home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Makanan Tinggi Gula yang Tanpa Sadar Sering Anda Konsumsi

9 Makanan Tinggi Gula yang Tanpa Sadar Sering Anda Konsumsi

Anda mungkin pernah merasakan lapar pada jam-jam tanggung, misalnya antara waktu makan siang dan malam. Makanan selingan memang bisa membantu mengganjal perut pada momen seperti ini, tetapi tahukah Anda bahwa beberapa makanan selingan yang umum dikonsumsi sebenarnya tinggi kandungan gula?

Gula memang memberikan energi bagi tubuh untuk beraktivitas. Akan tetapi, pola makan tinggi gula dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, apa saja makanan sehari-hari yang tinggi gula dan perlu Anda batasi?

Makanan sehari-hari yang banyak mengandung gula

makan manis saat stres

Makanan sehari-hari yang kaya kandungan gula tidak selalu memiliki rasa yang manis. Beberapa jenis makanan mungkin saja “menyamar” sebagai makanan rendah kalori, rendah lemak, atau bahkan diklaim sebagai makanan sehat.

Berikut beberapa contoh makanan tinggi gula yang mungkin sering Anda konsumsi.

1. Yogurt rasa buah

Yogurt hampir selalu ada dalam daftar makanan yang menyehatkan. Bagaimana tidak, produk susu ini kaya akan vitamin, mineral, dan probiotik yang baik bagi pencernaan. Meski begitu, tahukah Anda bahwa kebanyakan produk yogurt tinggi kandungan gula?

Untuk menyiasati hal ini, hindari yogurt dengan rasa buah-buahan. Pilihlah yogurt tawar (plain), full fat, atau Greek yogurt. Jika Anda ingin menambah cita rasanya, masukkan potongan kiwi, jeruk, stroberi, atau buah-buahan lain yang Anda sukai.

2. Saus botolan

Saus tomat, sambal, dan produk-produk sejenisnya dalam kemasan botolan ternyata membuat makanan Anda jadi tinggi gula. Produsen makanan biasanya menambahkan gula untuk mengurangi rasa asam dari tomat serta membuat produk jadi tahan lama.

Selain itu, saus botolan umumnya juga tinggi kandungan garam dan bahan tambahan pangan. Walaupun membuat makanan terasa nikmat, kebiasaan makan dengan saus botolan dapat meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.

3. Dressing salad

Salad memang terbuat dari bahan-bahan yang menyehatkan, tapi lain ceritanya apabila Anda menambahkan dressing yang banyak mengandung gula. Biasanya, kandungan gula yang tinggi ini berasal dari dressing salad instan dalam kemasan.

Tidak hanya itu, asupan gula tambahan juga dapat berasal dari mayones atau parutan keju yang berlebihan. Supaya salad buatan Anda tetap menyehatkan, cobalah beralih menggunakan minyak wijen, mustard, atau perasan lemon sebagai dressing.

4. Selai

Walaupun terbuat dari bahan alami berupa buah-buahan, selai sebenarnya termasuk makanan tinggi gula. Seperti pada saus botolan, produsen selai menambahkan gula untuk menghasilkan rasa yang diharapkan dan membuat produk jadi lebih tahan lama.

Tentu tak ada salahnya bila Anda sesekali ingin mengonsumsi selai. Namun, alangkah lebih baik bila Anda membuat selai dengan bahan-bahan sendiri. Selai buatan sendiri tentu tidak mengandung banyak gula, apalagi pengawet dan zat aditif lainnya.

5. Minuman ringan

Fakta bahwa minuman ringan tinggi kandungan gula mungkin tidak lagi mengejutkan. Kandungan gula dalam soft drink diperkirakan dapat mencapai 39 – 99 gram. Jumlah ini bahkan jauh melebihi batas asupan gula harian yang disarankan.

Konsumsi minuman ringan dalam jangka panjang telah terbukti dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan. Dampak yang mungkin terjadi antara lain obesitas, penyakit diabetes, penyakit jantung, dan menurunnya kepadatan tulang.

6. Batang granola

Granola sering diklaim sebagai makanan menyehatkan yang rendah lemak. Padahal, makanan ini sebenarnya tinggi gula dan kalori. Satu batang granola seberat 100 gram bahkan bisa mengandung hingga 400 – 500 kalori dan 7 sendok teh gula.

Bahan baku granola, yakni oat, sebenarnya rendah kalori dan mengandung berbagai zat gizi. Akan tetapi, penambahan pemanis buatan, buah kering, dan bahan lainnya dalam proses pembuatan batang granola membuat produk ini tidak lagi menyehatkan.

7. Kopi dengan topping

kopi untuk diabetes

Kopi hitam sebenarnya termasuk minuman rendah gula dan kalori. Namun, kandungan gula pada minuman ini biasanya menjadi tinggi akibat penambahan susu atau topping berupa whip cream, sirup, cokelat, dan sebagainya.

Rata-rata, satu sajian kopi ukuran sedang di kedai kopi dapat mengandung hingga 45 gram gula. Jumlah ini setara dengan 11 sendok teh gula, jauh melebihi batas asupan gula harian yang disarankan untuk orang dewasa.

8. Aneka kue

Donat, kue tar, kue kering, hingga berbagai macam kue basah tradisional juga termasuk dalam kelompok makanan tinggi gula. Selain gula pasir, kandungan gula dapat berasal dari tepung terigu, mentega, dan bahan-bahan lain yang memperkaya cita rasa kue.

Meskipun rasanya nikmat, konsumsi kue yang berlebihan tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampak utamanya ialah obesitas, tapi bukan tidak mungkin kebiasaan ini meningkatkan risiko masalah kesehatan lain yang lebih serius.

9. Puding dan eskrim

Puding dan eskrim merupakan favorit bagi para pencinta makanan manis. Sayangnya, rasa manis yang nikmat ini berasal dari bahan-bahan yang tinggi gula. Kandungan gula tersebut mungkin berasal dari gula pasir, sirup, atau bahan pemanis lainnya.

Anda boleh saja menikmati puding atau eskrim sebagai makanan penutup. Namun, tetap batasi konsumsinya agar tidak melebihi satu sajian dalam sekali makan. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko kesehatan akibat konsumsi gula yang berlebihan.

Ada banyak sekali makanan tinggi gula di sekitar kita. Anda bisa menemukannya dalam makanan “sehat”, penambah rasa seperti saus, hingga topping makanan yang sekilas tampak tidak mengandung banyak bahan.

Anda tentu masih boleh mengonsumsi berbagai makanan mengandung gula. Hanya saja, tetap batasi jumlahnya agar tidak berlebihan. Padukan dengan bahan makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan agar asupan gizi Anda tetap seimbang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Added Sugar: What You Need To Know. (2020). Retrieved 7 May 2021, from https://familydoctor.org/added-sugar-what-you-need-to-know/

Foods and drinks high in fat, salt and sugars. (n.d.). Retrieved 7 May 2021, from https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/healthydiet/fatsaltsugar.html

13 Ways That Sugary Soda Is Bad for Your Health. (2019). Retrieved 7 May 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/13-ways-sugary-soda-is-bad-for-you

Sugary Drinks. (n.d.). Retrieved 7 May 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/healthy-drinks/sugary-drinks/

18 Foods and Drinks That Are Surprisingly High in Sugar. (2020). Retrieved 7 May 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/18-surprising-foods-high-in-sugar

Top sources of added sugar in our diet. (2019). Retrieved 7 May 2021, from https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/top-sources-of-added-sugar/

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Rizki Pratiwi
Tanggal diperbarui 16/05/2017
x