Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Terjadi

6 Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Terjadi

Normalnya, sistem kekebalan tubuh (sistem imun) bekerja untuk melawan kuman atau bakteri penyebab penyakit. Namun, pada orang-orang dengan kondisi autoimun, sistem imun malah membuat tubuh menyerang dirinya sendiri. Lantas, apa saja jenis penyakit autoimun yang umum ditemui?

Apa itu penyakit autoimun?

gejala penyakit autoimun, jenis penyakit autoimun

Penyakit autoimun adalah masalah kesehatan yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri.

Penyakit ini berkembang ketika sistem imun keliru mengenali sel tubuh yang sehat dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel-sel yang sehat.

Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah.

Bergantung pada jenis penyakitnya, gangguan autoimun dapat memengaruhi satu atau banyak jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan pertumbuhan organ menjadi abnormal dan perubahan fungsi organ.

Karena belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan penyakit autoimun, perawatannya hanya bertujuan untuk mengurangi gejala dan aktivitas sistem imun.

Apa saja penyakit autoimun yang umum terjadi?

efek radang sendi rematik

Ada banyak jenis penyakit autoimun dan mungkin jumlahnya bisa mencapai 100 jenis. Di antara banyaknya penyakit autoimun, berikut ini beberapa contoh yang paling umum.

1. Rematik

Rematik atau radang sendi merupakan penyakit autoimun yang menyerang sendi. Pada penyakit ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sehingga menimbulkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

Orang-orang yang memiliki rematik biasanya merasakan gejala seperti nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Gejala-gejala ini dapat mengurangi rentang gerak tubuh. Jika tidak diobati, rematik dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap.

2. Systemic lupus erythematosus (SLE)

Penyakit lupus sebenarnya terbagi menjadi beberapa jenis, tetapi yang paling umum ditemui adalah systemic lupus erythematosus (SLE). Penyakit ini lebih sering terjadi pada perempuan berusia muda.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien penyakit lupus belum diketahui secara pasti. Namun, data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada 2017 menunjukkan adanya kenaikan jumlah pasien lupus yang dirawat inap sejak 2014.

Lupus dapat menyerang jaringan tubuh mana pun, termasuk ginjal, paru-paru, kulit, sel darah, dan sendi. Gejalanya meliputi demam, berat badan turun, rambut rontok, kelelahan, dan munculnya ruam merah pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu.

3. Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel kulit baru yang sangat cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit. Pada 2016, jenis penyakit autoimun yang satu ini diperkiran menyerang 1–3% dari total populasi di Indonesia.

Psoriasis membuat kulit menjadi kemerahan, lebih tebal, bersisik, dan terlihat seperti bercak putih-perak. Selain itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan gatal dan nyeri pada kulit.

4. Kolitis ulseratif

Kolitis ulseratif merupakan salah satu jenis penyakit radang usus. Penyakit ini dapat menimbulkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Terkadang, peradangan juga menyebabkan borok.

Kolitis ulseratif menyerang lapisan terdalam usus besar dan rektum. Gejalanya tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi berkembang dengan perlahan.

Beberapa gejala yang sering dialami pasien yakni diare, sakit perut, dan kesulitan buang air besar. Gejalanya bisa semakin memburuk bila pasien tidak menerapkan pola makan yang baik atau sedang stres.

5. Diabetes melitus tipe 1

Manfaat makan buah untuk turunkan risiko diabetes

Jenis penyakit autoimun ini terjadi karena sistem imun menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin dalam pankreas. Insulin sendiri merupakan hormon yang dibutuhkan dalam mengontrol kadar gula darah.

Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan insulin sehingga kadar gula darah Anda menjadi tinggi. Gula darah yang terlalu tinggi ini kemudian dapat memengaruhi penglihatan, ginjal, saraf, dan gusi Anda.

Pengidap diabetes melitus tipe 1 membutuhkan suntikan insulin secara rutin untuk mengontrol penyakitnya agar tidak bertambah parah.

6. Sklerosis ganda

Multiple sclerosis atau sklerosis ganda merupakan jenis penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung sel saraf. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan saraf yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang.

Orang dengan sklerosis ganda dapat menunjukkan gejala berupa kebutaan, koordinasi tubuh yang buruk, kelumpuhan, otot menegang, mati rasa, dan lemah. Gejalanya bisa bervariasi karena lokasi dan tingkat serangannya berbeda-beda antarindividu.

Ingat, penyakit autoimun bisa membahayakan tubuh bila tidak ditangani. Maka dari itu, periksakan diri ke dokter bila Anda mulai merasakan salah satu atau beberapa gejalanya yang tidak kunjung membaik.


Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Autoimmune Diseases. (2022). National Institute of Environmental Health Sciences. Retrieved April 1, 2022, from https://www.niehs.nih.gov/health/topics/conditions/autoimmune/index.cfm

Ulcerative Colitis. (2021). Mayo Clinic. Retrieved April 1, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ulcerative-colitis/symptoms-causes/syc-20353326

Lupus: Symptoms, Causes, Types & Treatment. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved April 1, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4875-lupus

Type 1 Diabetes. (2021). Mayo Clinic. Retrieved April 1, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/type-1-diabetes/symptoms-causes/syc-20353011

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui May 30
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.