Gangguan Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/11/2019 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan tidur?

Gangguan tidur adalah kondisi yang mengubah cara Anda tidur. Kondisi ini bisa mempengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup Anda. Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan Anda mengemudi dengan aman dan meningkatkan masalah kesehatan lainnya. 

Gangguan tersebut juga diartikan sebagai kondisi di mana kualitas tidur Anda terus menerus berkurang. Adalah hal yang normal jika Anda kesulitan tidur dalam suatu waktu, tapi menjadi tidak normal jika Anda terus-menerus merasakan kesulitan tidur saat malam, bangun dalam keadaan lelah, atau selalu mengantuk secara rutin. 

Apa saja jenis-jenis gangguan ini?

Ada banyak jenis kondisi yang dibedakan berdasarkan penyebab atau bagaimana pengaruhnya terhadap Anda. Kelainan ini juga bisa dikategorikan atas perilaku, masalah dengan siklus tidur-bangun, masalah pernapasan, kesulitan tidur atau seberapa mengantuk Anda dalam sehari. 

Berikut merupakan beberapa jenis gangguan tidur yang umum: 

Insomnia

Kondisi ini membuat Anda tidak bisa tidur atau tidur dengan baik saat malam. Insomnia bisa disebabkan oleh stres, jet lag, kondisi kesehatan lain, obat yang Anda konsumsi, atau jumlah cangkir kopi yang Anda minum. Ini juga bisa disebabkan oleh gangguan tidur lain atau gangguan suasana hati, seperti cemas dan depresi. 

Apapun penyebab kondisi ini, Anda sebaiknya mengatur pola tidur Anda, memperbaiki kebiasaan Anda dalam menjalani hari, dan belajar untuk santai. Menurut Help Guide, cara-cara tersebut bisa mengatasi gangguan tanpa jasa spesialis tidur atau obat-obatan. 

Sleep apnea

Sleep apnea merupakan gangguan umum yang membuat pernapasan Anda berhenti sementara saat tidur, dan sering membangunkan Anda. Jika Anda mengidap kondisi ini, Anda mungkin tidak ingat sudah terbangun beberapa kali saat tidur. 

Anda cenderung merasa lelah saat menjalani hari, mudah tersinggung dan tertekan, atau mengalami penurunan produktivitas. Sleep apnea merupakan gangguan yang serius dan dapat mengancam nyawa. Segera hubungi dokter jika mengalami kondisi ini. 

Restless legs syndrome (RLS)

Restless legs syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah adalah kondisi yang disebabkan oleh dorongan yang hampir tak tertahankan untuk menggerakan kaki atau lengan Anda di malam hari. Keinginan untuk bergerak muncul ketika Anda beristirahat atau berbaring. 

Penyebab munculnya keinginan tersebut biasanya karena ketidaknyamanan, sensasi menggelitik, atau sakit. Kondisi ini bisa diatasi dengan melakukan pengobatan rumahan. 

Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan yang ditandai dengan rasa kantuk yang berlebihan dan tidak dapat dikontrol dalam keseharian. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan fungsi otak yang mengatur tidur dan bangun. 

Jika Anda mengalami gangguan ini, Anda mungkin merasakan “serangan tidur” ketika berjalan, bekerja, atau bahkan berkendara. Meskipun belum ada obat yang bisa mengatasi narkolepsi, beberapa perawatan bisa membantu mengatur gejalanya. 

Gangguan tidur pekerja shift

Gangguan ini muncul ketika jadwal bekerja dan waktu biologis Anda tidak sinkron. Pekerjaan shift terkadang menuntut Anda bekerja saat tubuh Anda menginginkan tidur dan tidur ketika tubuh Anda menginginkan bangun. 

Sebagian pekerja shift cenderung punya masalah kualitas tidur dibandingkan orang lain yang bekerja saat siang hari. Kalau sudah begini, Anda mungkin merasakan kantuk dan lesu saat bekerja. Ini bisa menurunkan produktivitas Anda dan meningkatkan kemungkinan cedera. 

Jet lag

Kondisi ini merupakan gangguan sementara yang terjadi ketika Anda bepergian melintasi zona waktu. Gejala yang muncul bisa meliputi kantuk di siang hari, kelelahan, sakit kepala, masalah perut, dan insomnia. Penerbangan yang semakin lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. 

Gangguan fase tidur tertunda

Kondisi ini terjadi ketika jam biologis Anda tertunda secara signifikan. Anda akan tidur dan bangun lebih telat daripada kebanyakan orang. Kondisi ini lebih dari sekadar bangun hingga larut, tetapi ketika Anda kesulitan untuk mengikuti jam biologis yang normal. 

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi kesehatan ini sangat umum. Gangguan ini dapat mempengaruhi pasien pada semua usia. Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala gangguan tidur?

Tergantung jenis kelainan, banyak gejala yang bisa dikenali. Mereka umumnya adalah tidur berjalan, mendengkur, insomnia, restless legs syndrome, narkolepsi, dan sleep apnea

Gejala tersebut termasuk sangat mengantuk saat siang hari dan kesulitan tidur saat malam hari. Beberapa orang mungkin tertidur pada waktu yang tidak tepat, seperti saat menyetir. 

Gejala lain mungkin kesulitan bernapas atau tak dapat menahan pergerakan ketika Anda mencoba untuk tidur. Siklus tidur dan bangun bisa jadi gejala yang muncul ketika Anda mengalami gangguan tersebut. 

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala di atas, kualitas tidur buruk, atau sekadar ingin bertanya, konsultasikan dengan dokter. Anda juga perlu menghubungi dokter ketika perawatan rumahan tidak berhasil, terlebih ketika Anda mengalami kondisi di bawah inI: 

  • Masalah utama Anda adalah mengantuk saat siang hari dan perawatan rumahan tidak menghilangkan gejala. 
  • Anda atau pasangan terengah-engah, tersedak, atau berhenti bernapas saat tidur. 
  • Anda tertidur pada waktu yang tidak tepat, seperti berbicara, berjalan, atau makan. 

Berdiskusi dengan dokter mengenai solusi paling tepat untuk situasi Anda adalah tindakan yang cerdas, karena gangguan tidur kronis berdampak buruk pada fungsi harian serta kesehatan mental dan fisik Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan tidur?

Gangguan tidur dapat disebabkan oleh beragam faktor meliputi:

  • Gangguan fisik (contohnya, rasa sakit dari maag)
  • Masalah medis (misalnya, asma)
  • Obat-obatan (kafein, antidepresan, stimulan, dll)
  • Kelainan kejiwaan (contohnya, depresi dan kelainan kecemasan)
  • Masalah lingkungan (misalnya, konsumsi alkohol)

Faktor lainnya yang dapat mengganggu tidur, termasuk genetik, giliran kerja di malam hari, obat-obatan, dan usia.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko gangguan tidur?

Ada banyak faktor risiko gangguan tidur, yaitu obesitas, lingkar leher, pembesaran jaringan hidung, mulut, atau tenggorokan, kelainan bentuk tulang, konsumsi alkohol atau obat-obatan, tidur telentang dan menggunakan bantal, merokok, kebiasaan tidur yang buruk, kelainan sistem hormon (endokrin).

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis gangguan tidur?

Dokter pertama-tama akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat kesehatan. Dokter juga akan menyuruh berbagai tes, yaitu:

  • Polisomnografi: studi tidur yang menilai kadar oksigen, pergerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan cara mereka mengganggu tidur.
  • Electroencephalogram: tes menilai aktivitas elektrik di dalam otak dan mendeteksi potensi masalah apapun yang berkaitan dengan aktivitas ini.
  • Tes darah genetik: tes darah yang umumnya berguna untuk mendiagnosis narkolepsi dan kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan gangguan tidur.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati gangguan tidur?

Tergantung jenis dan penyebab kelainan tidur, dokter mungkin menggunakan jenis pengobatan yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya, pengobatan termasuk kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi gangguan tidur?

Karena terlalu banyak ukuran yang menentukan kualitas tidur, tidak ada hal khusus yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkannya. Namun, sikap yang positif dan energetik akan membawa Anda pada tidur yang berkualitas. 

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi gangguan tersebut:

  • Perbaiki kebiasaan Anda sehari-hari

Terlepas dari gangguan yang Anda alami, Anda harus berpegang teguh pada jadwal tidur yang konsisten, olahraga teratur, batasi konsumsi kafein, alkohol, dan nikotin. Mengatur stres juga bisa meningkatkan kualitas tidur jangka panjang. 

  •  Kembangkan rutinitas sebelum tidur yang santai

Lakukan aktivitas yang dapat mempersiapkan tubuh dan pikiran Anda untuk tidur. Pastikan kamar tidur Anda tenang, gelap, dan sejuk. Hindari makanan yang terlalu berat dan terlalu banyak minum saat malam hari. 

Anda juga bisa mandi air hangat, membaca, atau mendengarkan musik sebelum tidur. Selain itu, Anda perlu mematikan gawai Anda setidaknya satu jam sebelum tidur. 

  • Kembalilah tidur jika Anda terbangun saat malam

Terlepas dari apakah Anda mengidap gangguan tidur atau tidak, terbangun saat malam adalah hal yang normal. Jika Anda menghadapi masalah ketika ingin kembali tidur, cobalah fokus mengatur napas, lakukan meditasi, atau melakukan teknik relaksasi. 

Buat catatan tentang apapun yang membuat Anda khawatir dan putuskan untuk menunda kekhawatiran itu sampai hari berikutnya agar lebih mudah diselesaikan. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

    Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

    Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 29/04/2020 . Waktu baca 7 menit

    Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

    Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    mengigau saat tidur

    Sering Mengigau Saat Tidur Bisa Jadi Tanda Penyakit Demensia

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    sleep texting adalah

    Mengulik Sleep Texting, Gangguan yang Bikin Anda Berkirim Pesan Saat Tidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    somniphobia

    Mengenal Somniphobia, Ketika Seseorang Takut Akan Jatuh Tertidur

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 7 menit
    penyebab tidur berlebihan

    Terus Mengantuk dan Ingin Tidur, Ini Berbagai Penyebab Anda Tidur Berlebihan

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020 . Waktu baca 4 menit