Periode Perkembangan

Kolesterol Rendah Saat Hamil Picu Risiko Bayi Prematur

Oleh

Bayi prematur adalah bayi yang lahir terlalu cepat, yaitu kurang dari 37 minggu. Berdasarkan data World Health Organization, di dunia terdapat sebanyak 15 juta bayi yang lahir prematur dan kondisi ini meningkat setiap tahunnya. Kondisi bayi yang terlalu muda dan sebenarnya belum siap untuk bertemu dengan lingkungan luar, menyebabkan bayi yang lahir prematur rentan dengan berbagai infeksi, komplikasi, bahkan tidak jarang bayi-bayi tersebut meninggal dunia. Komplikasi yang terjadi pada bayi prematur mengakibatkan 1 juta bayi meninggal pada tahun 2015. Sedangkan bayi prematur yang bertahan hidup, cenderung memiliki kecacatan atau berbagai komplikasi kesehatan selama hidupnya nanti. Namun tahukah Anda salah satu penyebab bayi lahir prematur bisa jadi adalah kadar kolesterol rendah yang dialami ibu semasa hamil?

Ibu hamil membutuhkan lemak juga

Lemak tidak selamanya buruk. Banyak yang beranggapan bahwa lemak itu jahat, lemak itu tidak baik untuk tubuh, lemak menyebabkan berbagai penyakit. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, lemak juga dibutuhkan oleh tubuh. Secara umum lemak berfungsi untuk membantu metabolisme vitamin yang larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K. Tidak hanya itu, ketika tubuh mengalami kekurangan gula sebagai sumber energi utama, maka lemak yang akan menggantikan peran gula sebagai sumber energi. Namun, yang perlu diperhatikan adalah jenis lemak serta kadar lemak yang diperbolehkan untuk dikonsumsi.

BACA JUGA: 8 Zat Gizi yang Paling Dibutuhkan Saat Hamil

Pada ibu hamil, lemak juga berperan penting dalam fungsi tubuh serta untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Sebuah penelitian bahkan menyatakan bahwa lemak pada ibu yang hamil sama pentingnya dengan glukosa yang dibutuhkan oleh janin yang sedang tumbuh dan berkembang. Kadar kolesterol pada ibu sangat penting karena berperan untuk mengatur hormon serta perubahan fungsi tubuh ketika kehamilan terjadi.  Sebenarnya secara otomatis kadar lemak total, trigliserida, lemak baik (HDL), lemak jahat (LDL) akan meningkat ketika kehamilan memasuki usia trimester ke-2 dan 3. Oleh karena itu, lemak yang cukup dibutuhkan ibu untuk merespon berbagai perubahan fungsi tubuh.

Kolesterol rendah pada ibu hamil bisa menyebabkan kelahiran bayi prematur

Tidak hanya tingginya kolesterol total yang bisa menyebabkan bayi lahir prematur, ternyata kekurangan kolesterol juga akan menghasilkan hal sama. Pernyataan ini dibuktikan pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti yang berasal dari Carolina Utara. Penelitian ini melibatkan sebanyak 118 ibu hamil yang memiliki kadar kolesterol rendah yang berusia antara 21 hingga 34 tahun. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa ibu yang memiliki total kolesterol rendah, cenderung melahirkan anak yang prematur. Sebanyak 12,7% bayi lahir prematur dilahirkan oleh ibu dengan kadar kolesterol total yang rendah. Hal ini tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan kejadian prematur hanya 5% terjadi pada ibu yang memiliki kolesterol total yang normal.

BACA JUGA: 11 Faktor Risiko yang Memicu Anda Melahirkan Bayi Prematur

Tidak hanya itu, pada penelitian ini juga ditemukan bahwa kadar kolesterol total dan LDL yang rendah saat trimester ke-3 berhubungan positif dengan kejadian gangguan pertumbuhan janin yang menyebabkan berbagai masalah saat proses persalinan. Diketahui juga bayi yang lahir dari ibu yang mempunyai kadar kolesterol rendah ketika hamil, khususnya pada trimester terakhir, memiliki berat lahir rata-rata 124 gram lebih rendah dari pada ibu dengan kadar kolesterol yang normal.

Kenapa kadar kolesterol rendah pada ibu berpengaruh pada kelahiran bayi?

Hubungan antara kadar kolesterol total yang rendah dengan kejadian kelahiran prematur masih belum diketahui dengan jelas. Namun para ahli menyatakan bahwa kolesterol yang dimiliki oleh ibu berpengaruh terhadap perkembangan membran sel, sintesis hormon, pembelahan serta perkembangan setiap sel tubuh pada janin. Sehingga, kadar kolesterol total yang rendah mengakibatkan gangguan pertumbuhan serta perkembangan janin yang kemudian meningkatkan risiko bayi untuk lahir lebih cepat atau prematur. Selain itu, ibu yang memiliki kolesterol yang rendah juga berpeluang untuk mengalami berbagai komplikasi saat kehamilan.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca