, antibodi juga memblokir fungsi protein yang disebut dengan reseptor tirosin kinase spesifik otot.

Protein ini terlibat dalam membentuk persimpangan antara saraf dan otot. Antibodi yang menghambat protein ini bisa jadi salah satu penyebab Anda mengalami myasthenia gravis.

2. Kelenjar timus

Kelenjar timus adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh Anda yang terletak pada dada bagian atas, bagian bawah tulang dada.

Para ahli mempercayai bahwa kelenjar timus memicu atau mempertahankan produksi antibodi yang memblokir asetilkolin.

Kelenjar ini besar pada saat Anda masih bayi, tapi mengecil ketika Anda dewasa. Namun, beberapa orang dewasa yang mengalami MG memiliki kelenjar timus berukuran sangat besar. 

Tak hanya itu, beberapa orang dengan Myasthenia Gravis juga memiliki tumor kelenjar timus (timoma). Biasanya, timoma tidak bersifat kanker (ganas), tetapi dapat menjadi kanker timus

3. Penyebab lain

Tidak semua orang yang mengalami kondisi ini disebabkan oleh antibodi, seperti penderita Myasthenia Gravis antibodi-negatif.

Nah, antibodi terhadap protein lain, yang disebut protein terkait lipoprotein 4, dapat berperan dalam kondisi ini. 

Dalam kasus langka, seorang ibu dengan MG memiliki anak yang dilahirkan dengan kondisi yang sama.

Jika segera mendapatkan penanganan yang sesuai, anak-anak umumnya pulih dalam dua bulan setelah kelahiran. 

Faktor risiko myasthenia gravis

Faktor-faktor tertentu mungkin meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini, seperti berikut ini. 

  • Kelenjar timus yang tidak mengecil seperti pada normalnya orang dewasa.
  • Penyakit menular.
  • Pengobatan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
  • Ayah atau ibu dengan kondisi ini.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa terkena penyakit ini. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Diagnosis myasthenia gravis

dokter saraf terbaik di jakarta

Pemeriksaan awal dilakukan dengan pemeriksaaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.

Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melihat kondisi saraf, meliputi hal-hal berikut.

  • Reflek.
  • Kekuatan otot.
  • Bentuk otot.
  • Indera peraba dan penglihatan.
  • Koordinasi.
  • Keseimbangan.

Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan lanjutan mungkin akan dilakukan. Berikut di antaranya.

  • Tes kompres es batu, untuk mengetahui penyebab kelopak mata yang terkulai.
  • Tes darah, untuk mendeteksi antibodi tidak normal yang mengganggu pengiriman sinyal dari saraf ke otot.
  • Rangsangan saraf berulang, dengan memasang elektroda pada kulit di atas otot untuk mengirim sinyal listrik guna mengukur kemampuan saraf dalam mengirim sinyal ke otot.
  • Elektromiografi (EMG), untuk mengukur aktivitas listrik antara otak dan otot dengan memasukan kawat elektroda melalui kulit ke dalam otot. 
  • Pemindaian, seperti MRI atau CT scan, untuk mendeteksi adanya tumor atau gangguan lainnya di bagian kelenjar timus.
  • Tes fungsi paru, untuk mengetahui kondisi dan fungsi pernapasan.

Pengobatan myasthenia gravis

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi myasthenia gravis karena belum diketahui penyebab pasti dari kondisi ini. Pengobatan umumnya akan dilakukan untuk meredakan gejala yang timbul.

1. Obat-obatan

Biasanya, dokter akan menyarankan pengobatan untuk mengurangi gejala dari kondisi ini. Ada beberapa obat-obatan yang dapat membantu Anda meredakan gejala, seperti berikut ini.

  • Penghambat kolinesterase, seperti pyridostigmine dan neostigmin, untuk membantu meningkatkan pengiriman sinyal antara saraf dan otot agar bisa mengembalikan kemampuan kontraksi dan kekuatan otot.
  • Kortikosteroid, seperti prednison, untuk menghambat sistem kekebalan tubuh dan membatasi produksi antibodi.
  • Imunosupresan, seperti azathioprine, mycophenolate mofetil, dan cyclosporine, untuk mengubah sistem kekebalan tubuh. Obat ini, yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bekerja, dapat digunakan dengan kortikosteroid.

2. Terapi dan alat bantu

Bila diperlukan, beberapa terapi mungkin akan dilakukan, biasanya jika gejala bertambah parah, atau sebelum operasi atau prosedur lainnya. Berikut terapi-terapinya.  

  • Plasmapheresis, dengan proses filter, seperti prosedur cuci darah (dialisis), untuk membuang antibodi di dalam darah (plasma)  dan menggantinya dengan plasma yang didonorkan dan bebas dari antibodi atau dengan cairan lainnya.
  • Imunoglobulin infus, dengan memberikan sejumlah besar antibodi langsung ke dalam aliran darah untuk mengubah respons sistem imun tubuh.
  • Antibodi monoklonal, dengen pemberian obat rituximab dan eculizumab yang baru disetujui sebagai obat untuk myasthenia gravis. Namun, obat ini biasanya hanya digunakan jika kondisi tidak dapat ditangani dengan pengobatan lain.

Jika MG menyebabkan kesulitan bernapas, Anda mungkin perlu perawatan di rumah sakit. Anda kemungkinan juga memerlukan bantuan pernapasan dengan ventilator.

Sementara itu, jika Anda memiliki masalah mata, dokter mungkin juga akan menyarankan kacamata prisma untuk meningkatkan kemampuan penglihatan.

3. Operasi

Jika myasthenia gravis disebabkan oleh tumor timus, dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat timus atau thymectomy.

Bahkan jika tidak ada tumor di kelenjar timus, pengangkatan kelenjar juga dapat memperbaiki gejala yang Anda alami. Namun, manfaat thymectomy bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk bisa Anda rasakan.

Thymectomy atau timektomi dapat dilakukan sebagai 2 jenis operasi berikut ini.

Operasi terbuka

Dalam operasi terbuka, dokter akan membelah tulang dada tengah (sternum) untuk membuka dada dan mengangkat kelenjar timus.

Operasi invasif minimal

Pembedahan invasif minimal untuk mengangkat kelenjar timus dilakukan melalui sayatan yang lebih kecildi sisi dada. Prosedur ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu berikut ini.

  • Timektomi dengan bantuan video, menggunakan kamera tipis panjang (video endoskopi) dan instrumen kecil untuk melihat dan mengeluarkan kelenjar timus.
  • Timektomi dengan bantuan robot, menggunakan sistem robotik yang mencakup lengan kamera dan lengan mekanis untuk mengangkat kelenjar timus.

Kelebihan operasi jenis ini yaitu berisiko lebih rendah menyebabkan kehilangan darah, rasa sakit, dan kematian. Masa rawat inap setelah operasi juga lebih pendek dibandingkan dengan operasi terbuka.

Perawatan rumahan myasthenia gravis

Selain pengobatan medis, gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi myasthenia gravis. 

  • Check-up tepat waktu untuk melacak kemajuan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.
  • Ikuti instruksi dokter.
  • Coba temukan keseimbangan antara istirahat dan aktivitas fisik untuk mencegah otot lemah.
  • Lakukan terapi fisik untuk menjaga otot kuat.
  • Untuk penglihatan ganda dan kondisi penglihatan kabur, Anda harus mengunjungi dokter mata, dan tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.
  • Jika Anda memiliki kesulitan menelan, coba makanan dengan tekstur yang bervariasi dan temukan satu yang paling cocok untuk Anda.
  • Hindari stres.
  • Tidak merokok dan hindari debu.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui solusi terbaik bagi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 02/02/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan