Diabetes Tipe 1

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/08/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu diabetes tipe 1?

Diabetes tipe 1 atau disebut juga diabetes melitus tipe 1 adalah jenis diabetes yang lebih banyak dialami orang berusia muda seperti anak-anak atau remaja.

Jenis diabetes ini merupakan jenis penyakit autoimun kronis akibat kadar gula darah (glukosa) yang naik di atas batas normal.

Diabetes melitus tipe 1 berbeda dengan diabetes tipe 2. Tubuh orang yang mengidap diabetes melitus tipe ini tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, atau bahkan tidak memproduksinya sama sekali.

Orang dengan diabetes tipe 2 tetap memproduksi insulin, hanya saja tidak bekerja dengan baik.

Insulin adalah hormon pengatur glukosa yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas. Insulin sangat penting perannya untuk mengolah gula darah menjadi energi.

Ketika tubuh tidak punya cukup insulin, akan sangat sedikit glukosa yang diserap oleh sel. Akibatnya glukosa jadi menumpuk terlalu banyak dalam darah sehingga menyebabkan komplikasi parah dalam jangka panjang.

Seberapa umumkah diabetes tipe 1?

Diabetes melitus tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan diabetes tipe 2.

Diabetes ini lebih sering dialami oleh anak laki-laki dibandingkan perempuan terutama yang terlahir dengan masalah pankreas.

Risiko seorang anak untuk terkena penyakit ini lebih tinggi jika memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengidap diabetes melitus.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes tipe 1?

Penyakit ini seringnya mulai dialami anak di usia 4-7 tahun atau 10-14 tahun. Gejala diabetes tipe 1 pada anak ini bisa muncul cepat dalam beberapa minggu.

Berikut ini ada gejala yang menjadi peringatan untuk segera memperoleh pertolongan dokter.

  • Cepat haus dan sering buang air kecil
  • Cepat lapar namun berat badan turun drastis
  • Luka susah sembuh dan mudah infeksi
  • Tubuh cepat lelah
  • Rabun atau kebutaan
  • Mati rasa pada tangan atau kaki
  • Gagal ginjal

Munculnya gejala tersebut menandakan bahwa kondisi diabetes sudah menyebabkan kerusakan lebih parah, yakni pada saraf dan organ.

Pada dasarnya, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 hampir menimbulkan gejala yang sama. Namun, tetap diutamakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tipe diabetes yang dialami.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas atau mempunyai pertanyaan lebih lanjut mengenai diabetes tipe 1, konsultasikan segera dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang berbeda sehingga gejala diabetes yang ditimbulkan juga bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya.

Diskusikan dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi diabetes sekaligus meningkatkan kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab diabetes tipe 1?

Penyebab diabetes melitus tipe 1 tidak diketahui secara jelas. Namun, jenis diabetes ini merupakan penyakit autoimun.

Penyakit autoimun ditandai dengan masalah sistem imun yang justru menyerang dan menghancurkan sel sehat.

Pada diabetes melitus tipe 1, sistem imun anak justru menghancurkan sel beta pankreas sehat yang menghasilkan insulin. Akibatnya, pankreas anak diabetesi tidak memproduksi insulin yang cukup. Dalam kasus yang tertentu, sel-sel pankreas tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.

Kondisi ini menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk membantu tubuh menyerap energi, sehingga kadar glukosa darah jadi tinggi dan terjadilah hiperglikemia.

Penyebab lainnya dapat didasari oleh penyakit dan kondisi lain, seperti cystic fibrosis yang mempengaruhi pankreas, operasi pengangkatan, dan peradangan yang parah pada pankreas.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit ini?

Berikut beberapa faktor pemicu diabetes melitus tipe 1 yang perlu Anda ketahui.

Faktor riwayat keluarga

Penyakit diabetes tipe 1 termasuk penyakit keturunan. Artinya, jika Anda mempunyai kakek, nenek, orangtua atau saudara kandung yang mengalami penyakit diabetes melitus, Anda berisiko lebih besar untuk terkena penyakit ini.

Banyak faktor pemicu diabetes tipe 1 yang telah diteliti, meskipun belum bisa sepenuhnya dipastikan. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan diabetes tipe 1 adalah:

  1. Infeksi virus tertentu seperti virus Epstein -Barr, virus coxsackie, virus gondok, dan cytomegalovirus
  2. Meminum susu sapi di usia terlalu dini
  3. Kekurangan vitamin D
  4. Meminum air yang di dalamnya terkandung natrium nitrat
  5. Pengenalan makanan sereal dan gluten yang terlalu cepat (sebelum 4 bulan) atau terlalu lambat (setelah 7 bulan)
  6. Memiliki ibu yang mengalami preeklampsia (meningkatnya tekanan darah) saat hamil
  7. Saat lahir mengidap penyakit kuning

Komplikasi

Apa saja komplikasi penyakit diabetes tipe 1?

Diabetes melitus tipe 1 adalah penyakit kronis yang bisa mulai dialami sejak masa kanak-kanak dan berlangsung seumur hidup. Jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, penderita bisa berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi serius.

Ancaman komplikasi diabetes membuat para diabetesi (sebutan orang yang memiliki penyakit diabetes) menjadi semakin terpuruk. Tak jarang, keterpurukannya memicu berbagai gangguan kesehatan lain.

Menurut American Diabetes Association, berikut beberapa komplikasi penyakit diabetes tipe 1 yang perlu Anda waspadai.

  • Gangguan saraf atau neuropati diabetik: terjadi ketika pembuluh darah kapiler pada saraf di dalam tubuh mengalami kerusakan menyebabkan kesemutan, nyeri, mati rasa.
  • Retinopati diabetik: gangguan penglihatan serius (glaukoma, katarak) disebabkan pembuluh darah dalam retina mengalami pembengkakan dan kebocoran.
  • Kaki diabetes: kondisi yang juga dikenal dengan diabetic foot ini terjadi akibat komplikasi kerusakan sistem saraf dan infeksi serius akibat diabetes.
  • Infeksi kronis: infeksi yang rentan dialami oleh para diabetesi di antaranya infeksi saluran kencing, gigi dan mulut, kulit, telinga, vagina, dan lain sebagainya.
  • Ketoasidosis diabetik: kondisi saat keton dihasilkan dalam jumlah berlebih sehingga meracuni dan merusak berbagai organ tubuh akibat kurangnya insulin.
  • Gagal ginjal: terganggunya fungsi kerja ginjal akibat rusaknya pembuluh darah.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes untuk mendiagnosis diabetes tipe 1?

Tes gula darah merupakan salah satu cara efektif untuk mendiagnosis penyakit diabetes melitus tipe 1. Anda bisa cek gula darah di rumah sakit, klinik, laboratorium dengan bantuan tenaga medis.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah Anda.

  • Tes level glukosa darah saat puasa
  • Tes level glukosa darah random (tanpa puasa) atau sewaktu
  • Tes oral glucose tolerance
  • Tes hemoglobin A1c (HbA1C)

Jika Anda didiagnosis mengidap diabetes tipe 1, Anda harus menemui dokter Anda setiap tiga bulan sekali sehingga Anda dapat:

  • Memeriksa kulit dan tulang pada kaki dan Anda
  • Memeriksa apakah punggung kaki Anda terasa kaku (serangan saraf diabetes)
  • Memeriksa tekanan darah Anda
  • Memeriksa bagian belakang mata Anda dengan menggunakan sinar khusus
  • Melakukan tes HbA1C atau tes kadar rata-rata gula darah selama 3 bulan (tes busa dilakukan setiap 6 bulan jika diabetes sudah terkontrol dengan baik)

Tes ini dapat membantu Anda dan dokter Anda untuk mengontrol diabetes dan mencegah masalah lain yang disebabkan oleh diabetes. Di samping itu, Anda harus menjalani beberapa tes lain selama setahun sekali, seperti:

  • Memeriksa tingkat kolesterol dan trigliserida
  • Menjalani tes satu tahun sekali untuk memastikan bahwa ginjal Anda bekerja dengan baik
  • Menemui dokter gigi setiap 6 bulan untuk memeriksa seluruh gigi Anda. Pastikan dokter gigi Anda mengetahui Anda memiliki diabetes

Apa saja pengobatan untuk diabetes tipe 1?

Penyakit diabetes melitus tipe 1 tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada bertujuan untuk mengurangi atau meringan gejala diabetes tipe 1.

Berikut beberapa jenis pengobatan diabetes tipe 1 yang sering dilakukan oleh dokter.

1. Terapi insulin

Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena tubuh kekurangan atau bahkan tidak bisa sama sekali menghasilkan insulin. Sebagai gantinya, dokter biasanya akan melakukan terapi insulin untuk mengendalikan gula darah penderitanya.

Terapi insulin bisa diberikan dalam bentuk suntikan, pena insulin, maupun pompa insulin.

Lamanya penderita diabetes tipe 1 menjalani terapi insulin juga akan berbeda, tergantung kebutuhan serta kondisi kesehatan masing-masing.

Sejumlah orang mungkin hanya membutuhkan terapi insulin dalam kurun beberapa bulan saja. Sementara yang lainnya, mungkin harus menjalani terapi hingga bertahun-tahun atau bahkan seumur hidupnya.

2. Obat-obatan tertentu

Pengobatan penyakit diabetes ini juga sering kali digabungkan dengan beberapa jenis obat-obatan tertentu untuk membantu mengendalikan gula darah Anda serta mencegah terjadinya komplikasi lain.

Berikut ini beberapa obat diabetes yang sering diresepkan oleh dokter:

  • Metformin
  • Pramlintide
  • Aspirin
  • Obat tekanan darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan angiotensin II receptor blockers (ARB)
  • Obat penurun kolesterol

Sebelum Anda menggunakan obat lain, pastikan lebih dahulu meminta izin dokter. Pasalnya, obat lain bisa memperparah kondisi dan gejala diabetes.

Pengobatan di rumah

Seperti apa pengobatan rumahan untuk penyakit ini?

Meski tak bisa disembuhkan, orang yang memiliki tipe diabetes ini juga bisa hidup bahagia dan melakukan berbagai rutinitas harian seperti orang sehat pada umumnya.

Kuncinya satu yaitu menjaga gula darah tetap normal dengan melakukan perawatan yang tepat

Berikut ini adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah untuk diabetes tipe 1:

1. Pola makan yang sehat

Pastikan Anda memilih makanan dengan gizi seimbang yang meliputi serat, protein, karbohidrat, dan lemak baik. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam.

Jangan lupa, perhatikan pula porsi makan Anda setiap hari agar gejala diabetes  tidak kambuh. Lebih baik mengonsumsi makanan sedikit tapi sering ketimbang harus makan dalam jumlah banyak pada satu waktu.

2. Rajin olahraga

Perbanyak aktivitas fisik dan mulailah rutin berolahraga setiap hari sangat baik untuk mengontrol gula darah. Tak perlu melakukan olahraga diabetes yang berat, cukup lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda, berenang ataupun jalan cepat.

Sebelum melakukan olahraga, penting untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak menginzinkan Anda untuk melakukan olahraga tertentu terkait dengan kondisi Anda.

3. Hindari stres

Hindari stres dan pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup serta berkualitas setiap malam. Ingat, stres bisa menyebabkan kenaikan gula darah dan memperparah gejala diabetes.

4. Rajin cek kadar gula darah

Penting untuk memeriksa kadar gula darah sebelum dan setelah makan. Anda bisa mengecek sendiri di rumah dengan alat cek gula darah yang bisa dibeli di apotek atau toko obat terdekat.

5. Minum obat teratur

Ikuti aturan dokter Anda secermat mungkin mengenai penggunaan insulin dan obat diabetes lainnya. Jangan berhenti atau mengubah dosis insulin secara sembarangan.

Segera konsultasi ke dokter ketika Anda merasakan gejala diabetes, seperti pusing, pandangan buram, mas, lesu, tidak bertenaga untuk sekadar bangun dari tempat tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit