backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Manfaat Vitamin B5 yang Sayang Anda Lewatkan

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Manfaat Vitamin B5 yang Sayang Anda Lewatkan

Sama seperti vitamin B kompleks pada umumnya, vitamin B5 (asam pantotenat) membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi. Jenis vitamin ini juga memberikan khasiat bagi organ tubuh lain. Simak ulasan lengkap seputar asam pantotenat berikut ini.

Apa itu vitamin B5? 

mencegah infeksi virus

Vitamin B5 adalah salah satu jenis vitamin yang penting bagi fungsi tubuh secara keseluruhan. Vitamin ini juga dikenal sebagai asam pantotenat. Vitamin yang termasuk jenis larut dalam air ini membantu memproduksi sel darah. 

Bahkan, vitamin yang dapat dijumpai pada makanan dan suplemen ini mengubah zat gizi seperti protein dan lemak menjadi energi. Tidak mengherankan bila asam pantotenat diperlukan bagi organ tubuh lainnya, seperti: 

Oleh sebab itu, tubuh memerlukan vitamin yang satu ini agar tidak mengganggu fungsi organ lainnya. Dengan begitu, Anda pun bisa menjalani hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan vitamin B harian

Kebutuhan harian vitamin B5

Mengingat fungsi vitamin B5 yang penting bagi tubuh, tentu Anda perlu memenuhi kebutuhan asam pantotenat. 

Adapun kebutuhan harian asam pantotenat yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yakni 5 miligram/hari. Angka kebutuhan gizi (AKG) harian ini ternyata berlaku untuk orang dewasa berusia 19 tahun ke atas. 

Dosis yang lebih tinggi mungkin direkomendasikan oleh dokter untuk pengobatan kondisi tertentu. Bila tidak dianjurkan, sebaiknya jangan memperoleh vitamin B5 terlalu berlebihan. 

Fungsi vitamin B5

laki-laki pria sehat senyum

Di bawah ini beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari vitamin B5, mulai dari memelihara kesehatan jantung hingga menjaga kulit dan rambut. 

1. Menjaga kesehatan jantung

Salah satu fungsi dari asam pantotenat adalah menjaga kesehatan jantung. Hal ini mungkin dikarenakan fungsi dari vitamin ini dapat menurunkan kadar lipid pada pasien hiperlipidemia. 

Artinya, kadar lipid (kelompok molekul lemak) yang terjaga dengan baik dapat menjaga cara kerja jantung. Selain itu, fungsi dari asam pantotenat ini membantu mengendalikan kadar kolesterol dan mengatur tekanan darah. 

Meski begitu, Anda tetap memerlukan makanan yang menyehatkan jantung di samping mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks. 

2. Memelihara kesehatan kulit 

Selain jantung, vitamin ini ternyata membantu memelihara kesehatan kulit, terutama pada kulit berjerawat. Hal tersebut telah dibuktikan melalui penelitian yang dimuat dalam Dermatology and Therapy

Studi ini menunjukkan bahwa pemberian suplemen asam pantotenat pada orang dewasa yang mengalami jerawat termasuk aman. Tidak hanya itu, penggunaan suplemen vitamin ini juga membantu mengurangi lesi jerawat di wajah. 

Meski begitu, para ahli membutuhkan penelitian lebih lanjut. Hal ini bertujuan melihat bagaimana mekanisme vitamin B kompleks ini merawat kulit berjerawat.

Ragam Jenis Vitamin untuk Kulit Sehat, Cerah, dan Awet Muda

3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tahukah Anda bahwa vitamin B5 termasuk salah satu vitamin yang dapat meningkatkan sistem imun? Bagaimana tidak, asam pantotenat yang dikonsumsi ternyata membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit. 

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, pastikan jumlah sel darah putih cukup. Dengan begitu, tubuh dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh melalui konsumsi makanan yang kaya akan asam pantotenat. 

4. Obat untuk mengatasi penyakit tertentu

Tidak hanya sebagai asupan vitamin untuk tubuh, vitamin B5 ternyata juga bisa digunakan untuk membantu mengobati beberapa masalah kesehatan seperti: 

  • kecanduan alkohol,
  • depresi dan gangguan ADHD,
  • autisme,
  • infeksi jamur,
  • gagal jantung,
  • gangguan pernapasan seperti asma,
  • kolitis,
  • konjungtivitis,
  • kejang,
  • sistitis,
  • ketombe, kebotakan, dan rambut beruban,
  • nyeri saraf diabetes,
  • sakit kepala,
  • gula darah rendah,
  • gangguan tidur seperti insomnia,
  • tekanan darah rendah,
  • multiple sclerosis,
  • kram otot pada kaki pada ibu hamil,
  • neuralgia,
  • obesitas,
  • Premenstrual Syndrome (PMS),
  • rheumatoid arthritis,
  • penyakit Parkinson,
  • nyeri saraf,
  • pembesaran prostat,
  • mengurangi efek samping terapi tiroid pada hipotiroidisme kongenital,
  • pertumbuhan terbelakang,
  • herpes zoster,
  • merangsang kelenjar adrenal,
  • sindrom kelelahan kronis,
  • keracunan salisilat,
  • nefrotoksisitas streptomisin, hingga
  • penyembuhan luka.

Sumber vitamin B5

vitamin untuk kulit kering

Anda mungkin lebih sering mendengar asam pantotenat dalam bentuk suplemen. Kenyataannya, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B5 dengan mengonsumsi makanan tertentu, meliputi: 

  • sayuran, seperti brokoli dan kubis
  • umbi-umbian, yakni ubi putih dan ubi jalar, 
  • sereal gandum utuh, 
  • kacang-kacangan dan polong-polongan, 
  • protein hewani, seperti daging merah, telur, ikan, dan ayam, serta
  • susu dan produk olahan susu. 
  • Selalu usahakan untuk mendapatkan vitamin B5 dari makanan agar tubuh tidak kekurangan vitamin B

    Efek samping asam pantotenat

    Pada dasarnya, vitamin B5 dalam bentuk makanan cenderung aman, asalkan Anda mengonsumsinya dalam batas wajar. Hal ini pun berlaku ketika Anda ingin menggunakan asam pantonenat dalam bentuk suplemen. 

    Bila Anda memakai suplemen vitamin B5 dalam jumlah yang berlebihan, yaitu lebih dari 10 mg, ada beragam efek samping yang bisa terjadi, antara lain: 

    • diare
    • gatal-gatal
    • sesak napas, dan
    • pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, atau lidah. 

    Jika Anda merasakan gejala tertentu saat menggunakan suplemen ini, atau ingin bertanya soal tentang efek samping, hubungi penyedia layanan kesehatan Anda.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Patricia Lukas Goentoro

    General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


    Ditulis oleh Annisa Hapsari · Tanggal diperbarui 07/09/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan