Ketahui Cara Serotonin Berperan Mengendalikan Emosi & Suasana Hati

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tubuh terdiri dari berbagai hormon dan zat kimia yang mengendalikan segala proses kimiawi dalam tubuh. Ini termasuk suasana hati alias mood Anda. Serotonin adalah salah satu zat kimia tubuh yang berperan untuk mengendalikan emosi dan suasana hati Anda. Bahkan kekurangan zat ini bisa menimbulkan gangguan mood seperti gangguan kecemasan hingga depresi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai zat kimia yang satu ini.

Apa itu serotonin?

serotonin

Serotonin adalah zat kimia yang bertugas untuk membawa pesan antarsel saraf pada otak. Zat ini diciptakan oleh proses biokimia dengan menggabungkan berbagai bahan seperti asam amino triptofan, komponen protein, dan reaktor kimia yaitu hidroksilase triptofan. Selain di otak, zat kimia ini juga terdapat di usus, dalam trombosit darah, serta sistem saraf pusat.

Asam amino triptofan sebagai salah satu bahan pembuat zat kimia yang penting bagi antarsel saraf otak ini. Triptofan tidak diproduksi di dalam tubuh, melainkan dari makanan yang Anda makan.

Jika tubuh kekurangan triptofan, kadar hormon antarsel pada saraf otak di dalam tubuh pun akan menurun. Akibatnya, Anda bisa mengalami penyakit mental, depresi. Seseorang yang mengalami depresi akan merasa terus-menerus sedih dan kehilangan minat pada berbagai hal.

Fungsi serotonin di dalam tubuh

meningkatkan serotonin makanan yang mengandung serotonin

Hormon serotonin sangat dikenal dengan fungsinya dalam mengatur suasana hati. Alasannya, karena zat kimia ini diproduksi oleh triptofan yang berkaitan untuk mengatur suasana hati. Zat yang terdapat di otak ini membantu mengatur perasaan cemas sekaligus bahagia.

Pada kondisi normal, sel-sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang menggunakan triptofan dan sejumlah zat kimia lainnya untuk memproduksi serotonin. Sistem saraf pusat ini akan mengirimkan sinyal ke setiap reseptor sinyal penghasil hormon untuk mulai memproduksi.

Bila tingkat zat kimia ini rendah, umumnya dikaitkan dengan depresi. Sementara bila kadarnya yang tinggi identik dengan perasaan baik dan sejahtera.

Selain mengatur suasana hati, serotonin juga memberikan banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya adalah:

  • Mengatur fungsi dan gerakan usus serta mengendalikan nafsu makan. Jadi, bila kadar hormon bermasalah, kemungkin perubahan nafsu makan juga bisa terjadi.
  • Membantu proses pembekuan darah dengan merangsang pelepasan trombosit untuk membantu menyembuhkan luka. Zat ini kemudian membantu menyempitkan arteri kecil yang dapat memperlambat aliran dan membekukan darah.
  • Mengingkat ketika Anda makan makanan yang berbahaya untuk tubuh. Tujuannya, untuk mendorong dan mengeluarkan makanan berbahaya yang dikonsumsi. Peningkatan zat kimia di dalam darah kemudian akan merangsang bagian otak yang mengendalikan rasa mual.
  • Memiliki fungsi merangsang bagian otak yang mengendalikan kapan Anda tidur dan bangun dan meningkatkan libido saat kadarnya di dalam tubuh cukup rendah.
  • Menjaga kesehatan dan kepadatan tulang. Penelitian menyebutkan jika kadar hormon ini terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Penelitian lain menunjukkan obat antidepresan, khususnya obat untuk mengatasi depresi seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat menurunkan kepadatan mineral tulang, sehingga Anda jadi berisiko patah tulang.

Kondisi jika tubuh kekurangan atau kelebihan serotonin

cara mengatasi depresi saat puasa

Kadar hormon yang diproduksi dari tritofan ini dapat berubah-ubah seiring waktu; rendah, normal, dan tinggi. Berikut ini adalah kondisi yang menandakan bahwa kadar homon tidak dalam standar normal.

Sindrom serotonin

Dilansir dari Mayo Clinic, sindrom serotonin adalah kondisi yang menandakan kadar zat kimia ini sangat tinggi dan menumpuk di tubuh.

Sindrom ini terjadi akibat penggunaan obat-obatan/suplemen yang dapat meningkatkan kadar hormon secara berlebihan atau digabung dengan obat lain yang juga mengandung hormon serupa.

Sebagai contoh, menggunakan obat opioid untuk meredakan nyeri bersamaan dengan antidepresan. Tindakan ini bisa terjadi karena faktor kesengajaan sehingga menyebabkan overdosis obat.

Seseorang yang mengalami sindrom serotonin biasanya akan menunjukkan gejala ringan di antaranya adalah:

  • Gemetar.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Linglung.
  • Merinding.
  • Pupil mata melebar.

Jika sudah memasuki tingkat parah, gejala yang ditimbulkan antara lain:

  • Otot berkedut.
  • Otot menjadi kaku.
  • Demam tinggi.
  • Denyut jantung meningkat dan tidak teratur.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kejang.

Sindrom ini perlu ditangani segera, jika tidak bisa menyebabkan penderitanya hilang kesadaran dan kematian. Perawatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi. Dokter mungkin akan menghentikan penggunaan yang bisa memicu kenaikan hormon, atau meminta Anda untuk menjalani opname di rumah sakit.

Selama perawatan dokter akan memberi obat cyproheptadine untuk menghambat hormon, obat relaksan untuk otot, dan obat untuk mengontrol tekanan darah sekaligus denyut jantung. Guna mencegah terjadinya sindrom ini, Anda dan keluarga harus berhati-hati dalam menggunakan obat yang mengandung serotonin maupun tritofan.

Kondisi tubuh kekurangan serotonin

Ada kaitan jelas jika rendahnya hormon yang dibuat dari tritofan ini bisa menyebabkan depresi. Jadi, orang dengan kadar hormon ini yang rendah, kemungkinan besar akan menunjukkan gejala depresi, di antaranya:

  • Timbul gangguan tidur, seperti insomnia atau justru terlalu banyak tidur.
  • Nafsu makan tidak stabil; hilang nafsu makan atau makan berlebihan.
  • Terus merasa gelisah, mudah marah, cemas, sedih, dan hilang minat pada aktivitas yang umumnya dilakukan.
  • Sering mengalami sakit kepala atau nyeri-nyeri pada tubuh.

Pada orang yang menunjukkan gejala-gejala di atas dan didiagnosis mengalami depresi, perawatan pertama yang akan dilakukan adalah minum obat antidepresan. Di samping itu, dokter mungkin juga meminta Anda untuk menjalani psikoterapi, seperti terapi perilaku dan kognitif.

Tujuannya, untuk membantu pasien mengurangi pikiran negatif, menerima tekanan yang hadapi, dan mengembangkan kemampuan untuk mengatasi masalah.

Namun, penggunaan obat untuk mengatasi depresi seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat menurunkan kepadatan mineral tulang, sehingga Anda jadi berisiko patah tulang.

Tips untuk meningkatkan kadar serotonin tanpa obat

Sunny mornings are very pleasant

Meningkatkan hormon yang mengatur suasana hati tidak hanya dengan minum obat-obat atau suplemen saja. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk meningkatkan serotonin dalam tubuh.

Paparan sinar matahari yang cukup

Cahaya matahari yang terang menjadi kunci untuk meningkatkan hormon yang mengatur siklus tidur. Ini karena sinar matahari mengaktifkan produksi hormon serotonin sehingga kadarnya bisa meningkat.

Anda bisa mendapatkan paparan cahaya terang lewat berjemur di pagi hari atau menyingkap tirai rumah di pagi hari agar sinar matahari bisa masuk ke rumah dan pencahayaan rumah menjadi lebih terang.

Olahraga teratur

Olahraga dapat meningkatkan produksi endorfin, yakni hormon endorfin yang merangsang perasaan puas dan senang. Tidak hanya itu saja, olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati dengan meningkatkan aktivitas motorik juga merangsang laju pengaktifan neuron serotonin.

Manfaat inilah yang membuat sebagian besar ahli kesehatan menyebut olahraga merupakan pengobatan alternatif bagi orang yang mengalami gangguan suasana hati.

Konsumsi makanan yang mengandung serotonin

Serotonin yang dibuat dari tritofan, ternyata diproduksi oleh tubuh dari makanan yang Anda konsumsi. Anda bisa menemukan makanan yang mengandung serotonin pada ikan-ikan dan kacang-kacangan yang diperkaya asam lemak omega 3, kedelai, dan produk susu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Kesehatan Wanita, Menstruasi 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Alami Tingkatkan Hormon Serotonin dalam Tubuh Agar Lebih Bahagia

Serotonin adalah hormon yang berperan cukup penting dalam perubahan suasana hati seseorang. Ini dia beberapa cara meningkatkan hormon serotonin secara alami

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 11 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Masalah Tiroid Bisa Memengaruhi Mood Seseorang?

Studi menemukan bahwa masalah pada tiroid dapat menganggu suasana hati. Benarkah demikian? Lantas, apa penyebabnya? Caru tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 14 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Apa Benar Mendengarkan Musik Bisa Meningkatkan Mood?

Tahukah Anda bahwa mendengartkan musik ternyata bisa meningkatkan suasana hati? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 13 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengganggu kesehatan mental

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri bipolar

Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
hormon yang membuat sistem pencernaan bahagia

7 Hormon yang Memengaruhi Sistem Pencernaan Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit