Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Organ ginjal berfungsi untuk menyaring darah agar menjadi bersih ketika diedarkan ke seluruh tubuh. Normalnya, manusia mempunyai dua ginjal, tetapi ada beberapa orang yang hidup dengan satu ginjal dari lahir maupun diangkat karena memiliki penyakit ginjal. 

Lantas, apakah seseorang yang tidak memiliki ginjal yang lengkap dapat hidup dengan normal dan bagaimana pola hidup mereka selanjutnya?

Penyebab seseorang hidup dengan satu ginjal

obat-kista-ginjal

Organ ginjal berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Namun, fenomena hidup dengan satu ginjal kini bukan menjadi hal yang langka. Berikut ini ada ketiga penyebab seseorang hanya memiliki satu organ yang termasuk dalam sistem kemih (urologi). 

Cacat lahir

Cacat lahir adalah salah satu alasan mengapa seseorang hanya memiliki satu ginjal yang berfungsi. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa penyakit, di antaranya yaitu agenesis ginjal dan displasia ginjal. 

Agenesis ginjal (tidak terbentuknya ginjal) adalah suatu kondisi ketika seseorang lahir dengan kehilangan salah satu atau kedua ginjalnya. Unilateral Renal Agenesis (URA) adalah tidak adanya satu ginjal, sedangkan Bilateral Renal Agenesis (BRA) tidak memiliki keduanya.

Sebenarnya, peristiwa agenesis ini cukup langka dan terjadi pada kurang dari satu persen kelahiran setiap tahunnya. Artinya, kurang dari satu di antara 1.000 bayi yang baru lahir mengalami URA. Sementara itu, BRA jauh lebih langka, yaitu terjadi pada sekitar satu dari 3.000 bayi yang lahir. 

Ginjal Polikistik

Jika agenesis menyebabkan seseorang lahir tanpa satu atau kedua ginjal, lain halnya dengan displasia ginjal. Orang dengan kondisi ini memang memiliki dua ginjal, tetapi salah satunya tidak berfungsi dengan baik. 

Hal ini dapat terjadi akibat salah satu atau kedua ginjal janin tidak berkembang dengan normal saat berada di dalam rahim.  Sayangnya, kebanyakan bayi dengan ginjal tunggal tidak diketahui apa yang menyebabkan hal ini dapat terjadi. Terkadang, kondisi ini adalah bagian dari masalah yang lebih besar dan berdampak pada organ lain (sindrom). 

Sementara itu, sebagian besar bayi tidak memiliki penyebab pasti meskipun terkadang dapat dikaitkan dengan diabetes pada ibu hamil dan obat-obatan tertentu. 

Bahkan, baik displasia maupun agenesis ginjal juga jarang disadari hingga penderitanya menjalani pemeriksaan dan pembedahan yang tidak berhubungan. 

Operasi pengangkatan ginjal

Selain cacat lahir, penyebab lainnya orang hidup dengan satu ginjal adalah pernah menjalani operasi pengangkatan organ yang berbentuk kacang ini. Operasi yang disebut sebagai nefrektomi ini dilakukan sebagai upaya untuk mengobati penyakit ginjal dan kanker. 

Donor ginjal

Setiap tahunnya, ribuan orang akan mendonorkan ginjal mereka (salah satunya saja) kepada pasien yang membutuhkan ginjal yang sehat. Penerima donor biasanya adalah anggota keluarga yang sedarah atau dekat dengan pendonor, seperti pasangan dan teman. 

Dengan diberikannya salah satu ginjal yang sehat demi menyelamatkan orang lain, pendonor harus hidup dengan satu ginjal. 

Apakah fungsi ginjal akan terpengaruh?

Jika Anda terlahir dengan satu ginjal, ginjal lainnya akan menjadi lebih besar dan lebih berat. Pasalnya, ginjal yang tersisa akan bekerja lebih keras hingga 75% dari fungsi ginjal normal. 

Apabila Anda memiliki penyakit ginjal bawaan yang membuat organ ini menjadi tidak lengkap, penurunan fungsi ginjal mungkin terjadi. Hal ini mungkin akan terjadi setelah sekitar 25 tahun kemudian. 

Jika ginjal Anda diangkat saat sudah dewasa, kemungkinan besar tubuh tidak akan mengalami masalah apa pun, terutama tahun-tahun pertama setelah operasi. Artinya, hidup dengan satu ginjal tidak memengaruhi masa hidup Anda. 

Risiko hidup dengan satu ginjal

Walaupun hidup dengan satu ginjal tidak memengaruhi masa hidup, Anda tetap perlu menjalani gaya hidup sehat dan lebih berhati-hati saat beraktivitas. Pasalnya, ginjal tunggal cenderung berkembang lebih cepat ketimbang dua ginjal yang berfungsi normal. 

Oleh sebab itu, orang dengan kondisi ini lebih rentan cedera, terutama dari olahraga berat. Di sisi lain, berbagai masalah kesehatan jangka panjang juga berisiko terjadi, sehingga diperlukan pemantauan dan pengobatan khusus. 

Berikut beberapa penyakit yang mungkin terjadi ketika tidak berhati-hati saat hidup dengan satu ginjal.

  • Hipertensi karena ginjal juga berfungsi dalam menjaga tekanan darah.
  • Proteinuria atau disebut juga albuminuria karena orang dengan kondisi ini terkadang kelebihan protein dalam urine mereka.
  • Laju filtrasi glomerulus (GFR) yang rendah akibat penurunan fungsi penyaringan ginjal.

Apakah masih dapat hamil meskipun dengan satu ginjal?

proses kehamilan

Bagi wanita yang ingin memiliki anak meskipun hanya mempunyai satu ginjal perlu mempertimbangkan dengan matang. 

Dibandingkan orang yang memiliki ginjal, wanita dengan kondisi ini lebih berisiko mengalami masalah kehamilan dan perkembangan janin, seperti hipertensi gestasional, preeklampsia, dan eklampsia.

Sebuah temuan dimuat dalam sebuah penelitian dari mengenai kehamilan pada pasien dengan satu ginjal pada 2017. Penelitian ini menyebutkan bahwa selama kehamilan, aliran darah menuju ginjal dan laju penyaringan darah akan meningkat. 

Kondisi ini ternyata tidak berdampak pada wanita dengan fungsi ginjal normal. Namun, beban kerja ginjal akan menjadi lebih berat pada wanita yang memiliki satu ginjal, sehingga disinyalir dapat menurunkan fungsinya. 

Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan pada beberapa wanita pendonor ginjal menemukan bahwa kehamilan dengan kondisi ini relatif aman. 

Walaupun demikian, risiko preeklampsia masih tetap ada. Bahkan, proses persalinan juga dapat berjalan normal bila tidak ada masalah yang mengganggu. 

Oleh sebab itu, proses konsultasi dan diskusi dengan dokter kandungan sangat penting bagi wanita yang hidup dengan ginjal tunggal. Dengan pengawasan yang menyeluruh terhadap kesehatan calon ibu, kehamilan dapat menjadi proses yang aman dan menenangkan. 

Tips hidup sehat dengan satu ginjal

ureteroskopi

Pada dasarnya, pedoman menjalani hidup dengan satu ginjal agar tetap sehat berlaku untuk semua orang. Hal ini termasuk memenuhi nutrisi untuk tubuh, menjaga berat badan, berolahraga, hingga rutin melakukan pemeriksaan. 

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mencegah risiko penyakit yang telah disebutkan, termasuk gagal ginjal, yaitu sebagai berikut.

1. Melakukan pemeriksaan rutin

Bagi Anda yang hidup dengan satu ginjal mungkin perlu menjalani pemeriksaan ginjal setahun sekali. Pemeriksaan ini dapat meliputi tes darah dan urine sederhana hingga pengecekan tekanan darah dan terutama: 

  • uji albuminuria, seperti tes urine dan tes darah,
  • pemeriksaan tekanan darah, serta
  • uji laju filtrasi glomerulus (GFR) untuk melihat fungsi penyaringan ginjal.

2. Pola makan sehat

Faktanya, orang yang memiliki satu ginjal tidak perlu melakukan diet khusus, tetapi tetap perlu menjaga kesehatan ginjal mereka. Hal ini terutama perlu dilakukan ketika fungsi ginjal Anda berkurang, sehingga perlu melakukan perubahan pola makan, yakni:

  • membatasi asupan garam dan sodium,
  • mengurangi makan makanan tinggi protein, dan
  • berhenti minum minuman beralkohol.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan ahli gizi tentang diet apa yang tepat untuk menyeimbangkan gizi di tubuh sesuai dengan kondisi Anda. 

3. Hindari olahraga berat

Olahraga memang baik untuk kesehatan. Namun, penting bagi Anda dengan satu ginjal utnuk berhati-hati dan melindunginya dari cedera. Anjuran ini berlaku untuk siapa saja dengan kondisi ini. 

Beberapa dokter menganggap lebih baik menghindari olahraga berat dan berisiko tinggi, seperti:

  • tinju,
  • hoki,
  • sepak bola,
  • bela diri, dan
  • gulat.

Anda mungkin dapat menggunakan alat pelindung, seperti rompi empuk di bawah pakaian yang dapat membantu melindungi ginjal dari cedera saat olahraga. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko. 

Konsultasikan dengan dokter spesialis urologi jika ingin melakukan olahraga tertentu mengingat risiko tetap ada meskipun menggunakan pelindung. 

4. Minum air putih yang cukup

Tips penting lainnya agar tetap bisa sehat meskipun dengan satu ginjal adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih sebanyak 8 gelas per hari atau dua liter dapat meringankan kinerja ginjal karena pembuangan urine menjadi lancar. 

Apabila Anda adalah pasien penyakit ginjal, tanyakan kepada dokter berapa banyak kebutuhan cairan harian yang diperlukan. Pasalnya, orang yang hidup dengan ginjal tunggal dan fungsinya tidak bekerja dengan baik memiliki kebutuhan yang berbeda. 

5. Berhenti merokok

Bahaya dari merokok tidak dapat dipungkiri merusak pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah ke ginjal pun ikut terganggu. Jika ginjal tidak memiliki aliran darah yang cukup, organ ini tidak dapat berfungsi dengan baik, terutama pada orang dengan ginjal tunggal

Bagaimana dengan anak yang memiliki satu ginjal?

Sebenarnya, anak-anak dengan ginjal tunggal sebaiknya diperlakukan tidak berbeda dari anak lainnya. Mereka tidak perlu diet khusus. Sama seperti anak-anak dengan dua ginjal lainnya, anak dengan kondisi ini hanya perlu menjalani beberapa tips di atas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Abses Ginjal

Abses ginjal ditandai dengan berkumpulnya nanah seperti batu kerikil di sekitar ginjal. Apakah penyakit ini berbahaya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gangguan pencernaan anak

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit