6 Efek Samping Suntik Insulin yang Tak Boleh Disepelekan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bagi para diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes melitus), suntik insulin adalah salah satu cara terbaik untuk membantu mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil. Meski begitu, insulin juga memiliki potensi efek samping. Efek samping suntik insulin bisa berkisar dari ringan sampai berat hingga membutuhkan penanganan darurat. Mari bahas lebih dalam pada ulasan berikut ini.

Berbagai efek samping suntik insulin

Insulin merupakan hormon alami yang diproduksi tubuh untuk mengubah glukosa (gula) dalam tubuh menjadi energi. Pada orang sehat, hormon insulin bisa diproduksi secara alami.

Namun, pada orang diabetes, produksi insulin tidak mencukupi atau bahkan tidak ada sama sekali. Akibatnya, diperlukan insulin tambahan dengan cara menyuntikkannya ke tubuh.

Suntik insulin berperan penting untuk membantu menstabilkan gula darah dan mengendalikan gejala diabetes. Namun, jika tidak digunakan dalam dosis dan waktu yang tepat, suntik insulin berpotensi menyebabkan efek samping.

Menurut UK Health Center, ada beberapa efek samping suntik insulin yang mungkin terjadi pada diabetesi, di antaranya:

1. Reaksi alergi

Spyrocon obat antijamur gatal

Reaksi alergi akibat efek samping suntik insulin ditandai dengan kulit yang terasa gatal dan memerah. Selain itu, pembengkakan disertai rasa nyeri juga bisa terjadi.

Efek samping ini muncul karena jarum suntik yang digunakan kurang tajam sehingga melukai kulit. Untungnya, kondisi ini bisa pulih dalam beberapa hari.

Pada kasus parah, alergi akibat suntik insulin juga bisa menimbulkan efek samping seperti sesak di dada, kesulitan bernapas, pusing, atau bahkan pingsan.

2. Lipodistrofi

Terapi insulin bisa menimbulkan efek samping pada area kulit yang diinjeksi, yang disebut dengan lipodistrofi. Kondisi ini cukup sering terjadi.

Lipodistrofi terjadi akibat terlalu sering melakukan injeksi di bagian yang sama. Akibatnya, lemak di lapisan kulit akan hilang sehingga mengubah tampilan kulit.

Guna menghindari efek samping ini, Anda bisa mengakalinya dengan sering-sering mengubah lokasi suntikan.

3. Hipoglikemia

cara mengatasi kelelahan

Hipoglikemia adalah efek samping yang paling umum dan serius dari suntik insulin. Sekitar 16% dari penderita diabetes tipe 1 dan 10% dari pasien diabetes tipe 2 mengalami efek samping ini.

Hipoglikemia sendiri adalah suatu kondisi ketika kadar gula darah Anda terlalu rendah, yaitu di bawah 70 mg/dL. Meski insulin berfungsi untuk menurunkan glukosa darah, terlalu banyak asupan insulin lewat penyuntikkan juga tidak baik untuk tubuh. Pasalnya, kondisi ini dapat menimbulkan efek samping berupa penurunan gula darah secara drastis.

Kadar gula darah terlalu rendah terjadi karena insulin menyebabkan sel-sel hati dan otot mengambil glukosa dari darah. Jika terlalu banyak menyuntikkan insulin, sel-sel Anda akan mengambil dan menyimpan terlalu banyak glukosa.

Risiko mengalami efek samping ini akan lebih tinggi jika Anda melakukan terapi insulin intensif atau terus-menerus. Jadi, sangat mungkin orang dengan diabetes mengalami hipoglikemia setelah menyuntikkan insulin.

Menurunnya kadar gula darah bisa mengurangi asupan glukosa untuk otak. Padahal, otak manusia hanya menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Jika jumlahnya tidak mencukupi, hipoglikemia akan membuat seseorang sakit kepala, penglihatan kabur, kelelahan, dan tremor. Bahkan, efek samping  insulin ini bisa menimbulkan komplikasi, seperti kejang, hilang kesadaran, dan kematian.

Apabila sulit mengenali tanda-tanda dan gejala hipoglikemia, Anda perlu cek gula darah secara rutin. Setelahnya, makan atau minum sesuatu yang sebagian besar mengandung gula atau karbohidrat untuk meningkatkan kadar gula darah Anda dengan cepat.

Berisiko Diabetes, Ini Makanan dan Minuman Penyebab Gula Darah Tinggi

4. Kenaikan berat badan

Bertambahnya berat badan adalah efek samping yang paling umum terjadi selama menggunakan insulin.

Tambahan insulin membantu tubuh dalam menyimpan glukosa sehingga tubuh tidak mengalami kelebihan gula darah. Di sisi lain, insulin juga membuat tubuh menyimpan glukosa tersebut dalam bentuk glikogen atau lemak. Nah, peningkatan lemak inilah yang membuat berat badan naik.

Jika Anda tidak mengontrol pola makan selama mengalami diabetes, risiko efek samping suntik insulin akan jadi lebih besar. Ya, semakin banyak Anda makan, terutama makanan yang tidak sehat, gula darah bisa meningkat tajam.

Alhasil, makin banyak gula darah yang disimpan sebagai lemak. Inilah yang menyebabkan berat badan jadi naik drastis selama menggunakan insulin.

5. Resistensi insulin

Setelah suntik insulin, gula darah bisa saja tidak menurun dan malah melonjak naik. Munculnya efek samping suntik insulin ini ternyata disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu yang paling umum adalah resistensi insulin.

Kondisi resistensi insulin menandakan bahwa pankreas memproduksi hormon insulin, tapi sel tubuh tidak menggunakan hormon tersebut seperti yang seharusnya. Kondisi ini menyebabkan sel-sel tubuh tidak dapat menyerap gula dengan benar sehingga gula dalam darah akan menumpuk.

Terjadinya resistensi insulin sebagai efek samping suntik insulin biasanya muncul dalam penggunaan jangka panjang. Untuk mengatasinya, Anda memerlukan dosis insulin lebih besar agar lebih ampuh dalam menstabilkan gula darah. Konsultasikan dengan dokter untuk meningkatkan dosis insulin.

Memahami Penggunaan Insulin dalam Pengobatan Diabetes Tipe 1

6. Overdosis insulin

Overdosis insulin terjadi ketika kadar insulin yang Anda masukkan ke dalam tubuh melebihi kebutuhan tubuh. Kelebihan kadar insulin akan menyebabkan gula darah menurun drastis atau hipoglikemia dan memicu terjadinya syok insulin atau hipoglemik.

Konsumsi insulin yang tidak disertai dengan asupan makanan bergizi yang cukup, melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, dan konsumsi alkohol dalam keadaan perut kosong juga bisa menyebabkan syok hipoglemik.

Ketika Anda tengah mengalami syok hipoglemik karena overdosis insulin, Anda bisa mengalami:

  • Merasa gelisah, resah, keringat dingin dan tidak tenang.
  • Merasa lemah, hingga merasakan kaki dan tangan Anda gemetar.
  • Merasa kesulitan untuk berdiri tegak dan mengalami kram otot.
  • Muncul rasa pening di kepala disertai dengan efek pandangan yang kadang buram.
  • Detak jantung yang tidak beraturan disertai nafas yang terasa lebih pendek.
  • Pembengkakan pada lengan, tangan, kaki, pergelangan kaki, atau kaki bagian bawah.
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas.

Jika Anda merasakan berbagai efek samping di atas, segera cari bantuan medis. Anda sebaiknya pergi ke dokter, klinik perawatan darurat, atau ruang gawat darurat rumah sakit bila kasus komplikasi yang lebih parah. Selama mencari bantuan medis, mengonsumsi gula dapat membantu meredakan reaksi overdosis insulin ini.

Berapa Banyak Kalori yang Berhasil Saya Bakar Saat Berolahraga?

Ingin tahu berapa banyak kalori yang berhasil kamu bakar dalam sehari? Efektifkah olahraga yang kamu pilih untuk membakar kalori? Cek selengkapnya.

Mau Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sirosis Hati

Sirosis adalah tahap akhir luka (fibrosis) pada hati yang disebabkan oleh banyak penyakit dan kondisi pada hati, seperti hepatitis dan alkoholisme kronis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

10 Manfaat Beras Hitam, “Beras Terlarang” dari Cina

Jika Anda sudah beralih dari beras putih ke beras merah, selamat! Anda telah membuat perubahan sehat. Tapi tahukah Anda bahwa beras hitam lebih sehat lagi?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Saat sarapan, yang penting bukan porsinya, tapi apa yang kita makan. Pastikan salah satu (atau lebih) makanan ini ada di menu makan Anda setiap pagi.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Mengatasi “Kecanduan” Minuman Ringan

Anda pasti sudah tahu minuman ringan nan manis sangat buruk bagi kesehatan. Tapi bagaimana kalau Anda sudah terbiasa minum softdrink setiap hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Makan Sehat, Nutrisi 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
peluang kanker kambuh lagi

Awas! Risiko Anda Terkena Kanker Bisa Meningkat Jika Idap Hiperinsulinemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
infeksi penderita diabetes

Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terkena 4 Jenis Infeksi Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
diabetes gestasional

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit