Analgesik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Fungsi & Penggunaan

Untuk apa analgesik digunakan?

Analgesik adalah obat pereda nyeri untuk menghilangkan rasa sakit akibat radang sendi, operasi, cedera, sakit gigi, sakit kepala, kram menstruasi, dan nyeri otot. 

Ada berbagai jenis obat analgesik. Menurut Everyday Health, jenis-jenis obat pereda nyeri adalah sebagai berikut:

  • golongan opioid atau opium (moprhine, oxycodone, methadone, hydromorphone, fentanyl, codeine)
  • acetaminophen (paracetamol)
  • aspirin (acetylsalicylic acid)
  • obat antiinflamasi non-steroid atau NSAID (ibuprofen, naproxen, celecoxib)

Kesemua jenis obat pereda nyeri tersebut memiliki cara kerja yang berbeda-beda. Secara umum, golongan opium bertugas untuk mengurangi sinyal rasa sakit yang dihantarkan oleh otak dan sistem saraf terhadap area tubuh sasaran.

Sementara paracetamol bekerja mengubah respon tubuh terhadap rasa sakit tersebut. NSAID berperan menghambat perkembangan rasa sakit di dalam tubuh.

Bagaimana aturan pakai analgesik?

Obat pereda nyeri analgesik ditelan lewat mulut (diminum) sesuai anjuran dokter atau sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Penggunaan dosis dan lama waktu konsumsi obat ditentukan berdasarkan kondisi medis dan respon tubuh terhadap perawatan.

Ikuti aturan minum obat yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jangan gunakan obat ini melebihi dosis yang dianjurkan, lebih sedikit, atau lebih lama dari yang disarankan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara menyimpan analgesik?

Analgesik paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari sinar matahari langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jika Anda sudah tidak menggunakan obat ini lagi atau jika obat telah kedaluwarsa, segera buang obat ini sesuai tata cara membuang obat.

Salah satunya, jangan mencampurkan obat ini dengan sampah rumah tangga. Jangan pula membuang obat ini di saluran pembuangan air seperti toilet.

Tanyakan kepada apoteker atau petugas dari instansi pembuangan sampah setempat mengenai tata cara membuang obat yang benar dan aman untuk kesehatan lingkungan.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Berapa dosis analgesik untuk dewasa?

Aturan minum obat ini tergantung dari jenis penyakit dan kondisi kesehatan. Patuhi saran dokter atau petunjuk konsumsi yang tertera pada label kemasan obat, untuk menentukan aturan minum obat dalam kurun waktu 24 jam.

Hindari minum obat lebih banyak atau lebih lama dari yang disarankan, kecuali memang atas perintah dokter Anda. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker jika Anda memiliki pertanyaan.

Berapa dosis analgesik untuk anak-anak?

Penggunaan obat ini untuk anak-anak sebaiknya diberikan di bawah pengawasan dokter. Silakan berkonsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apa obat ini tersedia?

Obat analgesik pereda nyeri tersedia dalam bentuk tablet dan krim dengan berbagai merek dagang.

Efek Samping

Apa efek samping analgesik yang mungkin terjadi?

Ada beberapa kemungkian efek samping dari penggunaan obat pereda nyeri ini. Hentikan penggunaan obat ini dan segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami satu atau lebih efek samping berikut ini:

  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Kulit mudah memar
  • Telinga berdenging
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan parah
  • Urin berwarna gelap
  • Mata dan kulit menguning
  • Diare
  • Sembelit

Efek samping ini tidak selalu terjadi pada semua orang. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Jika Anda khawatir dengan kemungkinan efek samping yang timbul, silakan konsultasikan lebih lanjut dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan analgesik?

Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan lebih dulu. Beri tahu dokter mengenai obat yang sedang rutin Anda konsumsi saat ini, serta penyakit yang sedang atau sudah pernah dialami sebelumnya.

Beri tahu dokter juga jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat tertentu, atau memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, serta alergi hewan.

Beberapa kondisi kesehatan mungkin lebih rentan terhadap timbulnya efek samping. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah minum obat ini.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat pereda nyeri ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini, khususnya jika Anda sedang hamil, menyusui, maupun merencanakan

Interaksi Obat

Obat apa saja yang tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan analgesik?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam artikel ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Beberapa obat yang mungkin dapat berinteraksi dengan obat pereda nyeri analgesik adalah:

  • Cimetidine
  • Corticosteroids
  • Cyclosporine
  • Disulfiram
  • Ephedrine
  • Fluoroquinolones

Tidak semua obat yang berinteraksi dengan obat ini tertera dalam daftar di atas. Untuk itu, informasikan kepada dokter seluruh produk yang Anda gunakan termasuk obat warung atau obat resep lainnya. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Makanan dan minuman apa saja yang tidak boleh dikonsumsi saat menggunakan analgesik?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dengan makanan dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi.

Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan  penyedia layanan kesehatan Anda.

Hindari memakan jeruk bali merah (grapefruit) atau meminum jus jeruk bali merah saat menggunakan obat kecuali diizinkan dokter.

Jeruk bali merah dan obat-obatan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi. Konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk info lebih lanjut.

Apakah ada kondisi kesehatan tertentu yang harus menghindari analgesik?

Kondisi kesehatan yang dialami mungkin bisa memengaruhi efek penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain. Pengunaan obat analgesik tidak dianjurkan jika Anda memiliki kondisi medis seperti gangguan pembekuan darah (hemofilia, defisiensi vitamin K, dan kadar trombosit rendah).

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum minum obat analgesik bagi Anda yang memiliki penyakit ginjal, hati, diabetes, maag, polip hidung, asam urat, serta asma (terlebih yang gejalanya akan semakin memburuk setelah minum obat NSAID dan aspirin).

Overdosis

Bagaimana gejala overdosis analgesik dan apa efeknya?

Overdosis kandungan yang terdapat dalam obat analgesik bisa mengakibatkan gejala overdosis serius hingga mengancam nyawa. Maka itu, jangan pernah minum obat ini melebihi dosis yang telah dianjurkan dokter atau apoteker Anda.

Apa yang harus saya lakukan dalam keadaan darurat atau overdosis?

Pada situasi gawat darurat atau overdosis, hubungi 119 atau segera larikan ke rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan kalau saya lupa minum obat atau lupa pakai obat?

Jika Anda melewatkan satu dosis, segera minum sesegera mungkin saat Anda ingat. Namun, jika Anda baru ingat setelah sudah waktunya untuk dosis selanjutnya, abaikan saja dosis yang terlupa, dan lanjutkan pemakaian sesuai jadwal. Pastikan Anda tidak menggandakan dosis dalam satu kali minum.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dry Socket

DefinisiApa itu dry socket? Dry socket adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit yang kadang terjadi setelah pencabutan gigi. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah yang terbentuk pada soket terlepas, sehingga ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Gegar Otak

Gegar otak adalah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang hilang ingatan. Penasaran dengan kondisi ini? Yuk, baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Gigi Goyang

Gigi goyang adalah masalah gigi yang umum. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengontrol dan mencegah %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut 2 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati sakit kepala

5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala belakang

Sakit Kepala Belakang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit