Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Definisi|Pencegahan & peringatan|Proses|Penjelasan dari Hasil Tes
Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Definisi

Apa itu HbA1c?

Tes HbA1c adalah pemeriksaan untuk mengukur rata-rata kadar HbA1c (hemoglobin A1c) atau hemoglobin terglikosilasi selama 3 bulan. Pemeriksaan ini juga disebut dengan tes glikohemoglobin dan biasa dilakukan untuk memeriksa diabetes melitus.

HbA1c adalah hemoglobin yang berikatan dengan glukosa atau hemo. Dengan kata lain, tes HbA1C untuk diagnosis diabetes berfungsi mengetahui jumlah glukosa dalam darah secara rata-rata 3 bulan.

Itu sebabnya, seseorang yang dicurigai memiliki diabetes akan menjalani tes ini sebagai pemeriksaan awal dan akan mengulanginya dalam waktu 3 bulan ke depan. Tes ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa baik Anda telah mengendalikan gula darah Anda selama 3 bulan ke belakang.

Kapan saya harus menjalani HbA1c?

Setiap orang yang memiliki diabetes wajib melakukan pemeriksaan glikohemoglobin. Waktu terbaik untuk melakukan pemeriksaan HbA1c adalah 3 bulan sekali atau paling tidak setahun sekali.

Selain penderita diabetes, orang yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan Hb1Ac oleh dokter adalah orang yang dicurigai memiliki diabetes atau sebelumnya didiagnosis prediabetes.

Orang-orang ini kemungkinan besar melaporkan merasakan gejala diabetes, seperti:

  • Sangat mudah haus padahal sudah minum
  • Sering buang air kecil, bahkan hingga mengganggu tidur
  • Mudah lelah dan penglihatan mulai kabur

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani HbA1c?

Bebas dari diabetes, terkena diabetes, atau berisiko mengalami komplikasi diabetes adalah hasil dari tes glikohemoglobin.

Penting juga untuk diketahui ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi hasil pemeriksaan HbA1C, yaitu:

1. Pola makan

Hasil pemeriksaan hemoglobin A1c sangat berkaitan dengan kadar gula darah normal. Bila Anda ingin hasil pemeriksaan HbA1c normal, menjaga pola makanan adalah satu caranya.

Perhatikan indeks glikemik (IG) makanan yang Anda makan karena ini bisa memengaruhi kadar gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik, semakin cepat makanan membuat kadar gula darah melonjak naik.

Jenis makanan ini perlu dibatasi dan diganti dengan makanan yang rendah indeks glikemiknya.

Selain kandungan gula, Anda juga perlu mengurangi penggunaan garam pada makanan. Perhatikan pula porsi makanan untuk diabetes yang Anda konsumsi. Lebih baik makan dalam porsi kecil tapi lebih sering.

2. Olahraga

Selain pola makan, menjalani aktivitas fisik atau melakukan olahraga untuk diabetes secara rutin adalah salah satu cara agar hasil pemeriksaan glikohemoglobin normal.

Saat melakukan olahraga, otot-otot tubuh akan menggunakan gula darah sebagai sumber energi. Itulah sebabnya, olahraga dapat memberikan efek positif pada kadar HbA1C.

Lakukan latihan aerobik sekitar 150 menit setiap minggu atau sekitar 30 menit per hari dengan jenis olahraga yang ringan, seperti jalan santai, yoga, berenang, atau bersepeda.

3. Disiplin menjalani pengobatan

Bagi pasien yang sudah divonis punya penyakit gula, pengobatan diabetes dapat mencegah keparahan gejala sekaligus mencegah komplikasi. Namun, pengobatan yang dilakukan perlu dievaluasi secara berkala.

Agar hasil pemeriksaan HbA1c normal, Anda perlu mengikuti pengobatan sesuai dengan anjuran dokter, yakni pilihan dan dosis obat diabetes atau terapi insulin.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani HbA1c?

Tidak seperti beberapa pemeriksaan gula darah lain yang mewajibkan Anda puasa, pemeriksaan HbA1C tidak mengharuskan Anda puasa.

Anda juga tidak perlu melakukan persiapan khusus. Pemeriksaan dapat dilakukan setiap saat sepanjang hari.

Seberapa sering saya harus melakukan tes ini?

Seberapa sering Anda harus melakukan tes tergantung pada jenis diabetes yang Anda miliki, rencana pengobatan, dan seberapa baik Anda mampu mengontrol kadar gula darah sebelumnya.

Secara umum, berikut adalah gambaran seberapa sering Anda harus melakukan tes:

  • Diabetes tipe 1: Anda mungkin akan melakukan tes lebih sering, sebanyak 4 kali atau lebih dalam setahun.
  • Diabetes tipe 2, tidak menggunakan insulin, dan memiliki riwayat menjaga kadar gula darah dengan baik: Anda mungkin hanya perlu melakukan melakukan tes ini 2 kali setahun.
  • Diabetes tipe 2, menggunakan insulin, dan kesulitan menjaga kadar gula darah: Anda mungkin perlu melakukan tes ini 4 kali atau lebih dalam setahun.

Bagaimana proses pemeriksaan HbA1c?

Untuk mengukur tingkat glikohemoglobin, sampel darah akan diambil dari pembuluh vena di lengan Anda dengan jarum kecil. Proses ini sama seperti proses pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan lainnya.

Anda akan mungkin akan merasakan nyeri pada area kulit saat proses penyuntikan. Proses pengambilan darah biasanya memakan waktu tidak lebih dari 10 menit.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Sebagaimana dikutip dari laman American Diabetes Association, berikut adalah kategori hasil pemeriksaan HbA1c:

  • HbA1c normal: < 6,0%
  • HbA1c prediabetes: 6,0 – 6,4%
  • HbA1c diabetes: ≥ 6,5%

Untuk penderita diabetes melitus sendiri, secara umum diharapkan dengan pengobatan yang baik kadar HbA1c dapat turun mencapai 6,5 persen.

Hasil pemeriksaan HbA1c di atas batas normal, menandakan Anda perlu mengubah gaya hidup sehat untuk diabetes. Sementara pada pasien diabetes, pengobatan yang sebelumnya dijalani harus diubah sesuai dengan kondisi. Kemungkinan besar, perubahan pengobatan meliputi jenis pilihan obat dan dosisnya.

Pemeriksaan ini bukan tes utama untuk mendeteksi diabetes. Biasanya, tes ini dilakukan bersamaan dengan tes lain, seperti tes gula darah puasa (GDS).

Mungkinkah tes glikohemoglobin keliru?

Akurasi tes hemoglobin A1C mungkin terbatas pada kasus-kasus tertentu, seperti:

  • Jika Anda mengalami anemia atau memiliki tingkat zat besi rendah dalam darah Anda, tes glikohemoglobin dapat menunjukan persentase tinggi yang tidak sebenarnya.
  • Jika Anda mengalami perdarahan berat atau kronis (mungkin dari siklus menstruasi Anda), Anda mungkin memiliki jumlah hemoglobin sangat rendah. Ini kemungkinan akan menunjukkan hasil tidak akurat.
  • Jika hemoglobin Anda memiliki varian, berarti Anda memiliki bentuk hemoglobin yang tidak umum. Hasil tes tes glikohemoglobin Anda mungkin salah. Sebuah varian hemoglobin dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium, tapi tes berikutnya perlu diuji oleh laboratorium khusus yang dilengkapi peralatan untuk menguji varian hemoglobin khusus.

Tujuan pemeriksaan HbA1c secara rutin adalah mencegah terjadinya komplikasi diabetes yang memengaruhi mata, saraf, ginjal, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bila hasil pemeriksaan HbA1c menunjukkan tingkat normal, pasien memiliki peluang besar terhindari dari komplikasi diabetes. Sementara, bila hasil Hb1Ac lebih tinggi dari batas normal, itu artinya adalah diabetes perlu mengubah perawatan dan pengobatan yang ia jalani.

Meskipun demikian, setelah melakukan pemeriksaan ini Anda tetap perlu melakukan cek gula darah di rumah seperti biasa.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

U.S. National Library of Medicine. (2020). Hemoglobin A1C (HbA1c) Test. Retrieved 14 July 2020, from https://medlineplus.gov/lab-tests/hemoglobin-a1c-hba1c-test/

Diabetes.co.uk. (2019). HbA1c Test for Diabetes. Retrieved 14 July 2020, from https://www.diabetes.co.uk/hba1c-test.html

Diabetes.co.uk. (2019). Guide to HbA1c. Retrieved 14 July 2020, from https://www.diabetes.co.uk/what-is-hba1c.html

American Diabetes Association. (n.d.). A1C. Retrieved 14 July 2020, from http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/a1c/.

National Diabetes Education Program. (n.d.). Know Your Blood Sugar Numbers. Retrieved 14 July 2020, from  http://ndep.nih.gov/media/knownumbers_eng.pdf.

National Diabetes information Clearinghouse. (n.d.). The A1C Test and Diabetes. Retrieved 14 July 2020, from http://diabetes.niddk.nih.gov/dm/pubs/A1CTest/

American Association for Clinical Chemistry. (n.d.). A1c and eAG. Retrieved 14 July 2020, from http://www.labtestsonline.org/understanding/analytes/a1c/test.html.

American Diabetes Association. (n.d.) A1C. Retrieved 14 July 2020, from http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/a1c/.

American Diabetes Association. (n.d.). How often should A1c and LDLs be checked?. Retrieved 14 July 2020, from http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/ask-the-expert/ask-the-pharmacist/archives/how-often-should-a1c-and-ldls.html?&print=t

Mayo Clinic. (2020). Prediabetes – Symptoms and causes. Retrieved 14 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prediabetes/symptoms-causes/syc-20355278

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 02/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x