Stroke Ringan (Transient Ischemic Attack)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu stroke ringan (Transient Ischemic Attack)?

Transient ischemic attack (TIA) atau yang lebih dikenal dengan stroke ringan merupakan gangguan fungsi otak dalam sesaat yang disebabkan oleh terhambatnya aliran darah yang mengarah ke bagian otak. 

Serangan stroke ringan hanya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam, atau bahkan hanya terjadi dalam beberapa menit, sehingga tidak menyebabkan kerusakan otak permanen.

Kondisi ini menyebabkan sistem saraf otak tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup dalam beberapa waktu, sehingga menyebabkan gangguan pada indera, kemampuan kognitif otak, dan sistem motorik.

Gejala TIA ini serupa dengan gejala pada penyakit stroke pada umumnya yang dapat menimbulkan kelemahan atau rasa kebas pada di salah satu sisi tubuh, terutama pada bagian wajah, lengan, dan kaki. 

Meskipun gejala TIA hanya berlangsung singkat dan dapat menghilang dengan sendirinya, kondisi tersebut tetap tidak bisa diabaikan. Pasalnya, orang yang mengalami stroke ringan berisiko tinggi untuk terkena serangan stroke yang sebenarnya.

Seberapa umum stroke ringan?

Serangan stroke ringan dapat terjadi pada siapapun, terutama orang yang memiliki atau mengalami faktor risiko penyakit ini. 

Beberapa faktor tidak bisa dihindari atau disembuhkan, seperti laki-laki yang memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena serangan stroke ringan dibandingkan perempuan.

Begitupun dengan pertambahan umur, kondisi penyumbatan pembuluh darah arteri di otak lebih umum terjadi pada usia 55 tahun ke atas.

Akan tetapi, estimasi angka penderita TIA sulit untuk didapatkan karena penyakit ini memiliki gejala yang mirip dengan beberapa penyakit lain, sehingga seringkali orang tidak menyadari bahwa ia mengalami serangan stroke ringan.

Namun data statistik dari American Heart Association mencatat dari penderita stroke secara umum, 15 persen di antaranya lebih dulu mengalami stroke ringan. 

Tujuh sampai 40 persen penderita stroke iskemik bahkan sebelumnya pernah mengalami serangan penyakit ini. Hampir dari 30 persen penderita TIA akan mengalami gejala stroke sebenarnya dalam waktu kurang dari satu tahun

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari TIA?

Penyakit ini memiliki gejala yang identik dengan penyakit stroke secara umum yang kerap muncul dengan cepat secara tiba-tiba. 

Salah satu karakteristik yang paling membedakan adalah gejala TIA hanya muncul dalam beberapa saat dan akan hilang dengan sendirinya. 

Dalam kebanyakan kasus gejala hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit dan hilang dalam waktu kurang dari 24 jam.

Gejala yang ditunjukkan sebenarnya sangat bervariasi bergantung dari bagian otak yang terpengaruh dari penyumbatan aliran darah.

Namun, secara umum TIA memengaruhi bagian otak yang mengontrol sistem motorik, kemampuan berpikir, dan indera penglihatan. 

Berikut ini merupakan daftar gejala stroke ringan yang paling umum dialami:

  • Pusing dan kehilangan keseimbangan secara mendadak
  • Mengalami kelemahan otot pada satu sisi tubuh terutama pada bagian wajah lengan dan kaki
  • Mengalami kelumpuhan atau rasa kebas pada satu sisi tubuh terutama pada bagian wajah, lengan, atau kaki
  • Kebingungan atau kesulitan memahami perkataan orang lain
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti rabun, penglihatan ganda, atau kebutaan pada salah satu atau kedua mata
  • Sakit kepala parah tanpa diketahui penyebab pastinya
  • Kesulitan untuk berbicara sehingga artikulasi menjadi tidak jelas
  • Kesulitan untuk mengatur koordinasi sistem gerak tubuh
  • Kesulitan berjalan dan bergerak 
  • Kesulitan menelan makanan

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Gejala stroke ringan memang hanya berlangsung dalam waktu singkat dan tidak menyebabkan dampak kesehatan yang serius, tapi sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. 

Gejala ini dapat menjadi tanda atau peringatan serius akan serangan stroke sebenarnya yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Risiko kemunculan serangan stroke yang sebenarnya bahkan dapat terjadi dalam waktu kurang dari 48 jam.

Dalam penemuan terbaru dari American Academy of Neurology, sebanyak 10 persen penderita TIA mengalami serangan stroke dalam waktu 90 hari. 

Oleh karena itu, Anda tetap perlu melakukan pertolongan pertama dan memeriksakan diri ke dokter sekalipun gejala stroke ringan telah mereda. Segeralah menemui dokter baik ketika gejala berlangsung maupun setelah gejala hilang. 

Dengan mendapatkan penanganan secara medis, maka Anda dapat mencegah terjadinya serangan stroke yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak secara permanen. 

Semakin cepat TIA ditangani, maka risiko berkembangnya penyakit ini menjadi stroke yang sebenarnya akan semakin kecil.

Penyebab

Apa penyebab stroke ringan?

Kurangnya suplai darah di dalam otak dapat terjadi dalam berbagai kondisi. Pada Transient Ischemic Attack (TIA), kurangnya pasokan darah terjadi akibat penyumbatan aliran darah. 

Penyumbatan dapat disebabkan oleh gumpalan atau bekuan darah yang terbentuk di dalam pembuluh darah, yaitu trombus, ataupun yang berasal dari organ tubuh lain, embolus. 

Penyumbatan arteri karotid

Penyebab stroke ringan yang utama adalah pembekuan darah yang terjadi pada pembuluh arteri karotid. 

Pembuluh darah ini bertugas membawa darah dari jantung ke bagian otak yang memiliki bercabang menjadi pembuluh arteri yang lebih kecil. Serangan stroke ringan dapat terjadi pada salah satu pembuluh arteri kecil ini sehingga sebagian otak kekurangan suplai darah yang membawa oksigen.

Aterosklerosis

Kondisi ini digambarkan dengan penyempitan yang terjadi pada pembuluh arteri sehingga menghambat aliran darah menuju otak. 

Penyempitan disebabkan oleh timbunan zat-zat lemak yang menumpuk di sekeliling arteri dan lama kelamaan berubah mengeras dan menebal. 

Akibatnya, darah tidak dapat mengalir dengan lancar menuju otak sehingga pasokan darah ke dalam otak menjadi berkurang.

Pembekuan darah

TIA juga dapat terjadi apabila darah terjebak pada pembuluh darah otak akibat adanya gumpalan atau bekuan darah. 

Pembekuan darah ini sering kali berasal dari jantung atau arteri carotid, menghambat darah ke otak, sehingga otak tidak dapat mendapatkan oksigen dari darah. Kondisi irama jantung yang tidak stabil atau aritmia dapat menjadi penyebabnya.

Selain itu, emboli yang berasal dari organ lain dari dalam tubuh juga dapat menghalau aliran darah yang mengarah ke otak sehingga menyebabkan serangan stroke ringan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko untuk mengalami serangan TIA?

Ada berbagai faktor risiko yang membuat Anda lebih mungkin terkena stroke ringan, yaitu:

  1. Sejarah medis pada keluarga: Anda memiliki risiko yang lebih tinggi jika salah satu anggota keluarga pernah mengalami kondisi ini.
  2. Usia: Orang yang berumur di atas 55 tahun lebih rentan mengalami serangan TIA. 
  3. Jenis kelamin: Pria lebih mudah terkena kondisi ini dibanding dengan wanita, namun lebih dari setengah kasus kematian adalah wanita.
  4. Ras: orang keturunan kulit hitam berpeluang lebih besar mengalami TIA

Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat Anda kendalikan:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi: merupakan faktor risiko terbesar dari serangan stroke ringan.
  • Penyakit jantung: orang dengan penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung atau aritmia sangat berisiko mengalami TIA.
  • Kadar kolestrol darah: jika kadar kolestrol dalam darah tinggi maka akan semakin berpeluang terserang TIA
  • Carotid artery diseases (CVD) dan Peripheral Artery Disease (PAD): gangguan yang menyebabkan terputusnya aliran darah pada pembuluh arteri.
  •  Diabetes: kadar gula (glukosa) dalam darah yang tinggi meningkatkan peluang terjadinya penyumbatan aliran darah
  • Obesitas: merupakan kondisi kelebihan berat badan yang dapat menimbulkan penyakit pemicu stroke ringan seperti hipertensi dan diabetes.
  • Konsentrasi homocysteine yang tinggi: Homocysteine ​​adalah asam amino yang berasal dari daging. Tingginya kadar homocysteine ​​dalam darah dapat membuat arteri menebal dan meninggalkan bekas luka sehingga lebih rentan menghasilkan penyumbatan.
  • Kebiasaan merokok: kandungan rokok dapat mengentalkan kosentrasi darah sehingga memicu terjadinya pembekuan darah 
  • Konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang secara berlebihan

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis TIA?

Dalam mendiagnosis stroke, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan serta penyakit yang pernah atau sedang Anda derita yang mungkin menjadi faktor pemicu serangan stroke. Seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan ketidakseimbangan kolesterol. 

Setelah dokter bisa memastikan Anda mengalami serangan stroke ringan, ia akan meminta anda menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mengetahui penyebab dari serangan stroke tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa tes yang perlu dilakukan untuk mendiagnosis penyebab pasti dari gejala stroke ringan:

  • Pengambilan gambar bagian otak melalui CT scan dan MRI
  • Mendapatkan gambaran jelas pembuluh darah yang memasok darah ke otak melalui ultrasonografi karotid
  • Memeriksa dan memonitor irama detak jantung melalui elektrokardiogram untuk mencari sumber gumpalan darah atau emboli yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh arteri otak 

Bagaimana cara mengobati stroke ringan?

Pengobatan dari penyakit ini tergantung dari kondisi penyebab TIA, seberapa parah gejala yang muncul, dan bagian otak yang terkena dampak dari serangan. 

Namun, dokter umumnya akan memberikan pengobatan yang paling tepat untuk mencegah terjadinya serangan stroke. Pengobatan TIA akan mengurangi risiko terjadinya penyumbatan aliran darah yang disebabkan oleh bekuan atau gumpalan darah.

  1. Antiplatelet

Antiplatelet merupakan obat pengencer darah. Salah satu jenis obat antiplatelet yang sering digunakan untuk mencegah pembekuan darah akibat masalah kardiovaskular adalah aspirin. Obat ini mengurangi risiko terjadinya serangan stroke sebanyak 22 persen. 

Dosis yang biasa diberikan oleh dokter adalah 75 mg hingga 1300 mg. Obat ini biasanya diberikan setelah terjadinya serangan atau selama perawatan stroke ringan berlangsung. 

Aspirin akan bekerja lebih efektif dalam mencegah pembekuan darah yang menyebabkan serangan stroke saat penggunaannya dikombinasikan dengan dipyridamole. 

  1. Antikoagulan 

Antikoagulan merupakan obat yang dapat mencegah serangan stroke yang diakibatkan oleh gangguan detak jantung atau fibrilasi atrium

Dalam laporan the New England Journal of Medicine, pemberian antikoagulan oral seperti warfarin dapat memberikan pemulihan lebih efektif kepada penderita TIA yang disebabkan oleh fibrilasi atrium.

Salah satu jenisnya antikoagulan yang biasa diberikan adalah warfarin.

Penggunaan obat ini perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter. Jika obat ini dikonsumsi secara berlebih, maka dapat menimbulkan efek samping yang berbalik menyebabkan serangan stroke itu sendiri. 

  1. Endarterektomi Karotid

Endarterektomi karotid merupakan prosedur operasi yang dilakukan untuk mengobati pasien yang mengalami serangan stroke ringan akibat penyumbatan pada arteri karotid. Biasanya operasi ini akan dilakukan apabila obat-obatan tidak bisa lagi mencegah terjadinya pembekuan darah yang menyebabkan penyumbatan. 

Namun prosedur ini belum tentu dapat mencegah terjadinya penyumbatan secara permanen. Masih terdapat kemungkinan aliran darah ke otak kembali terhambat apabila terjadi peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol.

Pengobatan untuk penyakit pemicu stroke ringan

Dokter biasanya juga akan memberikan obat-obatan lain jika diketahui Anda juga terjangkit penyakit yang berisiko menyebabkan TIA. 

Misalnya untuk penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, dokter akan memberikan obat ACE inhibitor yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan menjaganya tetap stabil. 

Namun untuk memastikan kesembuhan dari penyakit pemicu TIA, pengobatan yang dilakukan juga harus dibarengi dengan upaya penerapan gaya hidup sehat.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke ringan?

Cara terbaik mencegah serangan stroke ringan adalah dengan menghindari berbagai faktor risiko yang dapat dikendalikan.

Jika Anda terlanjur mengalami salah satu atau beberapa faktor risiko baik yang dapat dikendalikan maupun yang tidak, Anda tetap bisa mencegahnya dengan menerapkan gaya hidup sehat. 

Tujuannya adalah untuk mengendalikan sekaligus menyembuhkan penyakit pemicu TIA tersebut.

Berikut ini adalah beberapa upaya gaya hidup sehat yang bisa Anda terapkan untuk mencegah serangan stroke ringan:

1. Menjalankan diet sehat 

Pola makan yang tidak teratur dan konsumsi makanan yang tidak sehat bisa meningkatkan peluang Anda terjangkit penyakit yang berisiko menyebabkan TIA, seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol. 

Disarankan untuk Anda meningkatkan porsi untuk jenis makan yang mengandung banyak serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian. Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh, gula, dan garam yang tinggi. 

2. Berolahraga secara rutin

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi risiko terjadinya serangan stroke ringan. Tidak hanya bermanfaat bagi kebugaran tubuh, olahraga juga memiliki peranan penting dalam menjaga berat badan ideal, kestabilan tekanan darah dan kadar kolesterol di dalam tubuh.   

Idealnya setiap orang membutuhkan latihan fisik selama 150 menit dalam satu minggu. Anda bisa menyempatkan sedikit waktu untuk berjalan kaki, jogging atau berenang setiap harinya atau menjalani olahraga intensif selama 2-3 hari dalam seminggu.

3. Mengurangi konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sekaligus penyakit kardiovaskular seperti detak jantung yang tidak teratur (fibrilasi atrium). Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya serangan stroke ringan. Cobalah untuk mengatur konsumsi alkohol dengan tidak mengonsumsi lebih dari 140 ml dalam seminggu.

4. Menghentikan kebiasaan merokok

Berhenti merokok merupakan salah satu cara mengurangi risiko TIA. Zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok dapat meningkatkan konsentrasi darah sehingga memicu terjadinya aterosklerosis, yaitu penumpukan zat lemak yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. 

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: November 20, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca