home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Tomat Ini Akan Membuat Anda Lebih Sering Mengonsumsinya

7 Manfaat Tomat Ini Akan Membuat Anda Lebih Sering Mengonsumsinya

Apakah Anda termasuk salah satu dari penggemar buah tomat? Jika ya, Anda termasuk salah satu orang yang beruntung. Alasannya, buah yang satu ini memiliki banyak kandungan gizi yang melimpah dan berdampak positif bagi kesehatan. Apa saja kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan dari buah tomat? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Kandungan gizi pada tomat

Dalam 100 gram tomat, Anda bisa menemukan berbagai kandungan nutrisi yang menyehatkan bagi tubuh, seperti berikut ini:

  • Air: 93 gram
  • Energi: 24 kalori
  • Protein: 2 gram
  • Lemak: 0.7 gram
  • Karbohidrat: 3.3 gram
  • Serat: 1.8 gram
  • Kalsium: 5 miligram (mg)
  • Fosfor: 27 mg
  • Zat besi: 0.5 mg
  • Natrium: 10 mg
  • Kalium: 210 mg
  • Tembaga: 0.07 gram
  • Seng: 0.2 mg
  • Beta-Karoten: 384 mikrogram (mcg)
  • Karoten total: 320 mcg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.07 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2) 0.04 mg
  • Niasin: 0.7 mg
  • Vitamin C: 30 mg

Manfaat tomat bagi kesehatan

Dengan mengonsumsi buah tomat, Anda bisa mendapatkan berbagai khasiat untuk kesehatan seperti berikut ini:

tomat apakah penyebab asam urat manfaat sayuran merah

1. Menjaga kesehatan jantung

Sebuah penelitian dalam European Journal of Public Health menyebutkan bahwa kandungan likopen dan beta-karoten dalam tubuh dapat memengaruhi risiko Anda terhadap serangan jantung. Semakin rendah kadar likopen dan beta-karoten, semakin tinggi risiko Anda mengalami serangan jantung.

Oleh sebab itu, mengonsumsi buah tomat yang kaya akan likopen dan beta-karoten dapat memberikan manfaat untuk menekan risiko mengalami salah satu penyakit jantung yang mematikan tersebut. Tak hanya itu, kandungan likopen juga berkhasiat menurunkan kadar kolesterol jahat yang merupakan faktor risiko dari penyakit jantung.

Bahkan, kandungan likopen yang terdapat dalam buah tomat juga memberikan efek perlindungan terhadap lapisan dalam pembuluh darah, sehingga berpotensi menurunkan risiko terjadinya pembekuan darah.

2. Mencegah kanker

Selain buah jeruk, ternyata tomat termasuk salah satu buah terbaik sebagai sumber vitamin C dan antioksidan. Kandungan nutrisi yang melimpah dalam buah tomat ini memberikan manfaat dalam melawan pembentukan radikal bebas penyebab kanker.

Tak hanya itu, kandungan beta-karotene dalam tomat juga memiliki manfaat untuk mencegah pembentukan tumor pada penderita kanker prostat. Hal ini telah terbukti melalui penelitian pada tahun 2016 dalam jurnal berjudul Molecular Cancer Research.

Belum lagi kandungan likopen dalam tomat yang ternyata memiliki manfaat lebih dari sekedar memberi warna merah pada buah ini. Likopen termasuk salah satu jenis polifenol yang dapat membantu pencegahan terhadap kanker prostat. Meski begitu, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat-manfaat tersebut.

3. Mengatasi diabetes

Salah satu manfaat yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi buah tomat adalah membantu mengatasi penyakit diabetes. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian pada tahun 2017 yang menyatakan bahwa pasien diabetes tipe 1 yang mengonsumsi makanan kaya serat mengalami penurunan kadar gula darah dalam tubuh.

Sementara itu, pasiendiabetes tipe 2 juga mengalami penurunan pada kadar gula darah hingga kadar lemak dalam tubuh. Oleh sebab itu, tak heran jika buah tomat dapat membantu mengatasi penyakit diabetes, karena dalam secangkir buah tomat, terdapat 2 gram serat.

Bahkan, The American Diabetes Association, menyarankan untuk mengonsumsi 25 gram serat setiap hari untuk wanita dan 38 gram serat setiap hari untuk pria jika ingin mengatasi penyakit kencing manis ini.

4. Melancarkan pencernaan

Jika Anda sedang mengalami sembelit atau susah buang air besar, mengonsumsi buah tomat mungkin dapat membantu mengatasi kondisi tersebut. Pasalnya, kandungan air dan serat pada tomat dapat membantu melancarkan pergerakan usus dan sehingga buang air besar menjadi lancar.

Selain itu, serat dapat membuat kotoran yang terdapat pada usus terdorong keluar sehingga membantu mengurangi konstipasi atau sembelit. Tak heran jika buah tomat sering kali mendapat julukan sebagai buah pencahar.

Namun, uniknya, buah tomat juga baik dikonsumsi untuk mencegah diare. Oleh sebab itu, buah ini dapat memberikan manfaat untuk kesehatan pencernaan, mengingat buah ini dapat mengatasi kedua masalah utama pada sistem pencernaan.

5. Menjaga kesehatan mata

Beta-karotene, salah satu kandungan nutrisi pada tomat, ternyata tak hanya memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Ya, kandungan gizi yang satu ini juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan mata.

Beta-karotene, likopen, dan lutein adalah antioksidan yang dapat Anda temukan dalam buah tomat dan memiliki manfaat untuk melindungi mata dari berbagai kerusakan mata, termasuk pembentukan katarak hingga degenerasi makula.

Bahkan, penelitian pada tahun 2014 membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi makanan kaya lutein karotenoid dan zeaxanthin, antioksidan yang dapat Anda temukan pada buah tomat, mengalami penurunan risiko terhadap degenerasi makula neovaskular hingga 35 persen.

6. Menjaga kesehatan kulit

Sebuah penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa kombinasi pasta tomat dan minyak zaitun dapat melindungi kulit Anda dari kerusakan akibat paparan sinar matahari. Tak hanya itu, kombinasi tersebut juga mendorong produksi pro-kolagen.

Seperti yang sudah banyak diketahui, kolagen merupakan komponen penting dalam pertumbuhan kulit, rambut, hingga kuku. Namun, tak hanya itu, kandungan vitamin C pada buah tomat juga memiliki peranan penting dalam pembentukan kolagen dalam tubuh.

Tubuh yang kekurangan vitamin C akan sangat rentan terhadap kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, polusi, dan asap. Jika Anda membiarkannya begitu saja, kulit akan lebih cepat keriput, kendur, muncul bercak hitam, hingga berbagai masalah kesehatan kulit lainnya.

7. Meningkatkan kesehatan saat hamil

Tahukah Anda bahwa buah tomat juga memiliki manfaat kesehatan untuk ibu hamil? Pasalnya, buah tomat memiliki kandungan folat yang baik untuk kehamilan. Kandungan folat dalam buah tomat memberikan manfaat untuk menjaga janin dari cacat tabung saraf.

Sebenarnya, para dokter sering menyarankan kepada para ibu hamil untuk mengonsumsi suplemen asam folat untuk meningkatkan asupan folat. Meski demikian, lebih baik untuk mendapatkannya secara alami dari buah dan sayuran, salah satunya dengan mengonsumsi buah tomat secara rutin.

Tak hanya itu, mengonsumsi buah tomat rupanya juga baik untuk menjaga kesehatan rahim bagi wanita yang sedang merencanakan program kehamilan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
Tomat muda. Retrieved 26 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view
Palozza, P., Catalano, A., Simone, R. E., Mele, M. C., & Cittadini, A. (2012). Effect of lycopene and tomato products on cholesterol metabolism. Annals of nutrition & metabolism61(2), 126–134. https://doi.org/10.1159/000342077
Palomo, I., Fuentes, E., Padró, T., & Badimon, L. (2012). Platelets and atherogenesis: Platelet anti-aggregation activity and endothelial protection from tomatoes (Solanum lycopersicum L.). Experimental and therapeutic medicine3(4), 577–584. https://doi.org/10.3892/etm.2012.477
Karppi, J., Laukkanen, J. A., Sivenius, J., Ronkainen, K., & Kurl, S. (2012). Serum lycopene decreases the risk of stroke in men: a population-based follow-up study. Neurology79(15), 1540–1547. https://doi.org/10.1212/WNL.0b013e31826e26a6
Karppi, J., Laukkanen, J. A., Mäkikallio, T. H., & Kurl, S. (2012). Low serum lycopene and β-carotene increase risk of acute myocardial infarction in men. European journal of public health22(6), 835–840. https://doi.org/10.1093/eurpub/ckr174
Gong, X., Marisiddaiah, R., Zaripheh, S., Wiener, D., & Rubin, L. P. (2016). Mitochondrial β-Carotene 9′,10′ Oxygenase Modulates Prostate Cancer Growth via NF-κB Inhibition: A Lycopene-Independent Function. Molecular cancer research : MCR14(10), 966–975. https://doi.org/10.1158/1541-7786.MCR-16-0075
McMacken, M., & Shah, S. (2017). A plant-based diet for the prevention and treatment of type 2 diabetes. Journal of geriatric cardiology : JGC14(5), 342–354. https://doi.org/10.11909/j.issn.1671-5411.2017.05.009
Ho, K. S., Tan, C. Y., Mohd Daud, M. A., & Seow-Choen, F. (2012). Stopping or reducing dietary fiber intake reduces constipation and its associated symptoms. World journal of gastroenterology18(33), 4593–4596. https://doi.org/10.3748/wjg.v18.i33.4593
Age-Related Eye Disease Study 2 (AREDS2) Research Group, Chew, E. Y., Clemons, T. E., Sangiovanni, J. P., Danis, R. P., Ferris, F. L., 3rd, Elman, M. J., Antoszyk, A. N., Ruby, A. J., Orth, D., Bressler, S. B., Fish, G. E., Hubbard, G. B., Klein, M. L., Chandra, S. R., Blodi, B. A., Domalpally, A., Friberg, T., Wong, W. T., Rosenfeld, P. J., … Sperduto, R. D. (2014). Secondary analyses of the effects of lutein/zeaxanthin on age-related macular degeneration progression: AREDS2 report No. 3. JAMA ophthalmology132(2), 142–149. https://doi.org/10.1001/jamaophthalmol.2013.7376
Rizwan, M., Rodriguez-Blanco, I., Harbottle, A., Birch-Machin, M. A., Watson, R. E., & Rhodes, L. E. (2011). Tomato paste rich in lycopene protects against cutaneous photodamage in humans in vivo: a randomized controlled trial. The British journal of dermatology164(1), 154–162. https://doi.org/10.1111/j.1365-2133.2010.10057.x
Refsum H, Smith AD. Folic Acid for the Prevention of Neural Tube DefectsJAMA Pediatr. 2017;171(7):710–711. doi:10.1001/jamapediatrics.2017.0866
Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x