Kejang Tonik Klonik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kejang tonik-klonik?

Kejang tonik klonik adalah jenis kejang yang melibatkan seluruh tubuh. Kondisi ini muncul saat gelombang otak bekerja secara abnormal yang mengakibatkan kejang otot abnormal dan pingsan. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini akan memengaruhi kondisi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Seberapa umum kejang tonik klonik?

Kondisi kejang tonik klonik cukup sering terjadi dan dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kejang tonik-klonik?

Kejang klonik tonik adalah kondisi yang ditandai dengan gejala seperti suka berhalusinasi, pusing, dan bermasalah pada indra (penglihatan, perasa, dan penciuman). Sesudahnya, otot akan berkontraksi dengan gejala lain yakni:

  • Menggigit pipi atau lidah
  • Menggertakkan gigi
  • Buang air kecil tidak terkontrol
  • Sulit bernapas
  • Pucat

Setelah kondisinya dapat dikendalikan, pasien akan sadar atau memiliki gejala berikut:

  • Linglung
  • Mengantuk dan tidur lebih lama dari biasanya
  • Tidak bisa mengingat apa yang terjadi selama terkena serangan kejang
  • Sakit kepala
  • Salah satu sisi tubuh melemah selama beberapa menit atau jam

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda punya kekhawatiran atau pertanyaan terkait kondisi ini, konsultasikan kepada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kejang yang sering muncul tanpa alasan
  • Gejala kejang bertambah parah

Penyebab

Apa penyebab kejang tonik-klonik?

Kejang tonik klonik adalah kondisi yang disebabkan oleh gelombang otak yang bekerja secara abnormal. Di samping itu, kejang mungkin terjadi akibat dari beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti:

  • Cedera atau infeksi otak
  • Kekurangan oksigen
  • Stroke
  • Malformasi vaskular otak
  • Tumor otak
  • Kadar sodium, kalsium, dan magnesium yang rendah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko kejang tonik-klonik?

Ada banyak faktor risiko kejang tonik-klonik. Di antaranya yaitu:

  • Riwayat keluarga dengan kejang tonik-klonik
  • Kerusakan otak seperti cedera, stroke, infeksi, dan penyebab lainnya
  • Tidak bisa tidur
  • Masalah kesehatan yang mempengaruhi keseimbangan elektrolit di dalam otak
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan kejang tonik-klonik?

Perawatan utama kejang tonik klonik adalah dengan obat-obatan. Dokter kadang-kadang akan meresepkan lebih dari satu macam obat kejang jika kombinasi obat-obatan memang bisa mempercepat penyembuhan.

Obat akan mengurangi frekuensi dan parahnya kejang, tapi ada beberapa pasien yang masih mengalami kejang. Dokter akan sering mengambil sampel darah untuk memastikan Anda sudah menggunakan dosis yang tepat. Selain itu, dokter akan menyuruh Anda mengubah pola makan serta menyarankan operasi bila perlu.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kejang tonik-klonik?

Dokter akan mendiagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan. Dokter akan melakukan electroencephalogram (EEG) untuk memeriksa aktivitas gelombang otak. Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Computed Tomography (CT) juga bisa dilakukan. Di samping itu, tes darah akan dilakukan untuk memeriksa penyebab kejang lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi kejang tonik-klonik?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi kejang tonik-klonik general:

  • Gunakan obat sesuai resep dokter untuk mencegah kejang.
  • Kenakan gelang peringatan jika Anda mengalami kejang, catat obat yang Anda sedang gunakan.
  • Jelaskan tentang penyakit Anda kepada keluarga dan teman supaya bisa membantu Anda atau pasien lain.
  • Cegah cedera dengan menaruh bantal di bawah kepala dan menyingkirkan benda yang dapat melukai pasien.
  • Beri tahu orang terdekat jika Anda merasa akan kejang dan segera berbaringlah di tempat yang aman.
  • Cari pertolongan darurat bila ada seseorang yang terluka saat terkena penyakit, atau kejang parah atau pingsan setelah kejang.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Meski tak bisa disembuhkan, ada berbagai macam cara untuk mencegah diabetes. Tindakan pencegahan diabetes ini pun sangat sederhana. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit