Espresso, Cappuccino, dan Kopi Susu: Mana yang Paling Sehat?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bagi kebanyakan orang, secangkir kopi merupakan salah satu alasan untuk siap bangun pagi dan meninggalkan rumah. Tapi lain kali Anda mampir ke kedai kopi dekat kantor untuk menikmati kopi favorit Anda, luangkan waktu sejenak untuk merenungkan apa yang ada di dalam gelas kopi Anda. Salah-salah, Anda justru bisa menimbun lemak perut!

Di sini, kita melihat nilai gizi dari tiga jenis kopi: espresso, cappuccino, dan kopi susu. Seberapa sehat, sih, kopi favorit Anda?

Perbandingan nilai gizi espresso, cappuccino, dan kopi susu

Manfaat espresso

Espresso adalah kopi yang diseduh menggunakan mesin khusus bertekanan tinggi yang melarutkan biji kopi giling dengan semburan air panas. Hasilnya adalah minuman kopi hitam panas, pekat, dan kental yang disajikan dalam cangkir mini. Espresso termasuk kopi yang kuat — dalam rasa maupun kandungan kafeinnya. Espresso adalah fondasi utama dari minuman racikan kopi lainnya, termasuk kopi susu dan cappuccino, yang seringnya lebih tinggi kalori karena ditambahkan susu dan gula.

Espresso tidak memiliki nilai gizi berarti. Satu cangkir mini (shot) espresso memiliki kandungan kalori sebesar 5 miligram, 80-120 miligram kafein, dan nol protein. Ahli gizi terdaftar, Catherine Collins dari Rumah Sakit St. George London, dilansir dari Daily Mail, mengatakan espresso tepat untuk Anda konsumsi jika Anda ingin memangkas berat badan. Mengonsumsi kafein dalam dosis sedang merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kinerja olahraga. Berolahraga lebih lama atau menaikkan intensitasnya jadi lebih tinggi menghasilkan pembakaran kalori lebih banyak per satu sesi, sehingga mengakibatkan pembakaran lemak yang lebih besar. Jadi, satu shot espresso sebelum berolahraga dapat memberikan manfaat penurunan berat badan.

Manfaat cappuccino

Cappuccino adalah minuman kopi yang dibuat dari kombinasi espresso dan susu kukus, yang di atasnya dilapisi buih susu tebal. Berbeda dengan espresso yang hampir nol gizi, segelas cappuccino mengandung sejumlah nilai gizi tambahan yang berasal dari susu, seperti kalori, lemak, dan karbohidrat — namun kontennya akan bervariasi berdasarkan jenis susu yang digunakan.

Segelas cappuccino ukuran Tall (12 oz.) tanpa gula dengan susu kedelai, misalnya, mengandung 64 kalori, 3 gram protein, dan 2 gram lemak. Sementara itu, segelas cappuccino berukuran sama yang diracik dengan susu tanpa lemak mengandung 75 kalori dan 7 gram protein. Segelas cappuccino ukuran Tall (12 oz.) dengan susu full-fat bisa mengandung hingga 150 kalori, 6 gram lemak (4 gram lemak jenuh), dan 6 gram protein. Rempah seperti bubuk kayu manis dan pala kadang ditambahkan untuk perasa tambahan, tetapi tidak memberikan kontribusi kalori tambahan. Segelas cappuccino ukuran Tall mengandung rerata 75 mg kafein.

Cappuccino tidak dianggap sebagai minuman padat gizi, namun mengandung vitamin A, zat besi, dan kalsium yang lumayan tinggi. Segelas cappuccino ukuran Tall (12 oz.) tanpa gula dengan susu kedelai mengandung 6 persen dari total rekomendasi vitamin A, 16% kalsium, dan 3 persen zat besi; dengan susu tanpa lemak mengandung 9% vitamin A dan 20 persen kalsium dari total kebutuhan harian; sementara cappuccino dengan susu full-fat mengandung 5 persen vitamin A dan 23% kalsium dari total rekomendasi harian. Vitamin A merupakan vitamin larut dalam lemak yang membantu dalam metabolisme sel, sedangkan kalsium berperan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Zat besi mengangkut oksigen melalui darah.

Manfaat kopi susu

Kopi susu, alias caffè latte, hampir sama dengan segelas cappuccino — terbuat dari espresso dan susu kukus. Yang membedakan keduanya adalah perbandingan porsi susu dalam kopi susu yang lebih banyak dibanding cappuccino.

Segelas kopi susu ukuran Tall (12 oz.) dengan susu kedelai tanpa gula mengandung 18 gram karbohidrat, 130 kalori, 4 gram lemak, 7 gram protein, 18 gram karbohidrat, dan 30 persen kalsium. Sementara itu, segelas kopi susu berukuran sama yang diracik dengan susu tanpa lemak mengandung 100 kalori, 10 gram protein, 15 gram karbohidrat, dan 35% kalsium. Jika Anda menggunakan susu full-fat, kandungan gizi dalam gelas kopi susu Anda menjadi: 180 kalori, 9 gram lemak, 14 gram karbohidrat, 10 gram protein, dan 30 persen kalsium. Segelas kopi susu ukuran Tall mengandung rerata 75 mg kafein.

Catherine Collins mengatakan, kopi susu (dan cappuccino) yang diracik dengan susu full-fat adalah sumber baik dari protein dan kalsium, yang penting untuk kesehatan tulang.

Lalu, bagaimana jika gula atau creamer ditambahkan ke dalam kopi?

Tambahkan angka-angka di bawah ini, untuk perkiraan kasarnya:

  • Satu sendok teh gula pasir = 16 kalori
  • Satu sendok teh gula tebu = 17 kalori
  • Satu sdt krimer standar = 20 kalori dan 1,5 gram lemak
  • 1/2 sdm gula dan 1/2 sdm krimer (disebut half and half) = 40 kalori dan 4 gram lemak

Para ahli kesehatan umumnya menyarankan Anda untuk minum kopi hitam pahit demi mendapatkan manfaat kesehatannya, daripada minuman kopi bergula dan lemak. Kopi dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan. Sebagai contoh, beberapa studi telah menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko penurunan penyakit tertentu, termasuk diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit jantung, demensia, dan bahkan beberapa jenis kanker. Beberapa penelitian bahkan telah mengaitkan konsumsi kopi dengan penurunan risiko kematian. Tapi itu tidak berarti bahwa kopi menyebabkan manfaat kesehatan ini terjadi.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Tanpa disadari, cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang mentah atau tidak dimasak dengan benar. Hati-hati, risiko infeksi yang mengintai

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Minum Campuran Lemon dan Madu untuk Kesehatan

Minuman campuran lemon dan madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain membantu meningkatkan imun tubuh, apa saja manfaat campuran lemon dan madu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan, Informasi Kesehatan 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Kalori: Pengertian, Sumber, Kebutuhan Harian, dan Jenis-Jenisnya

Kalori adalah asupan penting yang dibutuhkan tiap orang, bahkan saat sedang diet. Namun, sebenarnya apa itu kalori dan berapa kebutuhan yang harus dipenuhi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Brigitta Maharani
Olahraga Lainnya, Kebugaran 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat daun sirih daun sirih merah, rebusan daun sirih, manfaat daun sirih untuk wajah, manfaat daun sirih untuk kewanitaan

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
sedih

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
manfaat buah stroberi

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit