home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Manjur Cegah Penyakit Epilepsi dan Kekambuhannya

Tips Manjur Cegah Penyakit Epilepsi dan Kekambuhannya

Tubuh kejang-kejang hingga hilang kesadaran merupakan gejala dari penyakit epilepsi. Ketika gejala ini muncul, pasien harus mendapatkan perawatan segera. Pasalnya, tubuh kejang yang terjadi lebih dari 5 menit atau menyebabkan penderitanya pingsan dan tidak mendapatkan perawatan yang tepat dapat menyebabkan kerusakan otak hingga kematian. Sebenarnya, adakah cara untuk mencegah penyakit epilepsi? Yuk, simak ulasan berikut mengenai tindakan pencegahan penyakit epilepsi berdasarkan pengamatan ahli kesehatan.

Tindakan pencegahan agar tidak terkena penyakit epilepsi

Epilepsi merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Meskipun begitu, penyakit epilepsi masih bisa dicegah. Berikut ini adalah berbagai hal yang bisa Anda lakukan agar tidak terkena penyakit yang dikenal juga dengan sebutan ayan ini di kemudian hari.

1. Hindari cedera kepala

Langkah pertama dalam pencegahan penyakit epilepsi adalah mengetahui apa saja penyakitnya. Salah satu penyebab dari epilepsi adalah cedera pada kepala. Nah, dengan mencegah terjadinya cedera pada kepala, secara tidak langsung juga bisa menjadi cara mencegah penyakit epilepsi.

Anda harus berhati-hati dalam beraktivitas, terutama pada kegiatan yang berisiko menimbulkan cedera pada kepala, contohnya:

  • Berhati-hati dalam berkendara. Pastikan Anda tidak mengantuk, mabuk, dan dalam kondisi sehat ketika mengendarai kendaraan. Selain itu, selalu gunakan alat pengaman, seperti sabuk pengaman dan helm sesuai standar.
  • Hati-hati ketika menaiki atau menuruni tangga. Tidak berhati-hati ketika menaiki atau menuruni tangga bisa membuat Anda tergelincir. Hal ini bisa menyebabkan Anda jatuh dan kepala mengalami benturan. Jadi, pastikan Anda fokus pada langkah kaki ketika menaiki atau menuruni tangga, tidak memainkan ponsel dan berpegangan dengan sisi penyangga jika perlu.
  • Bekerja sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur). Anda yang bekerja di tempat tinggi atau berhubungan dengan pembangunan gedung, gunakan selalu peralatan keamanan dan bekerja sesuai dengan prosedur.

2. Dapatkan vaksinasi

Penyebab penyakit epilepsi lainnya adalah adanya penyakit akibat infeksi, seperti meningitis. Meningitis sendiri adalah infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan peradangan.

Tindakan pencegahan penyakit meningitis sekaligus penyakit epilepsi adalah dengan mendapatkan vaksin meningitis. Vaksin dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis.

3. Terapkan gaya hidup sehat yang menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke

Penyakit stroke dapat menyebabkan seseorang kejang dan kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit epilepsi di kemudian hari. Alasannya, karena stroke memengaruhi aliran darah di otak yang mungkin juga bisa memicu aktivitas kelistrikan di otak jadi abnormal. Aktivitas tidak abnormal di otak inilah yang nantinya bisa memicu penyakit epilepsi.

Sementara penyakit jantung yang menyebabkan jantung tidak bekerja tidak optimal dalam memompa darah juga bisa memicu stroke. Berdasarkan hubungan ini, ahli kesehatan menyimpulkan jika tindakan pencegahan penyakit epilepsi bisa dilakukan dengan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Anda bisa mencegah penyakit stroke dan penyakit jantung sekaligus epilepsi dengan menerapkan gaya hidup seperti berikut ini:

  • Kontrol tekanan darah Anda. Tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol bisa memperberat kinerja jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di kemudian hari. Jadi, batasi konsumsi makanan tinggi garam.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda. Kolesterol tinggi bisa memicu penyakit jantung dan stroke. Jadi, pastikan Anda mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, seperti junk food.
  • Berhenti merokok. Bahan kimia yang terkandung dalam rokok bisa menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, segera berhenti dari kebiasaan merokok.
  • Olahraga dan jaga berat badan tetap ideal. Berat badan yang berlebihan bisa menyebabkan berbagi peradangan pada tubuh. Oleh karena itu, pastikan porsi makan Anda sesuai dan lakukan olahraga secara rutin. Perbanyak konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

4. Jaga kebersihan

Infeksi yang menjadi salah satu risiko penyakit epilepsi bisa Anda cegah. Selain mendapatkan vaksin, tindakan pencegahan epilepsi lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan menjaga kebersihan diri.

Melansir dari laman CDC, infeksi parasit sistiserkosis yang dapat menyebabkan epilepsi, bisa masuk ke tubuh lewat makanan dan minuman. Oleh sebab itulah, Anda harus menjaga kebersihan minuman dan makanan yang dikonsumsi agar tidak terinfeksi. Selalu cuci bersih sayuran yang Anda olah dan pastikan peralatan makan Anda juga bersih. Jangan lupa, untuk rajin mencuci tangan.

5. Selalu sehat selama masa kehamilan

Janin dalam kandungan cukup sensitif terhadap kerusakan otak. akibat infeksi sang ibu, gizi buruk, dan kekurangan oksigen. Nah, kerusakan otak ini nantinya akan menjadi penyebab epilepsi pada bayi, anak-anak, atau remaja.

Jika Anda ingin mencegah si kecil terkena penyakit ini di kemudian hari, Anda harus menjaga diri dan kandungan tetap sehat. Selalu perhatikan kesehatan diri, makanan, dan lingkungan untuk menghindari berbagai infeksi.

Pastikan kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan tercukupi, baik itu dari makanan, susu, maupun suplemen tambahan yang mungkin diresepkan dokter. Terakhir, jangan lupa untuk memeriksakan kandungan Anda secara rutin ke dokter.

Tips pencegahan kambuhnya gejala epilepsi

obat penyubur kandungan cepat hamil

Penyakit epilepsi bersifat kambuhan. Itu artinya, gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba kapan pun dan di mana pun. Biasanya, kemunculan gejalanya dipicu oleh beberapa faktor, contohnya adalah berhenti minum obat epilepsi, kurang tidur, stres, atau minum alkohol berlebihan.

Jangan khawatir, Anda bisa menerapkan cara berikut ini untuk mencegah kambuhnya penyakit epilepsi:

1. Jangan melewatkan dosis obat

Gejala epilepsi dapat muncul berkali-kali dalam sehari. Kadang disadari oleh penderitanya, kadang tidak. Untungnya, tersedia obat-obatan yang bisa mengurangi frekuensi gejala.

Jika Anda memang diresepkan dokter untuk terus mengonsumsi obat, ikuti sarannya. Jangan sesekali mengurangi dosis atau melewatkan dosis obat yang diresepkan. Pasalnya, tindakan ini dapat menimbulkan gejala kembali kambuh.

2. Tidur cukup

Epilepsi dapat mengganggu tidur Anda, dan kurang tidur dapat memperburuk gejala kejang yang Anda rasakan. Beberapa obat epilepsi juga bisa menyebabkan efek samping seperti insomnia yang dapat membuat Anda tidak tertidur. Kondisi ini akan membuat Anda jadi kurang tidur dan gejala jadi lebih sering kambuh.

Jika anda mengalami kondisi ini, cobalah untuk membuat tubuh Anda lebih rileks sebelum tidur. Misalnya, mandi atau berendam air hangat, meditasi, olahraga, dan meditasi. Buat kamar Anda jadi lebih nyaman, seperti menyesuaikan suhu ruangan dan pencahayannya.

Bila cara di atas tidak juga berhasil untuk meningkatkan kualitas tidur maupun mencegah gejala kambuhnya epilepsi, jangan sungkan untuk konsultasi ke dokter. Jangan gunakan obat tidur tanpa pengawasan dari dokter Anda.

3. Kurangi stres dan kebiasaan minum alkohol

Tindakan pencegahan kumatnya gejala epilepsi selanjutnya adalah pandai-pandai dalam mengelola stres. Stres dan rasa cemas dapat menyebabkan Anda bernapas lebih cepat. Kondisi ini dapat meningkatkan aktivitas di otak, yang mungkin menyebabkan aktivitasnya tidak normal dan memicu kejang.

Oleh karena itulah, penderita epilepsi sangat wajib untuk bisa mengatasi stres yang dihadapinya. Caranya beragam, mulai dari melakukan aktivitas yang disukai, olahraga, hingga konsultasi ke psikolog—jika memang diperlukan.

Sementara alkohol dapat mengurangi tingkat toleransi alkohol pada seseorang. Bisa jadi, Anda sudah mabuk walaupun hanya minum sedikit alkohol. Tidak diketahui secara jelas, bagaimana alkohol dapat memicu kejang. Akan tetapi, konsumsi alkohol bisa mengganggu tidur Anda. Jadi, akan lebih jika Anda membatasi atau berhenti dulu dari kebiasaan ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Preventing epilepsy. (2019, January 28). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/epilepsy/preventing-epilepsy.htm [Accessed on December 4th, 2020]

The curious case of epileptic seizures: What triggers a seizure? – Penn medicine. (n.d.). University of Pennsylvania Health System | Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/neuroscience-blog/2019/august/surprising-epilepsy-seizure-triggers [Accessed on December 4th, 2020]

Epilepsy – Symptoms and causes. (2020, May 5). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epilepsy/symptoms-causes/syc-20350093 [Accessed on December 4th, 2020]

Strokes may lead to epilepsy. (2019, July 15). Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/epilepsy/communications/features/stroke.htm [Accessed on December 4th, 2020]

Stroke – Symptoms and causes. (2020, August 8). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/symptoms-causes/syc-20350113 [Accessed on December 4th, 2020]

Heart disease – Symptoms and causes. (2018, March 22). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/symptoms-causes/syc-20353118 [Accessed on December 4th, 2020]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 04/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x