home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ini Alasan, Gejala dan Cara Efektif Mengatasi Mendengkur

Ini Alasan, Gejala dan Cara Efektif Mengatasi Mendengkur

Sebagian besar orang tidak ingin tidur mendengkur karena malu. Namun, selain alasan tersebut, mendengkur atau biasa disebut ngorok saat tidur ternyata juga berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, kenapa alasan seseorang bisa tidur mengorok dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, lihat ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu mendengkur dan bagaimana gejalanya?

Mendengkur adalah suara yang keluar dari mulut Anda saat tertidur. Ini terjadi ketika udara mengalir melewati jaringan pada tenggorokan yang rileks, menyebabkan jaringan bergetar, dan menimbulkan bunyi-bunyian.

Hampir semua orang, termasuk Anda, pernah mengorok, tapi sebagian besar tidak menyadarinya. Biasanya, hal ini baru diketahui ketika pasangan, anggota keluarga, atau teman yang tinggal bersama Anda mengeluhkannya.

Pasalnya, kebiasaan mendengkur dapat mengganggu tidur pasangan atau orang lain yang tidur di samping Anda. Itulah sebabnya, banyak yang malu dengan kebiasaan tidur yang kurang baik ini.

Mengorok tidak hanya menimbulkan suara berisik saat tidur. Beberapa orang snagat mungkin mengalami gejala lain yang menyertai saat mendengkur, seperti:

  • Pernapasan terhenti sejenak saat tidur.
  • Tersedak tiba-tiba ketika tidur.
  • Susah untuk tidur dengan nyenyak.
  • Sakit kepala, tenggorokan kering, dan lemah keesokkan harinya.

Mengapa seseorang tidur mendengkur?

ngorok menyebabkan cepat tua

Melansir dari laman Mayo Clinic, ada beberapa penyebab seseorang tidur mendengkur, di antaranya:

1. Punya kebiasaan merokok

Anda mungkin tidak sadar, jika kebiasaan merokok bisa menyebabkan Anda ngorok saat tidur. Peneliti kesehatan menjelaskan ada hubungan antara bahan kimia rokok dengan kebiasaan tidur yang buruk ini.

Zat kimia yang terkandung pada rokok bisa menyebabkan adanya peradangan pada saluran napas bagian atas dan edema.

2. Posisi tidur telentang

Selain kebiasaan merokok, posisi tidur telentang juga bisa menjadi penyebab tidur mendengkur. Saat Anda tidur dengan posisi ini, gravitasi menarik jaringan di sekitar jalan napas Anda ke bawah, membuat jalan napas jadi lebih sempit.

Sempitnya jalan napas inilah yang menyebabkan munculnya bunyi ketika udara melewatinya.

3. Berusia lanjut

Walaupun ngorok bisa dialami anak, remaja, hingga orang dewasa, kelompok usia yang paling rentan tidur ngorok adalah lansia alias orang lanjut usia.

Lansia kerap tidur mendengkur karena perubahan tidur dan kondisi tubuhnya yang mulai menua. Lidah dan otot yang mengelilingi saluran napas menjadi lebih lemah karena penuaan sehingga menyebabkan munculnya bunyi ketika Anda bernapas saat tidur.

4. Berat badan berlebih atau kegemukan

Orang yang memiliki berat badan berlebihan (obesitas) sangat mungkin mengorok saat tidur. Ini karena kelebihan berat badan menjadi penyebab tidur mendengkur.

Adanya lemak ekstra di leher menyebabkan jalur saluran napas menjadi lebih kecil sehingga meningkatkan terjadinya kolaps pada saluran pernapasan dan menimbulkan bunyi saat bernapas ketika tidur.

5. Minum alkohol dan obat penenang

minum minuman beralkohol

Baik itu minum alkohol sebelum tidur atau obat penenang dapat menyebabkan tidur mendengkur. Pasalnya, kedua zat membuat otoy yang mendukung jaringan di sekitar saluran napas lebih mengendur sehingga tidur ngorok bisa terjadi.

6. Kondisi anatomi mulut, hidung, dan leher

Kondisi tidur mendengkur ternyata berkaitan erat dengan anatomi mulut yang Anda miliki. Orang yang memiliki septum menyimpang, seperti lubang hidung yang miring ke satu sisi, ukuran rahang terlalu kecil, amandel atau lidah berukuran besar bisa menyebabkan dengkuran.

Begitu juga dengan orang yang memiliki jaringan ekstra di belakang tenggorokan atau uvula (jaringan berbentuk segitiga yang menggantung di langit-langit mulut) yang memanjang juga bisa menyebabkan tidur ngorok.

7. Punya masalah kesehatan

Tidur mendengkur tidak boleh Anda pandang sebelah mata, karena ngorok bisa mengindikasikan adanya masalah kesehatan, seperti:

  • Obstructive sleep apnea (OSA). Gangguan tidur ini menyebabkan pernapasan berhenti selama beberapa detik ketika tidur. Orang dengan sleep apnea obstruktif sangat umum mengalami ngorok ketika tidur, terbangun di malam hari, bangun dengan kondisi kelelahan, dan mengantuk di siang hari.
  • Penyumbatan pada hidung kronis. Hidung tersumbat dapat mengurangi aliran udara yang melewati saluran napas sehingga rentan membuat seseorag ngorok. Contohnya, punya alergi, polip hidung, infeksi pada saluran napas, dan kelainan pada septum.
  • Hipotiroidisme. Kondisi yang terjadi akibat fungsi kelenjar tiroid yang bermasalah, sehingga penderita hipotiroidisme tidak memiliki cukup hormon tiroid. Pengidapnya akan mengalami suara serak, bicara dan detak jantung melambat, serta mendengkur saat tidur.

Jika kebiasaan tidur mendengkur dibiarkan, apa komplikasinya?

orang gemuk mendengkur

Meski kelihatannya sepele, kebiasaan tidur ngorok dapat menjadi bumerang pada kemudian hari. Bukan hanya kesehatan diri Anda saja, hubungan dengan teman maupun pasangan mungkin juga terganggu.

Berikut ini ada beberapa bahaya dari kebiasaan tidur ngorong, sehingga bisa menjadi pertimbangan Anda untuk segera mengatasinya.

1. Kelelahan dan mengantuk pada siang hari

Kebiasaan tidur ngorok yang terkait dengan suatu penyakit, sangat mungkin membuat Anda kurang tidur. Pasalnya, kebanyakan orang dengan kondisi ini sulit untuk tidur kembali dengan nyenyak. Akibatnya, durasi tidur yang biasanya 7-8 jam per hari bisa berkurang.

Kurang tidur dapat menyebabkan Anda mengantuk pada siang hari. Tubuh juga akan menjadi mudah lelah. Akibatnya, Anda tidak bisa menjalani aktivitas dengan maksimal karena sulit untuk konsentrasi sepenuhnya. Dalam jangka panjang, hal tersebut bisa menurunkan prestasi baik di sekolah, kampus, atau kantor.

2. Timbul perasaan malu dan merusak hubungan

Memiliki cap sebagai “tukang ngorok” tentu membuat Anda jadi minder, bukan? Apalagi jika diketahui oleh orang-orang sekitar Anda. Tidak hanya pada diri sendiri, dampaknya juga menurunkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Pasalnya, pasangan bisa terganggu tidurnya oleh suara dengkuran Anda.

3. Risiko penyakit yang meningkat

Kebiasaan tidur mendengkur, baik itu karena kebiasaan atau masalah kesehatan, bisa meningkatkan risiko penyakit lain, seperti:

Bagaimana cara mengatasi tidur mendengkur?

CPAP obat dan cara menghilangkan ngorok saat tidur

Supaya kebiasaan tidur ngorok tidak menurunkan kualitas tidur dan hidup Anda, lakukan beberapa tips berikut ini untuk mnegatasinya.

1. Berhenti merokok

Anda tentu sudah paham jika rokok dapat merusak saluran pernapasan yang pada akhirnya membuat Anda tidur ngorok. itulah sebabnya, cara paling jitu mengatasi tidur mendengkur adalah dengan menghentikan kebiasaan ini.

Berhenti merokok memang tidak langsung menghilangkan kebiasaan ngorok. Butuh waktu bagi saluran pernapasan Anda pulih dari peradangan oleh zat kimia rokok. Kebiasaan buruk saat tidur ini kemungkinan besar akan hilang dalam beberapa tahun.

2. Ubah posisi tidur

Jika dengkuran muncul ketika Anda tidur dalam posisi terlentang, itu artinya, Anda perlu mengubah posisi tidur Anda. Cobalah untuk tidur dengan posisi miring ke kiri atau ke kanan untuk mencegah menyempitnya jalan napas. Agar posisi tidur Anda tidak terlentang, Anda bisa menyanggah sisi tubuh dengan guling.

3. Lakukan senam mulut

Jika mendengkur karena faktor penuaan, myofunctional therapy atau senam mulut bisa Anda coba. Latihan ini dapat membantu memperkuat otot sekitar mulut yang melemah.

Beberapa contoh latihan yang bisa Anda coba di rumah, meliputi:

  • Gerakan mendorong ujung lidah ke arah langit-langit mulut. Setiap menyentuh langit mulut tahan selama 5 detik, dan ulangi sebanyak 10 kali.
  • Gerakan mendorong lidah keluar dari mulut menyentuh hidung Anda. Tahan selama 10 detik dan ulangi 10 kali.
  • Gerakan mendorong lidah ke kiri dan ke kanan. Setiap gerakan tahan 10 detik dan ulangi sebanyak 1o kali.

4. Hindari kebiasaan minum alkohol dan obat penenang sebelum tidur

Selain merokok, kebiasaan yang minum alkohol sebelum tidur juga perlu Anda hentikan. Begitu pula dengan penggunaan obat penenang. Konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi penggunaan obat penenang dan mengganti terapi relaksasi sebelum tidur untuk membantu menenangkan diri dari kecemasan maupun stres.

5. Ikuti pengobatan dokter

Jika kebiasaan tidur mendengkur berkaitan dengan penyakit, Anda wajib melakukan pengobatan ke dokter. Anda mungkin perlu mengikuti terapi hormon, penggunaan alat CPAP untuk mengobati sleep apnea, minum obat-obatan untuk hipotiroidisme, atau menjalani operasi polip hidung atau operasi rekonstrusi saluran pernapasan yang menyimpang.

Pemilihan perawatan ini akan dokter sesuaikan dengan masalah medis yang mendasari dan tingkat keparahannya. Bicarakan lebih lanjut mengenai kemungkinan efek samping yang mungkin terjadi setelah pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Obstructive sleep apnea – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obstructive-sleep-apnea/symptoms-causes/syc-20352090.

Common Causes of Snoring | Sleep Foundation. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.sleepfoundation.org/snoring/common-causes.

Snoring – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 12 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694.

Chaitanya, A., Pai, V. H., Mohapatra, A. K., & Ve, R. S. (2016). Glaucoma and its association with obstructive sleep apnea: A narrative reviewOman journal of ophthalmology9(3), 125–134. https://doi.org/10.4103/0974-620X.192261.

Myofunctional Therapy and Nasal Breathing Exercises.

Retrieved 12 April 2021, from https://www.skh.com.sg/patient-care/specialties-services/Documents/SKH_Myofunctional%20therapy%20and%20Nasal%20Breathing%20exercises_FA.pdf.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 05/11/2019
x