Terapi Insulin Lebih Mudah dengan Pompa Insulin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Terapi insulin merupakan pengobatan utama bagi diabetes tipe 1. Namun, ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi saat menggunakan suntik insulin, seperti terlewat jadwal atau diabetesi (penderita diabetes melitus) mungkin takut dengan jarum suntik. Nah, pompa insulin dapat menjadi solusi untuk terapi insulin yang lebih mudah dan praktis.

Bagaimana cara kerja pompa insulin?

Pompa insulin adalah perangkat elektronik yang bisa secara otomatis menyalurkan insulin buatan ke dalam tubuh. Alat ini berukuran sebesar telepon gengam dan dapat dipasang pada ikat pinggang atau dimasukkan ke dalam saku celana.

Walaupun terapi insulin memang lebih umum dilakukan dalam pengobatan diabetes tipe 1, alat ini juga  dapat digunakan untuk pengobatan insulin diabetes tipe 2.

Cara kerja pompa insulin mirip dengan cara kerja pankreas dalam tubuh. Pankreas bekerja selama 24 jam dengan melepaskan hormon insulin sedikit demi sedikit untuk menyeimbangkan kadar glukosa dalam darah.

Dijelaskan oleh American Diabetes Association, pompa insulin bekerja dalam dua cara, yaitu:

  • Melepaskan insulin dalam dosis basal: dosis yang konsisten, terukur, dan sama secara terus-menerus sepanjang hari. Biasanya Anda dapat mengatur jumlah insulin yang diberikan pada malam atau siang hari.
  • Menyalurkan insulin dalam dosis bolus: dosis bolus adalah dosis yang diatur oleh penggunanya dalam jumlah yang berbeda-beda, bisanya disalurkan sekitar waktu makan. Cara menentukan dosis bolus adalah dengan menghitung berapa banyak asupan karbohidrat dan perkiraan jumlah kalori yang dikeluarkan selama beraktivitas.

Anda juga bisa menggunakan dosis bolus untuk menurunkan kadar gula darah tinggi. Jika kadar gula tinggi sebelum makan, Anda harus menambahkan dosis bolus agar kadar gula darah dapat kembali turun ke batas normal.

Mengenal komponen pompa insulin

Alat pompa insulin

Pompa insulin memiliki beberapa komponen yang perlu Anda perhatikan dan ketahui dengan baik, agar penggunaannya dapat berjalan dengan optimal. Komponen dalam pompa ini terdiri atas:

  • Wadah/reservoir: tempat insulin dalam tabung disimpan. Anda harus memastikan wadah insulin ini tetap terisi untuk menjaga pasokan insulin ke dalam tubuh
  • Kateter: jarum kecil dan selang yang dipasang di bawah jaringan lemak pada area kulit (subkutan) yang akan mengantarkan insulin ke dalam tubuh. Kateter harus diganti secara berkala untuk menghindari risiko terjadinya infeksi
  • Tombol pengoperasian: digunakan untuk mengatur suplai insulin ke dalam tubuh dan pengaturan dosis bolus pada waktu-waktu tertentu.
  • Selang: untuk menyalurkan insulin dari pompanya menuju kateter.

Cara menggunakan pompa insulin untuk diabetes

Siapa pun yang membutuhkan pengobatan diabetes dapat menggunakan alat ini. Pompa insulin terbukti aman digunakan oleh diabetesi dari berbagai usia.

Selama beraktivitas, pompa insulin bisa Anda simpan di saku celana, dipasang pada ikat pinggang, atau dilekatkan pada pakaian.

Pompa tetap bisa digunakan sekalipun Anda menjalani aktivitas fisik yang cukup berat, seperti berolahrga. Jangan lupa untuk mengatur dosis insulin sebelum Anda menggunakan pompa.

Anda tetap bisa menggunakan pompa insulin saat tidur, tapi pastikan pompa disimpan dengan aman seperti diletakkan pada meja di samping tempat tidur.

Selalu periksa kadar gula darah Anda selama pemakaian pompa untuk memastikan dosis insulin yang diberikan sudah tepat. Lakukanlah pengecekan gula darah setidaknya 4 kali dalam sehari

Mengetahui berapa jumlah dosis yang diperlukan juga perlu menyesuaikan dengan asupan makanan dan aktivitas yang dilakukan. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jumlah dosis basal dan bolus yang diperlukan.

Cara melepaskan pompa 

Terkadang, ada aktivitas tertentu yang mungkin membuat Anda harus melepas pompa insulin, seperti saat mandi. Anda dapat melepas dan meletakkan alat ini di tempat yang terlindung dari air. Lebih aman lagi, jika pompa disimpan dalam wadah penyimpanannya.

Namun penting untuk diingat, saat memutuskan untuk melepas pompa insulin, Anda akan menghentikan semua pasokan insulin yang masuk ke dalam tubuh. Itu sebabnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Jika menghentikan pompa saat dosis bolus tengah diberikan, Anda tidak dapat memberikan (melanjutkan) pemberian sisa dosisnya ketika memasang pompa kembali. Anda mungkin harus mengulang dosis baru dari awal.
  2. Pastikan bahwa dosis bolus dapat memenuhi dosis basal yang mungkin hilang karena Anda melepaskan pompa. Jika gula darah di bawah 150 mg/dl, Anda dapat menunggu satu jam untuk pemberian dosis bolus.
  3. Jangan sampai Anda tidak mendapat insulin selama lebih dari 1-2 jam.
  4. Pantau kadar gula darah Anda setiap 3-4 jam.

Kelebihan dan kekurangan pompa insulin

Dosis bolus adalah

Sama seperti pengobatan diabetes lainnya, pompa insulin juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya.

Kelebihan

1. Lebih mudah, aman, dan nyaman

Penggunaan insulin suntik membutuhkan kedisiplinan tinggi karena harus menyuntikan pada jadwal tertentu. Sementara pompa insulin bisa secara otomatis mengalirkan insulin sesuai dengan dosis yang diatur terlebih dulu.

Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi memberikan insulin secara manual atau khawatir melewatkan pengobatan karena lupa.

2. Melepaskan insulin secara perlahan

Beberapa dokter mengusulkan pemberian insulin dengan alat ini  ini karena sifatnya yang melepaskan insulin secara perlahan, mirip seperti pankreas alami. Cara ini dapat memberikan insulin dalam dosis yang lebih tepat sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Kontrol gula darah yang lebih terjaga pun efektif mencegah efek samping insulin seperti kondisi hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) atau naik-turunnya gula darah.

Kekurangan

1. Penggunaannya harus benar-benar dipahami

Dalam menggunakan alat ini, pengguna perlu memantau cara kerja alat ini dengan baik. Meskipun bekerja secara otomatis, Anda harus memperhatikan bagaimana tubuh merespons penyaluran insulin dari pompa.

Oleh karena itu, Anda perlu lebih sering melakukan pengecekan kadar gula darah (minimal 4 kali dalam sehari) dan cermat menghitungan asupan karbohidrat dari makanan guna menentukan dosis bolus yang tepat.  Selain itu, Anda juga perlu memperhitungkan jumlah kalori yang keluar melalui aktivitas yang dilakukan.

2. Risiko infeksi dan komplikasi

Risiko terjadinya infeksi pada titik pemasangan kateter juga mungkin terjadi. Itu sebabnya, seperti suntik insulin, gantilah titik pemasangan kateter secara rutin, sekitar 2-3 hari sekali untuk menghindari risiko terjadinya infeksi.

Ada pula risiko yang bisa membuat Anda mengalami komplikasi ketoasidosis diabetik (DKA) jika terjadi kerusakan pada pompa. 

3. Harganya cukup mahal

Harga alat yang cukup mahal juga membuat banyak diabetesi cenderung memilih pengobatan dengan suntik insulin.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, penggunaan pompa insulin sejatinya merupakan pilihan. Hasil akhir pengobatan dari alat ini sama dengan suntik insulin, yaitu bertujuan menjaga kadar gula darah dalam batas normal

Jika Anda berniat memilih pengobatan insulin dengan cara ini, berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk memahami penggunaanya dengan lebih tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit