Prednison

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Fungsi

Apa itu prednison?

Prednison adalah obat yang digunakan untuk kondisi kesehatan seperti:

Prednison termasuk dalam kelas obat yang dikenal dengan sebutan kortikosteroid. Obat ini mengurangi respon sistem kekebalan tubuh ke berbagai penyakit untuk mengurangi gejala-gejala, seperti reaksi pembengkakan atau jenis alergi.

Bagaimana aturan pakai prednison?

Gunakan prednison hanya melalui mulut, dengan makanan atau susu untuk mencegah masalah perut, seperti diinstruksikan dokter Anda. Tenggak tablet obat dengan segelas air penuh (8 ons/240 mm), kecuali kalau dokter Anda mengarahkan sebaliknya.

Hati-hati dalam mengukur dosis. Sebelum menggunakan obat cair, untuk memastikan Anda menakar dosis yang tepat, gunakan sendok atau gelas khusus obat yang disediakan. Tidak dianjurkan untuk menakar dosis menggunakan sendok makan. Jika Anda tidak memiliki sendok obat, mintalah kepada apoteker Anda.

Gunakan obat ini persis seperti diarahkan dokter Anda. Dosis selalu diberikan berdasarkan kondisi kesehatan Anda, bagaimana Anda merespon terapi, dan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi. Informasikan dokter dan apoteker Anda mengenai semua produk yang sedang Anda gunakan, termasuk obat resep/nonresep dan obat-obatan herbal.

Ikuti dosisnya sesuai jadwal. Jika Anda menggunakan obat ini dalam jadwal yang berbeda dari yang seharusnya (seperti setiap dua hari sekali), untuk membantu Anda, tandai kalender untuk membantu Anda mengingat.

Jangan berhenti menggunakan obat ini tanpa konsultasi dengan dokter. Beberapa kondisi dapat lebih buruk ketika Anda mendadak berhenti. Anda juga dapat mengalami gejala seperti lemah, kehilangan berat badan, mual, sakit otot, pusing, kelelahan, pusing.

Untuk mencegah gejala ini ketika Anda menghentikan pengobatan ini, dokter Anda akan mengurangi dosis secara bertahap. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk detail lebih lanjut. Kabarkan segera kalau gejala memburuk atau timbul yang baru.

Informasikan dokter Anda jika kondisi berlanjut, atau semakin buruk.

Bagaimana cara penyimpanan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis prednison untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis prednison yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

  • Dosis prednison untuk rematik artritis

≤10 mg per hari

1-2 mg/kg per hari

  • Dosis prednison untuk asma akut

40-60 mg per hari dalam satu dosis atau terbagi dalam 2 dosis selama 3-10 hari

Bagaimana dosis prednison untuk anak-anak?

Berikut adalah dosis prednison yang direkomendasikan untuk anak-anak:

  • Dosis prednison untuk asma akut

0-11 tahun: 1-2 mg/kg per hari selama 3-10 hari. Dosis maksimal: 60 mg per hari

Dalam dosis apakah prednison tersedia?

Tablet: 1 mg; 2 mg; 5 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena prednison?

Efek samping prednison yang biasa terjadi adalah:

  • mual
  • muntah
  • kehilangan nafsu makan
  • mulas
  • susah tidur
  • keringat bertambah
  • jerawat

Jika efek tersebut muncul dan berlangsung lama atau tambah buruk, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.

Ketahuilah bahwa dokter meresepkan obat ini untuk Anda setelah mempertimbangkan bahwa manfaatnya lebih besar dibanding risiko efek sampingnya. Sebagian besar orang yang mengonsumsi obat ini tidak mengalami efek samping yang serius.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami efek serius, seperti:

  • Nyeri atau kram otot
  • Detak jantung tak beraturan, lemah, tangan/pergelangan/kaki bengkak
  • Berat badan bertambah drastis
  • Tanda-tanda infeksi (seperti demam, sakit tenggorakan berkepanjangan), masalah penglihatan (seperti penglihatan kabur), muntah yang terlihat seperti warna kopi, pup berdarah/hitam, sakit perut parah, mood berubah-ubah (seperti depresi, cepat berubah, bergejolak)
  • Luka lama sembuhnya, kulit menipis
  • Sakit tulang, waktu menstruasi berubah, wajah bengkak
  • Kejang
  • Mudah memar/berdarah

Meski jarang, pengobatan ini juga dapat meningkatkan level gula darah, yang bisa menyebabkan atau memperburuk diabetes. Segera beri tahu dokter Anda jika Anda mengalami gejala gula darah, seperti meningkatnya rasa haus atau sering buang air.

Jika Anda memiliki diabetes, cek gula darah Anda secara teratur. Dokter Anda dapat meminta Anda untuk mengatur pengobatan diabetes, program latihan, atau diet.

Reaksi alergi yang sangat serius pada produk ini jarang terjadi. Namun, segera minta pertolongan medis jika Anda menyadari segala gejala reaksi alergi obat yang serius, termasuk:

  • ruam kulit
  • gatal-gatal/bengkak (khususnya di muka, lidah, atau tenggorokan)
  • pusing parah
  • sulit bernapas

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan obat ini?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda. Untuk obat ini, perhatikan hal berikut:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Anak-anak

Studi yang tepat dilakukan saat ini belum menunjukkan masalah pada anak-anak khusus yang akan membatasi kegunaan prednison pada anak-anak. Namun, pasien anak-anak lebih mungkin untuk memiliki masalah pertumbuhan dan tulang jika prednison digunakan untuk waktu yang lama.

Dosis pemakaian tidak boleh lebih banyak dari yang diresepkan dan pasien harus diawasi selama terapi.

Lansia

Studi yang tepat dilakukan saat ini belum menunjukkan masalah pada anak-anak khusus yang akan membatasi kegunaan prednison pada orang tua.

Namun, pasien orang tua lebih mudah terkena masalah hati seiring bertambahnya usia, ginjal, dan jantung, sehingga diperlukan perhatian dan penyesuaian dosis Prednison untuk orang tua.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan prednison pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D (ada bukti bahwa berisiko) menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  •  A= Tidak berisiko
  •  B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  •  C= Mungkin berisiko
  •  D= Ada bukti positif dari risiko
  •  X= Kontraindikasi
  •  N= Tidak diketahui

Penelitian pada wanita menyusui menunjukkan bahwa penggunaan prednison hanya menimbulkan risiko minim pada janin.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan prednison?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Menurut Healthline, berikut adalah daftar obat yang berpotensi memicu terjadinya interaksi dengan prednison:

Mifepristone

Efektivitas obat prednison dapat terganggu apabila dikonsumsi secara bersamaan dengan mifepristone.

Bupropion

Jika Anda mengonsumsi obat bupropion yang dikombinasikan dengan prednison, Anda berisiko mengalami kejang.

Haloperidol

Detak jantung Anda berpotensi terganggu apabila Anda mengonsumsi haloperidol dan prednison secara bersamaan.

Obat diabetes

Prednison yang digabung dengan obat-obatan diabetes berpotensi meningkatkan kadar gula darah. Beberapa contoh obat diabetes meliputi:

  • sulfonylurea (glipizide atau glyburide)
  • biguanide (metformin)
  • thiazolidinedione (pioglitazone atau rosiglitazone)
  • acarbose
  • metiglinide (seperti nateglinide atau repaglinide)

Obat pengencer darah

Obat prednison juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat pengencer darah, seperti warfarin. Hal ini disebabkan efektivitas obat pengencer darah dapat menurun.

Obat NSAID

NSAID yang digabung dengan konsumsi prednison berisiko menimbulkan masalah pencernaan, seperti tukak dan pendarahan.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep atau non resep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Prednison?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Prednison?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

  • Katarak
  • Gagal jantung kongestif
  • Sindrom Cushing (masalah kelenjar adrenal)
  • Diabetes
  • Infeksi pada mata
  • Glaukoma
  • Serangan jantung
  • Hyperglycemia (gula darah tinggi)
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Infeksi (contohnya bakteri, virus, jamur, atau parasit)
  • Mood berubah-ubah, termasuk depresi
  • Myasthenia gravis (Kelemahan otot parah)
  • Osteoporosis (tulang lemah)
  • Peptic ulcer, aktif atau pernah
  • Perubahan personal
  • Masalah perut atau usus (contohnya diverticulitis, ulcerative colitis)
  • Masalah tiroid
  • Tuberculosis, yang tidak aktif—gunakan dengan hati-hati. Dapat menyebabkan kondisi memburuk
  • Infeksi jamur
  • Infeksi mata simplex Herpes—Sebaiknya tidak digunakan pada pasien dengan kondisi ini
  • Penyakit ginjal—gunakan dengan hati-hati. Efeknya dapat menyebabkan peningkatan karena lambatnya penghapusan obat dalam tubuh

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (118/119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 10, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca