1. Definisi

Apa itu nefropati?

Penyakit ginjal atau kerusakan ginjal yang terjadi pada penderita diabetes disebut nefropati diabetik. Kondisi ini merupakan komplikasi dari diabetes.

Saat tubuh kita mencerna protein yang kita konsumsi, proses tersebut menghasilkan produk buangan. Di dalam ginjal, jutaan pembuluh darah tipis (kapiler) memiliki lubang yang lebih tipis di dalamnya yang bertindak sebagai penyaring. Saat darah mengalir melalui pembuluh darah, molekul kecil yang bertindak sebagai produk buangan dikeluarkan melalui lubang tersebut, dan produk buangan tersebut dikeluarkan dalam bentuk urin. Zat yang berguna, seperti protein dan sel darah merah, terlalu besar untuk melewati lubang penyaring sehingga tetap bertahan di dalam darah.

Diabetes dapat merusak sistem ini. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah. Kerja tambahan ini menyulitkan penyaring. Setelah beberapa tahun, penyaring tersebut akan rusak dan protein yang bermanfaat akan  hilang dalam urin. Kadar protein yang rendah dalam urin disebut microalbuminuria.

Jika penyakit ginjal didiagnosis sejak dini, selama mengidap mikroalbuminuria, beberapa perawatan dapat mencegah memburuknya penyakit ginjal. Sedangkan kadar protein dalam jumlah besar di dalam urin disebut macroalbuminuria. Ketika penyakit ginjal ditemukan setelah macroalbuminuria, biasanya diikuti oleh penyakit ginjal stadium akhir, atau ESRD.

Saat stres karena kerja berlebihan, ginjal kehilangan kemampuan penyaringannya. Produk buangan kemudian mulai terbentuk dalam darah. Akhirnya, terjadilah gagal ginjal. Kegagalan ini adalah penyakit yang sangat serius. Seseorang yang mengidap gagal ginjal harus menjalani transplantasi ginjal atau penyaringan darah dengan mesin (dialisis)

Apa saja tanda dan gejalanya?

Tidak ada gejala pada tahap awal nefropati diabetik. Jika Anda mengalami kerusakan ginjal, Anda mungkin memiliki sejumlah kecil protein yang bocor ke dalam urin (albuminuria). Biasanya, protein tidak ditemukan dalam urin kecuali selama periode demam tinggi, olahraga berat, kehamilan, atau infeksi.

Tidak semua orang dengan diabetes akan mengalami nefropati diabetik. Pada penderita diabetes tipe 1, nefropati diabetik lebih mungkin untuk berkembang saat 5 sampai 10 tahun atau lebih setelah serangan diabetes. Orang dengan diabetes tipe 2 mungkin mengetahui bahwa dalam urin mereka terdapat sejumlah kecil protein pada saat diabetes didiagnosis, karena mereka mungkin telah mengidap diabetes selama beberapa tahun.

Saat nefropati diabetik berlangsung, ginjal tidak dapat melakukan tugasnya. Mereka tidak bisa membersihkan racun atau obat dari tubuh Anda dan mereka tidak bisa menyeimbangkan zat kimia dalam darah dengan baik. Anda mungkin akan:

  • Kehilangan lebih banyak protein dalam urin Anda
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki tingkat kolesterol dan trigliserida tinggi

Anda mungkin mengalami gejala nefropati yang semakin memburuk. Gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Pembengkakan (edema), pertama di kaki dan betis dan kemudian menjalar ke seluruh tubuh Anda
  • Nafsu makan yang buruk
  • Penurunan berat badan
  • Kelemahan
  • Merasa lelah
  • Mual atau muntah
  • Masalah  tidur

Jika ginjal rusak parah, kadar gula darah bisa turun karena ginjal tidak bisa mengeluarkan kelebihan insulin atau menyaring obat oral yang meningkatkan produksi insulin.

2. Cara mengatasinya

Apa yang harus saya lakukan?

Perawatan yang penting untuk penyakit ginjal adalah kontrol ketat glukosa darah dan tekanan darah. Tekanan darah memiliki efek dramatis pada perkembangan penyakit. Bahkan kenaikan ringan pada tekanan darah dapat dengan cepat memperburuk penyakit ginjal. Empat cara untuk menurunkan tekanan darah Anda di antaranya adalah menurunkan berat badan, makan lebih sedikit garam, menghindari alkohol dan tembakau, dan berolahraga secara teratur.

Anda juga dapat memperlambat kerusakan ginjal dengan mengendalikan tingkat gula darah, yang dapat Anda lakukan dengan:

  • Makan makanan sehat
  • Melakukan olahraga teratur
  • Mengonsumsi obat atau insulin seperti yang diperintahkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda
  • Memeriksa kadar gula darah Anda sesering yang diperintahkan dan menjaga catatan angka gula darah Anda sehingga Anda tahu bagaimana makanan dan aktivitas mempengaruhi tingkat diabetes Anda

Kapan saya harus ke dokter?

Hubungi dokter Anda jika Anda memiliki diabetes dan Anda belum menjalani tes urine untuk pemeriksaan protein.

3. Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah nefropati diabetik adalah dengan mengontrol gula darah Anda. Selain itu, tekanan darah harus dipantau sering, dan tekanan darah harus dijaga agar tetap di bawah tingkat puncak (tekanan sistolik, “atas” jumlah tekanan darah) dari 130 milimeter merkuri (mmHg), dan terus di bawah angka bawah (tekanan diastolic) dari 80mmHg. Angka tekanan darah yang diinginkan  ini lebih rendah dari angka-angka yang digunakan untuk orang-orang yang tidak memiliki diabetes.

Dua jenis obat tekanan darah dapat melindungi kerusakan ginjal dengan cara yang menurunkan tekanan darah Anda. Setiap orang yang memiliki diabetes dan yang juga memiliki tekanan darah tinggi harus secara teratur mengonsumsi salah satu obat-obat ini. Obat-obatan ini berasal dari kelompok obat yang disebut angiotensin-converting enzyme inhibitor (ACE inhibitor), termasuk lisinopril (Zestril, Prinivil), enalapril (Vasotec), moexipril (Univasc), benazepril (Lotensin) dan lain-lain, atau dari kelompok obat yang disebut blocker angiotensin receptor (ARB), termasuk losartan (Cozaar), valsartan (Diovan), dan lain-lain.

Hindari penggunaan obat yang kadang-kadang dapat memiliki efek samping yang berbahaya pada ginjal. Jika Anda memiliki penyakit ginjal yang parah, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menghindari obat sakit kelompok non steroid obat anti-inflamasi (kelompok NSAID) seperti ibuprofen.

Diet rendah protein (10% sampai 12% atau kurang dari total kalori) juga dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit ginjal. Jika Anda merokok, Anda harus berhenti merokok.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca