home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Otak

6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Otak

Apakah Anda seorang yang pelupa? Mungkin Anda kurang sering melakukan aktivitas yang sebenarnya berguna untuk menjaga otak tetap sehat. Semakin bertambahnya usia, biasanya semakin sering sifat lupa tersebut muncul.

Penelitian yang dilakukan oleh ahli saraf di Harvard Medical School mengatakan bahwa struktur dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dapat berubah seiring dengan pertambahan usia. Selain itu, tergantung juga dengan seberapa banyak sel otak yang telah dipakai oleh seseorang. Sebenarnya, kita hanya memakai 10% sel dari total sel otak yang kita punya. Pemakaian sel otak berhubungan dengan fungsi kognitif, berpikir, nalar, serta IQ manusia.

Beragam hal yang dapat dilakukan untuk menjaga otak sehat

Peningkatan sel otak ternyata dapat dilakukan dengan cara selalu rutin melakukan hal-hal berikut ini:

1. Melakukan aktivitas fisik

Bukti ilmiah yang meneliti tentang otak sehat yaitu melakukan olahraga, terutama aerobik dan fitness. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa aerobik dapat menurunkan tingkat risiko demensia pada orang dewasa.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang rata-rata melakukan aerobik 30 menit per hari dan melakukannya rutin setidaknya lima kali dalam seminggu, dapat meningkatkan kemampuan nalar dan meningkatkan massa otak. Selain itu, percobaan melakukan aerobik pada orang yang memiliki gangguan kognitif, membuktikan bahwa terjadi peningkatan kognitif secara perlahan-lahan.

Menjaga otak sehat melalui olahraga antara lain karena olahraga dapat membantu sirkulasi darah lancar, menurunkan stress, menstimulasi hormon yang dapat memperbaiki mood serta membuat tidur lebih nyenyak. Olahraga lain seperti dance sport, olahraga yang melatih kelenturan dan kekuatan otot, terbukti lebih baik untuk otak tetap sehat dibandingkan dengan olahraga yang sederhana seperti berjalan atau jogging. Sebaiknya dilakukan 3 hingga 5 kali per minggu dengan masing-masing 30 menit per sesi.

2. Mengonsumsi makanan yang sehat

Ingatlah bahwa Anda makan untuk keseluruhan tubuh Anda, termasuk untuk kesehatan otak. Oleh karena itu, makanlah sesuai dengan kebutuhan, kurangi gula, gara, dan lemak jenuh tinggi. Memperbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan karbohidrat kompleks seperti gandum. Makanlah makanan yang mengandung asam folat, B6, dan B12 yang dapat mencegah penurunan daya ingat Anda. Sayuran yang berwarna hijau tua biasanya mengandung banyak vitamin B6 dan B12.

3. Melibatkan diri dalam kegiatan sosial

Hasil penelitian yang dilakukan pada orang-orang yang mengalami demensia, menunjukkan bahwa dengan melakukan kegiatan sosial, membangun koneksi, dan berkomunikasi dengan orang lain, dapat menurunkan tingkat demensia mereka. Interaksi yang dilakukan dengan keluarga, teman, atau, kerabat lainnya, terbukti mampu dapat memperlambat penurunan ingatan pada usia dewasa. Selain itu, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dapat menghindarkan kita dari stress dan depresi, meningkatkan rasa nyaman, dan meningkatkan kapasitas intelektual.

4. Melakukan olahraga agar otak sehat

Kegiatan seperti main alat-alat musik, main catur, atau mengisi teka-teki silang merupakan hal sederhana yang dapat membuat otak Anda ‘berolahraga’. Dengan melakukan hal tersebut, Anda dapat meningkatkan kemampuan nalar dan daya ingat, meningkatkan jumlah sel otak, serta dapat menurunkan risiko demensia. Selain bermain, Anda juga dapat membaca novel, mempelajari bahasa asing, atau mempelajari hal-hal baru. Hal tersebut mengharuskan otak mengingat berulang-ulang, dengan begitu membuat otak terus melakukan ‘olahraga’ dan membuatnya sehat.

5. Memastikan istirahat dan tidur cukup

Durasi tidur yang dianjurkan dalam sehari adalah 6 jam per hari-untuk orang dewasa. Dengan tidur setidaknya 6 jam per hari, dapat memulihkan kondisi tubuh Anda, meningkatkan mood dan sistem kekebalan tubuh, serta dapat menurunkan risiko terkena Alzheimer.

6. Menghindari risiko yang mengganggu otak sehat

Menghindari berbagai hal yang dapat mengganggu kesehatan otak Anda seperti, hipertensi, overweight, memiliki kolesterol tinggi dan depresi. Hipertensi, obesitas, dan kolesterol tinggi dapat mengganggu kesehatan otak karena dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang juga bisa terjadi pada pembuluh darah di otak. Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan dua kali risiko lebih tinggi terkena Alzheimer dibandingkan dengan orang yang tidak merokok sama sekali.

Selain itu, penelitian yang dilakukan selama dua tahun pada 1,260 lansia, menyatakan bahwa dengan melakukan diet yang baik, olahraga dan melakukan latihan otak secara rutin, tidak hanya menurunkan risiko terkena penyakit jantung pada kelompok tersebut, namun juga menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, sehingga membuat otak tetap sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The 4 best ways to maintain your brain. Retrieved from http://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/the-4-best-ways-to-maintain-your-brain Accessed September 26, 2016

6 Ways to Maintain Your Brain Health. Retrieved from (Infographic)https://health.clevelandclinic.org/2015/07/6-ways-to-maintain-your-brain-health-infographic/ Accessed September 26, 2016

Diet, exercise and brain training may help keep the mind ‘sharp’. Retrieved from http://www.nhs.uk/news/2015/03March/Pages/Diet-exercise-and-brain-training-may-help-keep-the-mind-sharp.aspx Accessed September 26, 2016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 28/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x