home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Espresso, Cappuccino, dan Kopi Susu: Mana yang Paling Sehat?

Espresso, Cappuccino, dan Kopi Susu: Mana yang Paling Sehat?

Bagi kebanyakan orang, secangkir kopi merupakan salah satu alasan untuk siap bangun pagi dan meninggalkan rumah. Tapi lain kali Anda mampir ke kedai kopi dekat kantor untuk menikmati kopi favorit Anda, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan jenis minuman kopi apa yang Anda pilih. Salah-salah, Anda justru bisa menimbun lemak perut!

Perbandingan nilai gizi di antara jenis minuman kopi

Seperti yang telah Anda ketahui, minuman berkafein ini memiliki banyak jenis yang berbeda. Ada espresso yang merupakan seduhan dari biji kopi, ada pula varian lainnya seperti latte yang telah dicampur susu. Lantas, manakah yang lebih sehat?

Espresso

Espresso adalah kopi yang diseduh menggunakan mesin khusus bertekanan tinggi yang melarutkan biji kopi giling dengan semburan air panas. Hasilnya adalah minuman kopi hitam panas, pekat, dan kental yang disajikan dalam cangkir mini.

Espresso termasuk kopi yang kuat — dalam rasa maupun kandungan kafeinnya. Espresso adalah fondasi utama dari minuman racikan kopi lainnya, termasuk kopi susu dan cappuccino, yang seringnya lebih tinggi kalori karena ditambahkan susu dan gula.

Jenis kopi ini tidak memiliki nilai gizi berarti. Satu cangkir mini (shot) espresso memiliki kandungan kalori sebesar 5 miligram, 80-120 miligram kafein, dan nol protein.

Espresso tepat untuk Anda konsumsi jika Anda ingin memangkas berat badan. Mengonsumsi kafein dalam dosis sedang merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kinerja olahraga.

Berolahraga lebih lama atau menaikkan intensitasnya jadi lebih tinggi menghasilkan pembakaran kalori lebih banyak per satu sesi, sehingga mengakibatkan pembakaran lemak yang lebih besar.

Cappuccino

Cappuccino adalah jenis minuman kopi yang dibuat dari kombinasi espresso dan susu kukus, yang di atasnya dilapisi buih susu tebal.

Berbeda dengan espresso yang hampir nol gizi, segelas cappuccino mengandung sejumlah nilai gizi tambahan yang berasal dari susu, seperti kalori, lemak, dan karbohidrat. Namun, kontennya akan bervariasi berdasarkan jenis susu yang digunakan.

Cappucino yang memiliki kandungan susu mengandung protein dan lemak di dalamnya. Kandungan ini bisa berbeda-beda tergantung dari jenis susu yang dipilih. Bila susu yang Anda pilih adalah susu full cream, maka kandungan kalori dan lemaknya tentu akan lebih tinggi.

Cappuccino tidak dianggap sebagai minuman padat gizi, namun mengandung vitamin A, zat besi, dan kalsium yang lumayan tinggi.

Manfaat kopi susu

Kopi susu, alias caffè latte, hampir sama dengan segelas cappuccino — terbuat dari espresso dan susu kukus. Yang membedakan keduanya adalah perbandingan porsi susu dalam kopi susu yang lebih banyak dibanding cappuccino.

Segelas kopi susu dengan susu kedelai tanpa gula mengandung 18 gram karbohidrat, 130 kalori, 4 gram lemak, 7 gram protein, 18 gram karbohidrat, dan 30 persen kalsium.

Sementara itu, segelas kopi susu berukuran sama yang diracik dengan susu tanpa lemak mengandung 100 kalori, 10 gram protein, 15 gram karbohidrat, dan 35% kalsium.

Jika Anda menggunakan susu full-fat, kandungan gizi dalam gelas kopi susu Anda menjadi: 180 kalori, 9 gram lemak, 14 gram karbohidrat, 10 gram protein, dan 30 persen kalsium.

Kopi susu (dan cappuccino) yang diracik dengan susu full-fat adalah sumber baik dari protein dan kalsium, yang penting untuk kesehatan tulang.

Lalu, bagaimana jika gula atau creamer ditambahkan ke dalam kopi?

Tambahkan angka-angka di bawah ini, untuk perkiraan kasarnya:

  • Satu sendok teh gula pasir = 16 kalori
  • Satu sendok teh gula tebu = 17 kalori
  • Satu sdt krimer standar = 20 kalori dan 1,5 gram lemak
  • 1/2 sdm gula dan 1/2 sdm krimer (disebut half and half) = 40 kalori dan 4 gram lemak

Para ahli kesehatan umumnya menyarankan Anda untuk minum kopi hitam pahit demi mendapatkan manfaat kesehatannya, daripada minuman kopi bergula dan lemak. Kopi dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.

Sebagai contoh, beberapa studi telah menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penurunan penyakit tertentu, termasuk diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit jantung, demensia, dan bahkan beberapa jenis kanker.

Beberapa penelitian bahkan telah mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko kematian. Namun, bukan berarti kopi dapat serta-merta menyebabkan manfaat kesehatan ini terjadi.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Poole R., Kennedy O, Roderick P, et al. Coffee Consumption and Health: Umbrella Review of Meta-analyses of Multiple Health Outcomes. Br Med J. 2017;359:j5024. DOI: 10.1136/bmj.j5024. Retrieved 18 June 2021.

Cappuccino, soy milk. (n.d.). Nutrition Data. Retrieved 18 June 2021, from https://nutritiondata.self.com/facts/foods-from-starbucks/9527/2

Cappuccino, whole milk. (n.d.). Nutrition Data. Retrieved 18 June 2021, from https://nutritiondata.self.com/facts/foods-from-starbucks/9525/2

Gavrieli, A., Karfopoulou, E., Kardatou, E., Spyreli, E., Fragopoulou, E., Mantzoros, C. S., & Yannakoulia, M. (2013). Effect of different amounts of coffee on dietary intake and appetite of normal-weight and overweight/obese individuals. Obesity (Silver Spring, Md.), 21(6), 1127–1132. Retrieved 18 June 2021.
The Impact of Milk in Your Coffee. (n.d.). Coffee Science. Retrieved 18 June 2021, from https://www.coffeescience.org/impact-milk-in-coffee-good-bad/
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro