home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kekurangan Karbohidrat dan Bahayanya Bagi Tubuh

Kekurangan Karbohidrat dan Bahayanya Bagi Tubuh

Beberapa orang yang ingin menurunkan berat badan mungkin pernah menjalani diet rendah karbohidrat. Diet rendah karbohidrat merupakan pola makan yang mengurangi asupan karbohidrat. Namun, tahukah Anda bahwa tubuh yang kekurangan karbohidrat bisa menyebabkan berbagai masalah penyakit? Simak ulasan lengkapnya di sini.

Apa itu kekurangan karbohidrat?

tanda kekurangan karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber utama energi tubuh. Jika tubuh kekurangan karbohidrat, ada berbagai akibat yang bisa muncul, seperti kelelahan, sakit kepala, hingga diare.

Selain itu, defisiensi karbohidrat jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan serat, vitamin, dan mineral. Akibatnya, berbagai masalah kesehatan pun mengintai karena tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup, seperti sakit kepala, mual, dan bau mulut.

Apa yang terjadi ketika tubuh kekurangan karbohidrat?

Begini, ketika Anda tidak mendapat asupan karbohidrat yang cukup, tubuh akan memanfaatkan protein dan lemak sebagai energi. Kondisi ini disebut dengan ketosis.

Bila dibiarkan, proses ketosis akan menghasilkan penumpukan senyawa keton sebagai produk sisa dari metabolisme lemak. Kadar keton yang berlebihan dapat memicu dehidrasi dan mengganggu keseimbangan senyawa kimia dalam darah.

Akibatnya, kadar glukosa dan keton dalam aliran darah pun meningkat, atau biasa disebut dengan ketoasidosis. Ketoasidosis mengubah sifat darah menjadi asam yang dapat membahayakan kesehatan.

Itu sebabnya, tidak heran bila Anda tetap perlu memenuhi kebutuhan karbohidrat harian meskipun tengah menjalani diet. Defisiensi karbohidrat dapat memicu berbagai gejala yang justru bisa mengganggu program diet Anda.

Tanda tubuh kekurangan karbohidrat

Berikut ini ada beberapa tanda tubuh mengalami defisiensi karbohidrat yang perlu Anda waspadai.

1. Lemas dan lesu

pencegahan anemia

Salah satu tanda-tanda tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup yaitu Anda merasa lemas dan lesu setiap saat. Pasalnya, karbohidrat akan diubah menjadi gula darah sebagai bahan bakar tubuh, terutama untuk otak dan sistem saraf.

Meski begitu, tidak semua glukosa digunakan sebagai energi. Sebagian akan disimpan hati, otot, dan sel tubuh untuk cadangan. Itu sebabnya, Anda akan merasa lemak tidak bertenaga ketika mengurangi sumber karbohidrat.

Akibatnya, tubuh tidak memiliki cukup energi untuk beraktivitas. Hal ini juga diperparah karena Anda tidak mempunyai cadangan yang dapat digunakan.

2. Sembelit

Selain lemas dan lesu, kekurangan karbohidrat bisa menyebabkan sembelit.

Sumber karbohidrat tidak selalu makanan bertepung, melainkan juga bisa Anda jumpai pada sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Hanya saja, ketiga jenis makanan tersebut mengandung serat yang tinggi.

Maka dari itu, tubuh yang mengalami defisiensi karbohidrat biasanya menunjukkan gejala sembelit, atau susah buang air besar.Hal ini dikarenakan tubuh juga kekurangan serat secara bersamaan.

Bila Anda mengalami sembelit setelah menjalani diet rendah karbohidrat, segera konsumsi karbohidrat kompleks, seperti roti gandum dan pasta. Jenis karbohidrat ini setidaknya membantu melancarkan BAB dan mengurangi risiko sembelit.

3. Kekurangan gizi

ciri-ciri kurang gizi

Kekurangan gizi ternyata termasuk dampak dari kekurangan karbohidrat. Mengapa demikian?

Pada saat mengurangi asupan karbohidrat, secara tidak langsung Anda juga mengurangi makanan yang tidak hanya kaya akan karbohidrat.

Sebagai contoh, buah jeruk, brokoli, dan tomat menjadi sumber vitamin C yang baik untuk kekebalan tubuh.Sementara itu, wortel, ubi, jalar, dan aprikot merupakan jenis buah dan sayur yang kaya akan vitamin A.

Tak hanya mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayur yang disebutkan juga mengandung karbohidrat. Dengan mengurangi makanan tersebut, tubuh juga dapat menunjukkan gejala kekurangan gizi secara bertahap.

4. Berat badan turun

Salah satu tujuan mengurangi asupan karbohidrat yaitu keinginan untuk menurunkan berat badan. Anda memang berhasil membuat berat badan turun karena membatasi karbohidrat. Sayangnya, hal ini tidak berlangsung lama.

Bila diet ini dilakukan selama beberapa bulan, terutama ketika Anda menjalani gaya hidup aktif, tentu akan berbahaya. Tubuh mungkin akan menyimpan lemak lebih banyak, memperlambat metabolisme, dan berisiko mengalami dehidrasi.

Oleh sebab itu, mengurangi asupan karbohidrat bagi Anda yang melakukan olahraga teratur tidak disarankan. Pasalnya, cara ini justru bisa merusak jaringan otot dan Anda tidak memiliki energi yang cukup untuk berolahraga.

Dampak defisiensi karbohidrat jangka panjang

gejala osteoporosis dini

Tanda-tanda kekurangan karbohidrat yang disebutkan merupakan efek yang terjadi dalam jangka pendek. Dilansir dari Better Health Channel, ada sejumlah dampak defisiensi karbohidrat jangka panjang yang mungkin terjadi, meliputi:

  • kenaikan berat badan setelah diet normal dilanjutkan,
  • masalah usus akibat asupan antioksidan dan serat yang terbatas,
  • tidak dapat mempertahankan penurunan berat badan,
  • kolesterol tinggi,
  • obesitas,
  • penyakit ginjal, hingga
  • osteoporosis.

Rekomendasi asupan karbohidrat saat diet

Berdasarkan pedoman Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI, orang dewasa sehat dianjurkan mengonsumsi karbohidrat sekitar 300-400 gram per hari.

Hal yang perlu diingat yaitu kebutuhan karbohidrat setiap orang berbeda tergantung usia, jenis kelamin, hingga kebutuhan kalori hariannya. Anda bisa mengurangi asupan karbohidrat hingga setengahnya saat diet, yaitu sekitar 150 – 200 gram per hari.

Umumnya, angka tersebut terbilang aman. Namun, sebaiknya bicarakan dengan ahli gizi sebelum memulai diet rendah karbohidrat. Dengan begitu, Anda bisa menurunkan berat badan dengan aman tanpa perlu khawatir kekurangan zat gizi lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is carbohydrate deficiency? (n.d). University of Chicago Medicine. Retrieved 20 March 2018, from https://www.cureceliacdisease.org/faq/what-is-carbohydrate-deficiency/ 

Low-carb diet: Can it help you lose weight? (2020). Mayo Clinic. Retrieved 6 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/low-carb-diet/art-20045831 

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [PDF File]. Retrieved 6 April 2021, from http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf 

Weight loss and carbohydrates. (n.d). Better Health Channel. Retrieved 6 April 2021, from https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/weight-loss-and-carbohydrates 

The Skinny on Low-Carb Diets. (n.d). Rush University Medical Center. Retrieved 6 April 2021, from https://www.rush.edu/news/skinny-low-carb-diets 

Carbohydrates. (n.d). Medline Plus. Retrieved 6 April 2021, from https://medlineplus.gov/carbohydrates.html

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 14/02/2017
x