Bolehkah Melakukan Suntik KB Saat Puasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Suntik KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang biasa digunakan untuk menunda kehamilan. Berdasarkan jangka waktu pemakaian, suntik KB di Indonesia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu suntik KB per 1 bulan dan suntik KB per 3 bulan. Lantas jika jadwal suntik KB Anda bertepatan dengan bulan puasa, bolehkah suntik saat puasa? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini. 

Sekilas tentang suntik KB

Suntik KB adalah salah satu bentuk dari kontrasepsi hormonal yang dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan ke dalam lapisan kulit. Suntikan diinjeksikan pada bagian tubuh tertentu seperti lengan atas, paha, dan bokong.

Kontrasepsi ini bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah sehingga akan mencegah pelepasan telur (ovulasi) dan menebalkan lendir serviks sehingga menyulitkan sperma bertemu dengan sel telur. Tidak hanya itu, kontrasepsi satu ini juga akan menipiskan dinding rahim sehingga mempersulit implantasi sel telur.

Lantas bolehkah suntik KB saat puasa?

Jika Anda menginginkan jawaban dari sisi agama, Anda bisa menanyakan hal ini secara langsung kepada ahli agama. Namun secara medis, Anda tidak dilarang untuk melakukan suntik KB saat puasa.

Meski begitu, efek samping terkait perdarahan yang tidak teratur setelah suntik KB mungkin bisa jadi pertimbangan Anda. Perdarahan tidak teratur adalah efek samping yang paling umum dari suntik KB. Anda mungkin akan mengalami efek samping ini selama 6-12 bulan setelah pertama kali Anda melakukan suntik KB.

Masalah perdarahan yang paling umum ini meliputi:

Efek samping terkait perdarahan yang sudah disebutkan di atas mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang. Pasalnya, ada beberapa wanita yang justru tidak mengalami menstruasi sama sekali setelah setahun menggunakan suntik KB. Namun apabila Anda mengalami perdarahan setelah suntik KB, Anda mungkin tidak dianjurkan untuk menjalankan puasa karena keluarnya darah dari kemaluan, atau menstruasi bisa membatalkan puasa Anda.

Selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan suntik KB saat puasa. Ini dilakukan agar Anda bisa mengurangi atau menghindari kemungkinan efek samping perdarahan setelah suntik, yang mana membuat Anda jadi tidak bisa ikut menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Efek samping lainnya dari suntik KB

Selain perdarahan, efek samping lainnya dari suntik KB yang paling umum bisa meliputi:

  • Merah, bengkak, nyeri, atau iritasi di tempat bekas suntik
  • Sakit perut
  • Perut kram atau kembung
  • Sakit kepala
  • Hot flashes
  • Mual
  • Pusing
  • Merasa lemas dan lesu
  • Kelelahan
  • Nyeri payudara
  • Muncul gejala flu atau pilek
  • Timbul jerawat
  • Rambut rontok
  • Keputihan
  • Perubahan suasana hati dan gairah seksual
  • Nafsu makan meningkat

Bagi beberapa wanita, berbagai efek samping yang sudah disebutkan di atas mungkin akan jadi tantangan dalam menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadan. Akan tetapi, beberapa wanita lainnya justru tidak merasa terganggu terkait efek samping tersebut sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk melakukan suntik KB saat puasa. Ini dilakukan agar Anda bisa mengurangi atau menghindari kemungkinan efek samping perdarahan serta efek samping lainnya setelah suntik.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Langsung Berhubungan Seks Setelah Suntik KB?

Suntik KB memang mencegah kehamilan, tapi bolehkah langsung berhubungan seks setelah suntik KB? Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 11 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

Program keluarga berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 9 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Berbeda dengan KB Suntik 3 Bulan, Ini Informasi Lengkap Seputar KB Suntik 1 Bulan

Anda mungkin akrab dengan KB suntik setiap 3 bulan sekali. Ternyata ada juga KB suntik yang diberikan 1 bulan sekali, lho! Apa bedanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Belum Ingin Hamil? Ini 5 Tips Berhubungan Intim Tanpa Khawatir Kebobolan

Jangan asal! Butuh trik khusus dalam menerapkan cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan. Cek tips amannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Tips Seks 6 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
macam-macam alat kontrasepsi

Sebelum Pakai, Ketahui Pilihan Alat Kontrasepsi (KB) Beserta Plus Minusnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Kondom wanita

Kondom Wanita Juga Efektif Cegah Kehamilan, Ini Cara Memakainya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
vasektomi

Mengenal Vasektomi, Metode Kontrasepsi Versi Pria yang Bersifat Permanen

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit