backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Cara Mengatasi Hot Flashes, dari Trik Sederhana hingga Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 01/07/2022

Cara Mengatasi Hot Flashes, dari Trik Sederhana hingga Medis

Salah satu tanda Anda sedang mengalami masa menopause adalah hot flashes. Hot flashes atau hot flushes adalah perasaan panas pada tubuh. Meski terkadang mengganggu, tetapi sebenarnya ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hot flashes. 

Terdapat berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hot flashes, mulai dari metode sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah hingga pengobatan medis, misal terapi hormonal. 

Cara mengatasi hot flashes pada menopause di rumah

Hot flashes kerap datang tiba-tiba pada wanita yang sedang menopause. Saat hot flashes muncul, Anda akan merasakan kulit menjadi hangat, berkeringat, dan jari-jari kesemutan.

Penyebab hot flashes sendiri belum diketahui secara pasti. Namun, sepertinya, kondisi ini terkait dengan perubahan hormon reproduksi wanita yang sedang menopause.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara alami dan sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah. Berikut beberapa cara alami mengatasi hot flashes pada menopause yang mungkin bisa Anda coba.

1. Hindari pemicu hot flashes

pemicu hot flashes pada menopause

Hal utama dalam mengatasi serangan rasa panas, yakni dengan menghindari pemicunya. Pasalnya, hot flashes dapat datang secara tiba dan mungkin Anda tidak mengetahui pemicunya.

Namun, sebagian orang mungkin telah mengetahui beberapa pemicunya, seperti makanan, minuman, suasana hati, atau peristiwa tertentu.

Batasi konsumsi kopi dan teh juga bisa Anda lakukan bila itu termasuk pemicu hot flashes Anda.

Nah, mulai sekarang, cobalah untuk catat kapan hot flashes terjadi dan apa pemicunya. Dengan begitu, Anda mulai bisa melihat polanya dan mencari tahu cara mengatasinya.

2. Makan makanan yang tinggi fitoestrogen

Pastikan Anda makan dengan gizi seimbang dan porsi terkontrol. Selama perimenopause dan menopause, kadar estrogen akan mulai turun. Hal inilah yang dapat memicu hot flashes.

Untuk mengatasinya, Anda bisa makan makanan mengandung fitoestrogen atau zat yang meniru hormon estrogen.

Diperkirakan bahwa dengan meningkatkan konsumsi makanan ini, Anda dapat ‘mengganti’ sebagian estrogen yang menurun, sehingga bisa mengurangi gejala.

Adapun beberapa makanan yang tinggi fitoestrogen meliputi:

3. Rutin berolahraga

Olahraga saat menopause secara teratur diyakini dapat mengurangi gejala kepanasan ini.

Tidak perlu yang berat. Olahraga, seperti berjalan kaki, berenang, menari, dan bersepeda merupakan pilihan yang tepat untuk Anda.

4. Melakukan akupunktur

Akupunktur telah terbukti dapat menjadi pilihan cara mengatasi hot flashes pada menopause.

Banyak orang melakukan akupunktur untuk mengatasi masalah kesehatan lainnya, seperti sakit punggung, nyeri osteoarthritis, dan sakit kepala.

Menurut sebuah studi terbaru, sekitar 11% wanita melaporkan bahwa akupunktur ampuh dalam meredakan hot flashes.

Meskipun tidak semua merasakan hasil yang sama, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba cara ini.

5. Meditasi

meditasi kundalini

Meditasi merupakan latihan atau terapi yang mengandalkan keseimbangan pikiran dan tubuh.

Beberapa wanita yang telah menopause mengaku terbantu dengan melakukan meditasi dalam mengatasi hot flashes.

Caranya, bernapaslah secara perlahan, tarik napas dalam-dalam, dan keluarkan (6-8 kali tarikan per menit).

Cobalah untuk melakukan hal ini selama 15 menit setiap pagi dan sore hari atau setiap Anda mulai merasakan hot flashes.

Bahkan, cara yang satu ini mungkin dapat mengurangi gejala menopause lainnya, seperti gangguan tidur.

6. Jaga suhu ruangan

Sebaiknya, jaga suhu kamar Anda pada malam hari, jangan sampai membuat Anda kedinginan atau kepanasan.

Sesuaikan pakaian Anda, sebaiknya pakai pakaian yang terbuat dari bahan katun.

7. Mengompres dengan es

Anda juga bisa mencoba cara mengatasi hot flashes dengan menggunakan kompres es. Caranya, letakkan kompres es tersebut di kepala Anda saat berkeringat pada malam hari.

Hal ini mungkin bisa membantu meredakan serangan panas pada tubuh. Jika tidak, cobalah usap wajah Anda dengan air dingin atau mandi air hangat.

8. Mengonsumsi suplemen black cohosh

Suplemen herbal yang diracik dari dedaunan tanaman, kulit kayu, buah, bunga, dan akar-akaran telah digunakan oleh sebagin wanita yang sedang menopause untuk meredakan hot flashes.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi black cohosh saat menopause membantu mengurangi hot flashes serta memperbaiki mood dan pola tidur bagi wanita pada masa ini.

Cara mengatasi hot flashes dengan pengobatan

Sebelum memutuskan cara apa yang akan digunakan untuk mengatasi hot flashes, diskusikan baik dan buruknya dengan dokter Anda.

Jika kondisi ini tidak mengganggu aktivitas, Anda mungkin tidak perlu mendapatkan perawatan khusus.

Pasalnya, serangan panas pada tubuh yang tiba-tiba ini bisa mereda secara bertahap bagi kebanyakan wanita menopause, bahkan tanpa pengobatan.

Namun, bila tetap ingin mengambil pengobatan berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda pilih.

1. Obat nonresep

cara mengatasi hot flashes

Anda mungkin bisa mengonsumsi suplemen vitamin B kompleks atau suplemen vitamin E untuk mengatasi gejala ini.

Obat nonresep, seperti ibuprofen juga bisa Anda konsumsi sebagai cara mengurangi hot flashes pada menopause. Hal ini mungkin dapat membantu Anda.

2. Obat resep

Berbeda dengan obat nonresep, obat resep harus dengan persetujuan dokter. Sebelum mengonsumsi obat ini, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Jangan sampai obat tersebut mengganggu penggunaan obat Anda yang lain atau malah bisa menyebabkan kondisi Anda memburuk.

Beberapa obat yang bisa mengurangi hot flashes, di antaranya sebagai berikut. 

3. Terapi penggantian hormon

Hormone replacement therapy atau HRT digunakan untuk mengobati hot flashes dalam waktu yang singkat, yaitu kurang dari 5 tahun.

Terapi hormon untuk menopause ini dapat mencegah hot flashes pada wanita.

Selain itu, HRT juga dapat meringankan gejala lain dari menopause, seperti vagina kering dan gangguan suasana hati (mood swing).

Bagi beberapa wanita menopause yang mengalami hot flashes sampai dapat memengaruhi kualitas hidupnya, terapi ini mungkin sangat membantu.

Suplemen estrogen dapat menggantikan estrogen yang hilang, sehingga mengurangi keparahan hot flashes dan keringat pada malam hari.

Estrogen yang digunakan bersama progestin (progesteron) dapat mengurangi risiko kanker endometrium.

Namun, jika Anda berhenti melakukan HRT, maka hot flashes bisa kembali lagi. HRT dalam jangka pendek menyebabkan beberapa risiko, seperti penggumpalan darah dan peradangan kantung empedu.

Jika HRT tidak sesuai untuk Anda, Anda bisa mencoba pengobatan lain. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kesimpulan

Ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari hot flashes pada wanita yang sedang menopause bisa diatasi. Salah satunya dengan mulai melakukan perubahan gaya hidup sehat dengan cara yang sederhana.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 01/07/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan