Kenali 6 Gejala Ketosis, Ketika Tubuh Kekurangan Energi dari Karbohidrat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernah dengar proses ketosis? Mungkin hal ini masih asing di telinga Anda. Ya, ketosis adalah proses alami yang terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat sebagai energi utama dan mengambil simpanan lemak untuk menggantikannya. Kemudian, proses tersebut akan menghasilkan zat keton. Memang hal ini wajar terjadi, tapi jika jumlah keton yang dihasilkan terlampau banyak, itu yang berbahaya. Lama-kelamaan, akan muncul berbagai gejala ketosis yang mengganggu fungsi tubuh.

Gejala ketosis muncul akibat kurang karbohidrat

Ketosis saat ini banyak dihubungkan oleh diet ekstrem yang membuat penggiatnya membatasi bahkan menjauhi karbohidrat sama sekali. Ya, memang diet-diet ekstrem seperti itu dapat menimbulkan gejala ketosis dan berbahaya bagi tubuh.

Namun, perlu diingat jika hal ini mungkin saja terjadi meski Anda tidak melakukan diet rendah karbohidrat. Bisa saja, kebutuhan karbohidrat Anda tidak mencukupi, akhirnya membuat tubuh terpaksa menggunakan lemak dan akhirnya zat keton terbentuk.

Nah, ketika hal tersebut terjadi, biasanya Anda akan mengalami berbagai gejala ketosis yang harus diwaspadai. Dengan mengetahui gejala ketosis yang muncul, Anda bisa langsung sadar bahwa tubuh sedang kekurangan karbohidrat dan Anda harus segera memenuhinya.

Lantas, apa saja gejala ketosis yang bisa muncul?

1. Kadar keton meningkat dalam darah

Hal yang paling mudah untuk mengetahui Anda mengalami ketosis atau tidak adalah dengan tes darah. Namun, memang tes darah ini biasanya harus diiringi dengan gejala fisik yang dirasakan terlebih dulu.

Jika kadar keton di dalam darah tinggi, maka jumlahnya di dalam darah bisa berkisar 0,5-3 mmol/L dalam darah.

2. Tidak merasa lapar

Tiba-tiba jarang merasa lapar bisa jadi salah satu gejala ketosis. Tentu saja hal ini bukan berarti baik bagi tubuh. Justru, ketika Anda tidak merasa lapar sama sekali, Anda harus curiga dengan sistem pencernaan Anda.

Gejala ketosis ini muncul diyakini akibat jumlah hormon pengatur rasa lapar terganggu.

3. Merasa lelah atau tak berenergi

Hal yang paling dirasakan ketika kondisi ini terjadi adalah Anda akan merasa cepat lelah. Pasalnya, karbohidrat yang menjadi energi utama selama ini tidak cukup jumlahnya.

Memang, tubuh bisa menggunakan cadangan lemak, tapi proses ini membutuhkan energi lebih besar ketimbang proses yang menggunakan karbohidrat sebagai bahan bakarnya.

4. Napas bau

Orang yang mengalami ketosis biasanya ditandai dengan bau mulutnya yang khas. Aroma napasnya seperti bau buah.

Hal ini terjadi karena pengaruh peningkatan kadar keton di dalam darah. Banyak pelaku diet ketogenik yang mencapai fase ini akan menyikat gigi beberapa kali dalam satu hari untuk mengatasi masalah bau mulut.

5. Timbul masalah pencernaan

Anda akan mengalami masalah pencernaan seperti sembelit atau diare ketika pertama kali memasuki fase ketosis.

Orang yang melakukan diet ketogenik umumnya membuat perubahan besar mengenai jenis makanan yang sebelumnya dimakan. Tentunya, perubahan besar ini juga akan berefek pada kondisi pencernaannya dalam tubuh.

6. Mulai kram

Menurunkan jumlah karbohidrat sama saja dengan menurunkan keseimbangan elektrolit dan mineral dari dalam tubuh.

Ini artinya saat Anda kekurangan karbohidrat seperti dalam diet ketogenik, tubuh akan ikut kekurangan beberapa mineral seperti,  kalium, natrium dan magnesium. Ketiganya ini padahal berperan membantu mencegah kram otot.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Wajib Tahu 15 Penyebab Bau Mulut yang Mengganggu!

Mulai dari penyebab secara umum hingga kondisi kesehatan tertentu, berikut 15 hal yang bisa menyebabkan bau mulut. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 27 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Selain minum obat, pilihan makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi ternyata juga harus diperhatikan. Selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 6 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Sakit kepala, gusi nyut-nyutan, makan pun terasa menyiksa. Beberapa hal ini terbukti jadi cara mengobati juga meredakan sakit gigi paling ampuh. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 4 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

petai dan jengkol

Kenapa Makan Petai dan Jengkol Bikin Napas dan Kencing Jadi Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
bau mulut pada anak

9 Penyebab Bau Mulut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
bau mulut halitosis adalah

Bau Mulut (Halitosis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
gigi kuning

Gigi Kuning

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit