backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

8 Manfaat yang Bisa Didapatkan dari Konsumsi Ikan Gurame

Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro · General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 01/02/2024

8 Manfaat yang Bisa Didapatkan dari Konsumsi Ikan Gurame

Olahan ikan merupakan menu favorit sehari-hari orang Indonesia. Selain rasanya yang lezat, ikan juga mudah ditemukan di mana-mana. Bagaimana dengan ikan gurame? Simak kandungan ikan gurame dan beragam manfaat melalui penjelasan berikut ini.

Kandungan gizi dalam ikan gurame

Dikenal sebagai salah satu makanan yang kaya akan zat gizi, di bawah ini sejumlah kandungan gizi dalam penyajian 100 gram ikan gurame yang memiliki nama spesies Osphronemus goramy.

  • Kalori: 127 kkal.
  • Lemak: 5,6 gram (g).
  • Protein: 18 g.
  • Kalsium: 41 miligram (mg).
  • Kalium: 333 mg.
  • Besi: 1,24 mg.
  • Magnesium: 29 mg.
  • Fosfor: 415 mg.

Selain itu, ikan gurame juga mengandung berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, dan vitamin D3.

Manfaat ikan gurame untuk kesehatan

Kabar baik bagi Anda yang senang makan ikan gurame, inilah berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan dari konsumsinya.

1. Bantu menjaga kesehatan jantung

Seperti ikan lainnya, ikan gurame juga mengandung asam lemak omega-3 yang bisa bantu mengurangi risiko terhadap penyakit jantung.

Asam lemak omega-3 adalah jenis asam lemak tak jenuh yang berfungsi untuk mengurangi peradangan di tubuh.

Peradangan ini bisa saja merusak pembuluh darah dan memicu penyakit stroke.

Selain itu, omega-3 juga mampu menjaga kesehatan jantung dengan menurunkan kadar trigliserida, sedikit tekanan darah, dan mengurangi pembekuan darah.

Apakah ikan gurame baik untuk kolesterol?

Ikan gurame baik dikonsumsi untuk menurunkan kolesterol. Hal ini karena kandungan asam lemak omega-3 yang dapat membantu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik).

2. Baik untuk perkembangan otak 

Anda mungkin sering mendengar bahwa makan ikan sejak dini bisa membuat anak lebih pintar saat tumbuh besar nanti.

Meski belum tentu seluruhnya benar, konsumsi ikan gurame tetap bisa memberi manfaat untuk perkembangan dan kesehatan otak.

Lagi-lagi, manfaat ini bisa didapatkan karena kandungan omega-3. Asam lemak ini berperan penting dalam pembentukan jaringan sel di otak pada janin selama kehamilan dan saat masa kanak-kanak.

3. Bantu menjaga berat badan

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, ikan gurame mungkin bisa menjadi salah satu menu makan Anda.

Tak hanya mengandung asam lemak yang baik, ikan gurame juga mengandung protein. Protein dapat meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu makan.

Protein bekerja dengan mengeluarkan hormon yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Sebagai hasilnya, Anda akan mengonsumsi kalori yang lebih sedikit.

4. Membantu cegah anemia

Manfaat ikan gurame selanjutnya yaitu bisa membantu Anda mencegah anemia. Seperti yang sudah disebutkan, terdapat kandungan zat besi sebanyak 1,24 miligram pada penyajian 100 gram ikan gurame.

Zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein yang membawa oksigen ke dalam darah ke seluruh tubuh. Kekurangan hemoglobin bisa mengganggu fungsi kerja tubuh Anda dan menimbulkan anemia.

Maka dari itu, pastikan untuk penuhi kebutuhan harian zat besi Anda dengan mengonsumsi sumber makanan peningkat hemoglobin seperti ikan gurame.

5. Sumber vitamin D yang baik

Memang, hampir 80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari matahari. Namun, mendapatkan asupan vitamin D dari makanan juga tak kalah penting.

Vitamin D merupakan vitamin yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Keberadaan vitamin ini akan membantu tubuh dalam menyerap kalsium, salah satu mineral yang berperan untuk pembentukan tulang yang kuat.

Bersama kalsium, vitamin D akan membantu melindungi Anda dari risiko osteoporosis. Vitamin D juga berfungsi sebagai penggerak otot dan saraf guna membawa pesan antara otak dan tubuh.

Tak hanya itu, sistem kekebalan Anda pun membutuhkan vitamin D untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

6. Memperkuat daya tahan tubuh

ikan patin untuk ibu hamil

Manfaat ikan gurame selanjutnya yaitu untuk memperkuat daya tahan tubuh karena kandungan omega-3 di dalamnya. 

Omega-3 dapat meningkatkan aktivitas sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel-sel T dan sel-sel B pada sel darah putih. Aktivitas inilah yang membuat kemampuan sel-sel dalam melawan infeksi dan penyakit.

Ikan gurame juga mengandung selenium dan vitamin C yang bersifat antioksidan. Kandungan zat gizi ini dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

7. Menjaga kesehatan mata

Beberapa kandungan zat gizi dalam ikan gurame juga diketahui dapat menjaga kesehatan mata. Kandungan tersebut yaitu omega-3, terutama DHA (docosahexaenoic acid) yang merupakan komponen utama retina mata.

Vitamin A, vitamin C, dan selenium juga berperan penting untuk fungsi penglihatan yang baik dan pertumbuhan jaringan mata. 

Selain itu, protein dalam ikan gurame diperlukan untuk memperbaiki dan memelihara jaringan mata, serta untuk produksi enzim dan hormon yang berperan dalam proses penglihatan. 

8. Memelihara otot dan sistem saraf

Ikan gurame mengandung fosfor yang diperlukan untuk kontraksi otot dan transmisi sinyal saraf dalam tubuh.

Dikutip dari Harvard School of Public Health, fosfor merupakan komponen utama dari adenosin trifosfat (ATP), yaitu molekul energi utama dalam tubuh manusia.

ATP diperlukan untuk semua proses energi dalam tubuh, termasuk kontraksi otot dan fungsi saraf.

Selain itu, kandungan vitamin B12 dalam ikan ini juga diperlukan  untuk pembentukan sel-sel darah merah dan juga penting untuk kesehatan saraf. 

Bila Anda ingin mengonsumsi ikan gurame, pastikan Anda memilih ikan yang masih segar. Agar lebih sehat, masaklah ikan dengan cara direbus atau dikukus.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Winona Katyusha · Tanggal diperbarui 01/02/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan