Serba-Serbi Suntik KB

Oleh

Kontrasepsi injeksi atau KB suntik adalah sebuah bentuk progesteron, hormon yang secara alami diproduksi pada ovarium wanita. Suntikan diinjeksikan pada lengan bagian atas atau di bagian bokong setiap 3 bulan untuk melindungi wanita dari kehamilan.

Bagaimana cara kerja suntik KB?

Hormon progesteron yang berada dalam suntikan kontrasepsi bekerja dengan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur selama siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, maka ia tidak akan hamil karena tidak ada sel telur yang dapat dibuahi.

Seberapa efektifkah suntik KB?

Suntikan kontrasepsi adalah metode yang sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Dalam setahun, hanya 3 dari 100 pasangan yang menggunakan suntikan kontrasepsi yang tetap mengalami kehamilan. Peluang untuk tetap hamil akan meningkat jika Anda menunggu lebih dari 3 bulan untuk mendapatkan suntikan kembali.

Secara umum, seberapa baik cara kerja dari berbagai tipe kontrasepsi tergantung pada banyak hal. Hal ini meliputi apakah seseorang mempunyai kondisi kesehatan tertentu atau tengah mengonsumsi obat-obatan lain yang mungkin dapat menghambat kerja kontrasepsi. Hal ini juga bergantung pada apakah metode yang digunakan terasa nyaman baginya, atau apakah ia ingat untuk menggunakannya secara benar sepanjang waktu.

Perlindungan dari penyakit menular seksual

Suntikan kontrasepsi tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Faktanya, ada studi yang mengatakan bahwa suntikan kontrasepsi mungkin akan meningkatkan risiko terjangkit penyakit menular seksual. Para ahli tidak mengerti mengapa hal ini terjadi. Pasangan yang berhubungan seks harus selalu menggunakan kondom bersamaan dengan suntikan kontrasepsi untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual.

Abstinence (tidak berhubungan sex) adalah metode satu-satunya yang selalu dapat mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual.

Efek samping yang mungkin terjadi dari suntik KB

Kebanyakan wanita muda yang menerima suntikan kontrasepsi akan menyadari bahwa ada perubahan dalam siklus menstruasi mereka. Beberapa efek samping lainnya adalah:

  • Siklus menstruasi yang tidak rutin atau tidak haid sama sekali
  • Bertambahnya berat badan, pusing, dan payudara nyeri
  • Depresi

The U.S Food and Drug Administration (FDA) telah mengeluarkan peringatan tentang penggunaan suntikan kontrasepsi yang berkepanjangan. Studi mengatakan bahwa suntikan ini berdampak pada berkurangnya kepadatan tulang wanita, meskipun kepadatan tulang ini juga akan pulih kembali ketika ia tidak lagi menggunakan suntikan ini.

Dokter masih tidak yakin bagaimana tipe suntikan ini dapat berpengaruh pada kepadatan tulang wanita di masa depan. Jadi, wanita yang akan menggunakan suntikan kontrasepsi harus berkonsultasi dulu dengan dokter. Wanita yang menerima suntikan ini harus memastikan bahwa ia menerima jumlah kalsium yang cukup setiap harinya, baik melalui makanan ataupun suplemen kalsium.

Wanita yang merokok harus memberitahukan kebiasaannya itu kepada dokter karena merokok berhubungan juga dengan kepadatan tulang. Merokok juga meningkatkan peluang wanita dalam mendapatkan efek samping dari suntikan kontrasepsi.

Wanita mungkin akan mendapat penurunan kesuburan hingga setahun setelah ia berhenti menggunakan suntikan kontrasepsi. Namun, suntikan ini tidak mengakibatkan hilangnya kesuburan secara permanen dan kebanyakan wanita dapat hamil segera setelah berhenti mendapatkan suntikan.

Siapa yang menggunakan suntik KB?

Setiap metode kontrasepsi harus dipertimbangkan secara matang tentang bagaimana cara kerjanya untuk tiap individu. Wanita muda yang sering lupa untuk minum pil KB secara teratur dan yang menginginkan proteksi eksteim dari kehamilan dapat menggunakan suntikan kontrasepsi. Ibu menyusui juga dapat mendapat suntikan kontrasepsi.

Tidak semua wanita bisa menggunakan suntikan kontrasepsi. Dalam beberapa kasus, kondisi medis tertentu dapat mengakibatkan suntikan menjadi kurang efektif atau bahkan berisiko. Sebagai contoh, suntikan ini tidak direkomendasikan untuk wanita yang mengalami bercak darah, beberapa jenis dari kanker, atau migrain. Wanita yang mengalami perdarahan tanpa sebab (berdarah bukan pada saat siklus bulanannya) atau siapapun yang merasa hamil, sebelumnya harus berkonsultasi dengan dokter.

Seorang wanita yang ingin tahu lebih jauh tentang berbagai jenis kontrasepsi, termasuk suntikan, dapat berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mendapatkannya?

Suntikan harus tertera dalam resep dan diberikan setiap 3 bulan di kantor praktik dokter.

Share now :

Direview tanggal: Mei 18, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 1, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca