Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Olahraga vs Diet: Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

    Olahraga vs Diet: Mana yang Lebih Efektif Menurunkan Berat Badan?

    Berbagai penelitian dan ahli gizi sibuk berdebat dalam beberapa tahun terakhir untuk mencari cara upaya terbaik untuk mengendalikan berat badan dan obesitas. Baik diet atau olahraga memang dapat menurunkan berat badan. Namun, keduanya memiliki mekanisme dan dampak terhadap tubuh yang berbeda.

    Bagaimana olahraga bisa menurunkan berat badan?

    Kelebihan berat badan didefinisikan sebagai penyimpanan lemak berlebih dalam tubuh dan tidak sesuai dengan proporsi tinggi badan, akibatnya tubuh terlihat gemuk atau yang dikenal dengan obesitas.

    Akan tetapi, perlu diketahui bahwa berat badan dan bentuk tubuh juga ditentukan oleh proporsi lemak dan otot pada tubuh. Baik olahraga atau menjalani diet diketahui mempengaruhi proporsi lemak dan otot pada tubuh.

    Dengan berolahraga, tubuh akan membakar lemak dan menstimulasi pertumbuhan otot, sehingga tubuh akan memiliki proporsi otot yang lebih banyak.

    Sayangnya, angka pada timbangan berat badan Anda tidak akan jauh berbeda dari sebelumnya. Sebab, lemak memiliki massa yang lebih kecil daripada otot.

    Jadi, olahraga akan menurunkan massa lemak, tetapi juga diikuti dengan peningkatan massa otot. Efeknya tetap akan terlihat pada bentuk tubuh yang lebih kurus, karena otot memakan ruang yang lebih sedikit dibandingkan lemak.

    Bagaimana diet bisa menurunkan berat badan?

    Dengan diet, alias mengatur pola makan, yang paling utama adalah mengurangi asupan kalori harian.

    Jika dilakukan dengan konsisten, tubuh akan menyesuaikan kebutuhan kalori dengan energi yang dihasilkan dari metabolisme.

    Hasilnya, dengan konsumsi kalori yang lebih sedikit, tubuh akan menyimpan cadangan makanan dalam jaringan lemak yang lebih sedikit, sehingga mempermudah penurunan berat badan.

    Olahraga saja atau diet saja belum tentu bisa menurunkan berat badan

    Tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatur kebutuhan energi dengan pembentukan lapisan lemak.

    Diet atau olahraga sama-sama akan mempengaruhi metabolisme kalori dan mengurangi pembentukan jaringan lemak, namun penurunan berat badan tetap membutuhkan waktu.

    Selain itu, terdapat mekanisme lainnya yang menyebabkan upaya berolahraga maupun diet tidak efektif.

    Berolahraga untuk menurunkan berat badan adalah cara yang sangat memakan waktu dan efeknya dalam penurunan berat badan sangat mudah hilang.

    Hal ini dikarenakan dengan rutin berolahraga, tubuh akan membakar kalori lebih banyak dan tubuh menyimpan kalori lebih rendah.

    Dengan kebiasaan berolahraga, kita cenderung mengonsumsi kalori yang memiliki jumlah berlebih dari kebutuhan tubuh, dan ini akan sangat cepat menyebabkan tubuh kelebihan kalori yang akan disimpan dalam bentuk lemak.

    Akibatnya, berat badan naik kembali tanpa mengalami penurunan yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan pola makan juga merupakan hal yang penting di samping berolahraga, untuk menurunkan berat badan.

    Sedangkan jika Anda hanya memilih melakukan diet untuk menurunkan berat badan, Anda harus menjaga tingkat asupan kalori agar tetap stabil, dan hal ini dilakukan hingga berat badan mengalami penurunan yang stabil.

    Tantangan yang lebih beratnya lagi adalah peningkatan hormon lapar (grehlin) selama Anda diet, dan penurunan hormon yang mengirimkan sinyal untuk makan lebih sedikit (leptin).

    Penurunan hormon leptin juga akan menghambat pembakaran kalori, sehingga penurunan berat badan menjadi lebih sulit bahkan membutuhkan waktu yang lama.

    Jadi, mana yang lebih efektif? Diet atau olahraga?

    Dibandingkan dengan berolahraga, mengatur pola makan alias diet adalah cara yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan lebih mudah untuk mengurangi jumlah kalori tubuh dengan membatasi kalori harian, dibandingkan harus membakar kalori dengan berolahraga.

    Namun, bagi beberapa orang, hanya mengurangi pola konsumsi makan saja mungkin akan membutuhkan waktu yang lama, sehingga mengatur pola makan dan diirngi dengan olahraga akan menjadi cara yang lebih sesuai.

    Ahli biokimia nutrisi Shawn M. Talbott, PhD, seperti yang dilansir dari wawancaranya dengan Huffington Post, menyatakan bahwa menurunkan berat badan membutuhkan 75% mengatur pola makan (diet) dan 25% berolahraga.

    Ia juga berpendapat bahwa olahraga berlebihan namun pola makan tetap buruk, tidak akan menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan.

    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Weight loss: Better to cut calories or exercise more? (2020). Mayo Clinic. Retrieved 28 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/weight-loss/faq-20058292

    Diet vs Exercise: Which Is Superior for Weight Loss? (2018). Clinical Correlations. Retrieved 28 June 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/weight-loss/faq-20058292

    What’s More Important: Exercise or Diet? (2015). Allina Health. Retrieved 28 June 2021, from https://www.allinahealth.org/healthysetgo/move/whats-more-important-exercise-or-diet

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Kemal Al Fajar Diperbarui a week ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
    Next article: