8 Manfaat Makan Cabe Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda penyuka makanan pedas? Berapa banyak cabai yang bisa Anda makan setiap hari? Pernahkah Anda bertanya, sebenarnya cabai memiliki manfaat atau tidak? Ya, ternyata dibalik penampilannya yang kecil dan rasa pedasnya yang membuat ketagihan sekaligus meringis, cabai memiliki banyak manfaat. Simak ulasan lengkap di bawah ini untuk tahu apa saja kandungan gizi serta khasiat dari cabai.

Kandungan nutrisi di dalam cabai

Cabai adalah bahan makanan yang masih satu keluarga dengan paprika dan tomat, lebih tepatnya di bawah genus Capsicum.

Ternyata, cabai dan genus Capsicum lainnya masuk ke dalam kategori buah, bukan sayuran.

Ada beberapa jenis cabai yan

g biasa kita temui di Indonesia, yaitu cabai rawit dan cabai merah.

Walaupun bentuknya tidak besar, seperti kata pepatah ‘kecil-kecil cabe rawit’, ternyata cabai memiliki berbagai macam vitamin dan mineral.

Berikut adalah kandungan gizi yang ada di dalam 100 g (gram) cabai merah segar:

  • Air: 90,9 g
  • Energi: 36 Kal
  • Protein: 1 g
  • Lemak: 0,3 g
  • Karbohidrat: 7,3 g
  • Serat: 1,4 g
  • Kalsium: 29 mg
  • Fosfor: 24 mg
  • Zat besi: 0,5 mg
  • Natrium: 23 mg
  • Kalium: 272 mg
  • Seng: 0,2 mg
  • Beta-karoten: 5.800 mcg
  • Niacin: 3 mg
  • Vitamin C: 18 mg 

Berbagai manfaat cabai untuk kesehatan

manfaat sambal

Setelah melihat kandungannya yang begitu beragam, ini waktunya Anda mengetahui apa saja manfaat dari cabai:

1. Meringankan rasa sakit

Pelepasan endorfin yang dirangsang oleh cabai dapat berperan sebagai pereda rasa sakit alami.

Capsaicin pada cabai bekerja sama dengan reseptor rasa sakit. Adanya sensasi panas dari cabai membantu ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit.

Tak mengherankan saat ini juga tersedia obat oles atau krim dengan kandungan capsaicin, yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri sendi serta cedera.

2. Manfaat cabai untuk penurunan berat badan

Manfaat selanjutnya dari cabai adalah membantu menurunkan berat badan Anda.

Ya, jika Anda berencana untuk diet, jangan lupa masukkan cabai dalam menu harian Anda. Capsaicin dalam cabai diyakini dapat membakar lemak dan energi tubuh lebih cepat.

Selain itu, penelitian dari jurnal Appetite menunjukkan bahwa asupan 2 mg capsaicin per hari selama 12 minggu dapat membantu mengecilkan lingkar pinggang.

3. Memelihara kesehatan pencernaan

Orang-orang mengira bahwa memakan cabai tidak baik untuk pencernaan. Padahal, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, cabai memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan, lho.

Ketika capsaicin masuk ke dalam pencernaan, saraf-saraf yang ada di saluran pencernaan akan menghasilkan anandamide. Apa itu?

Anandamide adalah senyawa kimia yang membantu mengurangi inflamasi alias peradangan, termasuk yang sering terjadi akibat tukak lambung serta penyakit Crohn.

4. Manfaat cabai untuk kadar gula darah

Bagi Anda yang mengidap diabetes, cabai juga memberikan manfaat berupa kadar gula darah yang terjaga.

Sekali lagi, ini berkat kandungan capsaicin yang terdapat di dalam cabai. Sebuah studi dari Journal of Agricultural and Food Chemistry mengungkapkan bahwa capsaicin berpotensi menurunkan kadar gula darah.

Tak hanya itu, capsaicin juga bersifat antidiabetik dan dipercaya memberi efek positif bila dikonsumsi pasien diabetes tipe 1.

5. Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah

Dengan kandungan vitamin B6 dan asam folat yang terdapat pada cabai, serta kalium dan beta-karoten, Anda dapat terhindar dari serangan jantung.

Vitamin B juga dapat dapat mengurangi level homocysteine; tingginya level homocysteine dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

6. Menurunkan risiko kanker

Manfaat selanjutnya dari cabai yang bisa Anda peroleh adalah risiko kanker yang menurun.

Ini karena kandungan antioksidan yang tinggi di dalam cabe. Beberapa di antaranya adalah vitamin C, lutein, dan beta-karoten.

Antioksidan telah terbukti mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, salah satu pemicu kanker adalah paparan radikal bebas yang berlebihan.

7. Melancarkan pernapasan

Cabai dapat membantu melebarkan saluran napas di paru-paru, sehingga dapat mengurangi asma.

Vitamin A pada cabai dapat mengurangi radang paru-paru akibat merokok, sebab asap rokok mengandung benzopyrene yang menghancurkan vitamin A dalam tubuh.

8. Manfaat cabai untuk kesehatan mata

Manfaat lain yang tak kalah menarik dari cabai adalah membantu menjaga kesehatan mata.

Bagaimana bisa? Ini semua berkat kandungan lutein yang ada di dalam cabai, terutama cabai hijau yang sering Anda jumpai saat makan gorengan.

Nah, lutein dalam cabai ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan mata akibat penuaan, seperti katarak dan degenerasi makula.

Itulah tadi 8 manfaat cabai untuk kesehatan tubuh Anda. Bagi Anda yang kurang suka makanan pedas, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk mengonsumsi cabai. Memang, tak semua orang bisa dan boleh mengonsumsi cabai.

Kandungan nutrisi yang ada di dalam cabai bisa Anda temukan juga di bahan makanan lain, seperti paprika atau tomat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Beberapa jenis tanaman untuk kamar membawa efek menenangkan dan mampu membersihkan udara dari polusi, bau, dan jamur. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Infeksi jamur di mulut biasa disebut juga oral thrush atau kandidiasis. Simak penyebab, tanda dan gejala, serta cara pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Gigi dan Mulut 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Menghilangkan bekas luka butuh waktu lama. Simak daftar obat-obatan sebagai cara menghilangkan bekas luka yang tepat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ciri tipes yang parah

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
minum teh saat hamil

3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Jika Suka Minum Teh Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah mangga

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit