Gastritis Kronis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gastritis kronis?

Gastritis kronis adalah peradangan pada lambung yang gejala awalnya ringan, semakin hari jadi semakin parah. Kondisi ditandai dengan rasa sakit perut di bagian atas (area lambung) yang tumpul dan tak kunjung hilang. Pada beberapa kasus, gastritis kronis dapat tidak menimbulkan rasa sakit.

Radang lambung kronis juga dapat menyebabkan Anda merasa kenyang walau hanya baru makan sedikit. Meradangnya lambung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, mengonsumsi alkohol secara berlebihan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, stres kronis, atau masalah sistem imun lainnya.

Gastritis kronis yang terjadi dalam waktu lama dapat mengikis lapisan lambung, serta dapat menyebabkan metaplasia atau displasia. Kondisi ini merupakan pre-kanker pada sel yang dapat menyebabkan kanker apabila tidak ditangani.

Gastritis kronis biasanya membaik dengan perawatan, namun memerlukan pengawasan terus-menerus.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Sekitar 50% populasi dunia terinfeksi dengan H. pylori, sehingga gastritis kronis sangatlah sering ditemui. Infeksi H. pylori sangat tinggi ditemukan di Asia dan negara berkembang.

Namun, kondisi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gastritis kronis?

Ada banyak tanda-tanda dan gejala dari radang lambung yang sudah kronis ini. Namun, pada beberapa orang dengan kondisi ini awalnya tidak selalu menimbulkan gejala. Ketika sudah parah, barulah gejalanya muncul.

Gejala gastritis kronis yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit perut atas
  • Sembelit
  • Kembung
  • Mual
  • Muntah
  • Bersendawa
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala gastritis kronis yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Menurut Medical University of South Carolina jika radang lambung akut ini semakin parah, lambung Anda akan kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan asam. Selain itu, lambung juga akan kesulitan untuk menyerap nutrisi penting, seperti vitamin B12.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan perawatan dini dapat menghentikan kondisi ini memburuk dan mencegah kondisi medis darurat lainnya, maka itu bicaralah pada dokter Anda segera untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gastritis kronis?

Radang lambung kronis terdiri dari berbagai jenis, yang disebut dengan tipe A, B, dan C. Pembagian ini dibuat berdasarkan penyebab gastritis kronis yang mendasarinya.

Agar lebih jelas, pembagian jenis gastritis kronis sekaligus penyebabnya ini adalah:

Tipe A

Radang lambung kronis tipe ini disebabkan oleh sistem imun yang menghancurkan sel lambung sehat. Seharusnya sistem imun bekerja untuk menjaga sel lambung dari zat asing yang mengancam, seperti kuman.

Namun, sistem imun malah keliru mengira sel-sel lambung yang sehat sebagai ancaman dan akhirnya menyerang sel lambung yang sehat. Setelah lambung meradang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko defisiensi vitamin, anemia, dan kanker.

Tipe B

Tipe ini adalah tipe yang paling umum, disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori dan dapat menyebabkan ulkus (luka) lambung, ulkus usus, dan kanker.

Bakteri ini memang ada di usus Anda dan umumnya tidak berbahaya. Akan tetapi, jika bakteri ini berkembang biak tanpa kendali, bakteri dapat menyebabkan infeksi lapisan lambung dan usus dua belas jari.

Tipe C

Tipe ini disebabkan oleh iritan kimiawi seperti obat pereda nyeri NSAID atau alkohol. Kondisi ini juga dapat menyebabkan erosi dan perdarahan lapisan lambung.

Jenis gastritis lain meliputi giant hypertrophic gastritis, yang dapat terkait dengan defisiensi protein. Terdapat juga eosinophilic gastritis, yang dapat terjadi bersamaan dengan kondisi alergi seperti asma atau eksim.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat saya berisiko terkena gastritis kronis?

Berbagai faktor yang bisa memicu terjadinya gastritis kronis adalah:

  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti aspirin dan ibuprofen
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Infeksi bakteri H. pylori
  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau gagal ginjal
  • Sistem imun yang melemah
  • Stres intens yang tidak kunjung hilang yang juga menyerang sistem imun
  • Empedu yang naik ke lambung
  • Pola makan tinggi lemak dan tinggi garam
  • Merokok
  • Gaya hidup yang stres atau pengalaman traumatis juga dapat menurunkan kemampuan lambung untuk melindungi diri

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gastritis kronis didiagnosis?

Apabila dokter menduga Anda memiliki gastritis kronis, pemeriksaan fisik dan beberapa tes akan direkomendasikan adalah:

Tes bakteri

Tes ini dilakukan untuk memastikan apakah bakteri H.pylori ada di dalam tubuh Anda atau tidak. Untuk mengetahuinya, pendeteksian bakteri bisa dilakukan dengan tes darah, tes feses, dan tes napas.

Tes untuk H. pylori. Dokter Anda dapat merekomendasikan tes untuk menentukan apakah Anda memiliki bakteri H. pylori. Jenis tes yang Anda jalani tergantung pada situasi Anda. H. pylori dapat dideteksi dalam tes darah, dalam tes tinja atau dengan tes napas.

Pada tes napas, Anda akan diminta untuk minum segelas kecil cairan mengandung karbon radioaktif. Lalu meniupkan udara ke dalam sebuah wadah dan kemudian menyegel wadah tersebut. Jika Anda terinfeksi H. pylori, sampel napas akan mengandung karbon radioaktif.

Endoskopi

Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya tanda-tanda peradangan, termasuk gastritis kronis. Dokter akan menggunakan suatu tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera kecil melewati tenggorokan, kerongkongan, lambung, hingga usus kecil.

Bila dokter menemukan area yang mencurigakan, dokter akan mengambil sampel jaringan di daerah tersebut untuk biopsi. Biopsi adalah pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui adanya H.pylori pada lapisan perut yang menyebabkan gastritis kronis.

Tes pencitraan

Tes ini dilakukan untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada saluran pencernaan dengan bantuan sinar X. Dengan tes ini, akan terlihat gambaran kondisi kerongkongan, lambung, dan usus kecil yang meradang.

Bagaimana kondisi ini ditangani?

Gastritis kronis dapat diatasi gejalanya dengan mengikuti pengobatan dokter dan perubahan gaya hidup jadi lebih sehat.

Obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi asam lambung. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi gejala gastritis kronis adalah:

Gejala gastritis kronis kadang akan menghilang dalam beberapa jam apabila obat atau alkohol yang menyebabkan lambung kambuh. Namun biasanya gastritis kronis memerlukan waktu lebih lama untuk menghilang. Tanpa perawatan, kondisi ini bisa saja terus muncul selama bertahun-tahun.

Memperbaiki pola makan

Dokter dapat merekomendasikan perubahan pola makan untuk mengurangi iritasi lambung. Hal yang perlu dihindari jika Anda memiliki gastritis kronis adalah:

  • Banyak konsumsi makanan kaya garam
  • Sering makan makanan berlemak
  • Minum alkohol, termasuk bir dan anggur
  • Banyak makan daging merah dan daging yang diawetkan

Makanan yang direkomendasi bagi orang yang mengalami gastritis kronis adalah:

  • Semua buah dan sayuran
  • Makanan yang tinggi probiotik, seperti yogurt dan kefir
  • Daging tanpa lemak, seperti ayam, kalkun dan ikan
  • Protein berbahan dasar sayuran seperti kacang-kacangan dan tahu
  • Pasta, nasi, dan roti dari gandum utuh

Pencegahan

Apa saja yang dapat saya lakukan di rumah untuk mencegah atau mengobati gastritis kronis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gastritis kronis adalah:

  • Perhatikan pola makan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Bila merasa stres, cari tahu untuk menenangkan pikiran, contohnya melakukan hobi.
  • Batasi alkohol dan konsumsi NSAID, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin juga dapat mencegah kondisi ini.
  • Berhenti merokok dan minuman yang mengandung soda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Desember 12, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca