home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Akibat Berbahaya dari Menahan Buang Air Besar (BAB) Berhari-hari

Ini Akibat Berbahaya dari Menahan Buang Air Besar (BAB) Berhari-hari

Buang air besar (BAB) merupakan kebutuhan yang wajib dilakukan karena termasuk bagian dari proses pencernaan. Umumnya, BAB dapat dilakukan 1 – 3 kali sehari, atau minimal 3 kali seminggu. Lantas, apa akibatnya jika menahan BAB berhari-hari?

Berapa lama seseorang dapat menahan buang air besar?

jarang buang air besar

Pada dasarnya, frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang mungkin BAB sekali setiap dua hari, sedangkan yang lainnya buang air besar beberapa kali dalam seminggu.

Frekuensi ini juga tergantung pada usia dan pola makan seseorang. Namun, umumnya orang akan buang air besar antara 1 – 3 kali sehari.

Bila ada perubahan dalam jadwal pergerakan usus, Anda mungkin mengalami konstipasi (sembelit). Akan tetapi, perubahan tersebut lagi-lagi akan berbeda pada setiap orang.

Sebagai contoh, orang yang biasa BAB setiap 3 hari sekali dengan normal mungkin tidak memerlukan penanganan medis. Hal ini juga berlaku ketika beberapa orang hanya dapat BAB satu atau dua kali dalam seminggu, tetapi dengan ciri-ciri yang normal.

Oleh sebab itu, durasi berapa lama seseorang dapat bertahan menahan BAB tergantung pada kondisinya masing-masing. Akan tetapi, tentu tidak disarankan menahan racun yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh.

Akibat menahan BAB

Sebenarnya, menahan BAB sesekali tidak berbahaya. Anda mungkin saja tidak menemukan toilet atau berada dalam situasi yang tidak dapat melakukannya. Sementara itu, beberapa dari Anda mungkin merasa risih BAB di tempat umum.

Meski begitu, perilaku yang cenderung lebih sering terjadi pada anak-anak tersebut dapat membahayakan kesehatan, terutama jika dilakukan terlalu sering.

BAB bertujuan untuk mengosongkan usus Anda agar tidak menyebabkan perut kembung atau rasa sakit. Bila ditahan, tentu bisa memengaruhi sistem pencernaan dan organ di sekitarnya.

Pada awal 2013, ada sebuah kasus menahan BAB yang dilakukan oleh seorang remaja yang berasal dari Inggris. Remaja perempuan ini meninggal karena tidak BAB selama 8 minggu.

Remaja penyandang autisme tersebut memang mengalami masalah pencernaan sepanjang usianya. Ia juga takut ke toilet, sehingga memilih untuk tidak BAB dan menahannya berhari-hari.

Hasil pemeriksaan melaporkan bahwa remaja tersebut mengalami serangan jantung akibat pembesaran usus yang menekan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya.

Selain menyebabkan kematian, ada masalah kesehatan lain yang merupakan akibat dari tidak BAB berhari-hari yang dijabarkan di bawah ini.

1. Feses menjadi keras

Feses mengandung 75% air dengan campuran bakteri, protein, sisa makanan yang tak dapat dicerna, sel-sel mati, lemak, garam, dan lendir. Mengingat kandungan utamanya adalah air, feses dapat bergerak dengan mudah di sepanjang usus dan dikeluarkan melalui rektum.

Bila BAB ditahan, feses akan menjadi keras dan kering karena tubuh menyerap kembali kandungan air di dalamnya. Feses yang keras tentu sulit dikeluarkan. Hal ini bisa memicu nyeri perut yang menjadi tanda dari sembelit.

Selain itu, Anda juga mungkin akan merasa gelisah dan kehilangan nafsu makan karena menahan buang air besar.

2. Pergerakan usus melambat

Menahan BAB yang dilakukan dalam waktu yang lama tentu dapat merusak pergerakan usus. Pergerakan usus dapat melambat dan tidak menutup kemungkinan berhenti berfungsi.

Walaupun tidak diberikan makanan, usus akan tetap menghasilkan sedikit cairan encer dan lendir, sehingga usus tidak benar-benar kosong. Sadar atau tidak, Anda juga akan mengencangkan otot-otot panggul dan pantat ketika sengaja tidak BAB.

Pada saat yang bersamaan, feses yang masih cair dapat menyelinap melewati massa feses yang padat. Akibatnya, gumpalan feses pun menjadi semakin besar dan terasa sangat sakit saat buang air besar.

Bila Anda tetap makan tanpa buang air besar, organ usus besar dapat membengkak akibat penumpukan feses yang mengeras. Hal ini dapat menyebabkan usus besar terluka atau sobek.

3. Infeksi bakteri

keluhan saat hamil sering buang air kecil

Tahukah Anda bahwa menahan BAB sama artinya dengan menyimpan tumpukan racun pada tubuh dalam waktu yang lama? Perilaku ini tentu dapat merusak usus besar yang akhirnya tidak memungkinkan tubuh membuang racun.

Anda juga berisiko terinfeksi bakteri ketika ada feses yang bocor keluar melewati luka atau robekan yang ada pada usus atau rektum. Usus yang terinfeksi memungkinkan bakteri berkembang biak dengan cepat.

Alhasil, usus mengalami peradangan dan terisi nanah. Infeksi ini juga dapat menekan usus, sehingga menghambat aliran darah mengalir melalui dinding usus. Akibatnya, jaringan usus kekurangan darah dan mati secara perlahan.

Kondisi ini akan terus berlangsung sampai dinding otot usus menjadi tipis, lalu pecah. Ini memungkinkan nanah yang mengandung bakteri di dalam usus bocor ke bagian perut lainnya. Kondisi ini disebut sebagai penyakit peritonitis.

Kapan harus periksa ke dokter?

Sesekali menahan BAB memang tidak apa-apa. Namun, ketika dilakukan terlalu sering dan Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

  • BAB berdarah.
  • Tidak dapat buang air besar selama 7 – 10 hari.
  • Sembelit, kemudian diare, dan mengalami siklus yang sama berulang kali.
  • Diare yang tidak kunjung membaik, terutama disertai muntah.
  • Nyeri pada daerah anus atau ujung usus besar.

Sangat disarankan untuk langsung buang air besar ketika hendak melakukannya. Terbiasa tidak BAB berhari-hari justru akan memicu masalah baru yang tentu membutuhkan penanganan medis serius.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar menahan BAB, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mawer, S., & Alhawaj, A. (2020). Physiology, Defecation. Statpearls Publishing. Retrieved 3 December 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539732/ 

Holt, J. (2016). Potty Talk: What is a Normal Bowel Movement – And Why Is This Important For Your Health?. Intermountain Healthcare. Retrieved 3 December 2020, from https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2016/03/normal-bowel-movement-why-it-is-important-for-your-health/ 

Andrews, C. N., & Storr, M. (2011). The pathophysiology of chronic constipation. Canadian journal of gastroenterology = Journal canadien de gastroenterologie, 25 Suppl B(Suppl B), 16B–21B. Retrieved 3 December 2020. 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh dr. Hendry Wijaya
Tanggal diperbarui 04/03/2021
x