Mengulik Manfaat Kedelai yang Katanya Bisa Bikin Tulang Kuat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kacang kedelai termasuk salah satu sumber protein nabati yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu manfaat kedelai yang baru ditemukan oleh para peneliti di University of Missouri, Columbia, adalah kemampuannya dalam membuat tulang kuat dan padat. Lantas, seberapa ampuh manfaat kedelai ini bagi kesehatan tulang?

Manfaat kedelai yang mampu buat tulang kuat

kacang kedelai

Para ahli menyatakan bahwa manfaat kedelai sangat baik bagi wanita menopause. Pasalnya, setelah menopause wanita akan mengalami banyak perubahan fisik, salah satu pengeroposan tulang jadi lebih cepat. Belum lagi berat badan yang semakin bertambah, hal ini akan memperburuk kesehatan tulang wanita yang sudah menopause dan akhirnya berisiko osteoporosis.

Hal tersebut telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan hewan sebagai subjek percobaan. Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa tikus yang diberikan makanan dari kedelai cenderung punya tulang yang kuat dan pencernaan yang baik, dibandingkan dengan tikus yang tidak mengonsumsi kedelai.

Maka itu, banyak yang menyebutkan manfaat kedelai sangat baik bagi kesehatan tulang.

Berapa banyak kedelai yang harus dimakan supaya tulang kuat?

Untuk mendapatkan manfaat kedelai ini, tentu Anda harus mengonsumsi makanan berbahan kedelai dengan rutin. Sebenarnya, memang tidak ada patokan khusus berapa banyak yang harus Anda makan supaya mendapatkan tulang kuat.

Namun, Anda bisa mengonsumsi sumber protein nabati ini sesuai dengan kebutuhan harian yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam Angka Kebutuhan Gizi dari Kementerian Kesehatan, orang dewasa memerlukan protein nabati sebanyak 2-4 porsi sehari atau setara dengan 4-8 potong tempe atau tahu.

Hal lain yang bisa bikin tulang kuat

menjaga kesehatan tulang

Tentu, jika Anda ingin mendapatkan tulang kuat, padat, dan sehat, Anda harus menerapkan hal baik lainnya, tak sekadar makan kedelai. Nah, beberapa cara berikut ini bisa membantu Anda mendapatkan tulang kuat dan padat.

Makan banyak sayuran

Sayuran sangat bagus untuk kepadatan mineral tulang. Sayuran yang mengandung vitamin C misalnya mampu merangsang produksi sel-sel pembentuk tulang.

Selain itu, antioksidan di dalam vitamin C juga mampu melindungi sel tulang dari kerusakan akibat radikal bebas. Sementara itu, sayuran hijau dan kuning juga baik untuk meningkatkan proses mineralisasi tulang selama masa kanak-kanak dan memelihara tulang di usia dewasa muda.

Melakukan latihan beban

Latihan kekuatan seperti angkat beban membantu membangun dan mempertahankan tulang untuk tetap kuat. Selain itu, latihan ini juga mampu meningkatkan kepadatan mineral tulang, kekuatan dan ukuran tulang, dan mengurangi peradangan pada tulang.

Dengan begitu, latihan ini mampu melindungi Anda dari risiko pengeroposan tulang, termasuk pada orang yang memiliki osteoporosis, osteopenia, dan kanker payudara.

Penuhi vitamin D dan vitamin K harian

Salah satu hal yang penting supaya dapat tulang kuat adalah pemenuhan kebutuhan vitamin D serta vitamin K. Vitamin D berperan dalam menyerap kalsium, sehingga membuat tulang kaya akan kalsium dan akhirnya kuat.

Untuk mendapatkan vitamin D, Anda hanya perlu melakukan aktivitas di luar ruangan sehingga terkena sinar matahari. Ya, matahari adalah sumber utama dari vitamin D.

Sedangkan vitamin K berperan penting dalam proses pembentukan tulang. Nah, vitamin K sendiri bisa Anda dapatkan dari berbagai makanan seperti sayuran berdaun hijau (brokoli, bayam, sawi, daun bawang, kembang kol, kubis, timun, asparagus, selada), kacang-kacangan (edamame, kedelai, kacang tanah), minyak sayur, susu dan produk olahannya (keju, susu, yogurt, mentega), hingga daging dan telur

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Osteopenia

Osteopenia adalah kondisi pengeroposan tulang sebelum berlanjut menjadi osteoporosis. Yuk, pelajari lebih dalam gejala, penyebab, dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Tahukah Anda apa yang dimaksud sistem gerak pada manusia? Lalu,, apa saja masalah kesehatan yang terkait dengan sistem ini? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Sebelum terlambat, segera kenali apa faktor risiko, penyebab dan cara mencegah osteoporosis usia lanjut selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit


Direkomendasikan untuk Anda

mencegah tulang keropos

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat buah plum untuk kesehatan

11 Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
hormon oksitosin dan kesehatan tulang

Peran “Hormon Bahagia Cinta” dalam Mendukung Kesehatan Tulang

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit degeneratif

Penyakit Degeneratif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit