10 Manfaat Menakjubkan Kacang Kedelai yang Tak Kalah Sehat dari Gandum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kebanyakan orang mungkin menganggap camilan berbahan dasar gandum paling sehat dan bernutrisi. Namun tahukah Anda, kacang kedelai juga tidak kalah sehat dari gandum? Yuk, cari tahu manfaat apa saja manfaat kacang kedelai buat kesehatan tubuh!

Kandungan nutrisi kacang kedelai

manfaat kedelai

Kacang kedelai adalah salah satu jenis kacang yang cukup sering dikonsumsi masyarakat.

Kacang yang memiliki nama latin Glycine max ini populer karena dapat diolah menjadi berbagai macam panganan, mulai dari tahu, tempe, susu, kecap, tauco, terigu, hingga minyak.

Berdasarkan warna kulit bijinya, kacang ini memiliki beberapa jenis, yaitu kedelai hijau, kuning, hitam, dan cokelat.

Di Indonesia sendiri, jenis yang paling banyak ditanam adalah yang berwarna kuning dan hitam. Secara umum semua jenis kacang ini kaya akan nutrisi.

Berikut adalah daftar kandungan vitamin dan mineral yang terdapat di dalam 100 g (gram) kacang kedelai:

  • Air: 20 g
  • Energi: 286 Kal
  • Protein: 30,2 g
  • Lemak: 15,6 g
  • Karbohidrat: 30,1 g
  • Serat: 2,9 g
  • Kalsium: 196 mg
  • Fosfor: 506 mg
  • Zat besi: 6,9
  • Natrium: 28 mg
  • Kalium: 870,9 mg
  • Seng: 3,6 mg
  • Karoten: 95 mcg
  • Thiamin (vitamin B1): 0,93 mg
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,26 mg

Namun, perlu dipahami bahwa kandungan nutrisi dari produk kedelai mungkin bisa berbeda, tergantung bagaimana kacang ini diproses dan bahan apa yang ditambahkan.

Manfaat kedelai untuk kesehatan tubuh

Berikut ini beberapa manfaat kedelai untuk kesehatan yang tidak boleh dianggap enteng.

1. Kaya asam amino esensial

kacang kedelai mengobati kanker payudara

Melihat deretan gizinya, tak heran jika kacang ini menjadi salah satu sumber protein nabati terbaik untuk kebutuhan gizi Anda. Kacang kedelai juga mengandung semua jenis asam amino esensial yang memberi manfaat kesehatan.

Asam amino esensial adalah jenis yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, namun tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Alhasil, Anda  memerlukan asupan tambahan dari makanan sehari-hari, seperti kedelai atau makanan olahannya.

Kandungan protein dalam kacang ini dapat berfungsi sebagai pengganti protein dari sumber hewani, seperti daging sapi, unggas, dan telur. Jadi, kacang kedelai bisa Anda jadikan alternatif asupan protein yang baik bila Anda ingin mengurangi konsumsi daging.

Pilih produk olahan kedelai utuh yang kaya serat dan protein sehingga bisa dicerna perlahan oleh tubuh dan membuat Anda kenyang lebih lama.

Anda bisa mengonsumsi camilan 2 jam sebelum makan besar yang bisa membantu Anda mengurangi asupan karbohidrat berlebih ataupun kalap saat makan.

2. Baik untuk jantung

fungsi otot jantung

Tahukah Anda bahwa kacang bahan dasar tempe dan tahu ini baik untuk jantung? Ya, kacang ini merupakan sumber lemak tak jenuh ganda yang baik untuk jantung serta kesehatan tubuh Anda secara menyeluruh.

Selain itu, kandungan protein dan isoflavon dalam kacang kedelai juga memberi manfaat berupa penurunan kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Kolesterol yang yang terkontrol dengan baik dapat membantu menurunkan risiko Anda terkena stroke, serangan jantung, dan penyakit jantung lainnya.

3. Menurunkan berat badan

alasan menurunkan berat badan

Bagi Anda yang sedang berusaha menurunkan berat badan, para pakar kesehatan merekomendasikan kacang ini sebagai pilihan camilan sehat sehari-hari.

Manfaat kacang kedelai satu ini didapat dari kandungan protein dan seratnya yang tinggi untuk menunda lapar. Di samping itu, kedelai juga memiliki indeks glikemik rendah.

Indeks glikemik sendiri merupakan nilai yang menunjukkan seberapa cepat tubuh Anda mengubah karbohidrat menjadi gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah cenderung lebih lambat dicerna tubuh sehingga tidak membuat Anda cepat lapar. Hal ini tentunya akan sangat membantu Anda mengendalikan hasrat ngemil makanan yang berkalori tinggi.

4. Melancarkan pencernaan

enzim pada pencernaan

Kandungan serat dalam kedelai juga membantu menjaga saluran pencernaan yang sehat, termasuk membantu masalah buang air besar agar lancar dan teratur. Manfaat ini juga didapatkan dari kandungan isoflavone di dalam kacang kedelai. 

Isoflavon sendiri merupakan antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas.

Selain menangkal radikal bebas, isoflavone dalam kacang ini ternyata juga dapat membantu penyerapan usus, sehingga sistem pencernaan Anda menjadi lebih lancar. 

Rutin makan kedelai dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena sembelit, kanker usus besar, hernia, dan wasir. Namun ingat, jangan lupa untuk mengontrol porsi makan kedelai Anda agar tidak berlebihan, ya!

5. Mengendalikan kadar gula darah

baca hasil cek gula darah

Indeks glikemik rendah dalam kacang kedelai ternyata juga memberi manfaat langsung pada kadar gula darah dalam tubuh Anda.

Secara umum, jika suatu makanan memiliki indeks glikemik rendah, potensi makanan tersebut menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis relatif kecil.

Sebaliknya, jika suatu makanan memiliki indeks glikemik tinggi, semakin besar potensi makanan tersebut menyebabkan kenaikan gula darah.

Bagi penderita diabetes, hal ini tentu jadi kabar baik. Pasalnya, orang dengan diabetes bisa dengan leluasa mengonsumsi kacang kedelai tanpa harus khawatir akan mengalami lonjakan kadar gula darah.

Tak hanya itu, kandungan serat dalam kedelai juga membantu memperlambat proses penyerapan makanan dalam tubuh.

Nah, proses penyerapan yang lambat ini dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Kalau sudah merasa kenyang, Anda biasanya jadi tidak nafsu untuk makan kalap atau berlebihan.

Lagi-lagi, kondisi ini tentu menguntungkan bagi orang dengan diabetes yang ingin mengendalikan gula darah sekaligus berat badannya.

6. Mencegah pengeroposan tulang

kaki keseleo atau patah tulang

Manfaat selanjutnya dari kacang kedelai adalah mencegah pengeroposan pada tulang.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah studi dari Asian Pacific Journal of Tropical Medicine.

Pada masa menopause, produksi hormon estrogen dalam tubuh wanita akan menurun drastis. Estrogen sendiri berperan penting untuk membentuk dan melindungi tulang yang kuat.

Maka dari itu, wanita yang sudah masuk masa menopause berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang, alias osteoporosis.

Wanita malah empat kali lebih mungkin mengalami osteoporosis daripada pria ketika sudah memasuki masa menopause.

Untungnya, kedelai mengandung isoflavon, yaitu senyawa kimia yang memiliki struktur dan fungsi mirip dengan estrogen.

Tak main-main, isoflavon yang terkandung dalam kacang ini dan produk turunannya bahkan diketahui lebih tinggi daripada bahan makanan lainnya.

Jika dikonsumsi secara rutin disertai dengan asupan makanan yang bernutrisi tinggi lainnya, kacang ini efektif membantu menghambat kerusakan tulang untuk mencegah risiko osteoporosis.

7. Menurunkan risiko kanker payudara

bintik merah pada payudara

Sebagian orang percaya kalau makan kacang kedelai bisa memicu kanker payudara pada wanita. Struktur kandungan isoflavon dalam kedelai memang mirip dengan estrogen, yang sering dikaitkan sebagai penyebab kanker payudara.

Nyatanya, kacang kedelai justru memberi manfaat berupa membantu mencegah terkena kanker payudara.

Ini berkat kandungan seratnya yang tinggi. Menurut sebuah studi dari American Cancer Society, makanan yang kaya akan serat membantu menurunkan risiko kanker payudara.

Jadi, Anda tidak perlu lagi menghindari kedelai untuk mencegah kanker payudara.

8. Meredakan gejala menopause

gejala awal menopause

Ketika memasuki masa menopause, wanita biasanya akan memunculkan beberapa gejala khas. 

Salah satunya hot flashes, yaitu sensasi panas dan kegerahan yang sering muncul di malam hari.

Hal ini bisa terjadi karena menopause menyebabkan produksi hormon estrogen dalam tubuh menurun drasis. 

Nah. perubahan hormon inilah yang menyebabkan Anda mengalami ‘kepanasan’ saat menopause.

Kabar baiknya, studi yang diterbitkan pada jurnal Menopause melaporkan konsumsi makanan yang berasal dari kacang kedelai dapat memberi manfaat berupa meringankan gejala-gejala menopause. 

9. Menurunkan risiko kanker prostat

pengobatan kanker prostat

Dari berbagai selentingan yang beredar di masyarakat, kedelai merupakan salah satu makanan yang tidak boleh dikonsumsi pria. 

Pasalnya, kandungan isoflavon dalam kacang ini dikhawatirkan bisa menurunkan hormon testosteron sehingga membuat pria jadi tidak subur. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Faktanya, sampai saat ini para ahli masih terus meneliti hubungan antara konsumsi kedelai dengan kesuburan.

Di sisi lain, penelitian dari The Journal of Nutrition membuktikan bahwa pola makan kaya serat, seperti kacang kedelai, memiliki manfaat menurunkan risiko kanker prostat.

10. Susu sehat pengganti susu sapi

susu kedelai untuk anak

Bagi Anda yang mengalami intoleransi laktosa maupun alergi susu sapi, susu kacang kedelai bisa jadi minuman alternatif yang memiliki manfaat serupa dengan susu sapi.

Selain itu, susu ini juga bersumber dari nabati (tumbuhan), sehingga bisa jadi pilihan minuman bagi Anda yang menjalani gaya hidup vegetarian atau vegan.

Badan Pengawas Makanan di Amerika Serikat, FDA, menyatakan bahwa susu ini pun baik dikonsumsi untuk anak-anak.

Namun, sebaiknya tetap konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memberikan susu ini untuk buah hati Anda. Terutama jika anak Anda memiliki alergi kacang atau kondisi kesehatan tertentu.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Makan Tempe bagi Kesehatan yang Sayang Anda Lewatkan

Manfaat tempe bagi tubuh kita bukan sekadar sumber protein saja, tapi juga ternyata baik disantap oleh Anda yang sedang diet, bahkan oleh bayi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Gadis Rima Astari
Fakta Gizi, Nutrisi 29 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Camilan Sehat untuk Anak Plus Aneka Kreasi Resep yang Menarik

Sama dengan makanan utama, camilan sehat untuk anak juga perlu diberikan. Yuk, sontek pilihan dan resep olahan camilan atau cemilan anak sekolah!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Aneka Pilihan Camilan dan Finger Food untuk Bayi yang Bergizi Tinggi dan Lezat

Kalau Anda masih bingung mau memberikan makanan selingan apa untuk bayi dalam MPASI pertamanya, sontek inspirasi camilan bayi yang sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 15 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Cari tahu perbedaan protein susu sapi dan susu soya untuk si kecil. Pastikan kandungan susu yang ibu berikan baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein susu soya
Anak 1-5 Tahun, Gizi Balita, Parenting 3 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu sapi vs susu kedelai

Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Bernutrisi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
camilan untuk penderita diabetes

6 Camilan Sehat yang Aman untuk Orang Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
resep rumput laut sehat dan enak

3 Resep Olahan Rumput Laut yang Sehat dan Lezat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit