Apa yang Terjadi Pada Janin Kalau Ibu Mengalami Gangguan Makan Saat Hamil?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/10/2017 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Anorexia nervosa dan bulimia nervosa adalah jenis gangguan makan yang paling sering dialami oleh wanita usia subur. Perempuan Indonesia pun tak luput mengalaminya, meski belum ada sensus nasional yang menyatakan jumlah pasti dari kasus perilaku makan menyimpang ini. Sebuah studi kecil tahun 2009 menyebutkan bahwa 34,8% remaja di Jakarta mengalami gangguan makan, 11,6% di antaranya memiliki anoreksia dan 27% lainnya mengidap bulimia. Gangguan makan yang tidak tertangani dapat menetap hingga dewasa. Lantas, apa akibatnya jika perempuan mengalami bulimia dan anoreksia saat hamil?

Bagaimana kehamilan dapat memengaruhi pola makan?

Kehamilan merupakan satu masa dalam hidup perempuan yang khususnya dapat membawa stres dan kecemasan atas beragam perubahan besar yang terjadi pada tubuhnya. Terlebih bagi perempuan yang memiliki gangguan makan sejak sebelum kehamilan.

Kehamilan itu sendiri dapat memperburuk gejala gangguan makan. Pasalnya, gejolak hormon dan peningkatan berat badan selama kehamilan dapat mengubah bentuk tubuh perempuan secara dramatis, sehingga semakin meningkatkan kecemasan akan bentuk tubuh ideal dan peningkatan berat badan.

Hal inilah yang kemudian membuat pola makan menyimpang yang mereka alami semakin memburuk.Di satu sisi, mereka merasa harus makan banyak untuk mendukung tumbuh kembang bayinya. Di sisi lain, kekhawatiran akan bentuk tubuh ideal membuat mereka berusaha mati-matian untuk kembali melaparkan diri sendiri. Stres dan kecemasan ini pada akhirnya dapat berujung pada depresi saat hamil dan berbagai masalah medis serius lainnya selama kehamilan, yang juga dapat berakibat fatal untuk janin.

Dampak bulimia dan anoreksia saat hamil pada kesehatan ibu

Gangguan makan adalah satu jenis dari penyakit jiwa nyata yang dipicu oleh ketakutan yang amat sangat akan peningkatan berat badan dan perubahan bentuk tubuh. Ketakutan ini pada umumnya diwujudkan dengan melaparkan diri, berolahraga berlebihan, dan/atau mengeluarkan isi perut agar asupan makanan tak diolah menjadi simpanan lemak dalam tubuh. Gangguan makan pada akhirnya dapat menyebabkan tubuh sangat kekurangan nutrisi dan berat badan yang makin menurun. Hal ini bisa mengakibatkan masalah medis fatal.

Ketika seorang wanita menderita anoreksia, ia mungkin akan mengalami detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung, perubahan hormon reproduksi, dan gangguan pada  sistem pencernaanya. Muntah dan penyalahgunaan pencahar, yang sering menyertai gangguan makan, bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Kurangnya produksi estrogen dapat menyebabkan osteoporosis, yang dapat memengaruhi kemampuan wanita untuk melahirkan secara normal. Pada kehamilan normal, kepadatan tulang secara natural akan berkurang untuk mencukupi suplai kalsium untuk janin dan bisa kembali pulih dalam beberapa bulan setelah persalinan hingga beberapa bulan setelah berhenti menyusui.

Namun penurunan kepadatan tulang pada wanita yang mengalami anoreksia sudah dimulai sejak lama dan terus berlanjut selama kehamilannya, sehingga bukannya tak mungkin gejala osteoporosis tak dapat dibalikkan lagi. Kekurangan kalsium saat hamil dapat meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) saat hamil dan preeklampsia, sebuah komplikasi kehamilan yang berbahaya.

Dirangkum dari berbagai penelitian internasional, gangguan makan seperti bulimia dan anoreksia saat hamil dapat meningkatkan risiko ibu mengalami keguguran. Wanita dengan gangguan makan memiliki tingkat keguguran yang lebih tinggi daripada wanita hamil yang sehat dan normal. Terlebih lagi, sebuah penelitian di Inggris yang diterbitkan dalam jurnal The British Journal of Psychiatry tahun 2007 menemukan bahwa wanita yang punya anoreksia saat hamil lebih berisiko tinggi untuk mengalami keguguran berulang, bahkan setelah berhasil pulih dari anoreksia.

Dampak bulimia dan anoreksia saat hamil pada kesehatan janin

Wanita yang mengalami bulimia atau anoreksia saat hamil dilaporkan lebih berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah bila dibandingkan dengan kelompok ibu hamil yang sehat. Berat lahir rendah bisa juga menjadi akibat dari kelahiran prematur — risiko nyata lainnya yang mungkin dihadap perempuan anoreksia yang sedang hamil. Bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk masalah medis serius, seperti sindrom gangguan pernapasan, perdarahan otak, dan cacat jantung. Berat lahir rendah juga dikaitkan dengan hipertensi pada anak di kemudian hari.

Asupan nutrisi dan kalori yang buruk yang diterima bayi sementara dalam rahim dapat berdampak negatif pada tumbuh kembangnya. Misalnya, bayi yang lahir dari ibu anoreksia berisiko tinggi terkena diabetes dan penyakit jantung, dan bahkan memiliki 35 persen peningkatan risiko kematian karena masalah jantung. Mereka juga berisiko tinggi menderita gangguan belajar dan gangguan mood, serta gangguan fisik seperti cerebral palsy, masalah hati, dan bibir sumbing.

Pada beberapa kasus ekstrim, gangguan makan saat hamil yang tidak ditangani dapat menyebabkan bayi lahir mati (stillbirth). Ini disebabkan oleh stres berat yang diterima janin akibat masalah kesehatan dari bulimia atau anoreksia yang dialami ibu.

Gangguan makan harus cepat ditanangi sebelum merencanakan kehamilan

Kebanyakan orang yang mengalami gangguan makan tidak mungkin tidak menyadari bahwa ia menderita penyimpangan tersebut. Bahkan, mungkin mereka menolak dikatakan menderita gangguan perilaku makan. Kelainan pola makan juga sangat jarang terdeteksi oleh dokter pada umumnya. Di sinilah betapa pentingnya untuk setiap calon ibu menjalani sesi konseling prenatal dan rutin cek kandungan selama kehamilan untuk mendeteksi kelainan pola makan. Hal ini dikarenakan wanita lebih terbuka terhadap saran dan bantuan pada saat-saat ini.

Pada umumnya, wanita dengan gangguan makan yang menetap akan disarankan untuk menunda kehamilan hingga mereka dapat sembuh dan benar-benar siap. Terapi dan pengobatannya harus dikontrol oleh dokter, khususnya pada pasien dengan anorexia nervosa. Wanita dengan gangguan pola makan juga harus menghindari obat-obatan seperti pencahar, diuretik, atau penekan nafsu makan karena obat-obat tersebut tidak aman digunakan saat kehamilan.

Pada wanita yang sudah terlanjut hamil, sangat dianjurkan untuk konsultasi ke dokter kandungan terkait dengan kondisi kehamilannya yang harus selalu dipantau. Peran aktif anggota keluarga lainnya juga sangat penting untuk mengingatkan ibu tentang pentingnya asupan nutrisi saat kehamilan bagi ibu dan pertumbuhan janin. Semakin sehat berat badan wanita saat hamil, akan semakin baik untuk pertumbuhan janin dibanding dengan ibu yang memiliki berat badan kurang atau berlebih.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Anak Penyandang Autisme Lebih Riskan Mengalami Gangguan Makan, Ini Faktanya

Masalah makan kerap dialami oleh anak, terutama anak penyandang autisme. Bahkan, anak penyandang autisme disebut lebih berisiko mengalami gangguan makan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

drunkorexia

Drunkorexia, Fenomena Rela Tak Makan Demi Minum Alkohol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit