8 Manfaat Makan Cabe Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda penyuka makanan pedas? Berapa banyak cabe yang bisa Anda makan setiap hari? Pernahkah Anda bertanya, sebenarnya cabe memiliki manfaat atau tidak? Sebab, cabe alias cabe juga merupakan salah satu jenis sayur-sayuran. Ya, ternyata dibalik penampilannya yang kecil dan rasa pedasnya yang membuat Anda ketagihan sekaligus meringis, cabe memiliki banyak manfaat. Jadi, Anda tetap bisa makan makanan yang berbumbu cabe sambil menikmati manfaatnya.

Cabe masih satu famili dengan paprika dan tomat. Kebanyakan spesies ini dikenal dengan nama ilmiah Capsicum annuum. Ada beberapa jenis cabe yang biasa kita temui, yaitu cabe rawit dan jalapenos (cabe hijau dan merah). Lalu, apa saja yang akan kita dapatkan dari cabe?

Kandungan vitamin dalam cabe

Walapun bentuknya tidak besar, seperti kata pepatah ‘kecil-kecil cabe rawit’, ternyata cabe memiliki berbagai macam vitamin dan mineral, seperti:

  • Kandungan vitamin C yang tinggi. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang baik untuk menguatkan imun tubuh.
  • Vitamin B6 yang terdapat pada cabe memiliki peran penting dalam metabolisme tubuh.
  • Vitamin K6 berpengaruh pada pembekuan darah dan kesehatan tulang dan ginjal.
  • Potassium dapat mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Copper merupakan elemen sisa antioksidan yang memiliki fungsi untuk kesehatan neuron dan tulang yang kuat.
  • Beta karoten ditemukan pada cabe merah, dan ketika masuk ke dalam tubuh, beta karoten diubah menjadi vitamin A
  • Cabe sangat tinggi akan caratenoids antioksidan, sehingga sangat berguna untuk berbagai macam kesehatan tubuh.
  • Capsanthin adalah jenis caratenoids paling utama di cabe merah bahkan ditemukan kebih dari 50 persen total caratenoids yang bermanfaat untuk melawan kanker.
  • Violaxanthin adalah caratenoids antioksidan paling umum yang terdapat pada cabe kuning (di Indonesia jarang ditemui cabe kuning.
  • Lutein yang terdapat pada cabe hijau dapat mempengaruhi kesehatan mata. Usahakan untuk mengonsumsi cabe hijau yang belum matang, karena lutein yang ditemukan berlimpah, semakin ia matang maka tingkat kematangannya pun menurun.
  • Capsaicin befungsi untuk memberikan rasa panas, diduga memberikan berbagai efek kesehatan untuk tubuh, pun dapat menangani berbagai penyakt seperti gangguan serabut saraf, rasa sakit akibat radang sendi, psoriasis, dan neuropati diabetes.
  • Synaptic aid adalah antioksidan, selain itu juga sebagai antikanker.
  • Ferulic acid merupakan antioksidan yang berfungsi untuk mencegah penyakit kronis.

Berbagai manfaat cabe untuk kesehatan

Setelah melihat kandungannya yang begitu banyak, kini Anda harus mengetahui manfaat dari cabe:

1. Penghilang rasa sakit

Pelepasan endorfin yang dirangsang oleh cabe dapat berperan sebagai penghilang rasa sakit alami. Selain itu, endorfin juga dapat membuat seseorang menjadi ketergantungan. Berikut ini rasa sakit yang mampu diredakan oleh cabe adalah herpes zoster, bursitis, neuropati diabetes dan kejang otot pada bahu, serta penyakit rematik. Capsaicin pada cabe bekerja sama dengan reseptor rasa sakit, adanya sensasi rasa panas mampu membuat ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit.

2. Penurun berat badan

Capsaicin dipercaya mampu mengurangi asupan kalori. Penelitian menunjukkan 10 gram cabe merah mampu meningkatkan pembakaran lemak pada perempuan dan laki-laki. Memang tidak semua penelitian menemukan cara ini efektif, bahkan ada yang menemukan bahwa cara ini tidak bekerja sama sekali.

3. Detoksifikasi

Cabe bisa membantu detoksifikasi gastrointestinal dalam mencerna makanan, dan membuang zat-zat yang tidak terpakai oleh tubuh. Selain itu juga mampu meningkatkan pasokan nutrisi ke dalam jaringan tubuh.

4. Kesehatan kardiovaskular

Cabe rawit mampu mengurangi kolestrol dalam darah dan level trigliserida. Penelitian yang dikutip oleh WHFood (The World’s Healthiest Foods) menunjukkan bahwa 27 partisipan yang terdiri dari 14 perempuan dan 13 laki-laki), memakan potongan cabe selama 4 minggu, dibagi menjadi dua grup, grup yang satu diet dengan mengkonsumsi cabe, yang satu lagi tidak melibatkan cabe. Hasilnya terbukti grup yang memakan cabe, level kolestrol dan trigliseridanya lebih rendah baik pada laki-laki maupun pada perempuan.

5. Mencegah bisul pada lambung

Orang-orang berasumsi bahwa memakan cabe dapat menimbulkan bisul pada lambung, namun ternyata cabe membantu membunuh bakteri yang kemungkinan tertelan oleh Anda dan memberikan stimulasi sel-sel yang melapisi lambung untuk mengeluarkan zat-zat yang melindungi lambung.

6. Mencegah penyakit jantung

Kandungan vitamin B6 dan asam folat yang terdapat pada cabe, serta potassium dan beta karoten, Anda dapat terhindar dari serangan jantung. Vitamin B juga dapat dapat mengurangi level homocysteine; tingginya level homocysteine dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

7. Mencegah risiko kanker usus besar

Vitamin C sangat berpenagruh dalam peningkatan imun tubuh. Cartonoid lycopene, beta karoten dan asam folat pada cabe merah mampu mengurangi risiko kanker usus besar. Asam folat sangat berguna untuk metabolisme tubuh yang sehat.

8. Melancarkan pernapasan

Cabe dapat membantu melebarkan saluran napas di paru-paru, sehingga dapat mengurangi asma. Vitamin A pada cabe dapat mengurangi radang paru-paru akibat merokok, sebab asap rokok mengandung benzopyrene yang menghancurkan vitamin A dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit