Konstipasi (Sembelit)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu konstipasi?

Konstipasi atau sembelit adalah suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama.

Konstipasi yang sering disebut susah buang air besar ini, umumnya diartikan sebagai kondisi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Kondisi ini biasanya sembuh jika Anda mengubah gaya hidup Anda, tapi konstipasi kronik akan lebih sulit untuk diterapi dan biasanya merupakan gejala dari kondisi medis yang lain.

Seberapa umumkah konstipasi?

Konstipasi adalah sesuatu yang normal jika hanya sesekali terjadi, dan akan sembuh dengan sendirinya. Biasanya disebabkan karena makanan, stres, atau perbedaan lingkungan.

Susah buang air besar kronik juga normal namun juga dapat merupakan tanda dari masalah yang lebih serius. Meski begitu, orang yang berisiko menderita sembelit biasanya adalah lansia, orang gemuk, wanita hamil, dan orang yang banyak duduk lama.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala konstipasi?

Gejala dan tanda sembelit sangat beragam. Dikutip dari situs Mayo Clinic, umumnya orang yang mengalami konstipasi mengalami gejala berikut ini.

  • Sulit buang air besar
  • Feses kering atau buang air keras
  • BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu
  • Perut terasa penuh
  • Sakit perut dan kadang menyebabkan perut mual
  • Feses berdarah atau keluar darah setelah buang air besar
  • Merasa tidak puas setelah buang air besar atau merasa ada yang tersumbat.

Sedangkan konstipasi kronik terjadi jika Anda memiliki satu atau lebih dari gejala di atas minimal selama 3 bulan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Walaupun bisa diobati dengan perawatan rumahan, susah buang air yang cukup mengganggu dan parah perlu pengobatan dokter. Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala konstipasi berikut ini.

  • Sembelit Anda terjadi lebih dari 2 minggu
  • Gejala Anda tidak membaik setelah pengobatan di rumah atau mengonsumsi obat-obatan tanpa resep
  • Feses berdarah
  • Penurunan berat badan

Jika Anda memiliki tanda dan gejala konstipasi di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab konstipasi?

Konstipasi menandakan kotoran yang melewati usus bergerak lebih lambat dari biasanya, sehingga kotoran menjadi lebih keras dan kering. Penyebab konstipasi yang dialami setiap orang berbeda-beda, yakni:

Pola makan buruk

Kurang makan sayur dan buah menjadi salah satu penyebab susah buang air besar. Buah dan sayur mengandung banyak serat yang bisa melunakkan feses sehingga mudah untuk dikeluarkan.

Apalagi jika Anda malas minum, feses akan semakin memadat, kering, dan konstipasi pun akan terjadi.

Malas gerak

Agar kotoran dapat melewati usus dengan lancar tanpa menimbulkan penyumbatan, usus perlu bergerak. Pergerakan usus ini ternyata dipengaruhi oleh gerakan tubuh.

Bila Anda malas bergerak atau sering duduk dalam waktu lama, gerakan usus akan melambat. Akibatnya, kotoran susah melewati usus dan menimbulkan susah buang air besar.

Punya kondisi medis tertentu

Penyakit tertentu yang dapat menyebabkan konstipasi seperti diabetes, hipotiroid (tiroid yang kurang aktif), penyakit Parkinson, stroke, multiple sclerosis, atau hiperparatiroid (paratiroid yang terlalu aktif).

Adanya  penyumbatan pada usus yang dapat disebabkan karena kanker colorectal, kanker perut, atau fisura anal juga bisa menyebabkan susah buang air besar.

Minum obat tertentu

Beberapa obat memiliki efek samping, salah satunya konstipasi. Daftar obat yang sering menyebabkan susah buang air besar adalah obat antinyeri, antihistamin, dan antidepresan.

Hamil

Konstipasi sangat rentan terjadi pada wanita hamil karena perubahan hormon dapat mengendurkan otot usus sehingga melambatkan pergerakan usus. Akibatnya, kotoran akan bergerak lambat melewati usus menyebabkan susah buang air.

Selain faktor hormon, ibu hamil biasanya diresepkan suplemen penambah zat besi. Suplemen ini ternyata meningkatkan risiko konstipasi jadi lebih besar.

Stres atau mengalami perubahan lingkungan

Cemas, khawatir, takut, dan stres dapat memengaruhi pergerakan usus jadi lebih lambat. Hal ini membuat kotoran yang bergerak lambat, terus diserap cairannya. Akibatnya, tekstur feses jadi lebih padat dan kering sehingga sulit dikeluarkan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk konstipasi?

Beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan sembelit adalah:

  • Lansia
  • Hamil
  • Kurang konsumsi serat atau dehidrasi
  • Kurang beraktivitas (biasanya pekerja kantoran)
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Mengonsumsi obat yang dapat menyebabkan sembelit seperti obat antinyeri, antidepresan, dan antihistamin
  • Melakukan perjalanan jauh

Komplikasi

Apa saja komplikasi konstipasi?

Konstipasi yang terjadi dalam jangka panjang dan tidak diobati dengan tepat bisa menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi sembelit yang harus Anda waspadai, meliputi:

  • Terjadi pembengkakan pembuluh darah di anus atau disebut juga dengan wasir (ambeien).
  • Kulit anus robek karena dipaksa mengeluarkan feses yang padat dan keras.
  • Kotoran tidak bisa dikeluarkan dan menumpuk atau dikenal dengan fecal impaction.
  • Adanya usus yang keluar dari anus disebut juga prolaps anus.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk konstipasi?

Mengatasi sembelit utamanya dilakukan dengan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu pengobatan sembelit.

Olahraga

Malas bergerak dan olahraga membuat gerakan usus melambat dan akhirnya menyebabkan konstipasi. Supaya gerakan usus kembali normal dan Anda bisa buang air besar kembali dengan lancar, cobalah untuk kembali berolahraga.

Selain itu, jangan malas untuk berjalan, misalnya memilih naik tangga agar Anda tidak seharian duduk di kursi.

Minum air lebih banyak

Feses yang tersumbat atau bergerak lambat melewati usus, akan diserap cairannya. Ini membuat feses jadi makin padat dan kering.

Agar feses tersebut bisa dikeluarkan lebih lancar, Anda perlu meningkatkan asupan cairan. Cobalah minum air sebanyak 1,5 liter sampai 2 liter per hari agar konstipasi bisa mereda.

Perbanyak makan makanan berserat

Kurang makan makanan berserat bisa menyebabkan konstipasi. Guna mengatasi sembelit ini, Anda harus meningkatkan asupan makanan berserat. Tambahkan sayur pada menu makanan Anda, seperti kentang, wortel, bayam, kangkung, atau kol selama sembelit.

Kemudian, jadikan buah-buahan sebagai camilan di waktu senggang, seperti buah kiwi atau jeruk. Anda bisa menikmati buah ini secara langsung atau dibuat menjadi jus.

Minum obat konstipasi

Jika mengubah gaya hidup atau makanan Anda tidak berpengaruh, Anda dapat mengkonsumsi obat laksatif (pelancar BAB) tanpa resep. Beberapa laksatif atau obat pencahar untuk bisanya diminum untuk mengatasi sembelit, yaitu:

  • Suplemen serat, seperti Metamucil®, Fibercon®, Konsyl®, dan Citrucel®. Obat ini berisi psyllium, metilselulosa, yang membantu mempercepat keluarnya BAB.
  • Stimulan. Seperti bisacodyl.
  • Laksatif osmotik. Obat ini mengandung laktulosa, magnesium sitrat ata Fleet Enema®.
  • Lubrikan (pelumas). Laksatif ini berisi mineral yang membantu BAB Anda melewati usus besar lebih mudah.
  • Pelunak feses. Laksatif ini membantu melunakkan BAB Anda.

Terapi lain berupa latihan otot pinggang Anda untuk lebih rileks dan semakin kencang atau jika kasus berat, membutuhkan operasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk konstipasi?

Dokter mendiagnosis sembelit berdasarkan riwayat kesehatan Anda, termasuk perubahan gaya hidup dan obat-obatan yang sudah Anda konsumsi. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa kondisi perut Anda dan area rektum untuk melihat kelainan seperti wasir atau robekan rektum.

Jika feses berdarah, dokter Anda dapat melakukan kolonoskopi untuk memeriksa keadaan dalam kolon Anda. Terdapat beberapa pemeriksaan darah dan rontgen yang dapat dilakukan. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi konstipasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sembelit, antara lain:

  • Terapkan pola makan yang baik, tidak hanya saat sembelit tapi juga berkelanjutan agar konstipasi tidak kembali kambuh.
  • Konsumsi cukup air, khususnya saat musim panas atau melakukan aktivitas berat.
  • Hindari obat-obatan tanpa resep yang dapat menyebabkan sembelit. Minta dokter meresepkan obat lain yang tidak menyebabkan sembelit tapi dengan khasiat yang sama. 
  • Lakukan olahraga secara rutin dan jangan lagi malas bergerak, terutama setelah Anda makan.
  • Kurangi stres dengan melakukan meditasi, terapi inhalasi, atau melakukan hal yang disukai.
  • Jika sudah muncul desakan untuk buang air besar, segera pergi ke toilet.

Bila ada pertanyaan seputar sembelit, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Februari 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca