Nefropati Diabetik, Penyakit Ginjal Kronis Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Nefropati diabetik adalah jenis penyakit ginjal, yaitu nefropati, yang termasuk ke dalam komplikasi diabetes. Diperkirakan sekitar 20-40% orang dengan diabetes melitus akan mengalami nefropati diabetik jika gula darah tidak dikendalikan dengan baik. Kerusakan ginjal akibat diabetes ini juga bisa berdampak fatal jika Anda mengabaikannya. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Apa penyebab nefropati diabetik?

Ginjal tersusun atas ribuan sel-sel kecil bernama nefron yang berfungsi menyaring kotoran atau zat-zat sisa di dalam darah. Selanjutnya, zat sisa akan dibuang ke luar dari tubuh melalui urine. Sementara sel darah merah dan zat lain yang bernutrisi bagi tubuh seperti protein akan dialirkan melalui pembuluh darah.

Kadar gula darah yang tinggi atau tidak dikendalikan dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Perlahan, kemampuan ginjal akan menurun dan menyebabkan nefron menebal, sampai akhirnya bocor. Hal itu dapat mengakibatkan protein, seperti albumin, ikut terbuang di dalam urine hingga menyebabkan nefropati diabetik.

Selain kadar gula darah yang tidak terkendali, faktor lain yang bisa memperbesar peluang penderita diabetes mengalami komplikasi nefropati diabetik adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 1 sebelum berusia 20 tahun
  • Aktif merokok

Apa gejala nefropati diabetik?

Kelelahan gejala nefropati diabetik

Tahap awal kerusakan ginjal sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Gangguan baru akan muncul dan terasa ketika ginjal benar-benar sudah tidak lagi berfungsi dengan optimal.

Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun sampai komplikasi ginjal akibat diabetes ini telah berkembang ke stadium akhir. Kondisi kerusakan ginjal di stadium akhir ini dikenal dengan penyakit gagal ginjal atau ERSD.

Menurut American Diabetes Association, gejala nefropati diabetik tidak memiliki gejala spesifik atau khas sehingga bisa sulit disadari dengan cepat. Umumnya gejala kerusakan ginjal  di stadium akhir meliputi:

  • Kelelahan
  • Perasaan tidak enak badan secara keseluruhan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Kulit gatal dan kering
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan lengan dan kaki

Waspada, Ini Gejala Gagal Ginjal yang Harus Segera Ditangani

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah dan urine tahunan untuk memeriksa tanda-tanda awal dari kerusakan ginjal. Pemeriksaan fungsi ginjal yang umum dilakukan untuk mendiagnosis nefropati diabetik meliputi:

1. Tes urine mikroalbuminuria

Tes urine mikroalbuminuria bertujuan untuk memeriksa keberadaan albumin dalam urine Anda. Urine yang normal tidak mengandung albumin. Itu sebabnya, ketika ditemukan protein dalam urine Anda, hal ini menandakan adanya kerusakan ginjal.

2. Tes darah blood urea nitrogen (BUN)

Tes pemeriksaan darah BUN, atau dikenal juga dengan nitrogen urea darah (NUD) memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah Anda. Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah. Tingkat normal nitrogen urea yang tinggi dalam darah Anda mungkin merupakan tanda dari gagal ginjal.

3. Tes darah serum kreatinin 

Tes darah serum kreatinin berguna untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah Anda. Kreatinin adalah limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Nantinya, ginjal akan menghilangkan kreatinin dari tubuh Anda dan mengeluarkannya bersamaan dengan urine.

Jika rusak, ginjal tidak dapat menyaring dan membuang kreatinin dengan benar dari darah. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah bisa mengindikasikan bahwa ginjal Anda tidak berfungsi dengan benar, tapi tidak selalu.

4. Biopsi ginjal 

Dokter juga mungkin saja melakukan biopsi ginjal. Biopsi ginjal adalah prosedur pembedahan untuk mengambil sampel kecil dari salah satu atau kedua ginjal untuk dianalisis di bawah mikroskop.

Bagaimana mengobati nefropati diabetik?

efek samping cuci darah

Tidak ada obat untuk nefropati diabetik, tetapi perawatan yang tepat dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.

Cek gula darah dan tekanan darah secara teratur, menggunakan dosis insulin yang tepat, dan minum obat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda dapat menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal.

Dokter juga mungkin meresepkan inhibitor ACE, angiotensin receptor blocker (ARB), atau obat tekanan darah lainnya untuk menjaga tingkat tekanan darah Anda tetap normal.

Jika diperlukan, dokter Anda juga akan merekomendasikan diet khusus yang mempermudah kerja ginjal Anda. Diet ini sering berupa diet rendah lemak, natrium, kalium, fosfor, dan cairan.

Dokter mungkin juga menyarankan rencana olahraga diabetes bagi Anda untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan tekenan darah tetap dalam batas normal.

Pengobatan penyakit ginjal stadium akhir

Jika Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir, Anda mungkin akan membutuhkan cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.

Dialisis adalah prosedur menggunakan mesin khusus untuk menyaring sisa kotoran dari darah Anda. Banyak orang memerlukan perawatan dialisis 3 kali seminggu selama 4 jam sehari. Anda mungkin perlu perawatan kurang atau lebih dari jadwal ini.

Sementara itu, untuk melakukan transplantasi, ginjal dari pendonor akan ditempatkan ke dalam tubuh Anda. Meskipun begitu, keberhasilan kedua pengobatan ini bisa berbeda untuk setiap orang dan memiliki risiko komplikasinya masing-masing.

Apa dampak lain dari komplikasi ini?

Perkembangan penyakit bergantung pada banyak faktor. Dalam beberapa kasus, nefropati diabetik dapat menyebabkan kerusakan mata akibat diabetes dan penyakit jantung. Apabila sudah berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian.

Namun, mengikuti rencana pengobatan diabetes tipe 1, tipe 2, dan menjalani gaya hidup sehat yang direkomendasikan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga ginjal Anda sehat lebih lama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisul

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang berada di kulit Anda. Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Simak ulasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Mengurangi gula tak semudah berhenti minum teh pakai gula atau menghindari makan cake. Ada banyak makanan sehari-hari yang ternyata mengandung gula tinggi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi, Hidup Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tennis elbow atau epikondilitis lateral adalah rasa sakit pada siku yang dapat terjadi karena rusaknya otot dan tendon di area siku.

Tennis Elbow (Epikondilitis Lateral)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes sejak dini

3 Langkah Lindungi Keluarga untuk Mencegah Diabetes Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
mencegah diabetes pada keluarga

Ibu, Ini Cara Cegah Risiko Diabetes pada Keluarga Tercinta Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20 November 2020 . Waktu baca 11 menit