Manfaat dan Risiko Pemakaian Obat Tidur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Obat tidur biasanya menjadi pilihan utama dalam mengatasi insomnia dan kondisi yang membuat kita sulit tertidur, seperti memikirkan pekerjaan, tagihan, atau keluarga. Banyak orang yang mengatakan bahwa obat tidur dapat membantu mereka mendapatkan tidur yang baik, namun banyak juga orang yang mengatakan bahwa obat tidur bukanlah solusi yang tepat, karena ia dapat menyebabkan ketergantungan jangka panjang. Jadi, apa manfaat dan risiko obat tidur? Mari kita lihat selengkapnya di bawah ini!

Manfaat dan Risiko obat tidur

Manfaat obat tidur

Insomnia bukanlah suatu kondisi yang bisa dianggap enteng. Insomnia telah dikaitkan dengan obesitas, kecemasan, kekebalan tubuh turun, sakit jantung, dan diabetes. Kurangnya tidur juga dapat mempengaruhi Anda pada aktivitas siang hari, sehingga Anda cenderung meningkatkan asupan kafein atau mengambil tidur siang yang panjang. Kurangnya tidur juga dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin yang membuat Anda menjadi lebih sulit tertidur.

Benzodiazepin merupakan obat yang paling umum diresepkan untuk obat tidur. Senyawa ini dapat merangsang neurotransmitter GABA yang bertanggung jawab untuk sedasi. Obat tidur populer lainnya dapat mempengaruhi reseptor melatonin, obat ini dapat membantu untuk menginduksi tidur dan mengatur siklus tidur-bangun Anda. Selain itu, antidepresan dapat menghasilkan efek sedatif dengan menurunkan kecemasan.

Meskipun benzodiazepin bertindak atas berbagai jenis reseptor GABA di seluruh otak, benzodiazepin juga memiliki efek lain, yaitu:

  • Mengurangi kecemasan
  • Relaksasi otot
  • Menghilangkan ingatan atas peristiwa tertentu saat mengonsumsi obat
  • Euforia

Risiko obat tidur

Semua resep obat tidur memiliki efek samping yang bervariasi, tergantung pada obat dan dosis tertentu, serta berapa lama obat berlangsung dalam sistem Anda. Efek samping yang paling umum adalah seperti kantuk yang berkepanjangan di keesokan harinya, sakit kepala, nyeri otot, sembelit, mulut kering, sulit berkonsentrasi, pusing, linglung, dan insomnia.

Risiko lainnya meliputi:

  • Toleransi obat. Pada periode waktu tertentu, tubuh Anda akan membangun toleransi obat tidur, sehingga Anda akan mengonsumsi lebih dari biasanya agar obat tersebut dapat bekerja di tubuh Anda. Dengan semakin banyaknya obat tidur yang Anda minum, Anda akan merasakan efek samping yang lebih besar.
  • Ketergantungan obat. Anda mungkin akan bergantung pada obat tidur untuk tidur, dan tidak akan bisa tidur atau bahkan memiliki tidur yang buruk jika tidak meminum mereka. Obat resep biasanya dapat sangat adiktif, sehingga akan sangat sulit untuk berhenti dari mereka.
  • Gejala sakau. Jika Anda menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba, Anda mungkin akan mengalami gejala sakau seperti mual, berkeringat, dan gemetar.
  • Interaksi obat. Obat tidur dapat berinteraksi dengan obat lain. Hal ini dapat memperburuk efek samping dan kadang-kadang membahayakan, terutama dengan obat resep penghilang rasa sakit dan obat penenang lainnya.
  • Insomnia. Jika Anda berhenti dari penggunaan obat tidur, terkadang insomnia akan menjadi lebih buruk dari sebelumnya.
  • Menutupi masalah utama. Mungkin ada gangguan medis atau mental yang mendasari insomnia atau bahkan gangguan tidur yang tidak dapat diobati oleh obat tidur.  

Bagaimana cara memiliki kebiasaan tidur yang baik?

Meskipun obat bisa membantu kita untuk memiliki tidur yang baik, namun hal itu akan membuat Anda menjadi ketergantungan secara psikologis. Anda akan mulai percaya bahwa Anda tidak dapat tidur tanpa obat dan hal itu bukanlah suatu kebiasaan yang baik untuk tidur Anda. Menurut National Sleep Foundation, kebiasaan tidur yang baik harus diikuti dengan:

  • Tidak mengonsumsi kafein di kemudian hari.
  • Menghindari nikotin dan alkohol 2-3 jam sebelum tidur.
  • Mempertahankan jadwal tidur-bangun yang teratur setiap hari termasuk akhir pekan.
  • Berolahraga secara teratur dan berhenti beberapa jam sebelum tidur.
  • Menyelesaikan makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.
  • Menciptakan lingkungan tidur yang nyenyak dengan mengurangi kebisingan, cahaya, dan suhu ekstrim dengan menyumbat telinga, menggunakan selimut, dan AC.

Para ahli sepakat bahwa obat tidur dapat menjadi bagian penting dan diperlukan dalam kesuksesan program tidur, namun hal tersebut bukanlah satu-satunya jawaban. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup akan menjadi obat jangka panjang bagi masalah tidur Anda. Perubahan perilaku dan lingkungan dapat memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan dengan tidur menggunakan obat, karena hal tersebut tidak memiliki efek samping dan risiko ketergantungan.   

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Selain lebih murah, waxing di rumah dengan bahan alami ternyata lebih aman karena memiliki kemungkinan infeksi lebih kecil daripada waxing di salon.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit