Penyebab Diabetes Paling Umum, dari Faktor Genetik Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Diabetes melitus  adalah penyakit kronis yang mengganggu kemampuan tubuh mengolah gula darah menjadi energi. Semua jenis penyakit diabetes, baik itu diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, maupun diabetes gestasional memiliki efek serius pada tubuh. Namun, tahukah Anda apa penyebab diabetes melitus alias kencing manis? Simak ulasannya berikut ini.

Penyebab diabetes melitus yang perlu diwaspadai

Diabetes melitus terjadi saat kadar gula (glukosa) di dalam darah terlalu tinggi. Kondisi ini terjadi saat jumlah hormon insulin dalam tubuh tidak mencukupi untuk mengubah glukosa menjadi energi. Akibatnya, glukosa menetap di dalam darah. Sel tubuh yang kebal terhadap insulin, atau resistensi insulin, juga menjadi penyebab diabetes.

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, Anda bisa saja mengalami komplikasi diabetes.

Penyakit diabetes melitus ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari faktor keturunan, pengaruh lingkungan hingga gaya hidup tidak sehat.

1. Faktor genetik

riwayat kesehatan keluarga

Salah satu penyebab diabetes melitus yang tidak bisa dielakkan adalah faktor genetik. Itu sebabnya, diabetes sering disebut penyakit keturunan. Namun, jangan dulu cemas, menjadi keturunan seorang diabetes bukan berarti Anda pasti akan kena pula.

Faktor genetik memang membuat seseorang memiliki risiko lebih besar untuk kena diabetes. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa risiko seorang anak terkena penyakit diabetes akan lebih besar ketika ibunya memiliki penyakit ini juga. Jika kedua orangtuanya memiliki diabetes, risikonya lebih besar lagi bisa mencapai sekitar 50 persen.

Menurut American Diabetes Association, diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan riwayat dan keturunan keluarga, dibandingkan dengan diabetes tipe 1.

Para ahli menduga bahwa ada gen khusus penyebab diabetes melitus yang bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Sayangnya, para ahli masih sulit untuk menentukan gen mana yang jadi penyebab penyakit gula ini.

2. Faktor usia

periksa kesehatan bagi lansia

Selain genetik, faktor usia juga bisa menjadi salah satu penyebab Anda berisiko kena penyakit kencing manis.

Seiring bertambahnya usia, maka risiko Anda terkena penyakit diabetes pun akan meningkat. Sebenarnya usia tak hanya jadi penyebab diabetes saja, tapi juga berbagai penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai penyakit, termasuk diabetes, dan usia memang saling berhubungan satu sama lain. Semakin tua usia Anda, fungsi tubuh juga akan mengalami penurunan, termasuk cara tubuh mengolah gula dalam darah. Alhasil, penyakit semacam ini banyak ditemukan pada orang tua.

Selain penurunan fungsi-fungsi tubuh, usia juga menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Hal ini bisa mempermudah terjadinya infeksi pada organ tubuh tertentu yang bertugas mengatur kadar gula darah normal.

Faktor penyebab diabetes melitus yang menyerang seiring berjalannya waktu ini, membuat dokter merekomendasikan pasiennya yang berusia 45 tahun atau lebih untuk mengikuti pemeriksaan diabetes.

3. Autoimun

autoimun penyebab diabetes

Usia memang jadi faktor risiko penyebab diabetes melitus. Namun, anak-anak dan remaja juga bisa mengalami diabetes. Diabetes tipe 1 merupakan jenis diabetes yang paling umum menyerang penderita berusia muda, akibat hilangnya kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin.

Penyebab diabetes pada anak ini biasanya adalah kondisi autoimun yang menyebabkan sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel-sel di dalam pankreas, yaitu organ tempat pembentukan insulin.

Rusaknya sel-sel pankreas menyebabkan organ ini tidak dapat mengeluarkan hormon insulin yang cukup atau berhenti total memproduksi hormon tersebut sepenuhnya.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan masalah autoimun ini. Namun, para peneliti menduga infeksi virus penyakit tertentu memicu sistem imun untuk bereaksi secara berlebihan dan merusak sel sehat dalm tubuh.

4. Resistensi insulin

kadar gula darah tinggi

Kombinasi antara faktor keturunan penyakit dan gaya hidup yang buruk dapat menjadi penyebab resistensi insulin.

Resistansi insulin adalah kondisi saat sel-sel tubuh tidak merespon insulin dengan benar, alias “kebal”. Padahal, insulin bertugas untuk membantu sel tubuh menyerap glukosa dalam darah. Akibatnya, tubuh tak lagi bisa menyerap gula yang ada di dalam darah untuk mengubahnya menjadi energi.

Kondisi tersebut membuat kadar gula dalam darah akan semakin tinggi dan menyebabkan diabetes.

Anda mungkin saja menghasilkan cukup hormon insulin untuk menyalurkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Namun, tubuh Anda belum tentu “mengenali” insulin secara benar sehingga gula tetap menumpuk di dalam darah.

Jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus, risiko Anda terkena penyakit diabetes tipe 2 akan semakin tinggi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa terjadinya resistensi insulin merupakan penyebab diabetes melitus tipe 2.

5. Kondisi medis tertentu

hidup tanpa pankreas penyebab diabetes melitus

Ada banyak penyebab diabetes melitus yang mungkin tak pernah Anda duga sebelumnya. Dalam  beberapa kasus kemunculan penyakit diabetes bisa dipicu oleh beberapa penyakit tertentu, seperti:

  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS): penyebab utama PCOS adalah obesitas yang erat kaitannya dengan resistensi insulin dan diabetes. Jika sudah mengalami resistansi insulin, Anda lebih berisiko untuk memiliki prediabetes.
  • Pankreatitis atau radang pankreas: organ ini bertugas untuk menghasilkan hormon insulin yang fungsinya menjaga gula darah tetap normal.
  • Sindrom Cushing: kondisi meningkatnya produksi hormon kortisol yang akan meningkatkan kadar glukosa darah.
  • Glucagonoma: penyakit ini bisa jadi penyebab diabetes melitus karena tubuh tidak bisa menghasilkan hormon insulin yang cukup.

Faktor risiko gaya hidup yang menyebabkan diabetes

Selama ini kebanyakan orang menduga bahwa kebiasaan yang menjadi penyebab utama penyakit diabetes, yaitu kebanyakan mengonsumsi gula.

Padahal, tak hanya itu, ada pula berbagai kebiasaan sehari-hari yang turut menjadi faktor risiko penyebab diabetes, seperti:

1. Banyak makan gula

terlalu banyak konsumsi gula penyebab diabetes melitus

Makanan manis, seperti dessert memang merupakan jenis makanan yang sangat sulit untuk ditolak. Namun, Anda harus hati-hati. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu yang lama, makanan manis bisa jadi penyebab diabetes melitus.

Tak hanya jadi faktor risiko yang menyebabkan diabetes, pola makan tinggi gula juga dapat berdampak pada banyak masalah kesehatan lainnya, seperti kenaikan berat badan yang berujung pada obesitas.

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa pola makan tinggi gula merupakan faktor risiko diabetes dan obesitas yang paling utama.

Meski berlebihan makan makanan manis jadi penyebab diabetes melitus, bukan berarti hal ini menyebabkan Anda jadi anti gula seratus persen. Anda tetap boleh mengonsumsi makanan manis karena bagaimana pun tubuh membutuhkan gula sebagai asupan energi. Kuncinya satu, batasi asupan gula harian Anda.

Dengan melakukan perencanaan dan pola hidup sehat, Anda masih tetap bisa makan makanan manis yang aman untuk gula darah tanpa takut kadar gula darah melonjak naik.

2. Malas gerak

Malas gerak bisa jadi penyebab diabetes melitus

Makan makanan manis berlebihan ditambah malas gerak alias gaya hidup sedentari bisa jadi penyebab diabetes. Kemajuan teknologi memang memudahkan manusia untuk melakukan berbagai hal, tapi juga mengurangi aktivitas fisik yang bisa berdampak bagi kesehatan tubuh.

Perlahan tapi pasti, saat tubuh semakin jarang bergerak Anda lebih berisiko mengalami resistansi insulin. Kondisi ini merupakan penyebab umum dari diabetes melitus tipe 2. Apalagi, jika gaya hidup ini dikombinasikan dengan pola makan yang buruk dan kebiasaan tidak sehat, seperti merokok atau minum alkohol. Diabetes akan menyerang Anda lebih cepat.

Bahkan, menurut badan kesehatan dunia, WHO, gaya hidup sedentari adalah salah satu dari 10 penyebab kematian diabetes terbanyak di dunia, salah satunya akibat diabetes melitus yang berujung pada komplikasi.

3. Kelebihan berat badan

istri obesitas risiko penyakit diabetes tipe 2 pada suami

Kelebihan berat badan atau obesitas juga menjadi penyebab yang meningkatkan risiko diabetes melitus, dibandingkan orang yang sehat. Bahkan, American Diabetes Association mengatakan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes melitus hingga 80%.

Faktor risiko diabetes ini menimbulkan perubahan metabolisme tubuh yang mengakibatkan sel-sel di tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik. Akibatnya, tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sehingga terjadilah resistensi insulin.

Nah, resistensi insulin inilah akhirnya jadi penyebab diabetes melitus. Pasalnya, kondisi ini membuat glukosa menumpuk di dalam darah.

4. Pakai obat-obatan tertentu

Diazoxide adalah obat penyebab diabetes melitus

Obat-obatan yang diminum untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan yang Anda alami mungkin dapat memengaruhi kadar gula dalam darah, yang pada akhirnya dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Apalagi jika Anda memiliki riwayat diabetes atau sudah terkena diabetes.

Berdasarkan UIC Center beberapa jenis obat-obatan yang menjadi penyebab meningkatkan risiko diabetes, di antaranya:

  • Steroid
  • Statin
  • Obat diuretik, khususnya diuretik thiazide
  • Beta-blocker
  • Pentamidine
  • Protese inhibitor
  • Beberapa obat tanpa resep dalam bentuk sirup dan mengandung banyak gula

Jika Anda sedang menggunakan salah satu atau beberapa obat yang memicu kadar gula darah ini, penting untuk menanyakan seberapa besar risiko dan manfaat obat dengan dokter.

5. Kekurangan cairan

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Kekurangan cairan dapat menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan mulai dari penyakit ginjal, jantung, dan bahkan diabetes. Sayangnya, tak banyak tahu bahwa dehidrasi dan penyakit diabetes itu saling berhubungan satu sama lain.

Sebuah laporan dalam Journal Diabetes Care menemukan bahwa asupan cairan yang rendah dapat menyebabkan naiknya gula darah yang bisa berujung pada diabetes.

Para ahli berteori bahwa hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon vasopresin, yang menyebabkan ginjal menahan air dan hati untuk menghasilkan gula darah. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur hormon insulin dari waktu ke tubuh.

Sementara bagi Anda yang memiliki kadar gula darah tinggi akibat dehidrasi bisa memperburuk kondisi ini.

Dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah Anda naik dan tubuh menghasilkan hormon stres, yang keduanya bisa memicu kenaikan gula darah secara drastis (hiperglikemia). Akibatnya, gejala diabetes jadi lebih parah atau bahkan menyebabkan komplikasi.

6. Terlalu banyak makan garam

garam tidak boleh dimasak

Makanan manis bukan satu-satunya penyebab diabetes. Mengonsumsi makanan tinggi garam juga bisa memicu diabetes melitus. Kenapa?

Kebanyakan makan garam bisa meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi, alias tekanan darah tinggi. Nah, ketika Anda sudah terkena hipertensi, risiko Anda untuk diabetes juga semakin tinggi.

Di samping itu, garam juga bisa menyebabkan resistensi insulin. Berdasarkan studi Diabetologia yang dilakukan oleh para peneliti dari Swedia dan Finlandia, setiap 1.000 mg tambahan natrium di luar batas aman konsumsi garam meningkatkan risiko diabetes sebesar 43 persen.

Usahakan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 5 gram atau satu sendok teh garam per hari. Ikuti juga pola makan sehat dengan menu makanan khusus untuk diabetes.

7. Pakai obat kumur

pakai obat kumur penyebab diabetes melitus

Anda mungkin tak mengira kalau obat kumur masuk sebagai salah satu faktor risiko penyebab diabetes melitus. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam British Dental Journal tahun 2018, kebiasaan pakai obat kumur 2 kali sehari dilaporkan meningkatkan risiko diabetes sebanyak 50 persen, ketimbang hanya berkumur satu kali sehari.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa obat kumur bisa jadi penyebab diabetes melitus jadi semakin memburuk. Ini karena kandungan bahan kimia dalam obat kumur selain membunuh bakteri penyebab radang gusi, juga dapat menghancurkan bakteri baik di dalam mulut yang penting untuk membentuk nitrat monoksida.

Nitrat monoksida dibutuhkan tubuh untuk membantu mengatur produksi insulin. Nah, ketika kumpulan bakteri ini mati, kerja tubuh dalam memproduksi insulin dan mengatur kadar gula darah pun terganggu. Hal ini bisa menyebabkan resistensi insulin, yang jadi salah satu faktor penyebab diabetes melitus.

Untuk itu, Anda harus menggunakan obat kumur bijak, supaya manfaatnya tidak berubah menjadi penyebab meningkatnya faktor risiko diabetes.

8. Pola makan rendah gluten

diet bebas gluten

Bagi sejumlah orang, seperti yang memiliki penyakit Celiac, gluten bisa menimbulkan reaksi negatif di tubuh. Gluten adalah sejenis protein yang biasanya terdapat pada gandum, oat, dan makanan bertepung seperti roti.

American Heart Association yang meneliti 200.000 orang dewasa menemukan fakta bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi gluten, 13% lebih aman dari risiko diabetes dibandingkan mereka yang sengaja menghindarinya.

Hal ini disebabkan karena orang-orang yang menghindari gluten cenderung kurang makan biji-bijian yang kaya serat. Padahal, serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, dan menurunkan tekanan darah serta kolesterol.

Sekalipun memiliki berbagai faktor risiko penyebab di atas, bukan berarti Anda pasti kena diabetes. Namun, mengetahui penyebab diabetes bisa membantu Anda mencegah penyakit ini sehingg Anda bisa hidup lebih sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit