Sebenarnya, Seberapa Sehat Whipping Cream (Krim Kocok) Dalam Makanan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menghias kue adalah hal yang paling menyenangkan dari semua proses pembuatan kue. Bahan yang biasanya paling sering digunakan untuk mempercantik kue adalah whipping cream atau lebih sering dikenal dengan krim kocok. Sering dianggap lebih sehat dari buttercream, whipping cream dinilai lebih aman untuk dikonsumsi. Lantas, benarkah whipping cream lebih sehat? Berapa kandungan lemak atau kalori di dalam krim kocok ini? Cari tahu di artikel ini.

Apa itu whipping cream?

Bagi Anda yang hobi membuat kue mungkin tidak asing lagi dengan krim di atas kue ulang tahun yang bisa dibentuk berbagai macam. Namun, terkadang Anda tidak tahu krim kocok apa yang sedang Anda gunakan karena memang ada berbagai macam jenis krim. Salah satunya adalah whipping cream.

Whipping cream atau yang disebut juga dengan krim kocok adalah krim kental yang dibuat dari 30 persen lemak susu. Krim ini biasanya dikocok dengan menggunakan alat pengocok (mixer) hingga berwarna putih cerah dan kaku. Whipping cream biasanya dijual dalam bentuk cair dan bubuk yang kemudian dicampur dengan air es sebelum dikocok.

Whipping cream yang cair biasanya memiliki rasa yang cenderung gurih dan tidak begitu manis, sedangkan whipping cream bubuk rasanya cenderung manis. Dari segi ketahanannya, whipping cream bubuk jauh lebih tahan lama teksturnya dalam suhu ruangan. Dalam artian, krimnya tidak gampang meleleh kembali. Sedangkan whipping cream cair cenderung mudah leleh dalam suhu ruangan.

Sumber: myfoodmixer.com

Apakah krim kocok adalah pilihan yang sehat? 

Krim kocok memang lebih baik dibandingkan buttercream dalam hal kandungan lemaknya. Namun, dalam 100 gram krim kocok mengandung 257 kalori dengan lemak total sebesar 22 gram. Lemak jenuhnya sendiri menyumbang sebesar 14 gram dari lemak total yang ada di dalam krim kocok. Angka ini melampui batas asupan harian lemak jenuh yang direkomendasikan oleh American Heart Association, yaitu sebesar 13 gram per hari.

Seperti yang dilansir dari Live Strong, satu sendok makan krim ini mengandung 52 kalori, 5,5 gram lemak total dengan kandungan lemak jenuh sebesar 3,4 gram. Saat menghias kue, berapa sendok krim yang Anda gunakan? Pasti lebih dari tiga atau empat sendok bukan? Bayangkan berapa banyak lemak yang dimakan ketika kue ini dipotong-potong dan dihidangkan. Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

Ganti krim kocok Anda dengan krim yang lebih sehat

Jangan takut kue Anda tidak akan secantik kue yang lain, Anda masih tetap bisa menghias kue dengan cara yang lebih sehat meskipun tidak pakai krim kocok.

Bagaimana caranya? Buatlah krim kue Anda dengan campuran susu skim dan es batu secukupnya ke dalam mesin blender. Kristal di dalam es mampu membuat tekstur susu skim menjadi lebih padat. Tambahkan perasa vanili atau rasa lainnya dengan jumlah yang tidak berlebihan untuk memberikan cita rasa yang lebih nikmat pada krim sehat Anda.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Tak Hanya Lemak, Kebanyakan Makan Garam Juga Bikin Tubuh Gemuk

Makanan berlemak selalu dinilai sebagai penyebab kenaikan berat badan. Eits, jangan salah, kebanyakan makan garam juga bisa membuat Anda lebih cepat gemuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Obesitas, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit
menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit