home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sebelum Pakai, Ketahui Dulu 8 Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Sebelum Pakai, Ketahui Dulu 8 Efek Samping KB Suntik yang Mungkin Terjadi

Sudah tahukah Anda mengenai KB suntik? Jenis KB yang satu ini kerap dijadikan pilihan untuk mencegah kehamilan karena memiliki keberhasilan hingga 99 persen bila digunakan sesuai jadwal. Namun, ada beberapa efek samping dari KB suntik yang mungkin terjadi. Apa saja efek dari KB suntik tersebut?

Berbagai efek samping dari KB suntik

KB suntik adalah jenis kontrasepsi yang diberikan dengan cara menyuntikkan hormon ke dalam tubuh.

Hormon tersebut nantinya bertugas untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) di masa subur.

Alhasil, tubuh Anda tidak akan memproduksi sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan meski ada sperma yang masuk ke dalam organ reproduksi.

Sama halnya dengan penggunaan jenis alat kontrasepsi lainnya, KB suntik juga memiliki beberapa efek samping yang harus diperhatikan.

Berikut beberapa efek samping KB suntik yang perlu Anda perhatikan:

1. Muncul gangguan menstruasi

Efek samping dari penggunaan KB suntik yang paling umum terjadi adalah gangguan menstruasi, khususnya yakni membuat menstruasi menjadi tidak teratur.

Selain itu, kandungan progesteron yang ada di dalam KB suntik dapat membuat lapisan rahim Anda menjadi lebih tipis.

Akibatnya, Anda berisiko berhenti menstruasi selama rutin mendapatkan KB suntik.

Tidak ada tindakan khusus yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi efek samping yang satu ini.

Pasalnya, KB suntik adalah salah satu jenis metode kontrasepsi hormonal yang memang memengaruhi hormon di dalam tubuh Anda.

Otomatis, perubahan hormon di dalam tubuh juga ikut mengubah siklus menstruasi Anda.

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir dengan efek samping dari KB suntik yang satu ini.

Menstruasi Anda nantinya akan kembali secara perlahan setelah berhenti menggunakan KB suntik, meskipun siklus menstruasi mungkin kerap tidak teratur.

2. Butuh waktu lebih lama untuk kembali hamil

penyebab gagal hamil

Menggunakan KB suntik sebagai alat kontrasepsi memang membutuhkan pertimbangan yang cukup matang.

Pasalnya, salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik adalah butuh waktu lama untuk mengembalikan kesuburan Anda.

Artinya, agar kembali subur setelah berhenti menggunakan KB suntik, Anda mungkin harus menunggu cukup lama.

Ada wanita yang mungkin bisa langsung hamil setelah lepas KB suntik. Namun, hal ini tergolong jarang terjadi.

Menurut Mayo Clinic, biasanya seorang wanita harus menunggu kurang lebih 10 bulan atau lebih bila ingin hamil lagi setelah berhenti memakai KB suntik.

Oleh karena itu, jika Anda ingin segera memiliki momongan setelah sekian lama menunda, sebaiknya pertimbangkan kembali jika ingin menggunakan KB suntik.

Pil KB mungkin akan lebih sesuai dengan Anda agar kesuburan lebih cepat kembali.

3. Berisiko menurunkan kepadatan tulang

cedera tulang belakang spinal injury spine injury

Salah satu efek samping dari penggunaan KB suntik yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah alat kontrasepsi ini dapat menurunkan kepadatang tulang.

Efek samping dari KB suntik ini ditemukan pada beberapa wanita yang telah menggunakan KB suntik untuk jangka waktu lama.

Itu sebabnya, KB suntik tidak terlalu dianjurkan untuk digunakan oleh wanita di usia kurang dari 18 tahun atau telah memasuki masa menopause.

Maka itu, jika Anda ingin tetap menggunakan KB suntik, sebaiknya barengi dengan minum suplemen vitamin D serta memperbanyak asupan kalsium.

Sama dengan efek samping yang telah disebutkan sebelumnya, Anda juga tidak perlu khawatir mengenai efek samping dari penggunaan KB suntik yang satu ini.

Pasalnya, setelah Anda berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal yang satu ini, kepadatan tulang Anda akan kembali seperti semula dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

4. Memicu sakit kepala

sakit kepala jenis gejala hantavirus kb suntik

Biasanya, alat kontrasepsi yang memberikan efek samping berupa sakit kepala adalah alat kontrasepsi hormonal, contohnya KB suntik.

Tak hanya itu, penggunaan pil KB dan KB IUD juga berpotensi menyebabkan efek samping yang satu ini.

Meski demikian, bila Anda mengalami sakit kepala setelah melakukan suntik KB, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Sering kali efek samping ini muncul pada penggunaan jangka panjang dari KB suntik.

Jika rasa sakit kepala sudah cukup parah dan tidak dapat ditangani, lebih baik Anda berhenti menggunakan KB suntik dan beralih ke alat kontrasepsi lainnya.

5. Tidak mampu menghilangkan jerawat

jerawat puber

Pada penggunaan suntik KB, sebaiknya Anda tidak mengharapkan alat kontrasepsi ini untuk mengatasi masalah jerawat.

Ya, meski termasuk alat kontrasepsi hormonal, KB suntik tidak dapat menghilangkan jerawat seperti pil KB.

Pil KB dapat menjadi obat penghilang jerawat karena kontrasepsi ini mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron.

Alhasil, kulit bisa bebas dari jerawat, lebih cerah, dan bersih.

Kedua hormon tersebut bekerja dengan cara mengurangi kelebihan hormon testosteron di dalam tubuh yang bisa memperparah jerawat.

6. Berpotensi menyebabkan perut kembung

obat perut kembung

Perut kembung dan kram perut termasuk efek samping suntik KB yang umum dirasakan para wanita.

Ya, perut yang kembung disertai kram dan mual adalah keluhan awal yang biasanya dirasakan oleh wanita saat baru melakukan suntik KB.

Penyebab perut kembung karena efek samping KB suntik, yaitu:

Kerja usus melambat

Kandungan hormon progesteron pada suntik KB ternyata dapat memperlambat kerja usus.

Mekanismenya begini, ketika kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat, kerja sistem pencernaan akan melambat.

Kondisi ini menyebabkan gerak makanan di usus jadi lebih lambat dari biasanya. Akibatnya, Anda bisa mengalami masalah pencernaan, seperti kembung.

Penumpukan cairan tubuh

Selain itu, kandungan hormon progesteron di dalam KB suntik juga bisa menyebabkan cairan di dalam tubuh menumpuk.

Kelebihan cairan ini biasanya disimpan di payudara, pinggul, dan paha. Namun, tak menutup kemungkinan kelebihan cairan juga dapat disimpan di perut.

Ini yang kemudian membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.

Adaptasi tubuh dengan peningkatan kadar hormon progesteron

Perut kembung juga bisa terjadi karena tubuh berusaha menyesuaikan diri dengan tambahan hormon progesteron.

Ketika tubuh telah mulai terbiasa, berbagai efek samping ini perlahan akan mulai menghilang.

Jadi, Anda tak perlu khawatir karena biasanya efek samping dari KB suntik seperti mual dan juga perut kembung perlahan akan hilang seiring berjalannya waktu.

7. Berat badan naik

berat badan naik turun kb suntik

Tahukah Anda salah satu efek samping dari KB suntik yakni menyebabkan kenaikan berat badan?

Benar, bukan hanya pil KB yang bikin gemuk, wanita yang menggunakan KB suntik rata-rata juga mengalami kenaikan berat badan hingga 5 kilogram (kg) selama tiga tahun awal.

Sementara efek samping alat kontrasepsi lainnya mungkin hanya meningkatkan sekitar 1-2 kg.

Meski demikian, perlu Anda ingat bahwa efek samping dari KB suntik ini bukanlah penyebab utama kenaikan berat badan.

Anda bisa mengatasi efek samping dari penggunaan KB suntik ini dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan.

Cara ini setidaknya dapat membantu Anda mengontrol berat badan yang mungkin jadi lebih mudah meningkat sejak pemakaian KB suntik.

Oleh karena itu, Anda perlu mendiskusikan dengan dokter untuk menemukan alat kontrasepsi yang paling sesuai dengan Anda.

8. Tingkatkan risiko kanker selaput otak

merawat pasien kanker payudara

Rupanya, efek samping lain yang juga bisa terjadi dari penggunaan KB suntik adalah risiko terkena kanker.

Ya, penggunaan KB suntik jangka panjang dapat meningkatkan peluang untuk terkena glioma, sejenis tumor otak yang dapat berkembang menjadi kanker berbahaya.

Hal ini diungkapkan melalui sebuah studi dari British Journal of Clinical Pharmacology.

Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter mengenai efek samping dari penggunaan KB suntik ini bila Anda memilih untuk menggunakannya sebagai alat kontrasepsi.

Dokter biasanya akan memberikan saran jenis kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Anda.

Jika membutuhkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi dokter atau bidan.

Berapa lama efek samping dari KB suntik akan dirasakan?

mengatasi mual mencegah muntah

Umumnya, butuh waktu sekitar 3 bulan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan KB suntik.

Selain mual dan perut kembung sebagai efek samping dari KB suntik ini, di awal-awal Anda juga akan mengalami perdarahan yang cukup lama dan tidak teratur.

Tak usah panik, efek samping ini sangat normal dirasakan oleh orang yang baru saja melakukan suntik KB.

Namun, jika perdarahan tak kunjung berhenti dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, ada baiknya untuk segera periksa ke dokter.

Selain itu, ada juga beberapa efek samping lain yang bisa Anda alami, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Timbulnya reaksi kulit tertentu, seperti ruam.
  • Gairah seksual menurun.
  • Selera makan meningkat.
  • Payudara terasa kencang dan nyeri.
  • Rambut rontok.

Saat tubuh Anda sudah mulai terbiasa dengan hormon progestin, efek dari KB suntik ini lama-lama akan berkurang dan hilang dengan sendirinya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya juga, beberapa efek dari suntik KB ini hanya bersifat sementara.

Artinya, setelah Anda berhenti menggunakan KB suntik, efek yang Anda rasakan juga akan berkurang.

Apalagi jika Anda memutuskan untuk berhenti menggunakan KB suntik sebagai alat kontrasepsi, dampak yang Anda alami akan berangsur-angsur membaik dan keadaan Anda kembali seperti sedia kala.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Birth Control Shot – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 21, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/birth-control-shot

Taking the Headache Out of Birth Control – Planned Parenthood. (2015). Retrieved January 21, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/planned-parenthood-pacific-southwest/blog/taking-the-headache-out-of-birth-control

Depo-Provera (contraceptive injection) – Mayo Clinic. (2020). Retrieved January 21, 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/depo-provera/about/pac-20392204

What are the disadvantages of the birth control shot? – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 21, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/birth-control-shot/what-are-the-disadvantages-of-the-birth-control-shot

The contraceptive injection – NHS. (2018). Retrieved January 21, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/contraception/contraceptive-injection/

Health Facts: Depo Provera and Bone Mineral Density – National Women’s Health Network. (2015). Retrieved January 21, 2021, from https://nwhn.org/depo-provera-and-bone-mineral-density/

Andersen, L., Friis, S., Hallas, J., Ravn, P., Kristensen, B., & Gaist, D. (2015). Hormonal contraceptive use and risk of glioma among younger women: a nationwide case-control study. British Journal Of Clinical Pharmacology79(4), 677-684. https://doi.org/10.1111/bcp.12535

Kilgore, K., Lee, M., Leavitt, J., Frank, R., McClelland, C., & Chen, J. (2019). A Population-Based, Case-Control Evaluation of the Association Between Hormonal Contraceptives and Idiopathic Intracranial Hypertension. American Journal Of Ophthalmology197, 74-79. https://doi.org/10.1016/j.ajo.2018.09.014

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 01/02/2021
x