Makanan untuk Epilepsi: Mana yang Baik, Mana yang Harus Dihindari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat di mana aktivitas kelistrikan di otak menjadi abnormal sehingga menimbulkan kejang dan gejala lainnya. Selain menjalani pengobatan yang dianjurkan dokter, pasien juga harus melakukan perawatan, yakni memerhatikan pilihan makanannya. Lantas, saja makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi serta pantangannya? Penasaran? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Bagaimana makanan bisa berpengaruh pada epilepsi?

makanan buah dan sayur yang baik dan bagus untuk pasien kanker ovarium

Penyakit epilepsi tidak dapat disembuhkan. Itu artinya, sewaktu-waktu gejalanya bisa kembali kambuh. Guna mencegah kekambuhan, pasien perlu menjalani pengobatan epilepsi. Di samping itu, juga perlu disempurnakan dengan penerapan gaya hidup yang sehat, terutama dalam memilih menu makanan.

Beberapa teori mengatakan, menerapkan diet ketogenik dapat mengurangi gejala kejang pada penderita epilepsi. Dalam diet ini, makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi adalah makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Para ahli percaya bahwa kondisi ketosis yang dialami tubuh saat menjalankan diet ketogenik berperan dalam mengurangi gejala epilepsi.

Senyawa keton yang dihasilkan saat kondisi ketosis dapat menjadi sumber energi untuk otak yang lebih efisien dan dapat melindungi sel otak dari kerusakan. Namun, perlu ditekankan bahwa menjalani diet ini harus dengan pengawasan dokter. 

Makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi

nutrisi pada perawatan paliatif

Supaya pasien epilepsi bisa menjaga kesehatan tubuhnya secara menyeluruh, berikut ini adalah pilihan makanan yang direkomendasikan:

Sumber karbohidrat

Meskipun pasien epilepsi menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama untuk menghasilkan energi, bukan berarti mereka tidak boleh mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Alasannya, karena tubuh juga memerlukan nutrisi ini sebagai sumber energi. sehingga membantu pasien untuk tetap bersemangat dalam menjalani aktivitas.

Pasien epilepsi bisa mendapatkan nutrisi ini dari makanan yang sehat seperti kentang, roti, pasta, atau nasi. Pilihan sumber karbohidrat ini bisa Anda kombinasikan, agar tidak mudah bosan.

Sumber lemak

Lemak dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi cadangan. Pada pasien epilepsi yang menjalani diet keto, sumber energi utama didapatkan bukan dari karbohidrat, tapi dari lemak. Oleh karena itulah, penderita epilepsi diwajibkan untuk memperkaya pilihan makanan yang dianjurkan dalam diet keto ini.

Pasien bisa mendapatkan nutrisi ini dari ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Bisa juga didapat dari minyak, seperti minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak alpukat. Selain berguna sebagai sumber energi, lemak juga membantu tubuh menyerap nutrisi dan vitamin, menjaga sel-sel tubuh tetap sehat, serta membuat tubuh tetap hangat.

Sumber protein

Protein berfungsi sebagai zat pembangun sekaligus pendukung dan otot, hormon, enzim, sel darah merah, dan sistem kekebalan tubuh. Memperkaya konsumsi makanan berprotein tentu bisa membantu pasien epilepsi terhindar dari beberapa penyakit.

Nah, nutrisi ini bisa pasien dapatkan pada makanan dari olahan susu seperti susu dan keju, daging, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan telur.

Buah dan sayur

Sebagai penyempurna, sayuran dan buah-buahan juga masuk dalam daftar makanan yang dianjurkan untuk penderita epilepsi. Pasalnya, makanan ini mengandung vitamin yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh, mineral, dan serat. Nutrisi ini bisa melindungi tubuh dari infeksi, kerusakan sel, maupun masalah pada sistem pencernaan.

Berbagai jenis sayur dan buah boleh dinikmati pasien epilepsi. Akan tetapi, pilihan dan buah harus dipertimbangkan lagi dengan masalah kesehatan lainnya yang dimiliki. Contohnya, pasien epilepsi yang juga memiliki masalah maag, sebaiknya tidak mengonsumsi buah yang asam dan sayur yang mengandung banyak gas.

Suplemen minyak ikan (jika diperlukan) dan makanan kaya asam lemak omega 3

Penyakit epilepsi memang bisa dikurang frekuensi gejalanya dengan minum obat, seperti sodium valproate, carbamazepine, lamotrigine, levetiracetam, atau topiramate. Akan tetapi, pada beberapa pasien obat tersebut tidak cukup ampuh untuk menekan gejala epilepsi.

Nah, pada kasus ini biasanya pasien diharuskan untuk menjalani operasi sebagai pengobatan epilepsi. Di samping itu, studi menemukan bahwa konsumsi 3 kapsul minyak ikan—sekitar 1080 mg— dapat mengurangi gejala kejang. Namun sebelum menggunakan suplemen minyak ikan, Anda perlu konsultasi lebih dahulu dengan dokter.

Perlu Anda ketahui jika suplemen minyak ikan atau yang dikenal dengan fish oil mengandung asam lemak omega 3 sebagai komponen utamanya. Nah, ternyata asam lemak ini juga ada pada makanan. Beberapa makanan kaya asam lemak omega 3 yang dianjurkan untuk penderita epilepsi antara lain ikan salmon, ikan bandeng, ikan tuna, kacang walnut, biji rami dan minyaknya.

Makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita epilepsi

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

Memang saat ini tidak ada bukti penelitian yang menyebutkan bahwa jenis makanan tertentu bisa memicu kambuhnya gejala epilepsi. Akan tetapi, beberapa makanan bisa memperburuk kondisi yang sudah ada.

Contoh, salah satu penyebab meningkatkan risiko dari epilepsi adalah penyakit stroke atau penyakit jantung. Kedua penyakit ini berkaitan erat dengan penyakit epilepsi karena menyebabkan terganggunya aliran darah kaya oksigen di otak yang dikhawatirkan bisa memicu penyakit epilepsi.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda membatasi atau menghindari makanan yang tidak dianjurkan untuk penderita epilepsi berikut ini:

1. Makanan tinggi lemak dan kolesterol

Makanan cepat saji, seperti kentang goreng, fried chicken, hamburger atau makanan lain yang digoreng memang memanjakan lidah karena rasanya yang gurih. Akan tetapi, jenis makanan ini harus dibatasi karena bisa menyebabkan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi yang nantinya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Bagi Anda yang punya penyakit epilepsi dan sebelumnya pernah mengalami serangan stroke, harus menghindari makanan tersebut. Begitu juga pada pasien yang memang punya penyakit jantung, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi.

2. Makanan yang dicurigai sebagai pemicu munculnya gejala

Pada beberapa orang, makanan yang mengandung pengawet, diberi pewarna tambahan, ditambah pemanis buatan, atau mengandung MSG monosodium glutamat dapat memicu gejala.

Jika Anda merasakan gejala muncul setelah mengonsumsi makanan tersebut, akan lebih baik jika Anda menghindarinya.

3. Makanan yang bisa menimbulkan efek samping obat epilepsi

Meskipun sebagian besar buah itu aman untuk dikonsumsi, tapi penderita epilepsi yang mengonsumsi obat-obatan carbamazepine, diazepam dan midazolam tidak dianjurkan mengonsumsi makanan ini.

Kenapa? Alasannya kandungan dua buah tersebut bisa menyebabkan risiko efek samping obat jadi lebih mungkin terjadi.

4. Minuman berkafein dalam jumlah banyak

Selain makanan, ternyata ada juga daftar minuman yang tidak dianjurkan untuk penderita epilepsi, contohnya minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cola, dan minuman berenergi. Deretan minuman ini ternyata memberikan efek stimulasi pada sistem saraf pusat yang mungkin bisa memicu gejala epilepsi.

Sebenarnya, Anda tidak sepenuhnya dilarang untuk mengonsumsi minuman ini. Hanya saja banyaknya asupan harus diperhatikan. Jadi, jika Anda sesekali minum teh atau kopi dalam jumlah yang normal, seharusnya tidak menjadi masalah. Namun, akan lebih baik jika Anda meningkatkan asupan air putih yang jauh lebih menyehatkan untuk tubuh.

Menerapkan diet keto dan menentukan pilihan makanan untuk penderita epilepsi memang tidak mudah. Salah langkah, diet keto yang dilakukan bisa menimbulkan tubuh kekurangan nutrisi tertentu, terutama pada anak-anak di masa pertumbuhannya. Oleh sebab itu, konsultasikan hal ini lebih dahulu dengan dokter Anda agar lebih aman.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Daya Pikir dan Kinerja Otak

Banyak orang harus berpikir keras di kantor atau sekolah tiap hari. Tujuh makanan untuk otak ini bisa jadi menu sehari-hari agar kinerja otak makin dahsyat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tortikolis

Tortikolosis membuat leher penderitanya mengalami kecondongan untuk miring ke satu sisi. Bisakah penyakit ini disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 27 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Parsial

Kejang parsial bisa terjadi pada siapa saja. Seberapa umumkah kondisi ini? Bisakah dicegah dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Otak dan Saraf, Epilepsi 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Jika seseorang di sekitar Anda mengalami kejang, memahami langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk membantunya akan membuat perbedaan besar.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Otak dan Saraf 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit celiac (celiac disease) adalah

Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tourette syndrome sindrom tourette adalah

Tourette Syndrome, Gangguan Saraf yang Membuat Anak Tidak Bisa Mengendalikan Gerakan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
kejang tonik klonik adalah

Kejang Tonik Klonik

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit